KAISAR ES

KAISAR ES
MELAWAN SISI GELAP


__ADS_3

Semua sudah hilang, tersisa diriku dalam ruangan penuh warna putih sejauh mata memandang...


Pedang Eternal Snow tergenggam erat di tangan kananku. Sebuah bayangan seseorang terlihat didepan mataku, semakin lama semakin mendekat sampai menampakkan rupanya...


“Akhirnya aku bisa menemuimu, Yugi...”


Senyuman penuh kekhawatiran itu ditunjukkan kepadaku... aku pun membalasnya dengan senyuman penuh akan kerinduan. Walaupun mereka terpisah hanya sebentar saja... tapi rasanya seperti sudah setahun lebih...


“Maaf membuatmu khawatir, Yui...”


Didunia nyata


Seorang gadis bersurai biru tua dengan gaun biru berenda putih dan wajah cantiknya, mata sebiru laut itu terus saja menatap bola hitam yang semakin lama semakin terlihat jelas. Perubahan warna dari hitam ke putih mulai tampak jelas. Melihat hal itu senyuman terpasang di wajah cantik wanita itu.


“Cepatlah keluar dari sana master... aku tidak sabar ingin segera memelukmu.” Ucap gadis itu yang ternyata Risa. Disamping kiri dan kanannya terdapat dua gadis yang tertidur pulas, itu wajar saja karena hari sudah menjelang malam. Bulan purnama yang memancarkan cahayanya yang begitu terang, dibantu oleh bintang-bintang yang berhamburan dilangit malam. Angin yang begitu sejuk tidak membuat ketiga orang ini kedinginan. Hanya sebuah harapan saja yang mereka tunggu, sebuah harapan terhadap seseorang yang mereka sayangi. “Master...”


Dimensi buatan


Yugi sedang duduk bersemedi di bawah pohon raksasa, dibelakangnya terdapat Yui yang mengawasi Yugi dengan seksama. Sekarang Yugi sedang menghadapi tes terakhir, dimana dia akan menghadapi sisi gelapnya secara langsung.


“...” Yui terus saja memperhatikan gelombang energi yang dipancarkan oleh tubuh Yugi. Disisi kanan sebuah energi putih murni yang berasal dari energi positif sedangkan disebelah kirinya terdapat energi hitam yang penuh akan hawa negatif yang begitu kental. ‘Kedua energi ini tercipta akibat pikiran positif dan negatif manusia. Semakin terang cahaya, maka bayangan pun akan semakin tebal. Yugi, kamu harus menghadapi sisi gelapmu itu...’


‘Perasaan ini, aku merasa tubuhku terbelah menjadi dua bagian. Yang satu terasa hangat, dan satunya terasa sangat dingin. Dua energi saling berlawanan ini ada didalam tubuhku, jika aku tidak bisa menyeimbangkan keduanya... akan berbahaya.’ Keringat bercucuran di sekitar wajah Yugi, konsentrasi yang begitu dalam membuat badan Yugi terasa panas dingin. ‘Kekuatan ini seperti bom waktu...’ hati Yugi terus saja gelisah karena setiap penyeimbangan kekuatan, bayangan tentang masa lalunya terus bermunculan mengakibatkan emosi yang tidak stabil. Membuat konsentrasi Yugi terpecah-pecah, tapi dia terus saja berusaha untuk tetap tenang supaya emosinya stabil.


“Kamu harus bertahan, Yugi...” gumam Yui dengan nada khawatir.


“Akh... aaaaggghhhhhh...” tiba-tiba Yugi berteriak kesakitan dengan bayangan hitam yang keluar dari dalam tubuhnya. Perlahan tapi pasti bayangan itu mulai membentuk sebuah sosok dengan pakaian serba hitam. Surai hitam dan mata legam yang begitu mencekam dengan aura negatif yang memancar kuat dari sosok itu. Sekilas sosok itu menyerupai Yugi dalam wujud manusia. “Siapa kau...?” Yugi perlahan berdiri dengan wajah menahan sakit di sekitar perutnya.


“Aku adalah kau... dan kau adalah aku.” Suara berat yang muncul dari sosok menyerupai Yugi itu terdengar seperti suara naga.


“Hati-hati Yugi, dia merupakan cerminan dirimu dalam kekuatan gelap, aku menyebutnya Shadow. Sekarang tes terakhirmu, kamu harus mengalahkannya...” ucap Yui yang menatap sosok gelap itu dengan tajam.


“Begitu...” Yugi maju ke depan dan berhadapan dengan sosok dirinya yang gelap. “Shadow... aku akan menghadapimu disini...”


Didunia nyata


Hari sudah menjelang pagi, dengan matahari yang bersinar menerangi ketiga gadis yang tengah melihat bola hitam yang mengurung Yugi. Terlihat bola yang mengurung Yugi mulai berubah kembali. Warna yang sebelumnya didominasi oleh warna putih, sekarang mulai terbagi menjadi putih dan hitam.


“Apa yang terjadi dengan bola energi yang mengurung Yugi. Kenapa sisi kanannya putih sedangkan yang kiri hitam?” tanya Elsa yang terkejut melihat perubahan yang mendadak itu.


“Ini dia... tes terakhir yang harus Master lalui. Melawan sisi gelapnya sendiri...” ucap Risa dengan nada serius.


“Kak Yugi...” Elna menyatukan tangannya didepan dada sambil berdoa untuk keselamatan Yugi.


Dimensi buatan


Kedua orang yang memiliki rupa yang sama, yang membedakan mereka adalah warna rambut dan mata. Kekuatan yang saling berlawanan itu akan bertarung untuk menentukan nasib mereka. Yugi menatap sosok gelap dirinya dengan tajam, aura biru keputihan mulai menguar dari tubuhnya. Begitu pula Shadow yang mengeluarkan aura hitam yang begitu pekat.


“...” Yugi melesat dengan cepat kearah Shadow dengan pedang Eternal Snow ditangan kanannya. “Terima ini...” teriak Yugi sambil menebaskan pedangnya secara diagonal.


Trank


Tapi serangan itu dapat ditangkis oleh Shadow menggunakan pedang Eternal Snow berwarna hitam miliknya. “Kau ini masih belum sadar rupanya...”


Keduanya saling mendorong satu sama lain dan menjaga jarak sekitar dua puluh meter. “Apa maksud perkataanmu?” tanya Yugi datar.


“Aku adalah kau... Dan kau adalah aku. Dengan kata lain kekuatan, stamina, mana, daya serang dan teknik kita semuanya sama. Jadi pertarungan ini tidak akan ada artinya...” Sombong Shadow dengan senyuman iblis yang begitu kental diwajahnya.


“Kalau belum dicoba mana tau...” teriak Yugi.


Duuuuaaaarrrrr


Tanah yang berada di sekitar Yugi hancur seketika dan melayang di hadapannya setelah mengeluarkan aura yang begitu kuat. Shadow yang melihatnya hanya menampilkan senyum iblis dengan pedang hitam miliknya yang dia posisikan didepan wajahnya.


“Yugi...” gumam Yui yang melayang diatas mereka sambil memperhatikan pertarungan antara cahaya dan kegelapan milik Yugi.


Keduanya mulai melesat kembali dan saling menyerang diudara. Sayap biru dan hitam yang membentang gagah dipunggung mereka. Bersamaan dengan itu cahaya putih dan hitam saling berbenturan saat mereka saling menyerang.


“Aku diatasmu...” Shadow menyerang dari atas Yugi.

__ADS_1


“...” tidak tinggal diam Yugi dengan cepat menangkis serangan Shadow.


Trank


Shadow tidak berhenti disana, tubuhnya dia putar 360 derajat sambil menebas Yugi dari samping kanannya.


Trank


Lagi, Yugi berhasil menangkisnya dengan tepat sambil melancarkan serangan balasan pada Shadow dengan menusuk tepat kearah perut. Tapi dengan cepat Shadow terbang menjauh dengan sayap hitamnya.


“Ice Bullets.” peluru es tercipta di sekitar Yugi dan menyerang kearah Shadow.


“Ice Bullets.” Begitu pula Shadow yang menciptakan peluru es yang sama dan menyerang kearah Yugi.


Duar blar duar duar blar blar duuaarrr


Serangan yang saling membombardir itu terus terjadi sampai mengakibatkan asap mengepul diudara. Suara berisik yang timbul akibat dua jurus yang sama dan saling berbenturan itu menimbulkan guncangan di daratan. Setelah semua peluru es itu menghilang, terlihat Yugi yang masih menatap asap didepannya akibat jurus tadi. Tatapan tajamnya terus menatap ke depan dengan sikap waspada, karena dia tau kalau jurus itu masih belum cukup untuk mengalahkannya.


“Spear of Ice.”


Mendengar teriakan sebuah jurus itu, Yugi dengan cepat merentangkan kedua tangannya dan membentuk sebuah perisai didepan tubuhnya. “Ice Shield.”


Duar duar duar duar duar duar


Enam tombak es milik Shadow ditangkis dengan perisai es milik Yugi. Kedua jurus yang bertabrakan itu membuat perisai es milik Yugi sedikit retak, tapi untungnya itu masih bisa menahan serangan milik Shadow.


“Sial, jurus yang sama...” umpat Yugi yang merasakan jurusnya sendiri.


“Terkejut, tentu saja kan... bagaimana rasanya diserang oleh kekuatanmu sendiri. Bukankah tidak begitu menyenangkan...” ledek Shadow sambil bersedekap dada dengan tatapan meremehkan kearah Yugi.


“Iya kau benar, baru pertama kali ini aku merasakan kekuatan milikku. Benar-benar menyebalkan...” ucap Yugi yang menahan amarahnya.


“Tenang saja, masih banyak kejutan yang belum aku siapkan untukmu.” Shadow menebas udara kosong dan terciptalah puluhan pedang es diudara dengan bagian tajamnya mengarah pada Yugi. “Ice Sword.”


Puluhan pedang es itu melesat kearah Yugi dengan sangat cepat, tidak ingin terkena jurus itu, Yugi juga menciptakan puluhan pedang es dan meluncurkannya kearah Shadow. “Ice Sword.”


Lagi-lagi kedua jurus yang sama saling beradu dan mengakibatkan asap mengepul kembali. Serangan beruntun yang terus saja mereka layangkan tidak ada habisnya. Setelah serangan keduanya mereda, Shadow dengan cepat terbang kearah Yugi tanpa disadari olehnya.


Duuuaaarrr


Asap tanah mengepul setelah tabrakan tubuh Yugi dengan tanah. “Cepat sekali...” Yugi berusaha berdiri setelah mendapatkan serangan kejutan yang tidak terduga dari Shadow.


“Jangan melamun...” Shadow menukik tajam kearah tempat Yugi terjatuh dengan pedang yang dia arahkan ke depan.


“...” dengan cepat Yugi melompat keluar dari tempatnya semula dan terbang menggunakan sayapnya.


Serangan Shadow dapat dihindari oleh Yugi. Tapi dia tidak berhenti sampai disana. “Kau pikir bisa lari hah...” Shadow dengan cepat mengejar Yugi.


“Kecepatannya sama denganku.” Gumam Yugi yang terkejut melihat Shadow yang sudah berhasil mengejarnya.


“Sudah kubilang kita ini sama.” Teriak Shadow.


Trank


Dua pedang kembali saling beradu menciptakan percikan kembang api kecil yang tercipta karena gesekan antar pedang.


Trank trank trank


Tebasan demi tebasan mereka layangkan sambil terus terbang dan melesat kearah satu sama lain.


Trank


Keduanya saling membelakangi setelah serangan terakhir mereka lancarkan. Terlihat Yugi yang sudah mulai kelelahan begitu pula Shadow yang tidak jauh beda. Keduanya mulai mendarat ke bawah dan menghilangkan sayap masing-masing. Yugi dan Shadow kembali saling berhadapan dengan wajah kelelahan.


“Aku tidak akan kalah.” Yugi mengacungkan pedangnya ke depan dengan tatapan tajam.


“Yugi, aku ingin bertanya padamu.” Ucap Shadow.


“Apa yang ingin kau tanyakan...” balas Yugi.

__ADS_1


“Untuk apa kau bertarung selama ini?”


Pertanyaan dari Shadow membuat Yugi sedikit terkejut, tapi dengan senyuman percaya dirinya dia menjawab. “Aku... ingin melindungi orang-orang yang sangat berharga dalam hidupku.” Teriak Yugi.


“Tapi kau tidak bisa melindungi mereka, kedua orang tuamu...”


Mendengar ucapan dari Shadow membuat hati Yugi teringat akan kejadian delapan tahun yang lalu. Sebuah insiden yang merenggut nyawa kedua orang tuanya.


“Kau ingat, kedua orang tuamu mati karena kau lemah. Kau tidak bisa melindungi mereka, APANYA YANG INGIN MELINDUNGI ORANG-ORANG YANG BERHARGA DALAM HIDUPMU. KAU HANYA SAMPAH TIDAK BERGUNAAA...”


Lagi, Yugi hanya mampu mengepalkan kedua tangannya mendengar perkataan dari Shadow. ‘Benar, aku tidak bisa menyelamatkan kedua orang tuaku. Karena aku lemah...’ batin Yugi dengan sedihnya. Aura biru keputihan milik Yugi mulai berubah sedikit menghitam, aura gelap yang sedikit demi sedikit mulai mengerumuni Yugi.


“Bagus...” gumam Shadow dengan senyuman iblisnya. “Kau lihat para penduduk yang waktu itu menyaksikan kebakaran delapan tahun yang lalu. Mereka tidak peduli sama sekali denganmu, tidak ada yang menolongmu... untuk apa kau melindungi mereka. Kau benci pada mereka kan...?” provokasi dari Shadow sedikit mempengaruhi pikiran Yugi.


Yugi hanya diam dengan mata yang melihat ke bawah dengan pandangan kosong.


“Ingat kejadian saat kau bergabung dengan party barumu. Mereka meninggalkanmu saat kau melindungi mereka. Mereka pengkhianat... kau ingin balas dendam bukan?”


“Iya...” jawaban dengan nada kosong itu tanpa sadar Yugi ucapkan dengan tenangnya.


Senyuman Shadow kian mengembang, provokasinya terhadap masa lalu Yugi berhasil. ‘Hanya tinggal menunggu kemarahannya meluap maka aku akan bisa menguasai tubuhnya.’ Batinnya. “Kau benci, kau ingin balas dendam... maka keluarkanlah semua amarahmu. Tidak usah kau tahan lagi, keluarkan semuanya...” teriak Shadow.


Swwwuuusshhhh


Seketika aura hitam yang begitu kental keluar dari badan Yugi, memenuhi seluruh area dunia buatan milik Yui. Awan diatas langit mulai mendung dengan petir yang terus menyambar tiada henti. Tanah mulai bergetar, angin mulai berputar dengan Yugi sebagai pusatnya.


Yui yang melihat itu tidak bisa berbuat apapun, karena ini sudah diluar kemampuannya, yang bisa dia lakukan hanya melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. “Yugi...” gumamnya.


Didunia nyata


Bola yang mengurung Yugi kembali menghitam, tapi hitam ini lebih pekat dari sebelumnya. Saking kentalnya tubuh Yugi sudah tidak bisa terlihat lagi. Dengan asap hitam yang seperti garis lurus terbang ke atas sampai menembus awan.


Risa yang melihat perubahan drastis ini hanya bisa menatap panik kearah bola hitam itu. Dengan syoknya kedua kakinya berlutut dengan kedua tangan sebagai sanggahannya. Dia tidak berpikir ini akan terjadi dengan begitu tiba-tiba. “Sudah berakhir, Yugi termakan oleh kebencian dan keinginan balas dendamnya.” Gumam Risa.


Elsa yang mendengar perkataan dari Risa hanya mampu terkejut dan menatap bola hitam yang mengurung Yugi itu dengan wajah ketakutan. “YYYUUUUGGGIIII...” teriakannya menggema sampai semua binatang berlari ketakutan.


“Kak... Yugi...” Elna menangis tidak kuasa melihat kejadian didepan matanya. Walaupun dia tidak mengerti dengan perkataan Risa, tapi hati kecilnya berteriak histeris merasakan apa yang dirasakan oleh Yugi yang berada didalam bola hitam itu. Mungkin itu salah satu kekuatan cinta yang begitu dalam sehingga keduanya saling merasakan sakit yang sama.


Kak Yugi, hatiku terasa sakit seperti diremas oleh tangan dengan begitu kuatnya... aku mohon kak kembalilah. Aku sangat merindukanmu, aku mohon... aku ingin kembali bermain kejar-kejaran denganmu lagi, kita juga belum mengunjungi tempat favoritku. Bukankah kamu sudah berjanji akan selalu bersamaku... kak Yugi... kak Yugi... aku belum mengatakan padamu. Aku mencintaimu kak Yugi... Elna ingin menikah denganmu...


“KAK YYUUUGGHIIIII...” seketika emosi yang ditahan oleh Elna keluar dengan teriakan yang memanggil seorang pemuda yang sudah dia anggap kakaknya sendiri. Tapi perasaannya pada Yugi lebih dari kasih sayang seorang adik pada kakaknya. Karena itu adalah...cinta.


Dimensi buatan


Terlihat wujud Yugi yang hampir mirip seperti naga, sayap naganya berubah menjadi hitam dengan duri di setiap ujungnya. Dua tanduk yang tumbuh di kepalanya, rambutnya mulai menghitam, warna matanya merah seperti darah dengan pupil hitam vertikal. Kuku tangannya memanjang, urat-urat bermunculan di setiap lengan tangan dan kakinya. Tatapannya yang begitu kosong menatap ke depan tanpa suara, keheningan itu berlangsung cukup lama. Walau begitu tekanan kekuatan milik Yugi terasa begitu kuat. Bahkan Shadow sampai berkeringat dengan begitu derasnya melihat wujud Yugi yang begitu berubah drastis dari sebelumnya, begitu pula kekuatannya yang berlipat ganda melebihi sebelumnya.


“Benar, itulah kekuatanmu yang asli... ya, teruslah masuk kedalam kegelapan lebih dalam lagi. Dan biarkan emosimu yang mengendalikan semuanya...” Shadow semakin tersenyum senang melihat Yugi yang terjatuh kedalam lubang keputusasaan.


Yui yang melihat majikannya seperti itu hanya mampu menatap sedih, dia mengepalkan kedua tangannya dengan marah karena ketidak mampuannya untuk menolong Yugi. Yui hanya bisa menunggu keajaiban yang bisa menolong majikannya. “Yugi, kumohon... jangan tenggelam begitu dalam akan balas dendam. Kamu harus sadar Yugi...” ucap Yui dengan air mata yang menetes ke bawah.


Cahaya akan bersinar menerangi kegelapan...


Kegelapan menelan cahaya kedalam lubang yang hitam...


Kedua elemen yang saling berlawanan, tapi hidup saling berdampingan...


Apakah yang dibutuhkan untuk menghilangkan kebencian dan keinginan untuk balas dendam...


Apakah itu cinta...


Mungkinkah masih ada harapan untuk menghilangkan kegelapan dalam hati seseorang...


Sebuah cahaya harapan, yang menyinari mereka yang membutuhkan...


Apakah cahaya itu akan menyinarinya...


Atau berpaling darinya...


Semua itu... tidak ada yang tau...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2