KAISAR ES

KAISAR ES
CINTA YANG BERTEPUK SEBELAH TANGAN


__ADS_3

Entah bagaimana situasi ini jadi seperti ini... aku benar-benar tidak mengerti...


Aku tau jika setiap ada kejadian tidak terduga, aku pasti akan terlibat didalamnya


Tapi kalau yang ini...


Yugi duduk didalam kereta kuda yang sedang berjalan menuju istana, bersama dengan teman-teman lainnya. Hanya saja situasi sekarang ini sedang terjadi perang dingin antar wanita dengan Yugi sebagai pusat dari sumber masalahnya. Sekarang Elna sedang duduk di pangkuan Yugi, sementara Elsa dan Risa duduk berhadapan dengan Yugi dan Elna. Sedangkan untuk Yui dia sudah kembali kedalam pedang Eternal Snow dengan mood yang kurang baik, penyebabnya tentu saja Yugi.


“Hm hm hm... aku tidak sabar bertemu ayah dan ibu.” Ucap Elna sambil bersenandung ria.


“Adikku ini benar-benar...” kesal Elsa dengan berbagai perempatan muncul didahinya.


“Ara ara... adikmu itu sangat agresif ya.” Begitu pula Risa yang menahan amarahnya melihat Elna yang begitu manja pada Yugi.


‘Kenapa situasi ini bisa terjadi...?’ batin Yugi sambil mengingat kejadian saat mereka berada di pemandian air panas.


Beberapa menit yang lalu sebelum kembali ke istana menggunakan kereta kuda. Yugi sedang menikmati enaknya berendam, sampai sebuah kejadian terjadi tanpa disadarinya.


“Ternyata aku bisa sesantai ini dalam hidup...” gumam Yugi sambil menutup mata, menikmati berendam di pemandian air panas umum yang terkenal di kerajaan Northern Esla.


Tanpa disadari oleh Yugi, seorang wanita bersurai biru laut tengah berjalan mendekati Yugi. Saat berada dijarak yang lumayan dekat, baru Yugi menyadari akan hawa keberadaan wanita itu yang sudah susah payah dia hilangkan. Saat sadar akan kedatangan seseorang, Yugi langsung melihat kearah orang tersebut.


“Hwaaaaa...” Yugi terkejut bukan main saat melihat siapa yang datang berkunjung. Seorang wanita yang sudah dia anggap adiknya sendiri, sekarang tengah berdiri dengan handuk yang melilit tubuhnya. Melihat hal itu wajah Yugi langsung memerah sempurna layaknya tomat, hidung yang mulai mengeluarkan darah sedikit karena rangsangan yang diberikan oleh gadis itu. “K-kenapa kau ada disini... Elna.”


“Hihihihi...” Elna hanya tertawa kecil melihat reaksi Yugi yang sangat lucu. Dengan perlahan dia masuk kedalam tempat berendam dan mendekati Yugi.


“E-elna...” ucap Yugi gugup sambil berusaha menjaga jarak, tapi sayang dia tidak bisa bergerak lagi. Karena ada sebuah lilitan yang terbuat dari air dan mengunci tubuhnya. Saat Yugi melihat siapa yang melakukannya, tidak salah lagi kalau itu adalah Elna.


“A-ada apa Elna...?” tanya Yugi dengan keringat dingin yang terus saja mengalir dipipinya.


Tanpa aba-aba Elna langsung memeluk Yugi dengan sangat agresif, tatapan sayunya dia tunjukkan pada Yugi ditambah dengan bibir kecil mungilnya yang terkatup kuat menambah keimutannya.


‘Tahan Yugi, ingat... dia sudah kau anggap adik sendiri. Jangan sampai kau hilang kendali dan menyerangnya...’ batin Yugi yangk bersusah payah mengendalikan hawa nafsunya.


“Kak Yugi...” Elna mengeluarkan suara desah yang sangat manis, wajahnya yang sedang malu-malu itu terlihat sangat menggoda. Dengan kedua pipinya yang merona merah, ini merupakan godaan yang tidak bisa dihindari.


Tanpa sadar tangan Yugi memeluk punggung Elna, membuatnya lebih dekat dan merasakan dada Elna yang masih dalam masa pertumbuhan. Badannya yang sudah panas dingin tidak bisa lagi menahan hasrat seksualnya. ‘Ini sudah diluar batas, tapi kenapa tiba-tiba tubuhku tidak bisa dikendalikan. Dan juga kenapa aku sangat menginginkan Elna hari ini... dia sangat menggoda birahiku.’ Batin Yugi yang mulai merasakan nikmatnya sentuhan kulit Elna.


“Kakak...” suara lembut Elna lagi-lagi dia layangkan tepat di telinga kiri Yugi. Sebuah godaan yang entah bagaimana seperti melayang ke surga dunia.


‘Ini tidak bisa dibiarkan, jika begini terus aku akan terbawa suasana dan menyerangnya disini. Tidak bisa, kau harus sadar Yugi... dia ini sudah kuau anggap adik.’ Batin Yugi yang frustasi tidak tau harus berbuat apa.


Cup


Seketika sebuah ciuman mendarat tepat di bibir Yugi, sebuah ciuman penuh cinta dilayangkan oleh Elna secara mendadak. Sebuah pengalaman bagi Elna yang baru pertama kali ini mencium seorang pria tepat dibibirnya. Tidak lama ciuman itu melebihi sebuah ciuman cinta biasa, lidah Elna masuk kedalam mulut Yugi dan menari bersama dengan lidah milik Yugi. Desahan terus keluar dari mulut Elna bersamaan dengan air liur yang mulai menetes melewati bibir mereka. Kedua tangan Elna dia kalungkan di belakang Yugi untuk memperdalam ciumannya, tidak lama kemudian keduanya pun memisahkan diri secara perlahan dengan nafas yang memburu, benang saliva terhubung saat mereka mengakhiri ciuman yang entah kenapa menjadi sangat panas. Yugi yang melihat wajah sayu dan terangsang milik Elna membuat birahinya tidak bisa dikendalikan. Tapi karena sifatnya yang ingin melindungi Elna yang sudah dia anggap adik sendiri, dengan berat hati dia memeluk Elna dengan kasih sayang seorang kakak.


“Sudah cukup hari ini, kamu tidak boleh melakukannya lebih dari ini.” Bisik Yugi disamping telinga kanan Elna.


Elna yang mendengarnya langsung menatap Yugi dengan wajah cemberut. Dengan jelas Elna berkata. “Aku mencintaimu kak Yugi...”


Akhirnya pernyataan cinta dari Elna tersampaikan pada Yugi, mendengar hal itu Yugi hanya mampu terkejut dengan wajah tidak percaya bahwa Elna memilik rasa kepada dirinya. “Elna...” ucap Yugi pelan.


“Aku tidak peduli, aku mencintaimu... aku ingin bersamamu. Aku tidak mau hanya sekedar sebagai adikmu... aku mau menikah denganmu.” Ucap Elna dengan tegas, matanya menatap serius kearah Yugi dengan pandangan penuh akan rasa cinta.


Yugi tidak kuasa untuk menghancurkan hati kecil Elna, dia tidak sanggup mengatakan bahwa dia sudah mencintai orang lain.


Aku tidak tau kalau Elna melihatku sebagai seorang pria... aku selalu menganggapnya adikku sendiri.


Tapi pernyataannya hari ini membuatku terkejut dan bingung disaat bersamaan...


Aku tidak mau menyakiti hati kecilnya... jika saja aku peka terhadap perasaan orang lain...


Pasti aku sudah menyadarinya sejak awal...


Elna...


Yugi menunjukkan sebuah senyuman kasih sayangnya, rasa sayangnya pada Elna mengalahkan keegoisannya untuk tidak menerima pernyataan dari Elna. Perasaan akan takut menyakiti hatinya membuat Yugi harus memikirkan sebuah cara yang aman. Tapi sejauh apapun dia berpikir, dia tidak bisa menemukan caranya, mungkin satu-satunya cara hanyalah jujur padanya. “Elna, sejak awal saat kita menjadi seorang teman... aku selalu menganggapmu seperti adikku sendiri.”


Aku akan mengatakan perasaanku sebenarnya padanya... walau mungkin itu akan menyakiti hatinya...


“Aku tidak pernah menyangka akan tiba disaat kamu akan menyatakan cintamu padaku.” Ucap Yugi dengan ekspresi yang terlihat serius tapi lembut disaat bersamaan.


Kenyataan bahwa aku sudah memiliki orang yang aku cintai...


Membuat hatiku tidak tega membuatnya menangis merasakan sakit...

__ADS_1


“Jujur saja aku sangat senang... tapi Elna, aku sudah memiliki orang yang... aku Cintai.” Lanjut Yugi.


Seketika wajah Elna terkejut saat mendengar penolakan yang secara tidak langsung membuat hatinya hancur seperti diremas oleh tangan terbalut besi. Pandangannya mulai mengabur akibat air yang menumpuk di kantung matanya, tidak lama air itu mulai mengalir melewati kedua pipinya. Air mata kesedihan karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Ingin rasanya dia berlari sambil menangis dengan teriakan rasa sakit. Tapi...


Elna tersenyum dengan air mata yang masih mengalir. Mendengar jawaban dari Yugi membuat dia tidak bisa hanya sekedar untuk bergerak. Dengan pelan Elna menggerakkan bibirnya untuk mengatakan sesuatu. “Aku senang, kalau kak Yugi sudah memilikinya...” suara yang dipaksakan dengan senyuman itu entah kenapa begitu menyakitkan bagi Yugi. Elna masih tetap tersenyum walau hatinya sudah hancur berkeping-keping. Tapi Elna masih tetap kuat dan bertahan, masih ada baginya sebuah harapan jika suatu saat nanti Yugi mau menerimanya. “Tapi, apakah kak Yugi masih menyayangi Elna?”


Dengan cepat Yugi menjawab dengan penuh kepastian. “Ya, aku sangat menyayangimu...”


“Apa kak Yugi akan marah jika ada orang lain yang akan mengambilku nantinya?” Tanya Elna dengan wajah berharap bahwa Yugi akan mengalahkan siapa pun yang berani mengambil dirinya.


“Ya, kakak akan sangat marah bila ada laki-laki lain yang merebut Elna dariku...” Yugi mengatakannya dengan pasti tanpa tau arti dari perkataannya sendiri.


Mendengar itu Elna tersenyum bahagia, menurutnya masih ada kesempatan dimana dirinya bisa mendapatkan hati Yugi. “Kalau begitu aku akan terus selamanya bersamamu kak Yugi.” Elna langsung memeluk Yugi dengan begitu erat. Senyuman yang semula hilang kini mulai kembali datang. Hatinya yang sebelumnya tersakiti mulai kembali membaik.


Yugi yang melihat Elna mulai ceria kembali hanya mampu tersenyum hangat padanya. Melihat senyuman Elna seperti malaikat kecil itu membuat wajah Yugi merona. Tanpa sadar dia merasakan sesuatu yang lain dalam dirinya.


Deg deg deg deg deg...


Sebuah debaran jantung yang begitu kencang dirasakan oleh Yugi. Tanpa sadar dia menyentuh dadanya sendiri dengan wajah tidak percaya. Yugi menatap Elna kembali, sebuah debaran jantung yang semakin kuat terasa tatkala melihat wajah Elna yang terlihat lebih cantik dari sebelumnya. ‘Tidak mungkin, apa mungkin aku... sudah mulai jatuh cinta padanya.’ Batin Yugi.


Tidak lama sebuah kegaduhan terjadi setelah pintu pemandian pria didobrak paksa oleh tiga wanita yang mengeluarkan aura intimidasi yang begitu kuat.


“Yuuggghhiiii...” ketiga wanita itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Elsa, Risa dan Yui. Mereka bertiga mendekat kearah Yugi dan Elna yang masih berpelukan didalam air panas. Melihat hal itu emosi ketiganya tidak bisa dikendalikan lagi.


“APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN ADIKKU HAH...”


“MASTER, AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU...”


“KAU TELAH BERBUAT KESALAHAN BESAR YUUUGGGIII...”


Dengan panik Yugi berusaha menjelaskan apa yang terjadi. “Tu-tunggu sebentar, aku bisa jelaskan semuanya...” pelukannya dengan Elna dia lepaskan karena didepannya sudah terdapat tiga iblis betina yang terlihat sangat marah besar padanya.


“Kau bisa jelaskan itu di akhirat nanti...” ucap Elsa dengan aura membunuh.


Ketiga wanita itu menggabungkan energi mereka dan menghantamkannya kepada Yugi. “RASAKAN INI...”


Dduuuuuuaaaarrrrr


“Ghuuuaaaaaaa...” Yugi terpental sangat jauh sampai tidak terlihat dan bersinar layaknya bintang dilangit.


Elna selalu saja menempel padaku... Elsa yang terus saja melihatku dengan wajah ngambeknya...


Sedangkan Risa hanya tersenyum iblis melihatku...


Yang lebih parah... Yui yang terus saja mengeluarkan hawa membunuh didalam dimensi buatannya sampai terasa ke dunia nyata... tentu saja itu membuatku terus merinding...


Sementara Elna hanya tenang-tenang saja sambil duduk di pangkuanku dengan senyuman senangnya...


Aku masih tidak percaya kejadian ini bisa aku alami dalam hidupku...


“Yang mulia, yang muliaaa...” seorang prajurit berbaju besi dengan beberapa corak biru menghadap pada raja Reulad.


“Ada apa...?” ucap Reulad yang sedang duduk di singgasananya.


“Tuan putri Elsa dan Tuan putri Elna beserta Tuan Yugi dan salah satu dari lima raja naga Freez sudah kembali...” ucap prajurit tersebut.


“Begitukah, mereka sudah kembali rupanya... segera sambut mereka, malam ini akan diadakan perayaan.” Ucap Reulad.


Raniya yang duduk disamping Reulad tersenyum senang saat mendengar kedua putrinya sudah kembali. Begitu pula empat tetua yang tersenyum penuh arti mendengar kembalinya Yugi setelah latihan selama satu bulan.


“Kita mulai saja...” ucap Ares.


“Rencana...” sambung Pieros.


“Mendekatkan Yugi dengan kedua tuan putri...” Kars tersenyum senang.


“Segera dimulai...” Thorn mengakhirinya dengan kepalan ditangan kanannya.


Malam itu sebuah perayaan yang begitu megah terjadi di kerajaan Northern Esla. Prajurit yang sudah berbaris di pintu gerbang terlihat sangat rapih. Sebuah kembang api diluncurkan diatas langit malam yang indah ditambah bulan dan bintang yang juga ikut meramaikan. Semua penduduk berbaris di pinggir jalan hanya sekedar untuk melihat kereta kuda kerajaan yang sedang melintas masuk kedalam istana.


“Waaahhh, ramai sekali diluar...” ucap kagum Yugi yang melihat sebuah penyambutan yang begitu mewah.


“Ibu dan ayah terlalu berlebihan.” Ucap Elsa dengan helaan nafasnya.


“Aku tidak sabar bertemu dengan ayah dan ibu...” senyuman Elna tidak pernah lepas setelah kejadian di pemandian air panas. Saking senangnya dia terus saja melompat-lompat di pangkuan Yugi.

__ADS_1


“E-elna, bisa tenang sedikit...” bukannya kesakitan, Yugi malah merasakan sesuatu yang berada dibawahnya mulai berdiri sedikit demi sedikit. ‘Tahan tahan... juniorku jangan berdiri dulu.’ Batin Yugi dengan keringat dingin yang meluncur di pelipisnya.


“...” sementara Risa hanya santai saja melihat kerumunan orang-orang itu.


Tidak lama kereta kuda mulai berhenti didepan pintu masuk istana, disana sudah banyak pelayan yang berbaris rapih di setiap pinggir jalan yang dilalui oleh Yugi dan yang lainnya. Didepan sudah ada raja dan ratu yang menyambut kedatangan putri-putri mereka.


Elsa dan Elna menghadap pada ayah dan ibu mereka sambil tersenyum dan menunduk sedikit ala tuan putri. “Kami kembali Ibunda, Ayahanda...” ucap mereka sopan secara bersamaan.


“Selamat datang kembali putriku, Elsa... Elna...” ucap Raja Reulad.


“Kedua putriku, selamat datang kembali...” Raniya langsung memeluk kedua putrinya dengan penuh kasih sayang.


‘Keluarga yang harmonis...’ batin Yugi.


“Yugi, bagaimana hasil latihanmu?” tanya Reulad.


“Semuanya berjalan lancar...” jawab Yugi singkat.


Reulad melihat Yugi secara seksama dengan mengaktifkan matanya menggunakan sihir penglihatan. Dia bisa melihat aliran sihir didalam Yugi yang terlihat sangat tenang tapi kuat disaat bersamaan. “Sepertinya latihan selama satu bulan membuahkan hasil.”


“Tentu saja, karena akulah yang telah melatihnya.” Ucap Risa dengan bangganya.


“Hmmm, bagaimana kalau kita keruang makan. Kami sudah mempersiapkan makanan disana...” ucap Reulad.


“...” Yugi hanya mengangguk dengan senyuman senangnya.


Ruang makan istana, terdapat banyak sekali pelayan yang mempersiapkan berbagai hidangan mewah yang sudah siap diatas meja. Ditambah suasana yang begitu nyaman dengan musik yang mengalun lembut ditelinga. Lampu yang menerangi ruangan dengan cahaya yang begitu indah. Seluruh anggota kerajaan sudah duduk dengan tenang, terlihat Yugi yang duduk bersama dengan Elsa dan Elna yang berada disamping kiri dan kanannya. Sedangkan Risa berada di seberang mereka tanpa memperdulikan kakak beradik yang tengah menatap satu sama lain dengan kilatan petir yang saling mengancam.


‘Kenapa kalian tidak bisa tenang...’ batin Yugi.


“Oh ya Yugi, dimana Yui...?” Tanya Reulad.


“Ah, dia berada didalam pedang Eternal Snow. Untuk alasan tertentu dia tidak bisa keluar sekarang.” Jawab Yugi.


“Begitu...”


Acara makan malam pun dimulai dengan tenang, ditemani alunan musik yang menenangkan. Sebuah suasana yang pas untuk makan malam.


‘Untuk sesaat aku berharap bisa makan dengan tenang.’ Batin Yugi sambil melihat Elsa disamping kirinya yang menyodorkan sendoknya kearah Yugi.


“Yugi, buka mulutmu... aaahhh...” ucap Elsa.


“A-aaaa...” Yugi pun menurut dan membuka mulutnya, saat makanan itu masuk kedalam mulut Yugi dengan pelan mengunyahnya sambil merasakan rasa makanan itu.


“Bagaimana?” tanya Elsa.


“Enak...” jawab singkat Yugi.


“Syukurlah...” ucap Elsa dengan senyuman cantiknya.


“Eemmmm...” Elna yang melihat itu tidak terima, dia pun melakukan hal yang sama. “Kak Yugi... buka mulut.”


Mendengar nada yang menurut Yugi kalau Elna sedang marah padanya, dengan cepat dia menurutinya, dia tidak mau sampai terpental oleh jurus air milik Elna. “Aaaaa... aammm...” Yugi mengunyah makanan yang baru saja disodorkan oleh Elna menggunakan sendok. “Enak...”


Mendengar itu Elna tersenyum senang dengan manisnya. Melihat senyuman Elna entah kenapa Yugi mengingat kejadian di pemandian air panas itu. Tatapan Yugi beralih ke bibir Elna yang kecil dan ranum itu, dia pun mengingat akan ciuman yang pernah mereka lakukan, rasa dari bibir kecil milik Elna begitu membekas di ingatan Yugi.


“Kak Yugi kenapa melamun?”


Pertanyaan Elna membuat Yugi terkejut, dengan groginya Yugi menjawab asal. “T-tidak ada apa-apa... aaahhh makanannya benar-benar enak.” Ucap Yugi sambil makan lagi dengan tangannya sendiri dengan cepatnya. “Uhuk uhuk...” tidak lama Yugi mulai tersedak karena kecerobohannya sendiri.


“Aduh kak... makannya pelan-pelan saja.” Elna memberikan segelas air pada Yugi.


Yugi pun mengambilnya dan meminum dengan pelan. “Haaahhh... lega, terima kasih Elna.”


“E-em... sama-sama.” Balas Elna dengan tersipu malu karena melihat senyuman Yugi yang terlihat tampan untuknya.


Raja dan Ratu yang melihat kedekatan mereka hanya mampu tersenyum simpul dan melanjutkan acara makan malam itu.


Suasana yang begitu nyaman... makanan yang begitu enak... malam ini aku bisa bersantai setelah satu bulan latihan didaerah pegunungan.


Suasana yang begitu bersahabat ini... kenangan ini... mungkin aku tidak akan bisa melupakannya.


Aku seperti memiliki keluarga lagi...


Malam ini, aku sangat senang...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2