KAISAR ES

KAISAR ES
UJIAN BERAKHIR


__ADS_3

Duuuuuaaaaarrrrr...


“Ghaaaaaaaaa...” teriakan Yugi membahana tatkala dia terus berusaha mendorong pedangnya yang sedang beradu dengan pedang milik Yuko.


“...” sementara Yuko sendiri terlihat santai dengan menahan dorongan dari Yugi.


Rasa dingin yang menyerang tubuhku ini terasa menyakitkan... serangan dari guru begitu kuat sampai aku tidak sanggup lagi untuk terus bertahan...


Tapi jika aku menyerah sekarang, aku akan terlepmar cukup keras... heh, pada akhirnya aku mempertaruhkannya pada satu serangan...


“Maaf saja guru, AKU AKAN MENANG...” Yugi mengobarkan aura layaknya api yang berkobar dipunggungnya. Sayap naganya bersinar begitu terang sampai semua orang menutup matanya. “MAXIMUM EXPLOSION OF ETERNAL SNOOWWWW...”


DDDDUUUUUAAAAARRRRRRR


“Tidak mungkin...” kaget Yuko yang menerima dorongan yang begitu kuat dari serangan Yugi.


Sebuah kilauan cahaya biru yang begitu menyilaukan mata, membuat semua orang menutup mata mereka karena cahaya yang begitu terang. Serangan dahsyat itu membuat tanah bergetar, menghancurkan apapun dijarak serangnya.


Grrreeeeeggggggg...


Tanah mulai retak, membuat sebuah kawah raksasa dengan serangan Yugi sebagai pusatnya. Permukaannya terbelah seperti jaring laba-laba yang acak, sebuah ledakan yang begitu kuat membuat semua orang menatap kagum setelah cahaya itu menghilang. Anggota kerajaan yang melihat serangan yang tidak mungkin dikeluarkan oleh remaja seumurannya hanya mampu terperangah melihatnya. Terlebih sang Raja Reulad yang melihat itu dengan raut wajah serius.


‘Serangan yang begitu kuat, jika dia menjadi musuh kerajaan ini. Tamatlah sudah...’ batin Reulad yang sedikit khawatir dengan kekuatan Yugi yang meningkat terlalu pesat.


“Kekuatan ini setara dengan jendral penyihir...” gumam Raniya.


“Tapi aku merasa tuan Yugi telah mengerahkan seluruh tenaga miliknya.” Ucap Rofald yang melihat serangan yang menurutnya terlalu banyak menghabiskan mana.


“Serangan itu merupakan teknik yang diciptakan oleh Yugi.” Ucap Elna yang membuat semua orang terkejut kecuali Elsa yang juga sudah mengetahui tentang pelatihan Yugi.


“Serangan original miliknya sendiri.” Ucap Reulad dengan nada sedikit terkejut.


“Ya, bahkan kami pun tidak bisa meniru serangannya itu. Membutuhkan kontrol mana yang begitu tinggi sehingga membuat energi dalam tubuh memadat dan mengkonsentrasikannya dalam satu titik. Yugi sudah melampaui tingkatan Raja Penyihir... tapi...” Elsa menggantung perkataannya saat melihat Yugi yang sudah berlutut dengan kaki kanan sebagai tumpuannya, kelihatannya Yugi sudah kehabisan banyak mana akibat serangan terakhirnya. “Serangan itu hanya bisa digunakan sekali saja.” Lanjut Elsa


Semua orang kembali terdiam setelah mendengar penjelasan dari Elsa, tatapan mereka kembali kearah Yugi yang mulai kehabisan energinya.


“Hah hah hah hah hah... apa berhasil?” tanya Yugi entah pada siapa.


[“Yugi...”]


“Astaga, dia pasti bercanda...” ucap Yugi terkejut melihat sesuatu yang berada didepannya.


Sekarang di depan Yugi terdapat bayangan seseorang yang berdiri dengan nafas terengah-engah. Sebuah perisai yang melindunginya terkelupas sedikit demi sedikit dan menghilang tanpa bekas. Memperlihatkan Yuko yang sudah compang camping dengan baju yang sedikit sobek memperlihatkan sedikit payudaranya yang begitu besar. Semua penonton laki-laki merona merah dengan hidung yang mimisan. Sementara Yuko yang baru menyadarinya dengan segera menutupi bagian atasnya dengan wajah memerah sambil menatap tajam kearah Yugi.


“Dasar mesum... hmph...” dengan imutnya Yuko memarahi Yugi dengan wajah ngambeknya.


“...” Yugi tidak bisa berkomentar apapun melihat keadaan Yuko yang begitu erotis.

__ADS_1


“YYYUUUGGGGHHHIIIIIII...” kedua kakak beradik tuan putri menatap marah kearah Yugi karena melihat Yuko dengan pandangan mesum.


“Hhhhiiiiii...” Yugi hanya mampu merinding disko setelah mendapat tekanan pembunuh dari Elsa dan Elna.


Sementara sang raja Reulad tidak bisa melihat apapun karena matanya sudah ditutup oleh Raniya dengan aura mengancam pada Reulad jika berani mengintip.


“Serangan terakhirmu sangat kuat Yugi, tapi...” Yuko memancarkan aura ungu yang dengan seketika pakaiannya kembali normal setelah menggunakan sihirnya. “Masih terlalu cepat untuk mengalahkanku...”


“Sial...” mode Eternal Snow milik Yugi hilang seketika dan membuatnya tidak bisa berdiri lagi.


“Sepertinya sudah berakhir, kau kalah iya kan... Yugi.” Ucap Yuko yang mulai berjalan santai kearah Yugi.


“Hah hah... aku tidak mau mengakui ini, tapi...” dengan sisa tenaganya, Yugi berusaha berdiri dengan kaki yang bergetar sedikit karena kelelahan. “Aku tidak mau kalah begitu saja.”


“Keras kepala, aku akan mengakhirinya.” Yuko merentangkan tangan kanannya ke depan dengan lingkaran sihir ungu berbentuk salju. “Freezing...” seketika sebuah serangan es melesat kearah Yugi dengan cepatnya.


“Sekarang...”


SWwwwuuusssshhhh


“Hap...”


Semua orang tercengang melihat apa yang sebenarnya terjadi, didepan mereka semua, Yugi menelan semua serangan milik Yuko kedalam mulutnya dan memakannya seperti camilan. Dan kemudian seluruh tubuh Yugi diselimuti energi yang begitu besar yang terus meluap.


Yuko yabg menyadari hal itu terkejut melihat tindakan Yugi. Dengan keterkejutannya itu Yuko berucap dengan nada bergetar. “T-tidak mungkin, Dragon Slayer...”


Deg


“Heem, sepertinya kamu tau kemampuan ini, guru...” Yugi mengembangkan kedua sayapnya dengan begitu gagah, sayapnya terlihat lebih kokoh dan kuat dari yang dulu.


‘Dragon Slayer adalah kemampuan yang hanya dapat dipelajari dari kaum naga. Aku telah mengajarkannya kemampuan itu untuk memperkuat dirinya. Yugi sekarang merupakan Dragon Slayer Es yang menguasai elemen es. Tidak hanya itu dia juga bisa memakan elemen es untuk memulihkan kekuatannya, tapi tidak bisa memakan es miliknya sendiri. Yugi mempelajarinya hanya dalam sebulan, aku tidak tau harus berkata apa lagi... itu merupakan waktu yang begitu singkat untuk mempelajarinya. Yugi, kau itu benar-benar seorang yang kami tunggu...’ Risa hanya diam saja melihat pertarungan yang sepertinya belum selesai itu. "Aku tidak menyangka dia akan menggunakannya sekarang..." gumam Risa.


Ketegangan di arena semakin menjadi tatkala Yugi menunjukkan kemampuan yang begitu langka, tidak semua orang bisa mempelajari kemampuan itu, karena kemampuan Dragon Slayer hanya bisa di latih oleh naga itu sendiri. Setiap naga memiliki elemen yang berbeda-beda, dalam kasus Yugi dia mempelajari Dragon Slayer tipe es. Karena yang melatihnya adalah Risa atau bisa dipanggil Freez sang Raja Naga Elemen Es.


“Ada apa guru, kau terkejut melihatnya...?” Yugi tersenyum penuh percaya diri dengan kekuatannya yang sudah kembali pulih. Dia menggenggam pedang Eternal Snow dengan pandangan serius sambil menguarkan energi yang begitu pekat.


“Kau sudah berkembang rupanya, aku tidak tau akan memiliki murid yang menguasai kemampuan Dragon Slayer.” Yuko menancapkan pedangnya di tanah, hal itu mengundang keterkejutan bagi semua orang terutama Yugi yang bingung akan tindakan Yuko. “Kita rubah peraturannya, jika kau bisa menembus pertahanan terkuat milikku. Maka kau menang Yugi...” sebuah lingkaran sihir ungu tercipta di bawah kaki Yuko dan membentuk sebuah kubah yang mengurungnya layaknya kristal transparan.


“Itu kan...” ucap Elsa yang terkejut melihat pertahanan mutlak milik gurunya.


“Purple Ice Crystal Dome, aku tidak menyangka dia akan menggunakannya disini. Itu artinya Yugi merupakan lawan yang begitu kuat sampai harus menggunakan pertahanan mutlak miliknya.” Gumam Reulad dengan berkeringat dingim melihat pertahanan yang pernah dia lawan sebelumnya.


“Pertahanan yang selalu guru banggakan itu merupakan kemampuan yang terkenal akan ketahanannya yang begitu kokoh, bahkan seorang jendral penyihir yang lebih tinggi levelnya dibanding guru tidak bisa menembusnya. Dan juga...” Elsa menatap sang ayah. ‘6 tahun yang lalu ayah yang merupakan seorang kaisar pernah sekali merasakan pertahanan milik Yuko yang begitu kokohnya, saking kokohnya hal itu membuat ayah sampai harus menggunakan sekitar 60% kekuatannya hanya untuk menembusnya. Guru...’ batin Elsa yang menatap kearah arena dengan khawatirnya.


“Guru, pertahanan itu...” ucap Yugi yang kaget melihat gurunya menggunakan pertahanan mutlak miliknya.


“Purple Ice Crystal Dome... pertahanan milikku yang terkuat. Aku ingin tau apa dengan kemampuan Dragon Slayermu itu bisa menembus pertahananku ini. Oh ya jika hanya melanjutkannya begitu saja tidak akan seru kan, bagaimana kalau kita bertaruh. Jika kamu bisa menghancurkan pertahanan terkuatku, aku akan melakukan apapun untukmu... A-P-A-P-U-N...” tekan Yuko dengan nada menggodanya.

__ADS_1


Hal itu membuat Yugi sedikit tergoda sambil menelan ludahnya dengan keringat yang meluncur di pelipisnya. Seakan terdorong akan kebutuhan masa pubertasnya, Yugi menerima tantangan tersebut tanpa pikir panjang. “Aku terima...” teriak Yugi.


“YUGI...” teriak Elsa yang melihat Yugi menatap kearah Yuko dengan pandangan mesum.


“Hhhiiii... t-tenang saja, aku tidak memikirkan hal yang tidak-tidak...” ucap Yugi dengan gugupnya.


“Hahahahah, menarik... tapi jika kamu tidak bisa menghancurkannya, maka kau harus mengikuti apapun perkataanku.” Yuko mengedipkan mata kanannya dengan begitu menggoda membuat semua pria melotot dengan pandangan mesum.


“Baiklah...” tantangan itu diterima dengan penuh kepercayaan diri dari Yugi, dia berpikir mungkin saja dia bisa menembusnya jika menggunakan jurus yang sebelumnya.


[“Yugi, kau harus ingat kalau jurus sebelumnya hanya bisa kaugunakan sekali saja. Walaupun kekuatanmu sudah pulih, jika memaksakan menggunakan jurus itu lagi maka kemungkinan terburuknya tubuhmu akan hancur.”] Peringat Yui dalam pedang Eternal Snownya.


“Aku lupa, jadi tidak bisa menggunakan itu lagi ya.” Yugi mulai berpikir keras untuk menghancurkan pertahanan milik Yuko tanpa menggunakan serangan terkuatnya. “Tidak ada cara lain, akan kugunakan serangan kedua milikku. Walau itu tidak sekuat serangan pertama, tapi aku yakin pasti bisa menghancurkan pertahanan itu..” gumam Yugi.


“Kenapa diam saja...” bingung Yuko yang melihat Yugi terdiam ditempatnya.


“Tidak, hanya memikirkan jurus apa yang harus kugunakan untuk menghancurkan pertahananmu itu guru.” Ucap Yugi datar.


“Tidak usah berpikir lagi, gunakan saja apa yang kau punya... itu pun kalau bisa menembusnya.” Yuko bersedekap dada dengan sombongnya.


“Jangan menyesal guru...”


Wwuuuuussshhhh


Keheningan terjadi diantara keduanya dengan angin yang berhembus kencang mengibarkan rambut Yugi. Sementara Yuko tidak merasakan hembusan angin karena berada didalam kubah yang membuat angin sekali pun tidak bisa tembus. Tatapan mereka salung bertemu dengan aura permusuhan untuk mengalahkan satu sama lain.


Pertaruhan ini akan aku menangkan... sekalipun itu pertahanan mutlak atau pun dewa. Aku tidak peduli, jika aku bisa menghancurkannya... maka aku sudah menjadi lebih kuat dari yang dulu. Kekuatanku yang sekarang melebihi yang dulu... aku yakin dengan serangan ini aku pasti bisa.


Pedang Eternal Snow di posisikan didepan wajahnya, Yugi menarik nafas dan menghembuskan sebuah es yang kemudian diserap oleh pedang Eternal Snow nya. Semua orang lagi-lagi dibuat terkejut, terlihat kalau pedang Yugi mulai dikelilingi oleh badai es yang berputar kencang di bilah pedangnya. Gelombang angin dingin mereka rasakan tatkala Yugi mengangkat tangan kanannya yang menggenggam pedang Eternal Snow. Pusaran itu semakin membesar dengan pedang Yugi sebagai pusatnya. Dengan pandangan tajamnya kearah Yuko, dia berjalan perlahan sambil menurunkan secara perlahan tangan kanannya ke samping kanan. Pedang dengan pusaran itu membuat tanah dan debu berterbangan di sekitarnya. Perlahan tapi pasti, langkah Yugi sedikit demi sedikit mulai bertambah cepat. Dengan larinya bagaikan kilat, Yugi sudah berada tepat di hadapan Yuko dengan pedang yang sial ditebaskan secara vertikal.


Aku melihatnya, sebuah badai yang berada dibelakangnya begitu kuat. Aku masih belum percaya jika aku memiliki seorang murid laki-laki sekuat ini. Untuk pertama kalinya, aku ingin menyerahkan hidupku untuk orang lain... aku ingin terus hidup untuk melihatnya lebih berkembang lagi. Yugi... kamu adalah... muridku yang terkuat.


Yuko tidak lepas pandangannya dari Yugi yang terlihat tampan dengan rambut putihnya yang berkibar tatkala dia yang sudah mulai mendekat dan melancarkan serangannya. Dia berpikir serangan itu pasti akan berakibat brutal dan membuat semua orang terkena dampak gelombangnya... pusaran angin dipedangnya itu bagaikan bilah tajam yang siap mengoyak apapun yang berada di hadapannya. Tapi Yuko hanya tersenyum penuh rasa bangga akan muridnya yang sudah bertambah kuat.


“Rasakan ini... Eternal Vortex of Ice.”


Dddddhhhhuuuuaaaaarrrrrrr


Whuuuuuoooooossshhhh


Benturan antara kedua jurus yang saling berlawanan itu pun terjadi, pertahanan Yuko dengan kokohnya terus menahan serangan dari Yugi yang tidak hentinya mengoyak pertahanan Yuko. Sebuah pusaran es yang bagaikan tornado itu terus berputar membuat gelombang angin yang begitu kencang mengenai para penonton, semua penyihir kerajaan dengan cepat membuat barrier di sekitar arena untuk melindungi semua orang.


Tebasan terakhirku ini aku persembahkan untuk guruku... baik itu Yuki ataupun Risa, mereka merupakan guru yang sangat baik. Mereka mengajariku banyak hal tentang dunia yang dipenuhi sihir ini. Terutama untuk Yui, dia merupakan teman, guru sekaligus rekanku. Mereka semua sangat baik, aku ingin membuat mereka bahagia. Walau harus mengorbankan nyawaku sendiri... aku akan... melindungi mereka.


Badai pusaran es itu mulai menghilang, menampakkan Yugi yang terbaring lemas di tanah dengan nafas yang tidak beraturan. Serangan tadi merupakan serangan terakhirnya dengan mengorbankan hampir seluruh mana miliknya, sehingga Yugi tidak bisa lagi bergerak. Debu masih menutupi tempat Yuko berdiri akibat menerima serangan dari Yugi.


Guru Yuko, aku telah mengerahkan seluruh milikku. Aku berharap kau mengakuiku sebagai muridmu... aku tidak peduli menang ataupun kalah, asalkan perasaanku tersampaikan padamu. Itu sudah cukup buatku...

__ADS_1


Apa aku sudah menjadi lebih kuat... guru...


Bersambung


__ADS_2