KAISAR ES

KAISAR ES
MEMBUAT KONTRAK DENGAN RAJA NAGA


__ADS_3

Pertemuanku dengannya tidak pernah kubayangkan sebelumnya... senyuman yang manis seperti gadis pada umumnya, tapi entah kenapa tubuhku merinding saat melihatnya. Karena aku tau dia bukan gadis biasa, gadis ini yang beberapa saat yang lalu ingin membunuhku. Dengan aura pembunuh yang tidak main-main... gadis yang berdiri didepanku ini, adalah salah satu dari Lima Raja Naga...


“Tuan, anda baik-baik saja...?” Tanya seorang gadis pada pemuda yang sedari tadi menatapnya dengan bingung.


“Kamu benar naga yang barusan ingin membunuhku...?” tanya pemuda itu yang ternyata Yugi.


“Hehehehe... maaf, tadi sebenarnya aku hanya mengetesmu saja. Apa kamu layak atau tidak.” Jelas wanita itu yang ternyata dia adalah Risa.


“Layak...?” tanya Yugi.


“Tentu saja untuk mengambil sarung pedang itu.” Tunjuk Risa pada sarung pedang yang tertancap di tanah dengan lambang rumit dibawahnya seperti segel.


“...” Yugi tidak bisa berkata apapun lagi, jadi selama mereka bertarung tadi hanya untuk mengujinya. Kenapa tidak ada yang memberitahukannya tentang hal ini.


Tidak lama seluruh anggota kerajaan yang tadi ikut bersama Yugi, kini sudah berada di hadapan Yugi semua. Dengan pandangan bertanya, Yugi menatap semuanya dengan wajah yang serius. Situasi pun menjadi tegang untuk sesaat, di tambah suhu yang semakin dingin.


Yugi berjalan kearah Elsa dan berkata. “Kamu tau soal ini kan?”


Pertanyaan Yugi hanya dapat ditanggapi dengan senyuman grogi dari Elsa. “E-eemmm... begitulah.”


Yugi menatap Raja dan Ratu secara bergantian, yang ditatap malah memalingkan wajah kearah lain. Lagi, Yugi sekarang menatap para tetua yang hanya tersenyum canggung pada dirinya.


“K-kami akan jelaskan...” ucap Thorn dengan nada sekalem mungkin.


“...” Yugi hanya diam untuk mendengarkan penjelasan dari para tetua.


“Dalam pengambilan sarung pedang Eternal Snow, harus melalui sebuah ujian terlebih dahulu. Kami sepakat tidak akan memberitahu Tuan Yugi selama ujian berlangsung.” Jelas Thorn.


“Ini juga keinginan dari Raja Naga Freez... kami tidak bisa berbuat apapun lagi.” Tambah Pieros.


Yugi kembali menatap Risa yang hanya tersenyum manis seolah tidak terjadi apapun. “Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran kalian semua, hampir saja aku akan tidur panjang lagi.”


“Sudahlah sudahlah, lagian kan kamu sudah melewati ujiannya dengan baik.” Balas Risa dengan tidak bersalahnya.


Cahaya biru keputihan bersinar didepan Yugi dan mengeluarkan Yui yang langsung saja menjitak kepala biru Risa.


“Aduuuhhh... itu sakit.” Protes Risa, tapi saat melihat wajah Yui yang begitu horror hal itu membuat nyali Risa menciut seketika.


“Haaahh, kau ini tidak pernah berubah ya...” hela Yui dengan nafas lelahnya.


“Ehehehehe...” tertawa hambar.


“Kalian sudah saling kenal?” tanya Yugi yang menatap kedua naga yang overpower ini.


“Begitulah, sebelumnya dia adalah familiar Tuanku seribu tahun yang lalu.” Jelas Yui sambil menatap Risa dengan pandangan tidak bersalahnya karena telah menjitak kepalanya sampai benjol. “Untuk alasan tertentu Risa tidak lagi menjadi familiar siapa pun, dia menjaga sarung pedang pelengkap Eternal Snow untuk diberikan ke generasi berikutnya.” Tambahnya.


“Satu lagi, karena sekarang pemilik selanjutnya sudah ada. Maka aku akan menjadi familiarmu Tuan Yugi...” ucap Risa sambil menunduk hormat ala tuan putri.


“...” Elsa yang melihat itu marah bukan main, karena itu berarti saingan untuk mendapatkan Yugi akan semakin bertambah.


“...” tidak jauh beda dengan Elna, pandangannya yang tajam sedari tadi dia layangkan pada punggung Yugi.


“Entah kenapa tubuhku terasa dingin...” ucap Yugi sambil mencoba menghangatkan tangannya.


“Bagaimana...?” tanya Risa dengan ekspresi antusiasnya.


“Haaahhh, aku tidak keberatan kamu menjadi familiarku. Lagi pula aku juga membutuhkan seorang partner...” jawab Yugi dengan senyuman.


“Yugi, cepatlah ambil sarung pedang itu. Jangan membuang banyak waktu lagi...” ucap Yui.


“Masih ada satu pertanyaan lagi, jadi orang yang kamu maksud itu...” Yugi menatap Risa dengan seksama.


“Ya, dialah yang aku maksud. Risa memiliki kemampuan penyembuhan yang sangat unik dibanding yang lainnya. Dengan bantuannya, kamu bisa sembuh dengan cepat.” Balas Yui.


“Setelah pertarungan itu, kamu yang menyembuhkanku Risa?” tanya Yugi.


“Hm... aku tidak menyangka kalau tubuhmu masih terluka saat pertarungan pertama. Maaf telah memaksamu menggunakan kekuatan penuhmu Tuan.” Akhirnya Risa pun menyesali perbuatannya.


“Tidak apa-apa, tubuhku juga sudah lebih baik dari sebelumnya.” Yugi mulai berjalan kearah sarung pedang itu. Dengan keyakinan kuat, Yugi menatap sarung pedang itu dengan tajam.


“Anda harus melepaskan segelnya terlebih dahulu.” Ucap Risa dari belakang.


“Gunakan darahmu Yugi...” ucap Yui menambahkan.

__ADS_1


“...” Yugi membuat tangan kanannya tergores menggunakan pedang Eternal Snow dan menumpahkan darahnya pada segel diatas tanah tersebut. Tidak lama cahaya kebiruan menyelimuti sarung pedang, semua tulisan segel itu mulai memudar. Sarung pedang itu mulai perlahan melayang di hadapan Yugi, kemudian pedang Eternal Snow mulai mendekati sarung pedang itu. Semua orang terkagum melihat cahaya yang begitu terang, tidak lama pedang itu menyatu dengan sarungnya. Sebuah gelombang kejut terjadi untuk sesaat, gunung mulai bergetar karena penyatuan itu.


Aku menyaksikan sendiri, pedang legenda yang bersinar terang di hadapanku. Dengan perlahan aku mencoba meraihnya, menggenggam kuat sarung pedang itu. Saat aku menyentuhnya, sebuah energi baru masuk kedalam tubuhku. Sesuatu yang sangat menyejukkan, menyelimuti tubuhku. Sangat dingin... tapi kedinginan ini, melindungiku. Dan terasa... mulai menghangat.


Satu bulan kemudian di pegunungan Northern Esla


Duuuuaaaarrrrrrrr duuuuuaaarrrr duuuaaaarrrr


Seorang pemuda bersurai putih salju berlarian menghindari setiap serangan dari seekor naga yang terbang mengejarnya. Tembakan es yang begitu brutal terus dilancarkan oleh naga biru itu tanpa henti.


Wuuuuussshhhh


Pemuda itu mulai terbang menggunakan sayap naganya yang berwarna biru muda transparan. Tangan kanannya menggenggam sebuah pedang yang sangat tajam.


“Groooaaaaarrr...”


Naga itu menembakkan bola es raksasa pada pemuda yang baru saja mendarat di tanah. Melihat serangan yang muncul secara mendadak itu. Pemuda itu tidak tinggal diam, dengan sekali ayunan pedangnya, bola es tersebut hancur berkeping-keping.


“Hah hah... lagi.” Teriak pemuda itu yang ternyata adalah Yugi yang sedang berlatih dengan Freez.


Waktu berlalu begitu cepat, latihan siang tadi berakhir di sore hari yang dingin. Dengan matahari senja yang indah... warna jingganya menunjukkan kehangatan.


“Risa...” panggil Yugi yang sedari tadi duduk memandangi langit sore.


“Hmmm...”


“Jika benar apa yang dikatakan majikanmu yang dulu, apa aku memang orang yang dia nantikan?” Yugi menatap langit itu dengan pandangan sayu.


Pertanyaan dari Yugi tidak langsung dijawab oleh Risa. Dia mulai berdiri dari duduknya dan membelakangi Yugi sambil menatap langit senja. Tidak lama Risa berbalik menatap Yugi dengan senyumannya yang manis seraya berkata. “Aku yakin...”


Jawaban yang singkat itu sudah cukup untuk mewakili rasa penasaran Yugi, saat dia tau kebenaran akan takdir yang menunggungnya. Hampir terpikir oleh Yugi untuk melarikan diri dari takdir itu, tapi ada satu hal yang membuatnya tidak bisa melakukannya..


“Sebaiknya aku mulai melatih diriku lebih keras lagi... untuk melindungi semua yang berharga bagiku.”


Ya... sesuatu yang sangat berharga bagiku. Tidak akan kubiarkan siapa pun merebutnya begitu saja dariku... tidak siapa pun, jika itu harus melawan takdir... akan kulakukan.


Sebulan sebelumnya


Yugi berhasil mendapatkan pelengkap Eternal Snow, setelah itu dia memulai kontrak dengan Risa sebagai familiar nya. Familiar adalah hewan metafisik yang diciptakan oleh penyihir dengan menggunakan energinya atau didapatkan dari proses yang panjang, atau hewan secara nyata yang diberkati dengan mantra-mantra tertentu. Dalam kasus Yugi, dia mendapatkan familiar naga tanpa menggunakan sihirnya untuk menciptakan hewan tersebut. Tapi hewan secara nyata yang memiliki kekuatan mantra-mantra. Sekarang proses kontrak familiar akan dilakukan, biasanya sang majikan akan melakukan kontrak dengan menggunakan darahnya. Tapi berbeda dengan Risa...


Sebuah ciuman tepat di bibir membuat semua orang yang melihatnya memerah sempurna. Seluruh anggota kerajaan memalingkan wajahnya kearah lain kecuali Elsa, Elna dan Yui. Mereka menatap Yugi dan Risa dengan pandangan membunuh yang sangat pekat.


“Hah hah... k-kenapa?” kaget Yugi yang baru saja menjadi korban ciuman dadakan dari Risa. Bukan hanya itu, Risa juga sampai memasukkan lidahnya kedalam mulut Yugi dan mengobrak abrik secara liar didalam.


“Kontrak terpenuhi, sekarang saya adalah pelayanmu tuan...” ucap Risa datar seolah tidak terjadi apapun.


Sebuah simbol muncul di punggung tangan kanan Yugi dengan lambang naga, begitu pula Risa dengan simbol naga yang berada di belahan dadanya. Elsa, Elna dan Yui berjalan mendekati Yugi dengan telapak tangan yang sudah dialiri energi sihir.


Plak Plak Plak


Tiga tamparan sukses bersarang dipipi kiri, kanan dan depan. Elsa dan Elna pergi dengan wajah marahnya, begitu pula Yui yang menghilang kedalam pedang Eternal Snow.


“Kenapa begini...?” tanya Yugi dengan muka yang sudah bonyok.


“Hhhmmm...” Risa hanya bisa menatap mereka dengan pandangan bingung.


“Bukankah ada cara lain selain berciuman?” Tanya Elsa dengan nada kesal pada Risa.


“Sebenarnya ada, tapi memerlukan ritual yang lama. Jadi karena mendadak, aku menggunakan cara yang instan saja.” Jawab Risa dengan senyuman tanpa bersalahnya.


“Apa sebelumnya juga begitu?” tanya Yugi sambil mengusap kedua pipinya yang sakit.


“Tidak, itu merupakan ciuman pertamaku dari sekian Tuan yang pernah aku temui.” Balas Risa.


Seketika wajah Yugi menjadi merona merah. ‘Jadi, aku yang telah mendapatkan ciuman pertamanya...’ didalam hati Yugi merasa senang, tapi kesenangan itu lenyap seketika saat merasakan aura yang begitu pekat dibelakangnya.


“Yugi...” suara seram dari Elsa membuat tubuh Yugi merinding.


“Kak Yugi...” begitu pula dengan senyuman Elna yang teramat menyeramkan.


“Baiklah, mulai sekarang Tuan Yugi akan berlatih digunung ini. Di bawah pengawasanku...”


Mengingat kejadian itu membuta Yugi jadi tertawa sendiri. Banyak hal yang sudah dia lewati dalam pelatihannya bersama dengan Risa. Entah bagaimana dia bisa melewati itu semua sampai sekarang. Kontrol sihir, perapalan mantra, penggunaan jurus, latihan fisik dan bertahan hidup. Sudah banyak hal yang dipelajari oleh Yugi. Sungguh, latihannya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya...

__ADS_1


Dan hari ini merupakan hari terakhir aku latihan...


Air terjun es yang sangat deras, dibawahnya terdapat batu pijakan dengan kolam yang melingkar. Diatas batu seorang pemuda bersurai putih salju sedang bermeditasi dengan konsentrasi penuh.


‘Pusatkan mana kedalam satu titik... rasakan pergerakannya, berputar dengan stabil.’ Di sekitar pemuda itu air mulai berputar mengelilinginya. Sedikit demi sedikit mulai naik dan membentuk sebuah lingkaran air yang menjadi sebuah tameng bagi pemuda itu.


“Pelatihannya berjalan lancar selama sebulan ini, Yugi sudah berkembang. Bagaimana menurutmu Yui?”


“Entahlah Risa... aku selalu khawatir padanya.”


“Tidak usah takut begitu, aku pikir dia bisa mengalahkan sisi gelapnya.”


“Aku harap begitu, karena... aku takut, dia dikuasai oleh sisi gelapnya.”


Energi didalam tubuhku bergejolak, setiap putarannya semakin sulit untuk dikendalikan. Yang bisa kulakukan adalah memutarnya dengan stabil...


Mengingat pelajaran pertamaku dengan Risa, dimana aku harus bisa mengontrol mana didalam tubuhku...


“Dengar, kontrol mana merupakan hal terpenting yang harus kamu lakukan. Sejauh yang aku lihat pengontrolanmu sudah sangat bagus, berarti pelatihan dengan Yui berhasil. Tapi apa kamu pikir itu sudah cukup... Mana adalah aspek penting dari setiap mage yang pernah hidup karena itu adalah sumber kekuatan sihir yang digunakan untuk mengaktifkan berbagai mantra sihir. Tapi setiap sihir juga berhubungan dengan emosi, biasanya emosi manusia itu sering kali tidak stabil. Tidak seperti kami kaum naga yang merupakan ras penyendiri, makhluk hidup yang memiliki keterikatan dengan yang lainnya selalu memiliki emosi yang tidak pernah terkendali. Keluarga, teman, sahabat, cinta... jika salah satu diambil dari mereka secara paksa, maka emosi negatif seperti marah, benci, dendam akan mempengaruhi mana itu sendiri. Dengan kata lain, emosi bisa mempengaruhi mana didalam tubuh... jadi kamu harus bisa mengendalikan emosimu.”


Semenjak hari itu, aku terus berlatih untuk mengendalikan emosiku dari hal-hal negatif. Tapi kematian kedua orang tuaku, kakek angkatku, pengkhianatan teman-temanku, dan orang yang berharga dalam hidupku... semuanya berkumpul didalam ingatanku, dan memicu emosi yang tidak terkendali didalam hatiku. Semua itu, aku... berusaha untuk mengikhlaskannya...


Putaran airnya semakin menjadi lebih tinggi dan secara mendadak berubah menjadi sebuah pusaran tornado air yang menjulang tinggi ke langit dengan putaran yang stabil.


Risa yang melihat itu hanya mampu tersenyum senang. “Akhirnya, dia berhasil mengendalikan emosinya...”


Sementara di istana Northern Esla, sebuah rapat rahasia sedang dilangsungkan oleh empat tetua, Raja, Ratu, kepala dan wakil kepala pelayan. Mereka sedang membahas mengenai Yugi yang merupakan pewaris pedang Dewa Naga. Bukannya tegang, situasi rapat itu terlihat begitu santai, ditambah mereka berpikir tentang sesuatu yang tidak terlalu penting.


“Tentu saja ini penting...” ucap tetua Thorn.


“Sulit juga rupanya...” tetua Kars memegang kepalanya sambil menggeleng.


“Bagaimana kalau ini...” tetua Pieros menunjukkan sebuah gambar bangunan yang bertuliskan penginapan air panas.


“Sangat sederhana...” balas Ares.


“Bukankah itu lebih bagus... kesederhanaan membawakan kebahagiaan.” Ucap Thorn.


“Tapi... menurutku sendiri lebih baik mereka ke pantai saja.” Ucap sang Raja Reulad.


“Aku setuju, dengan pemandangan sore hari pantai yang romantis, itu akan membuat mereka tambah dekat.” Balas sang Ratu Raniya dengan senyuman cantiknya.


“Kakak, mereka ini memikirkan masa depan kerajaan atau bagaimana...?” tanya Rufald.


“Kamu ini masih belum mengerti adikku, Tuan Yugi merupakan Dewa Kaisar di masa depan. Jika Tuan putri Elsa atau pun Elna menikah dengannya maka...” ucapan Rofald digantung karena menurutnya hal itu cukup untuk membuat adiknya mengerti.


“Masa depan kerajaan ini akan terjamin kesejahteraannya. Kakak, kau Jenius...” ucap Rufald dengan mata berbinar.


“Oleh karena itu, rapat ini bertujuan untuk mendapatkan Yugi. Pasti, dia tidak akan lolos dari kita.” Ucap Rofald sambil menggenggam tangan kanan didepan wajahnya.


“Hachi... sepertinya ada yang sedang membicarakan aku.” Yugi menggosok hidungnya yang agak gatal karena suhu dingin yang menyerang tubuh.


“Tuan, waktunya untuk menguji hasil latihanmu...” ucap Risa.


“Baiklah...”


Sore hari yang begitu tenang, langit senja menambah ketenangan di sekitar padang salju yang begitu luas. Yugi berdiri berhadapan dengan Risa, mata mereka saling bertemu dengan aura yang menenangkan. Hari ini merupakan pengujian atas latihan Yugi selama satu bulan belakangan ini.


“Apa aku akan menghadapimu lagi?” tanya Yugi.


“Tidak, kamu akan menghadapi dirimu sendiri.” Ucap Risa.


Yugi yang mendengarnya hanya menatap bingung kearah Risa. “Aku tidak mengerti...”


“Sekarang aktifkan mode terkuatmu.”


Tanpa pikir panjang, Yugi menuruti perintah Risa. Pedang Eternal Snow yang berada di pinggang kirinya dia tarik keluar dari sarungnya. Menggenggam dengan kedua tangannya dan menempatkannya didepan sebari memejamkan mata, berkonsentrasi memasuki mode Eternal Snow.


“Mode Eternal Snow...” sebuah aura kebiruan menyelimuti tubuh Yugi dengan stabil dan tenang. Aura yang menyelimuti Yugi lebih tebal dan kokoh dibanding yang lalu.


“...” Risa hanya tersenyum tanpa berkomentar apapun. Kekuatan Yugi untuk sekarang jauh meningkat pesat dibanding yang dulu.


“Apa yang harus kulakukan sekarang?” tanya Yugi dengan suara berat setelah memasuki mode terkuatnya.

__ADS_1


“Hadapilah bayanganmu...” setelah mengatakan itu Risa merentangkan tangan kanannya kearah Yugi dan seketika sebuah bola hitam mengurung Yugi didalam. “Semoga berhasil... Tuan.”


Bersambung


__ADS_2