
"Apa pendapatmu tentang Amel?" Joddy bertanya kepada Andra yang sedang mengemudikan mobil saat akan pulang.
"Biasa aja Yah" jawab Andra singkat.
"Dia sangat cantik bukan?, dia sangat serasi denganmu" Joddy melanjutkan.
"Hahaha Ayah... jangan mengejekku. " jawab Andra lagi. "Aku gak selevel ama dia Yah... Amel itu sudah biasa tinggal di luar negeri mana mungkin dia suka orang seperti Andra" Andra menggelengkan kepala tanpa melirik Ayahnya.
"Ayah akan sangat bahagia kalau kau bisa menikah dengan Amel" lanjut Joddy lagi.
"Andra gak mau Yah...."
"Atau kamu sudah ada wanita pilihan lain Nak?" Joddy bertanya mendesaknya.
"Ah ayah.... jangan berkata seperti itu... Andra belum mau menikah Ayah... Andra mau konsentrasi ke pekerjaan dulu" Andra menolak dengan halus.
"Amel itu gadis yang baik, lagi pula usiamu sebentar lagi sudah 27 tahun Nak, sudah waktunya kau memikirkan pernikahan. Ayah juga ingin punya cucu, biar rumah kita gak sepi" ucap Joddy lagi.
Andra hanya tersenyum sambil terus melajukan kendaraanya sampai tiba di rumah.
*****
Hari demi hari berganti begitu cepat.
Siang itu Firman di kantornya bersama Andra membahas rencana perusahan barunya. Semua hal sudah dipersiapkan Andra dengan matang.
"Semua sudah beres, kita harus segera launching FH Property dan mengumumkannya kehadapan publik" perintah Firman kepada Andra.
"Papa....." sebuah teriakan kecil terdengar dari balik pintu. Amelia masuk ke ruangan papanya.
Meski tidak tertarik dengan bisnis papanya, Amel memang sering mengunjungi papanya selama bekerja. Terkadang hanya untuk mengajaknya makan atau minta tambahan uang belanja.
"Ah... anak papa ini mau apa lagi...." Firman memeluk putrinya dan mengecup keningnya.
Amel menoleh ke arah Andra yang duduk di kursi kerja papanya.
"Sejak kapan papa membiarkan kursi papa di duduki sama orang asing pa?" Amel menunjukkan rasa tidak suka dengan wajah sombongnya.
"Ta...tadi aku... hanya nunjukin presentasi ini sama Om Firman" Andra berdiri dari kursi itu sambil menunjukkan layar laptop Firman ke Amel lalu berpindah duduk ke kursi di depannya.
"Andra itu bukan orang asing sayang dia kan partner kerja papa" Firman menggelengkan kepala.
"Ya kan bukan berarti dia bisa seenaknya duduk di kursi papa!" ucapnya lagi dengan ketus.
"Aku permisi dulu Om, aku mau ke ruanganku, ada beberapa email yang belum aku kerjakan, kalau presentasinya ada yang kurang jelas nanti Om telpon saja." tiba tiba Andra sangat ingin meninggalkan ruangan itu saat melihat tingkah wanita sombong dihadapannya.
"Andra kamu jangan tersinggung sama perkataan Amel ya... dia memang orangnya seperti itu." Firman berusaha menahan Andra dan memberi penjelasan.
"Aku tidak apa apa Om, aku hanya baru inget kalau pekerjaanku yang lain masih banyak" ucap Andra lalu melangkah keluar dari ruangan itu.
"Amel....Papa minta kamu jangan begitu lagi sama Andra!" Firman menatap putrinya yang masih nampak kesal sesaat setelah Andra menghilang di balik pintu.
"Amel ga suka pria itu pa... dia itu sok pintar. Lagipula apa haknya duduk di kursi papa?" Amel memajukan bibirnya kesal.
"Andra duduk disana karena papa yang suruh, dia mau nunjukin presentasi perusahan baru kami dari laptop ayah. Ehmm.... menurut papa dia sepertinya cocok duduk disitu hahahaha..." Firman tersenyum lebar menggoda Amel.
"Cocok? Apanya yang cocok pa?" Amel makin kesal.
"Ya... kalau dia nanti sudah jadi menantu papa kan otomatis kursi itu akan papa serahkan ke dia" Firman tersenyum penuh harap.
"Maksud papa??" Amel terperanjat mendengar perkataan papanya.
"Andra itu sangat pintar, berpendidikan tinggi, dia sangat tampan juga rendah hati. Kamu sangat cocok bila menjadi pendampingnya sayang..., kalau kamu mau menikah dengan Andra, papa pasti akan jadi orang paling berbahagia di dunia ini" jawab Firman.
"Ihh... papa lebay!... siapa juga yang mau menikah dengan pria dingin yang sok pintar itu" Amel membulatkan matanya.
__ADS_1
"Ohya pa...., papa gak lupa kan tanggal ulang tahunku minggu depan?" Amel bertanya lagi ke papanya berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Aa....iya tentu saja papa selalu ingat sayang..., kamu mau perayaan ulang tahun yang seperti apa? Gak terasa usianmu sudah 24 tahun ya...." Firman mengusap kening putri kesayangannya itu.
"Aha.... papa punya ide, bagaimana kalau ulang tahunmu kita rayakan sekaligus papa launching perusahan baru papa sama Andra. Kamu undang semua teman teman kamu dan papa juga akan undang rekan rekan bisnis papa, sekalian promosi gituu..."
Firman menjentikan jarinya seolah mendapat ide yang sangat brilian.
"Terserah papa saja, Amel setuju kok, yang penting untuk konsep acara, tempat dan dekorasi aku yang menentukan!" Amel tersenyum sambil mengedipkan matanya.
"Ok ok papa setuju....papa yakin kamu memang seorang organizer event yang hebat" jawab Firman sambil mengacungkan jempolnya.
Seminggu kemudian di sebuah ballroom hotel bintang 5 di pusat kota Jakarta, nampak Amel tengah sibuk mengatur persiapan acara ulang tahunnya.
Selain hobby jalan jalan, Amel juga sangat suka dengan hal hal yang berbau acara pesta atau pementasan. Karenanya dia tidak menggunakan jasa event organizer untuk mengatur acara ulang tahunnya dan memilih mengerjakannya sendiri mulai dari penataan lighting, dekorasi, crew termasuk juga memilih jenis makanan yang akan disajikan. Selain itu semua vendor yang terlibat dalam acara itu juga adalah pilihannya sendiri.
Sahabatnya Mayra juga nampak ada disana di antara panggung dan sedang gladi, melatih koreo untuk tarian pembuka acaranya nanti. Selain mengisi acara, Mayra jugalah yang membantu Amel mempersiapkan semuanya bersama sama.
"Gemana persiapannya May? Sudah ok semua?" Amel menghampiri sahabatnya itu.
"Done!" Jawab Mayra sambil menjentikkan jarinya.
"Check sound ok, lighting ok dan.....pokoknya kamu emang top Mel... dekorasi dan susunan acaranya ok banget deh, sumpah... mudah mudahan acaranya sukses!" Mayra merangkul pundak Amel dan tersenyum.
"Sebentar lagi acaranya dimulai, kalian belum bersiap?" Sebuah suara mengagetkan mereka.
"Papa... iya sebentar lagi kami siap siap pa.." Amel menoleh ke arah papanya yang sudah berdiri di belakang mereka.
"Cepat kalian ganti baju dan dandan yang cantik, papa mau acara malam ini jadi acara yang penuh kesan" lanjutnya lagi.
Amelia dan Mayra pun bergegas menuju ke sebuah kamar di hotel itu. Sebagai penyelenggara, mereka sudah dari sehari sebelum acara menginap juga di hotel itu untuk memastikan semua persiapan sudah sesuai rencana.
Tepat pukul 6 sore, para undangan sudah mulai berdatangan. Team penyambut tamu sudah sibuk mondar mandir mengantarkan dan mengatur tempat duduk para tamu pada meja meja bundar dengan halfmoon style.
Andra dan ayahnya juga sudah tiba disana yang disambut langsung oleh Firman.
Merekapun duduk di salah satu meja bundar yang sama dimana Benny juga sudah terlebih dahulu duduk disana.
"Yang berulang tahun mana? Firman... mana Amel, kok belum muncul?" Joddy bertanya kepada Firman.
"Katanya sih akan ada sedikit kejutan. kita tunggu aja" sahut Firman sambil tersenyum.
Tak lama kemudian, seorang MC wanita naik ke atas panggung. Mengenakan dress bermotif batik MC tersebut terlihat anggun dan suara nyaringnya pun terdengar sangat merdu ketika mulai membuka acara.
"Selanjutnya mari kita saksikan bersama opening dancer, persembahan dari Mayra Studio... silahkan beri tepuk tangannya" MC mengakhiri kalimat pembukanya.
Lampu panggung meredup, beberapa orang penari mulai masuk ke panggung dan menari mengikuti irama musik dan lampu panggung berkedap kedip juga seirama dengan alunan musik.
Suara musik berganti, tarian sudah selesai dan para penari masih berada diatas panggung. Saat itulah Amelia muncul diantara para penari. Amel mengenakan long dress putih yang terbuka di bagian punggung dengan belahan di bagian paha hingga ke kakinya. High heel warna silver dan perhiasan lainnya juga berwarna senada. Amelia tampak sangat cantik dan anggun sekaligus seksi dengan penampilannya yang seperti itu dan membuat seolah semua mata tak berkedip memandangnya.
"Lihatlah bidadarinya sudah muncul" ucap Joddy sambil tersenyum kepada Firman.
"Amelia memang sangat cantik" Andra memuji dalam hatinya. Dia pun tak bisa melepaskan pandangannya dari wanita yang sedang jadi pusat perhatian di hadapannya.
Amelia berdiri tepat di tengah panggung lalu membungkuk memberi ucapan terimakasih kepada semua undangan lalu turun menuju ke meja tempat duduk papanya dan ikut duduk disana.
MC kembali naik ke atas panggung dan melanjutkan acara. MC menjelaskan tujuan acara itu selain perayaan ulang tahun Amelia yang ke 24, acara tersebut juga adalah acara launching FH Property kemudian mempersilahkan Presdir Prima Go yaitu Pak Firmanto untuk naik ke panggung untuk memberi kata sambutan.
Firman naik dan mulai memberi kata sambutan diiringi riuh tepuk tangan para undangan. Di akhir sambutannya, Firman memanggil Andra untuk naik ke atas panggung.
"Rekan rekan sekalian, saya perkenalkan partner kerja saya yang sekaligus juga akan saya angkat menjadi direktur utama di perusahan baru kami yaitu Bapak JOVANDRA MAHESA HADIWIGUNA beliau ini adalah CEO dari HW Logistic yang merupakan putra tunggal dari sahabat saya Bapak Joddy Hadiwiguna."
Andra membungkuk memberi salam kepada semua undangan. Penampilan Andra pun tak kalah mempesona. Kemeja putih dipadukan dengan jas hitam yang dikenakan Andra menambah kesan kegagahannya. Para undangan khususnya para gadis yang juga teman teman Amelia berteriak histeris mengagumi ketampanan Andra.
"Mel... itu pangeran dari mana, seperti baru turun dari langit?? Sumpah ganteng banget..... hati gue meleleh Mel...." Mayra yang duduk di meja sebelah berdekatan dengan Amel berbisik kagum kepada Amel dengan gaya pecicilannya sambil menggoyang goyangkan tangan Amel seperti anak kecil yang sedang merengek minta sesuatu kepada ibunya.
__ADS_1
"Apaan sih berisik... lebay tau gak!" Amel menjawab ketus sambil melepaskan tangan Mayra.
Beneran Mel...dia cakep banget.....sumpah!!" Mayra kembali mengucapkan kata pujiannya yang semakin membuat Amel kesal.
Firman mempersilahkan Andra menyampaikan presentasi sekaligus menyampaikan visi dan misi FH Property kedepan.
Andra memulai presentasinya melalui layar besar di panggung itu dan menyampaikannya dengan lugas dan sangat menarik sehingga semua mata dan telinga tertuju kepadanya. Tepuk tangan meriah para undangan terdengar saat Andra mengakhiri presentasinya. Kemudian dia turun dari panggung dan hendak kembali ke tempat duduknya. Namun Firman sudah sengaja pindah duduk ke sebelah Joddy dan menyisakan tempat duduk untuk Andra agar bisa duduk berdampingan dengan Amel.
Beberapa orang relasi bisnisnya menghampiri Andra, Firman dan juga Joddy, lalu menjabat tangan mereka seraya mengucapkan selamat.
Menyaksikan hal itu Amel bertambah kesal. "Ini pestaku apa pesta pria es batu itu? Bisa bisanya dia yang jadi pusat perhatian" Amel mengumpat dalam hatinya.
MC kemudian mempersilahkan para undangan menikmati hidangan yang sudah tersedia. Makan malam prasmanan bergaya modern street food yang mana terdapat banyak pilihan makanan dari makanan barat sampai makanan tradisional tersaji terpisah pada tenan tenan yang berbeda. Selain makanan, berbagai jenis minuman jus, softdrink, coctail, moctail hingga beer juga tersaji disana. Khusus untuk tamu tamu di meja VIP pelayan akan mengambil pesanan dan akan disajikan langsung ke mejanya.
Selesai makan Amel mendekati MC dan membisikkan sesuatu.
"Siap siap aja akan aku kerjain juga tuh manusia es batu...." batin Amel tersenyum licik lalu kembali ke tempat duduknya.
Acara makan sudah selesai, beberapa pelayan masih lalu lalang membersihkan meja meja para undangan dari sisa makanan.
"Para undangan yang kami hormati, acara selanjutnya adalah acara hiburan yaitu challange menebak lagu" MC kembali melanjukan acara.
"Kepada yang sedang berulang tahun, Nona Amelia saya persilahkan untuk memberikan microphone pertama ke salah seorang disini lalu selama musik dimainkan mics akan di offer ke rekan di sebelah begitu sampai seterusnya sampai musik berhenti. Nanti yang menerima mics terakhir harus menebak lagu yang dimainkan dan menyanyikannya" MC menjelaskan aturan game yang akan mainkan.
Sebuah intro lagu mulai dimainkan dan Amelia memberikan mics ke salah seorang undangan kemudian orang itu memberikan mics tersebut ke orang lain disebelahnya begitu seterusnya hingga musik terhenti dan yang menerima mics pun menyanyi menebak lagu yang dimainkan. Beberapa kali penerima mics terakhir salah menebak, ada juga yang benar menebak tapi saat menyanyi suaranya tidak enak di dengar sehingga disoraki semua hadirin disana.
Amel tersenyum sesaat menoleh ke arah Andra yang hanya duduk diam tanpa banyak ekspresi.
"Giliran Si Es Batu sekarang yang akan disoraki" Amel tersenyum senang karena berencana akan mengerjai Andra
"Be ready for your challange!" Amel tersenyum dingin berbisik ke Andra. Andra pun membalas senyum Amel dengan tatapan tanpa ekspresi.
Amel menjentikkan jarinya ke arah pemain band. Kembali sebuah intro lagu dimainkan dan mics itupun berpindah pindah tangan seperti sebelumnya. Para undangan mulai menebak nebak asal lagu yang dimainkan dalam hati. Musik berhenti, mics itu kini tepat ada di tangan Andra. Andra terdiam sejenak lalu MC memberi clue "lagu ini hits di era 90 an, dinyanyikan oleh seorang penyanyi pria asal Jerman"
"Lagu ini berjudul IT'S YOUR LOVE dinyanyikan oleh GILL OFARIM" Andra menjawab sambil tersenyum lalu bangkit dari tempat duduknya dan langsung naik ke atas panggung.
Baginya challange menebak lagu itu bukanlah hal yang sulit. Pengalamannya menjadi musisi jalanan selama 3 tahun di Jogja membuat pengetahuannya tentang musik bukan lah kaleng kaleng. Berbagai genre musik dari berbagai generasi sudah biasa dinyanyikannya bersama anak band temannya diJjogja.
"Gila... ternyata dia bisa nebak lagunya, padahal aku sengaja suruh band nyariin lagu yang paling sulit ditebak" Amel cemberut kesal tak menduga Andra bisa memenangkan challange darinya.
Musik mulai dimainkan lagi, Andra mulai menyanyikan lagu itu. Tak hanya itu, bahkan Andra mengambil gitar dari gitaris band dan memainkannya sambil bernyanyi. Suara merdu Andra saat menyanyi kembali membius semua undangan termasuk juga Amel.
"Keren.. Andra memang keren banget" meskipun kesal Amel tetap memuji dalam hatinya.
Satu lagu sukses dinyanyikan Andra dan tepuk tangan para undangan tak henti hentinya untuk Andra.
"Lagi... lagi... lagi...!!" Terdengar teriakan dari para undangan yang ingin Andra menyanyikan sebuah lagu lagi. Andra menoleh ke Amelia dan melihatnya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanda dia juga setuju Andra menyanyikan satu lagu lagi.
"Baiklah.... sesuai permintaan anda sekalian, saya akan menyanyikan sebuah lagu lagi" Andra berbicara masih dari atas panggung.
Sejenak Andra mendekati pemain band pengiringnya untuk memberitahu mereka lagu yang akan dia nyanyikan.
"Saya akan membawakan sebuah lagu manis special untuk Nona Amelia yang sedang berulang tahun" Andra berbicara lagi sambil duduk di kursi vocalis.
"Sebuah musik slow romantis mulai dimainkan, Andra menyanyikan lagu You are the reasons - Calum Scott.
Para undangan pun nampak sangat menikmati ketika Andra bernyanyi bahkan banyak yang juga ikut bernyanyi.
Menjelang bait terakhir lagunya, Andra turun dari panggung dan meraih tangan Amel hendak mengajaknya berdansa, namun Amel menolak.
Andra lalu meraih tangan Mayra yang sedari tadi ada disebelah Amelia. Andra menarik Mayra ke panggung lalu menaikkan tangannya untuk mengangkat tangan Mayra menarikan gerakan gerakan dansa. Mayra yang memang seorang penari pun dengan lihai memutar badannya menari dengan sangat indah dan gemulai. Lagu berakhir dan gerakan tarian Mayra berakhir dengan posisi badannya ada di dekapan Andra.
Tepuk tangan para undangan pun terdengar riuh.
Melihat itu kekesalan Amel semakin bertambah, entah kenapa dia merasa sangat tidak suka Andra dekat dengan wanita lain terlebih itu sahabatnya sendiri, seperti ada rasa cemburu bergemuruh si dadanya.
__ADS_1
"Seneng lo ya bisa dansa sama Si Es Batu" bisik Amel ke Mayra saat Mayra sudah turun dari atas panggung dengan nada kesal.
"Kan tadi lo yang diajakin tapi lo gak mau Mel. Kapan lagi bisa nari sama pangeran ganteng itu, iya kan? Hahaha..." Mayra tertawa kecil mengejek sahabatnya.