Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Pindah Kantor


__ADS_3

Hari berganti begitu cepat, tak terasa Andra sudah 4 bulan menjadi CEO di HW Logistic. Dibawah pimpinannya, perusahan itu sedikit demi sedikit mengalami banyak kemajuan. Ketegasan dan ketelitian Andra menjalankan perusahan mampu mengembalikan kepercayaan client client lama yang sempat berpaling. Andra juga sering meninjau langsung distribusi semua barang barang ekspedisinya dengan menyidak terminal peti kemas di bandara dan di pelabuhan agar tidak terjadi lagi penyelundupan atau ulah nakal lainnya dari oknum oknum tak bertanggung jawab. Bahkan beberapa kali dia harus meninggalkan ayahnya untuk perjalanan bisnis ke luar ibu kota untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.


Akan tetapi tidak semua berjalan lancar seperti yang dia inginkan. Masalah baru kini muncul lagi. Kontrak gedung kantor dan gudangnya berakhir tahun ini dan kondisi keuangan perusahan yang masih belum sehat tidak memungkinkan ia untuk memperpanjangnya kontrak itu lagi.


Hari sudah menjelang magrib saat Andra akan meninggalkan kantornya. Kecemasan terpancar jelas dari tatapan matanya yang sayu, dia tak tahu harus bagaimana untuk mencari solusi dari masalah perusahannya kali ini sedangkan dia tidak mungkin menceritakan masalah ini kepada ayahnya, dia takut ayahnya ikut kepikiran dan berpengaruh kekesehantannya.


Andra menjalankan mobilnya perlahan sambil terus memikirkan permasalahan di kantornya.


Akhirnya Andra tiba di rumah, dilihatnya sebuah mobil mewah tengah parkir di depan rumahnya.


"Nah ini dia CEO kita sudah pulang..." terdengar suara ayahnya menyebutnya sesaat setelah dia masuk. Ternyata di ruang tamu sudah ada Firman sedang duduk ngobrol dengan ayahnya.


"Om Firman... maaf Andra gak tahu kalau Om berkujung kesini" seraya mencium punggung tangan Firman dan juga ayahnya.


"Tadi Om kebetulan lewat dan mampir menemui ayahmu, sudah lama kami tidak ngobrol seperti ini. Tadinya Om sudah mau pulang tapi kata Ayahmu tunggu kamu pulang dulu dan ayahmu maksa Om untuk makan malam disini bersama kalian"


"Berhubung yang ditunggu sudah datang sebaiknya kita makan sekarang, makanan juga sudah siap" Joddy mengajak Firman dan Andra ke meja makan.

__ADS_1


Meja makan sudah disiapkan untuk tiga orang dan Nur mulai menyajikan makanan untuk mereka.


"Bagaimana kerjaanmu hari ini Andra?" Sambil mulai makan Firman juga memulai obrolannya lagi.


"Baik Om" jawab Andra singkat. Meski berusaha ditutupi, dengan mudah Joddy bisa merasakan ada yang tidak beres yang membebani pikiran Andra saat itu.


"Apa ada masalah di kantor Nak?" Joddy menatap putranya itu sambil meneguk air di gelasnya.


"Tidak ada apa apa Ayah" Andra kembali berusaha menyembunyikan kegalauannya.


"Kalau ada masalah kamu cerita ke Ayahmu atau ke Om juga bisa" Firman menimpali.


"Om bisa faham di usiamu sekarang kamu belum cukup matang menghadapi masalah perusahan seperti ini apalagi dengan kondisi perusahan yang sempat mengalami kemunduran, jadi cerita saja kalo memang lagi ada masalah, siapa tahu Om bisa bantu. Bukan begitu Joe?" Ucap Firman sambil sengaja menyenggol siku Joddy yang duduk disebelahnya.


"Ayah tahu, pasti ini permasalahan kontrak sewa gedung kantor dan gudang kan?" Joddy kembali mendesak Andra.


"Ayah sudah tahu masalah ini??" Andra sedikit kaget ternyata Ayahnya sudah tahu masalahnya.

__ADS_1


"Iya bahkan ayah sudah tahu masalah ini dari tahun lalu. Barusan juga ayah sedang membicarakan hal itu dengan Om Firman"


"Mulai besok kalian mulai berberes ya..., kantor HW Logistic akan pindah ke Gedung Prima Go di lantai 25 blok B, jangan lupa buat memo juga untuk semua staff dan client kalian" Firman tersenyum menatap Andra.


Wajah Andra mendadak sumringah, tanpa harus berpikir lebih jauh dia sudah menemukan solusi untuk permasalahannya.


"Ini serius Om?, HW Logistic akan satu kantor dengan perusahan besar Prima Go Construction?, lalu masalah sewanya gimana Om?" Pertanyaan jujur itu terlontar begitu saja dari mulutnya.


"Hahaha... kau tak perlu memikirkan itu Andra, kan tadi Om sudah bilang kalau 50% saham HW Logistic adalah milik Om, masa iya minta perusahan sendiri bayar sewa?" Firman terkekeh.


"Terimakasih banyak Om, Om sudah banyak membantu kami dan Andra tak tahu bagaimana Andra bisa balas budi sama Om"


Akhirnya merekapun sepakat kantor HW Logistic akan pindah ke Gedung Prima Go dan berdampingan di lantai yang sama.


Keesokan harinya Andra mengeluarkan memo akan kepindahan kantornya kepada semua karyawannya. Semua karyawan pun menyambut gembira karena mereka sungguh tak menyangka akan berkantor di gedung megah seperti Gedung Prima Go.


Mereka dengan penuh semangat mempersiapkan kepindahan kantornya, sedangkan gudang masih tetap disana karena Firman juga sudah mentransferkan sejumlah dana untuk perpanjangan kontrak sewa gudang untuk beberapa tahun kedepan.

__ADS_1


"Ayah kita sudah terlalu banyak berhutang budi pada Om Firman, beliau yang sudah menyelamatkan perusahan kita, Andra gak tahu gimana bisa membalas kebaikan Om Firman" keluh kesah Andra kepada ayahnya pada suatu sore.


"Kehidupan itu berputar Nak, kita tak tahu apa yang akan terjadi nanti. Hutang uang wajib dibayar tapi hutang budi akan kita bawa sampai mati. Yang penting tetaplah berbuat kebaikan agar hidup kita juga dikelilingi orang orang baik seperti Om Firman".


__ADS_2