Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Tender


__ADS_3

"Papa.... Kami sudah pulang....!" Amel langsung menemui Firman yang tengah istirahat di kamarnya disusul oleh Andra, ketika mereka sudah kembali dari liburannya di Pulau Dewata. Amel dan Andra kemudian mencium tangan Firman bergantian.


"Pa... Amel bawain banyak oleh oleh dari Bali!..." Amel meletakkan beberapa tas kertas di atas meja.


"Bagaimana liburan kalian?" Firman duduk bersandar di tempat tidurnya dan bertanya. Terdengar suaranya serak disertai suara batuknya yang nyaring.


"Liburan kami sangat menyenangkan Pa!" Andra ikut duduk di tepi tempat tidur Firman bersama Amel.


"Badan papa demam, Papa sakit ya?" Wajah Amel berubah cemas saat menyentuh kening papanya yang terasa sedikit panas.


"Nggak apa apa sayang papa cuma kena flu dan masuk angin, kemarin kehujanan waktu di proyek." Suara Firman masih serak dan masih terbatuk batuk.


"Aku antar papa ke dokter ya pa?" Andra lalu memijat kaki Firman.


"Papa sudah ke dokter dan juga sudah minum obat, papa hanya butuh istirahat!" Firman tak ingin melihat kecemasan putri dan menantunya itu.


"Andra..., besok siang akan ada tender pembangunan gedung rumah sakit dan rumah susun yang diselenggarakan oleh kementerian, kalau papa masih belum sehat, papa mau kamu yang pergi kesana atas nama papa Ndra!" Firman tersenyum melirik ke arah Andra.


"Dari dulu papa tidak pernah ingin ikut tender untuk proyek pemerintahan, tapi kali ini perusahaan papa ditunjuk langsung oleh mereka untuk tender ini. Nilainya juga cukup tinggi dan akan berkesinambungan, jadi suatu kehormatan besar kalau kita bisa ikut Ndra...! Benny sudah mempersiapkan presentasinya dan Yogi juga sudah papa briefing untuk sistem tendernya. Besok pagi kamu masih punya waktu mempelajarinya dahulu sebelum kesana...!"


"Papa belum diberi tahu perusahaan mana yang akan jadi pesaing kita?!. Tapi hal yang paling penting kamu harus ingat Ndra... pemerintahan kali ini sangat bersih dan jujur, jadi jangan sampai membuat kesalahan sekecil apapun yang bisa merusak reputasi perusahaan kita!"


Firman sangat yakin kalau Andra bisa menggantikannya untuk ikut dalam tender itu.


"Papa nggak usah khawatir pa, Andra akan mewakili papa untuk tender itu!" Andra langsung mengangguk menyetujui keinginan Firman.


"Malam ini kami akan menginap disini saja Pa!" Amel menyela.

__ADS_1


"Kamu nggak masalah kan sayang kalau kita menginap disini dulu sampai papa sembuh?" Amel meraih tangan Andra agar memeluknya.


"Nggak apa apa sayang, akan lebih baik kalau kamu disini dulu merawat papa!" Andra tersenyum setuju.


Pagi harinya Andra sudah siap dengan dasi dan jas yang menyempurnakan penampilannya terlihat sangat berwibawa sebagai seorang executive muda. Setelah sarapan pagi bersama, Andra langsung berangkat ke kantor dari kediaman Firmanto.


"Semangat Bro... kita harus menang tender ini, kita harus buat Pak Firman bangga sama hasil kerja kita kali ini!" Yogi yang bersama Andra ke tempat acara tender itu memberi semangat kepada sahabatnya itu.


Di sebuah ruangan di gedung kementerian di kawasan Medan Merdeka, mereka langsung disambut beberapa pejabat dan pegawai yang akan menilai presentasinya. Sebuah tender terbuka namun hanya melibatkan 2 perusahan yang terpilih karena penunjukan langsung.


Karena Prima Go adalah rekanan baru yang ditunjuk oleh pemerintahan itu, maka Andra diijinkan memulai presentasinya terlebih dahulu. Seperti biasa, penampilan Andra saat melakukan presentasinya sangatlah mengesankan semua hadirin disana. Visi dan misinya sangat jelas sehingga para penilai terpukau kepadanya. Riuh tepuk tangan dan pujian juga tak henti hentinya diberikan kepadanya.


"Sumpah lo keren banget Ndra...lo bisa membuat semua orang terkesan!" Yogi ikut memuji Andra ketika Andra kembali ke tempat duduknya. Andra hanya tersenyum.


Seorang pria yang sedari awal acara sudah duduk tak jauh dari Andra dan Yogi memperhatikan mereka dengan sorot mata tidak senang.


Presentasi kedua dimulai, pria itu naik ke podium dan memperkenalkan dirinya bernama Pramana perwakilan dari PJA Contractor. Sebelumnya PJA sudah lama ditunjuk menjadi satu satunya kontraktor yang menangani proyek dari kementerian itu, namun karena perubahan sistem birokrasi maka harus ada perusahaan baru sebagai pembanding untuk mencegah terjadinya kecurangan oleh oknum oknum nakal yang tidak bertanggung jawab.


Acara presentasi selesai dan sebagian besar hadirin disana sudah bisa memastikan bahwa Prima Go yang memenangkan tender tersebut, akan tetapi proses sebuah tender di pemerintahan tidaklah semudah itu, masih akan ada masa review lagi dalam waktu satu bulan.


Seorang pria pejabat eselon III lalu menghampiri Andra. "Selamat ya Pak Andra, Anda memang sangat luar biasa. Saya tidak menyangka kalau putra seorang pengusaha jasa ekspedisi besar seperti Almarhum Pak Joddy Hadiwiguna ternyata juga sangat berbakat dalam bisnis konstruksi gedung!"


"Terimakasih Pak" Andra menjabat tangan pejabat itu dan tersenyum karena ternyata pria itu mengenal almarhum Ayahnya.


Pramana yang melihat hal itu makin merasa tidak senang. Dia sengaja berjalan mendekati Andra dan menabrakkan pundaknya ke pundak Andra.


Pramana menatap Andra dengan penuh kebencian.

__ADS_1


"Jangan senang dulu Pak Andra, masih ada waktu satu bulan sebelum penetapan pemenang tender ini!" Pramana mendengus sangat kesal sambil terus menatap Andra.


Andra hanya terdiam dan ikut menatap Pramana dengan wajah bingungnya kenapa pria itu begitu terlihat emosional kepadanya.


"Sudah Bro, jangan diladeni!" Yogi menarik tangan Andra mengajaknya meninggalkan tempat itu.


******


"Ting..!"


Notifikasi pesan singkat terdengar di ponsel Firman


*"Selamat Pak Firman, kemungkinan besar Prima Go akan terpilih menjadi rekanan kementerian untuk proyek proyek kami kedepannya. *Menantu anda memang sangat berbakat"


Firman tersenyum lebar membaca pesan yang dikirim seseorang dari kementerian, yang sebelumnya merekomendasikan Prima Go untuk ikut tender itu.


"Benny... Andra itu memang sangat handal, aku sangat bangga padanya!" Firman duduk sambil sedikit memutar kursi kerjanya menunjukkan kekagumannya terhadap Andra. Benny pun terlihat tersenyum senang.


"Ohya Ben, siapa perusahaan pesaing kita itu? Apa kau sudah mencari tahu?" Firman meletakkan kedua tangannya di meja menatap Benny yang duduk di depannya.


"PJA Pak Firman!" Raut wajah Benny sedikit berubah saat menyebut kontraktor yang sudah sangat ternama itu.


Benny memang satu satunya orang yang mengetahui semua rahasia perjalanan hidup Firman dari dulu. Benny adalah staff yang dari awal setia pada Firman dalam membangun usahanya.


"Dan dari informasi yang dikumpulkan anak buah saya, PJA sedang mengalami banyak masalah saat ini. Kesulitan keuangan, turnover karyawan sangat tinggi dan banyak terjadi korupsi di internal mereka sendiri. Mereka sering melakukan cara cara yang kurang sportif untuk mendapatkan proyek baru demi mendapatkan dana untuk menopang kondisi keuangan mereka. Masih ada satu bulan sebelum penetapan pemenang tender Pak, saya khawatir mereka melakukan kecurangan yang bisa membahayakan kita"


Setelah bercerita Benny langsung terdiam dia takut menerima reaksi Firman yang belum bisa ditebaknya.

__ADS_1


"PJA... Pilar Jaya Anugrah... Rizal Nugroho!!" Firman mengetuk ngetukkan jari telunjuknya ke meja.


Wajahnya memerah, matanya membulat mengingat nama perusahaan yang sangat dikenalnya itu. Perusahaan tempat ia pernah bekerja sebelum memiliki perusahaan kontraktor sendiri yang kini berkembang sangat maju bahkan sekarang sudah melewati PJA.


__ADS_2