
"Belum selesai juga reuninya?"
Yogi masuk ke ruangan Andra tanpa permisi dan menyela obrolan Andra dengan Vilda.
"Bagaimana kalau kita makan siang bareng di bawah! Gue juga mau kali ikut ngobrol ngobrol sama kalian!" ajak Yogi sambil ikut duduk di salah satu kursi di sebelah Vilda.
Andra melirik jam tangannya. "Iya nih sudah waktunya makan siang" Andra menutup layar laptopnya lalu meraih ponselnya dan mulai mengetik sebuah pesan singkat.
Yogi hanya geleng geleng kepala melihat kegiatan rutin sahabatnya yang seperti itu "Iya waktunya kita makan! bukan kirim pesan buat ngingetin makan siang!" seringainya.
Yogi sudah hafal di jam jam itu pasti Andra akan mengirim pesan ke Amel hanya untuk mengingatkannya makan siang.
Andra hanya tersenyum tipis tak menanggapi dan tetap melanjutkan mengirim pesan.
Vilda hanya bisa bengong tak berkomentar, dia belum tahu apa saja yang sering dilakukan Andra sehingga Yogi menggodanya seperti itu.
Yogi terkekeh lalu menoleh ke arah Vilda yang hanya diam dan terlihat bingung. "Biasa lagi bucin tuh!" bisiknya ke Vilda sambil menyenggol siku Vilda dengan senyum seringai yang masih melekat di bibirnya.
"Pasti kirim pesan ke istrinya ya Gi?" tanya Vilda juga setengah berbisik .
"Pastinya lah, siapa lagi?!" Yogi menaikkan pundaknya acuh. Vilda hanya tersenyum.
"Sudah selesai! Ayo kita turun, kan tadi ngajakin makan bareng!?" Andra beranjak dari tempat duduknya.
"Jadi baru hari pertama gue kerja udah dapat traktiran makan siang nih?" Tanya Vilda dengan nada senang namun terdengar polos.
"Bukan hari pertama saja, tiap hari juga kalau mau pasti ditraktir! Bos kita ini kan Sultan!" Kekeh Yogi lagi, dan Vilda juga ikut terkekeh.
Andra kembali hanya menanggapi dengan senyum tipisnya "Buruan...! jadi makan nggak!?" Tegasnya lalu melangkah keluar ruangannya, Yogi dan Vilda juga menyusul mengikuti Andra yang sudah mendahului mereka.
__ADS_1
Mereka menuju ke sebuah restoran masakan China yang ada di ground floor Gedung Prima Go. Begitu melihat Andra, pelayan di restoran itu langsung menyapa mereka dengan ramah.
"Smoking area ya Mbak!" Seru Yogi kepada pelayan itu yang kemudian mengantarkan mereka ke meja khusus tamu VIP yang terletak di open air area. Restoran itu memang tempat makan favorite Andra dan para pelayan disana sudah sangat mengenalnya.
"Seperti biasa Mbak, calamari with mushroom sauce, sapo tahu dan nasi hainan!" Andra langsung memesan makanan kesukaanya tanpa melihat menu yang disodorkan pelayan itu, sementara Yogi dan Vilda masih sibuk memilih makanan yang akan dipesannya.
"Dari dulu makanan kesukaan lo itu itu aja Ndra?!" tanya Vilda teringat lagi semasa kuliah dulu Andra memang menyukai makan itu.
"Gue mah nggak suka pilih pilih makanan, apa aja gue makan!" sahutnya seolah memberi isyarat agar Yogi dan Vilda segera menentukan pesanannya.
"Iya apa aja kecuali kepiting kan?" Vilda kembali bertanya.
Andra tersenyum penuh arti, tidak disangkanya Vilda masih ingat kalau dia alergi terhadap kepiting dan tidak akan pernah mau makan itu.
Yogi dan Vilda sudah memesan makanannya, pelayan menyajikan minuman terlebih dahulu sambil menunggu pesanan makanan mereka.
"Lo kapan nikah Gi? masa kalah sama Andra?" Vilda mengawali obrolan mereka.
Dari semasa kuliah mereka memang sudah biasa bercanda konyol, karenanya Andra maupun Vilda tidak menanggapi serius candaan Yogi.
"Adik adik gue masih kuliah Vil, nunggu mereka lulus dulu baru gue nikah, maklum gue kan tulang punggung keluarga sekarang!" Ucapan Yogi terdengar jujur.
"Tapi calonnya udah ada kan Gi?" Vilda masih mencercanya dengan pertanyaan.
"Calonnya malah udah kebelet pengen buru buru di gas pol, tapi Yogi aja tuh yang masih belum berani ganti oli!" Andra menyela dengan lebih konyol lagi.
Meski konyol, Vilda tetap tergelak mendengar kata kata Andra, Yogi hanya cengar cengir dibuatnya.
"Lo sendiri kenapa belum nikah Vil, biasanya cewek itu lebih suka menikah di usia muda!" Yogi balik bertanya.
__ADS_1
"Buat apa buru buru nikah, mending tebelin dompet dulu!" Kilah Vilda sambil menyedot es teh manis yang dipesannya. Andra hanya melirik datar ke arah Vilda, kembali ia melihat rona kebohongan di balik wajah ceria Vilda.
"Lo kan udah lama nikah Ndra, emangnya lo belum pengen punya baby ya?" Vilda kini melirik Andra dan bertanya.
Andra hanya menarik nafas panjang. "Hemm.... gue sih udah pengen banget punya bayi, mertua gue juga udah terus mendesak, tapi sayangnya usaha gue belum berhasil!" jawabnya jujur.
"Emang dasar lemah lo Ndra!" Ledek Yogi. "Makanya sesekali ganti sparepart, jangan di gas pol aja tapi nggak pernah di service!" cibirnya lagi.
"Wah ngajak gelut lo Gi! Memangnya Amel itu mobil habis di gas pol terus ganti sparepart?" Tungkas Andra juga ikut terkekeh.
Yogi melebarkan tawanya, "Ha ha ha...., kan elo yang duluan bilang ganti sparepart itu wajib, tapi ganti mobil jangan!" lanjutnya lagi makin terkekeh.
Vilda hanya geleng kepala melihat kekonyolan dua sahabatnya itu.
"Makanya punya amunisi jangan suka di buang buang Bro, giliran perlu udah habis duluan, nggak berhasil deh tuh tembakannya!" Sindir Yogi masih dengan nada bercandanya.
"Nggak usah banyak bacot lo Gi! ngomong lagi gue lempar kecap mulut lo" Andra yang merasa jengkel karena ledekan Yogi lalu mengambil botol kecap dari atas meja memberi ancaman pada Yogi, ia sangat paham arti metafora di balik ucapan Yogi. Namun Yogi semakin tergelak melihat kemarahan Andra.
Sesaat Vilda dan Andra saling menatap, Vilda juga memahami maksud perkataan Yogi, namun bagi Andra kata kata Yogi itu justru kembali mengingatkan penyesalan akan masa lalunya. Andra memilih diam tak melanjutkan bercandanya lagi.
Vilda pun hanya menundukkan kepalanya tak ingin berkomentar.
Pelayan mulai menyajikan makanan dan ketiganya makan tanpa banyak berbicara lagi hingga mereka menghabiskan semua makanannya tanpa sisa.
Yogi mengeluarkan sebungkus rokok dari sakunya. "Gue ngerokok kalian nggak apa apa kan?' Tanpa menunggu jawaban Yogi langsung menyalakan rokoknya dan mulai menghirupnya.
Andra dan Vilda hanya diam dengan pikirannya masing masing sampai akhirnya mereka memutuskan meninggalkan restoran itu dan kembali naik ke lantai 25.
"Jangan lupa revisi marketing plan dan business trips yang gue tadi minta dikelarin hari ini ya Vil, gue mau double check sore ini." Perintah Andra pada Vilda saat mereka keluar dari lift.
__ADS_1
"Siap Bos!" Jawab Vilda sambil memberi hormat seperti gaya hormat saat upacara bendera.
Ketiganya lalu berpisah dan masuk ke ruangannya masing masing.