
Vilda tiba di apartemennya dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjangnya.
"Kenapa Andra ingin aku menjauhinya dan tinggal di Lombok?, dia juga sama sekali tidak berniat mencegahku mengajukan resign!" Vilda meremas bantal di hadapannya dan merasa sangat kesal.
"Kalau begini aku akan susah mendapatkannya!" gumamnya.
Vilda menyentuh layar ponselnya dan membuka galeri foto disana.
"Kau akan sangat menyesal melakukan ini terhadapku Andra!" Vilda tersenyum licik sambil memandangi beberapa foto yang diambilnya saat ia sedang bersama Andra malam itu.
Vilda menutup galeri fotonya lalu menekan sebuah nomor dan menghubunginya.
"Pram.., aku minta kau datang sekarang juga ke apartemenku, panting!" perintahnya.
"Jangan banyak alasan Pram, aku nggak mau tahu! kau harus segera kesini, aku mau nunjukin sesuatu sama kamu!" kembali Vilda menekankan suaranya.
"Ok aku tunggu! Kalau dalam tiga puluh menit kamu nggak datang maka aku akan membongkar semua rahasiamu kepada Andra!" nada suara Vilda menekankan sebuah ancaman dan ia langsung menutup teleponnya tanpa basa basi.
Vilda masih membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan beberapa menit kemudian terdengar seseorang menekan bel apartemennya.
"Itu pasti Pramana!" serunya lalu ia bangun dari ranjang dan membuka pintu apartemen itu.
__ADS_1
Pramana langsung berhambur masuk ke apartemen itu dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Vilda.
"Eh... Pram! untuk apa kau masuk ke kamarku!" Vilda berusaha menghadang jalan Pram namun Pram justru menarik tangannya mendorong tubuh Vilda ke atas ranjang.
"Kau menyuruhku kesini untuk mengajakku bersenang senang kan? Aku juga sedang sangat bergairah, aku akan mengerjaimu berjam jam sampai kamu puas Vilda!" Pram menindih tubuh Vilda dengan pupil matanya yang membesar.
"Lepaskan Pram! Aku sedang tidak ingin bermain main sama kamu! aku ingin membahas rencana kita untuk menghancurkan Andra!" Vilda mendorong dada Pram dengan sekuat tenaga dan ia berhasil melepaskan kungkungan tangan Pram, Vilda lalu duduk di tepi ranjang.
Pram ikut duduk di tepi ranjang di sebelah Vilda sambil menyelipkan tangannya di pinggang Vilda, Pram mendekatkan wajahnya ke wajah Vilda lalu bibirnya mulai nakal bermain di leher dan dada Vilda.
"Ahh... Pram!" desah Vilda, "kita bicara dulu sebentar ini sangat penting, setelah itu baru aku mau meladenimu!" Vilda mendorong wajah Pram kasar dengan telapak tangannya.
"Pram, aku sudah resign dari perusahaan Andra, dia sepertinya curiga terhadapku makanya dia ingin membuangku ke Lombok!" Vilda mulai bercerita.
"Hah.., resign??" kenapa kamu sebodoh itu Vilda?" Pram melepaskan pelukannya dari tubuh Vilda lalu berdecak kesal.
"Kalau kamu sudah nggak lagi kerja di perusahaan Andra, bagaimana kita bisa menjalankan rencana kita?" murkanya.
"Tapi aku punya ini Pram!" Vilda menunjukkan foto foto intimnya bersama Andra saat ia menjebak Andra ketika itu kepada Pram. Senyum kecut langsung terbias di wajah Pram melihat foto itu. "Kau mau membuatku cemburu ya dengan foto foto ini?" ledek Pram dengan senyum menyeringai.
"Diam, Pram!, aku tidak sedang bercanda, aku serius, Pram! katakan padaku apa yang bisa kita lakukan dengan foto foto ini?" tanya Vilda dengan ketus.
__ADS_1
"Kirimkan foto foto itu kepadaku, aku punya rencana yang sangat bagus dengan foto itu ha..ha..ha...!" Pramana tersenyum licik dan tergelak sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Pramana lalu menyalakan bluetooh di ponselnya dan ponsel Vilda sehngga foto foto itu dengan mudah disalin dari ponsel Vilda ke ponselnya.
"Apa rencanamu Pram, coba jelaskan padaku!" Vilda sangat ingin tahu rencana apa yang sedang dipikirkan oleh Pram saat itu.
Pramana langsung menjelaskan panjang lebar rencananya dan Vilda hanya menganggukan kepalanya mendengar Pram membeberkan semua rencana jahatnya untuk memisahkan Andra dan Amel.
"Hebat, Pram! idemu sungguh sungguh licik! kau benar, Amel adalah satu satunya kelemahan Andra. Dan jika Amel sudah bisa kita kendalikan maka Andra pasti akan dengan mudah kita kuasai!" Vilda semakin mengembangkan senyum liciknya.
"Kau yang akan menyerang Andra terlebih dahulu setelah itu, Amel akan aku buat membenci Andra sebenci bencinya, dengan begitu semuanya akan sangat mudah bagi kita!" tambah Pram dan ia merasa sangat yakin kalau rencananya membalas dendam kepada Andra kali itu akan berhasil dengan sempurna
Note: berhubung sepi pembaca, untuk sementara karya ini aku tamatkan dulu ya. Nanti akan dilanjutkan lagi di extra part.
Silahkan beralih dulu sementara ke karya kedua ku "DEBURAN GAIRAH SANG SEGARA" Setelah karya ini tamat, Andra dan Amelia akan kembali muncul.
Sampai bertemu di extra part ya... tetap simak kelanjutannya yang pasti akan makin seru.
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Deburan Gairah Sang Segara, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1784852&\_language\=id&\_app\_id\=1
__ADS_1