Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Konsekuensi Complaint


__ADS_3

Catatan kecil dari author: "Episode ini hanya khusus untuk yang sudah dewasa, bagi yang belum 21+ harap skip saja. Inti cerita tidak ada di episode ini, silahkan lanjut next episode!"


***********************


Vilda segera menutupi dadanya dengan cardigannya. "Cih... Jangan berani macam macam kamu Pram!" Vilda memalingkan wajahnya. Pramana menarik pinggang Vilda dan mencengkramnya kuat sehingga Vilda terkurung dalam dekapan Pramana.


"Lepaskan aku Pram!" Vilda mendorong dada Pram berusaha melepaskan dekapannya namun Pramana tidak bergeming, ia malah makin erat mendekap Vilda.


Pram mendekatkan wajahnya ke wajah Vilda lalu berusaha mencium bibir Vilda dengan gelagat penuh gairah.


Vilda berusaha mengelak, dia mendongakkan kepalanya kebelakang menghindari wajah Pram yang terus mendesaknya, dengan posisi seperti itu tentu saja Pramana malah lebih leluasa mencumbu leher Vilda.


Pram perlahan mendorong tubuh Vilda sehingga mereka kini terjatuh di atas ranjang dengan posisi Pramana ada di atas menindih tubuh Vilda.


"Pram...! Lepaskan!, jangan berani berbuat gila terhadapku!" Vilda berteriak namun Pramana semakin kuat menahan tubuh Vilda sehingga Vilda tak dapat berbuat apa apa kecuali membiarkan saja bibir Pram menyentuh leher dan dadanya.


"Dulu kau sangat suka bermain gila denganku kan Vilda? Sudah lama kita tidak melakukan kegilaan itu lagi. Malam ini aku ingin menikmatinya lagi bersama merpatiku!" Pramana berbisik di telinga Vilda sambil mencumbu telinganya lalu perlahan turun ke leher dan bibir Vilda. Tangan Pram juga sangat lincah berkelana di antara tanktop Vilda menjamah semua yang terasa menonjol di antara lekukan lekukan tubuh indah Vilda.


"Hentikan Pram...! Kamu itu sangat jahat! Kau hanya menginginkan ini dariku tanpa mau bertanggung jawab! Kau seorang pembohong Pram!" Vilda berteriak lirih, tubuh Pram sudah sangat kuat merengkuhnya hingga meronta pun dia sudah tidak sanggup lagi.


"Jangan munafik Vilda, kau juga sama menginginkan ini bukan?" Pramana tidak peduli dengan teriakan Vilda, dan malah semakin mendesak Vilda.


Tangan Pram masih terus menjelajahi semua bagian sensitif di tubuh Vilda, dua tonjolan padat itu pun diremasnya dengan lembut dan sukses membuat Vilda mendesah pelan.


"Ahhh.... Pram....! Dasar playboy! Entah sudah berapa wanita yang kau tiduri hari ini! Dan kau masih ingin melakukan ini denganku?" di balik desahannya Vilda masih memberi umpatan dan tuduhan terhadap Pramana.


"Hari ini aku belum melakukannya dengan siapapun Vilda, kau lah yang bisa menikmati gairahku hari ini!"


Pramana mulai melepaskan cardigan dari tubuh Vilda dan mengangkat tanktopnya menikmati dua gunung kembar padat Vilda dengan bibirnya.

__ADS_1


Semua yang dilakukan Pram membuat Vilda semakin hilang kendali dan ia sudah pasrah tidak melawan lagi menikmati setiap sentuhan Pram.


Satu per satu pakaian mereka terhempas ke lantai. Suasana semakin membara diantara mereka. Hanya ******* dan desis kecil yang terdengar dari mulut Vilda, Vilda menggigit bibir bawahnya saat merasakan sesuatu yang keras terus menerus menghujami liang kenikmatanya.


Pramana terus melancarkan serangan mautnya lalu tersenyum puas melihat wajah Vilda yang terlihat sangat menikmati permainan panas mereka.


Pergulatan panas itu terus berlanjut sampai berkali kali.


Vilda melentingkan tubuhnya saat ia merasakan puncak kenikmatannya.


"Ahhhh.....Pram....!!" Vilda mencengkram kuat pinggang Pram dan Pram pun mempercepat gerakannya.


"Vilda.... kau memang luar biasa! Diantara sekian banyak wanita hanya kau yang sanggup mengimbangi permainanku! ahhhhh.....!!!" Pram ikut mendesah merasakan cairan kenikmatannya kini sudah menerobos keluar membasahi raga mereka.


Pram menghembuskan nafas lelahnya, keringat bercucuran dari seluruh tubuhnya.


Pram kembali memeluk Vilda dan mengecup bibirnya.


"Terimakasih banyak merpatiku, kau sudah memuaskanku malam ini dan aku tidak akan melanjutkan complaint lagi."


Vilda hanya menatap datar ke arah Pram. Dia tahu complaint itu hanya alasan Pram saja.


"Apa kau masih mencintaiku Vilda?" Pram mengecup pipi Vilda dengan lembut. Entah mengapa tiba tiba yang Vilda rasakan kini seolah adalah kehangatan cinta dari Pram bukan nafsu lagi, dan Vilda pun terbuai.


"Kau tahu dari dulu aku selalu mencintaimu, tapi kau hanya menginginkan tubuhku, kau berbohong bilang mau menikahiku Pram! Kau malah menjadikan ketidak sucian ku sebagai alasan kau meninggalkan ku waktu itu Pram!" mata Vilda kini berkaca kaca mengingat kebodohannya yang dulu pernah dengan mudah dibohongi oleh Pram.


"Waktu itu kita melakukannya saat aku sedang mabuk Vilda, sampai sampai aku berkata hal bodoh itu terhadapmu. Aku sekarang sadar itu kesalahan terbesarku, dan bahkan kau langsung pergi meninggalkanku setelah itu!" Pram mencari alasan.


"Bukankah seseorang justru akan berkata jujur saat ia sedang mabuk Pram? Apa kau pernah berpikir betapa sakitnya aku mendengar penghinaan darimu waktu itu" Vilda Kini  sudah tidak mampu menahan air matanya.

__ADS_1


"Aku akui aku salah Vil, aku ingin minta maaf padamu akan kejadian waktu itu dan aku sungguh sungguh menyesali kesalahanku." Ucapan Pram yang penuh sihir sangat mudah dipercaya oleh Vilda.


"Sudahlah, jangan diingat lagi, kita hanya akan semakin menyesali semuanya, sekarang aku ingin menjalin hubungan ini lagi denganmu!" Pram mengusap air mata Vilda lalu mengecup keningnya.


"Kau juga bekerja disini kan sekarang, jadi kita tak akan terpisah lagi Vilda" Pramana kembali melancarkan rayuannya yang seperti biasa akan dengan mudah meluluhkan hati Vilda.


"Kamu salah Pram, aku disini hanya beberapa hari saja, aku akan secepatnya kembali ke Jakarta!" Ucap Vilda lirih.


"Jadi kau tinggal di Jakarta sekarang?" Tanya Pram lagi.


"Iya aku jadi JSO untuk hotel ini Pram dan aku kesini hanya sesekali saja dan kebetulan hotel ini adalah milik teman lamaku!" Jawab Vilda bercerita.


"Ohya, temanmu siapa?" Pramana hanya sekedar basa basi.


"Nggak penting kau tahu itu Pram!" Jawab Vilda juga dengan acuh. Pram pun hanya tersenyum tipis dan tidak terlalu peduli akan hal itu.


Vilda melepaskan pelukan Pramana lalu beranjak dari ranjang itu dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah itu ia mengambil semua pakaiannya di lantai dan mulai memakainya.


"Kau mau kemana Vilda? Bukankah seharusnya kau menemaniku semalaman disini?" Pramana mendekati Vilda lalu kembali memeluknya.


"Tidak Pram! aku harus kembali ke kamarku, aku tidak mau ada staff hotel ini yang melihatku ada di kamarmu, apa kata orang nanti?" Vilda melepaskan pelukan Pram.


"Apa kamu mau kita melakukannya lagi di kamarmu saja Vilda?" Pram bertanya penuh harap.


"Jangan nekat kamu Pram! Dasar Playboy dikasih sekali minta nambah. Serakah kamu!" Vilda mendengus kesal.


Pram hanya terkekeh dan tak ingin menahan Vilda lagi, "Baiklah merpatiku, aku akan sangat merindukanmu, ku harap besok kita bisa lanjutkan ini lagi!" Pram tersenym genit dan makin berharap, Vilda hanya menggeleng.


Vilda lalu mengendap endap keluar dari kamar Pram menuju ke kamarnya agar tidak ada yang curiga kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2