Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Jangan Bohong Lagi


__ADS_3

Amel meninggalkan apartemen Julia dan pulang ketika hari sudah sore. Ia sampai di rumah sebelum Andra tiba, dan langsung masuk ke kamarnya.


Ketika Andra pulang, Amel tidak menyambutnya seperti biasanya. Andra bisa menebak kalau istrinya itu masih marah terhadapnya karena ia sudah berbohong saat ingin menemui Arini sebelumnya.


Andra pun ikut masuk ke kamar, ia mendapati Amel tengah duduk di sofa dan memainkan tabletnya.


Amel tidak menyapa Andra bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arahnya, Andra semakin menyadari kalau istrinya itu masih sangat kesal terhadapnya.


Perlahan ia mendekati Amel dan memeluknya dari belakang, "Sayang kamu masih marah ya sama aku?" Andra menyelipkan dagunya di pundak Amel dan mengecup pipinya.


Namun Amel tetap diam hanya menatap layar tabletnya tanpa mempedulikan Andra sama sekali.


"Ehmm.... maaf ya sayang aku tak bermaksud berbohong padamu, aku hanya tidak ingin kamu salah paham padaku!" Andra merebut tablet dari tangan Amel dan meletakkannya di meja.


"Sumpah deh kamu itu nyebelin tahu nggak?!" Amel mendengus kesal. "Kamu bilang pergi meeting tapi nyatanya kamu menemui wanita lain, lalu aku kamu anggap apa?!" Amel melepaskan kasar pelukan Andra lalu berdiri dari tempat duduknya dan cemberut.


Andra hanya tersenyum kecil lalu ikut berdiri dan kembali memeluk Amel lebih erat. "Sayang jangan marah marah terus dong! Kamu tahu nggak, kalau kamu cemberut begini, bibirmu terlihat makin seksi dan menggairahkan!" Andra tersenyum genit dan mendekatkan wajahnya ke Amel lalu mencium bibir Amel sangat dalam. Meski sedang kesal Amel tidak dapat menolak ciuman Andra, entah mengapa ia merasakan seperti ada magnet di bibir Andra yang menariknya untuk ikut menempelkan bibirnya di bibir Andra dan membalas ciuman itu juga sangat dalam. Andra baru melepaskan ciumannya ketika merasakan Amel mulai tersengal kehabisan nafas. Amel mendorong tubuh Andra berusaha melepaskan pelukannya lagi.

__ADS_1


"Jangan merayuku! Memangnya kamu nggak lihat aku tuh lagi marah sama kamu!" Ucap Amel dengan ketus.


Lagi lagi Andra hanya tersenyum melihat sikap acuh Amel yang menurutnya terkesan konyol.


"Ehm... sepertinya istriku yang cantik ini sedang cemburu ya?" Andra kembali menarik pinggang Amel ke dalam dekapannya.


"Lepas!! Sesak tahu!" Teriak Amel yang merasa sesak karena Andra merangkul pinggangnya terlalu kuat, Andra hanya melonggarkan pelukannya namun tidak melepaskannya.


Amel menghembuskan nafas kasar "Kau bilang aku cemburu? Buat apa? Arin sudah meninggal!" Balasnya dengan nada makin kesal.


"Sekali berbohong selamanya akan jadi pembohong!" Ketusnya lagi.


"Ok awas aja kalau berani bohong lagi!" Ancam Amel, lalu ia pun ikut mengaitkan kelingkingnya di kelingking Andra meski sorot matanya masih terlihat tidak terima dengan permohonan maaf dari Andra.


Andra tersenyum gemas lalu kembali mencium bibir Amel dan menc*mb* leh*rnya.


Note: Sampai disini buat yang belum 21+ jangan dibaca ya...! Tolong di skip saja dan lanjut ke next episode

__ADS_1


Kini tangan Andra sudah sangat lincah menjelajah diantara lekuk tubuh Amel yang masih terkurung dalam dekapannya.


Amel pun sudah tidak ingin menolak lagi semua sentuhan itu, sehingga Andra semakin mudah menjamah semua yang ada di balik pakaian yang dikenakan Amel. Keduanya lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa dan saling menindih. Pakaian mereka berhamburan di lantai dan dua insan itu hanyut dalam pergumulan panasnya.


Amel menghempaskan tubuhnya di sofa dan mengatur nafasnya yang masih memburu, ia sangat kelelahan setelah beberapa kali merasakan kehangatan cintanya bersama Andra.


"Sayang aku mau mandi!" Andra mengambil pakaiannya di lantai. "Kamu juga belum mandi kan?" tanyanya lagi.


"Mmmmm" Amel hanya mengangguk namun tetap tak beranjak dari sofa. Andra lalu mengangkat tubuh lelah Amel dan menggendongnya ke kamar mandi, mereka sama sama membenamkan tubuhnya di bath tub. Sesekali terdengar gelak tawa mereka diiringi gemericik air.


"Sayang kita lakukan sekali lagi disini ya?" Andra mendekatkan kepalanya di leher Amel dan kembali menc*mb*nya.


 "Jangan sayang nanti saja di ranjang!" Jawab Amel dengan polos.


Setelah selesai mandi Andra kembali menggendong Amel dan membaringkannya di atas ranjang. Pergulatan panas itupun terjadi lagi sampai keduanya sama sama puas menikmati kehangatan cinta mereka.


Dear Editor,

__ADS_1


Yang ini tolong loloskan saja, tidak terlalu vulgar kok tapi romantis "_"


__ADS_2