
Di sebuah toko pusat penjualan perlengkapan pesta, Amel dan Mayra terlihat bersemangat berbelanja beberapa jenis barang.
"Akhirnya semua dapat....acara besok harus sukses May.... ini event pertama kita, semuanya harus sempurna!" Amel tersenyum senang karena semua barang yang dibutuhkannya sudah di dapatkannya.
"Pasti sukses Mel...semangat...semangat...semangat!" Mayra juga terlihat ikut bersemangat mempersiapkan acara ulang tahun sebuah perusahaan yang merupakan relasi bisnis Firman dan itu juga adalah hasil rekomendasi dari Firman sebelumnya.
Amel dan Mayra lalu mendorong kereta belanjanya menuju meja kasir. Setelah membayar, kedua wanita itu berjalan menuju lobby toko dengan tangan mereka yang penuh dengan tas belanja.
"Mel.. titip belanjaan ini sebentar, gue kebelet mau ke toilet!" Mayra menyerahkan semua barang barang di tangannya begitu saja kepada Amel, lalu buru buru berlari menuju toilet yang tak jauh dari tempat itu.
Amel yang juga sudah kerepotan membawa banyak barang barang di kedua tangannya mendengus kesal.
"Dasar Mayra..... Main titip aja..., emangnya dia nggak lihat kalau aku juga kesusahan membawa semua ini!".
Beberapa kali barangnya terjatuh karena tangannya sudah tidak dapat memegang semua tas tas itu.
"Nona Amelia, mari saya bantu membawakan barang barangnya ke mobil!" Suara seorang pria terdengar dari sebelahnya.
Amel menoleh ke arah suara itu lalu terperanjat dan sangat terkejut melihat seseorang yang kini berdiri di hadapannya sambil mengulurkan tangannya menawarkan bantuan.
Pramana berdiri di depan Amel dengan senyum manis tersimpul di bibirnya.
"Kau..... ?! Ngapain kamu disini?!" Amel memalingkan wajahnya, raut kebencian tersirat di matanya ketika melihat seseorang yang sudah lama mampu dilupakannya.
"Kebetulan ada yang mau aku beli di toko ini, dan aku nggak nyangka kita bertemu disini! Apa kabarmu Mel? Sudah lama sekali kita tidak bertemu?!"
Pram berusaha meraih barang barang bawaan Amel dan membantu membawakannya.
"Aku tidak butuh bantuanmu Pram... menyingkirlah!"
Meski susah payah Amel tetap berusaha membawa semua barang barangnya dan berjalan meninggalkan Pram. Namun beberapa kali tas itu terjatuh lagi dan lagi. Pram semakin melebarkan senyumnya melihat usaha Amel untuk menghindarinya itu.
"Kau tidak akan bisa membawa semua ini sendiri Mel.... ini sangat banyak dan berat, aku akan membantumu!" Pram memungut tas yang terjatuh di lantai dan kembali mencoba meraih tas yang lain dari tangan Amel.
"Kau tak perlu menghindariku Mel..., Aku tidak bermaksud apa apa..aku hanya tidak sengaja bertemu denganmu disini!" Pram menatap wajah Amel yang terlihat sangat kesal.
Sejenak Amel terdiam dan membiarkan Pram mengambil beberapa tas dari tangannya membantunya membawa barang barang itu.
Amel meraih ponsel dari tasnya dan menelepon supirnya.
__ADS_1
"Hai Pram....!" Mayra berjalan cepat mendekati Pramana dan Amel yang sudah berdiri di dekat area penjemputan.
"Mayra.... apa kabar?" Pram ikut menyapa Mayra dan tersenyum ramah.
"Kabar baik Pram... kau sendiri gimana?" Mayra menyapa Pram juga dengan ramah.
"Aku juga baik May" Pram menyerahkan tas di tangan kanannya ke Mayra lalu menjabat tangan Mayra.
Tak lama mobil Amel berhenti di area penjemputan itu, Pak Usman supirnya lalu membuka bagasi dan memasukkan semua barang barang kesana.
Amel langsung masuk ke mobil meninggalkan Mayra dan Pram yang masih berdiri disana.
"Cepet May... kita sudah terlalu lama disini!" Amel membuka kaca mobil memanggil Mayra yang masih berbincang dengan Pram. Amel cemberut karena tidak senang melihat Mayra yang begitu ramah terhadap Pram.
Mayra pun menyusul Amel masuk ke dalam mobil dan mobil itu langsung meluncur meninggalkan Pram yang masih berdiri di tempat yang sama.
"Amelia.... kau masih sama seperti dulu! Ehm... sangat cantik dan juga sangat emosional!" Pram tersenyum menggumam dalam hatinya.
"May elo itu ganjen banget sih jadi orang!! Ngapain lo sok sok manis gitu tadi sama Pram!" Di dalam mobil yang melaju menuju kantornya, Amel terlihat makin kesal kepada Mayra.
"Bagaimanapun juga Pramana itu sahabat kita semasa sekolah Mel..., lagian sudah lama kan kita nggak ketemu, cuma bertanya kabar saja, memangnya salah?" Mayra membela diri.
"Ha ha ha...sudahlah Mel jangan diingat ingat lagi... elo kan sudah lama move on dari dia, lagian ada pangeran yang jauh lebih tampan dari dia bersama lo sekarang!" Mayra terkekeh tersenyum menggoda Amel yang begitu menunjukkan kebenciannya terhadap seseorang dari masa lalunya itu.
Tak lama mobil itu sudah tiba di kantor AM Production dan Mayra Studio.
Pak Usman memasukkan semua barang barang belanjaannya ke dalam ruangan kantor itu. Amel dan Mayra langsung sibuk mempersiapkan beberapa kebutuhan yang akan digunakannya untuk acara besok.
"Ah... gue penat Mel... kita ngopi di sebelah yuk!" Mayra yang sudah menyelesaikan pekerjaannya mengajak Amel ke cafe di sebelah kantor mereka.
Mayra dan Amel lalu memilih tempat duduk dan memesan dua gelas es kopi.
Belum sempat menikmati kopinya, lagi lagi Amel terkejut karena melihat Pramana berjalan mendekatinya ke tempat duduknya bersama Mayra.
"Ngapain lagi kau kesini...! Aku tahu, kau sengaja mengikuti kami kan?!" Amel berdiri berkacak pinggang menatap Pram yang hanya tersenyum di hadapannya.
Mayra pun ikut berdiri dan heran melihat Pramana sudah berdiri di dekat mereka.
"Ha..ha..tanpa mengikuti kalian pun aku pasti tahu tempat ini!" Pram menarik kursi dan duduk di meja yang sama dengan Amel dan Mayra.
__ADS_1
"Jangan marah gitu Mel... duduklah!... Aku tahu aku banyak melakukan kesalahan di masa lalu, dan aku minta maaf untuk semua itu. Tapi kali ini aku tegaskan padamu kalau aku kesini bukan untuk macam macam terhadap kalian, aku hanya ingat pertemanan kita dan aku juga ingin mengucapkan selamat karena kalian sudah membuka usaha EO sekarang.!"
Amel dan Mayra akhirnya duduk untuk melanjutkan menikmati es kopinya meski merasa risih karena ada Pramana diantara mereka.
"Usaha kalian ini sangat potensial, kalau client ku butuh EO setidaknya sekarang aku punya referensi baru!" Pram berusaha mencairkan suasana tegang di antara mereka. Perlahan obrolan diantara mereka mulai nyambung. Amel masih terlihat tidak tertarik dengan obrolan itu dan hanya menjawab sesekali dengan singkat.
"May sebentar lagi suamiku pulang kantor dan menjemputku disini, sebaiknya kita sekarang cek persiapan akhir untuk acara besok!" Amel yang sangat tidak senang dengan obrolan bersama Pram berusaha menutupnya lalu berdiri dan melangkah meninggalkan cafe itu tanpa mengucapkan kata permisi kepada Pram.
"Tunggu Mel.. gue ikut!" Mayra ikut beranjak dari tempat duduknya.
"Pram.. sorry ya aku masih banyak kerjaan. Ini kartu namaku dan Amel, kalau kau punya client yang butuh EO kamu bisa hubungi kami!" Mayra menyerahkan dua buah kartu nama dengan logo AMP kepada Pram lalu melangkah pergi menyusul Amel.
Pram masih duduk di cafe itu memandangi dua buah kartu nama di tangannya. "Amelia.... Amazing Moments Production, Andra.... sedikit lagi...kalian akan masuk dalam jebakanku". Pram menggumam dan tersenyum licik.
Hari semakin sore, terlihat mobil Andra memasuki parkir AMP dan Andra langsung masuk ke ruang kantor itu menemui Amel dan Mayra yang sudah mulai berberes hendak pulang.
"Gue pulang duluan ya May...!, Besok pagi kita angkut semua persiapan ini ke tempat acara. Harus semangat ya!!" Amel menepuk pundak Mayra yang masih duduk di kursi kerjanya lalu mendekati Andra yang sudah menunggunya.
"Kamu nggak pulang juga May?" Andra memperhatikan Mayra yang masih duduk sambil membenahi make up nya.
"Bentar lagi Ndra..aku masih nunggu seseorang!" Mayra menjawab sambil memandangi wajahnya pada cermin di kotak bedaknya.
"Katanya ada murid baru yang akan daftar kelas dance kesini sayang... makanya dia pulang belakangan!" Amel ikut menimpali sambil menggandeng tangan Andra mengajaknya keluar.
Andra dan Amel lalu meninggalkan kantor itu.
Beberapa menit kemudian sebuah mobil juga masuk ke area parkir. Yogi turun dari mobilnya dan masuk ke kantor AMP.
"Hai May....sudah siap pulang?" Yogi tersenyum melihat Mayra yang sudah menunggunya.
"Sudah dong!" Mayra ikut tersenym dan berdiri dari tempat duduknya.
"Kamu cantik sekali hari ini May...!" Yogi menggoda Mayra sambil menyilangkan sikunya menggandeng tangan Mayra lalu membawanya ke mobilnya. Mayra hanya tersipu membalas tatapan Yogi.
"Kita makan malam dimana May?" Yogi bertanya saat sudah duduk di kursi kemudi, tangannya mulai menggerakkan persneling dan mobil itu perlahan bergerak maju.
"Terserah kamu aja Gi, aku ngikut aja!" Mayra hanya tersenyum.
Setelah beberapa menit melaju di antara kemacetan, Yogi menghentikan mobilnya di sebuah restoran masakan Indonesia yang terlihat cukup ramai. Mereka duduk lesehan di satu bale dekat kolam ikan. Pelayan menyodorkan buku menu, Mayra dan Yogi mulai memilih beberapa jenis makanan. Hembusan angin di area terbuka itu menerpa rambut Mayra sehingga menutupi wajahnya. Yogi mengusap kening Mayra dari rambut yang menutupi wajah manis Mayra sambil tersenyum.
__ADS_1
Mayra yang biasanya selalu ramai saat berbicara malam itu lebih banyak diam, dia dan Yogi hanya saling menatap dan tersenyum.