
Andra masih bersandar di tepi tempat tidur dan membawa Amel dalam pelukannya. Raut kebahagiaan menghiasi setiap senyuman di wajah keduanya.
"Andra, kamu masih merasa pusing?" Amel melepaskan pelukan Andra lalu menyentuh keningnya.
"Sudah enggak sayang" Andra kembali menarik tubuh Amel dan memeluknya lebih erat.
"Aku sangat bahagia bisa memelukmu seperti ini sayang...!" Andra mengecup kening Amel lagi.
"Aku juga sayang" Amel ikut memeluk Andra lebih dekat.
Waktu terasa begitu cepat berlalu, Andra dan Amel hanya menghabiskan hari itu berdua di kamar saja. Walau kedua insan yang sedang jatuh cinta itu hanya berbincang dan bersenda gurau bersama, namun kehangatan sangat terasa di antara mereka.
"Sayang.. aku jarang melihat Mayra belakangan ini. Biasanya dia rajin mengunjungimu, tumben dia nggak kesini?" Andra yang baru selesai mandi langsung menghampiri Amel yang masih duduk di tempat tidur dan sedang asyik memainkan tablet nya.
"Iya sepertinya dia sibuk, sudah dua minggu dia nggak pernah kesini, tiap kali aku kirim pesan, dia jawabnya lama.... dan dia selalu bilang lagi banyak kelas."
Amel masih nampak serius memandangi layar tabletnya.
"Kau sedang apa sayang, serius banget!" Andra menghampiri Amel dan memeluknya dari belakang. Mata Andra ikut melirik layar tablet yang ada di tangan Amel.
"Wow apa ini sayang?... Chapel, altar, pergola, Tiffany chair, flower bucket....! Indah sekali..." Andra ikut menyentuh layar tablet Amel lalu menggesernya melihat semua gambar gambar yang sedang dilihat Amel di layar tabletnya itu.
"Sahabatku Kate dan Nelson di Sydney akan menikah 4 bulan lagi, mereka minta bantuanku membuat rancangan pernikahan mereka, soalnya dulu waktu aku disana, aku sering ikut bantu teman di wedding organizer, jadi aku bisa merancang sendiri semua ini".
Andra hanya menghela nafas pelan lalu mengecup pipi Amel dengan mesra.
"Sayang maafkan aku, aku tahu kau menyukai semua kemegahan ini dalam sebuah acara pernikahan. Tapi pernikahan kita sendiri....., sangatlah sederhana...., aku tahu kamu sangat kecewa dengan semua itu."
Sejenak Andra terdiam saat mengingat wajah Amel yang nampak begitu kecewa di hari pernikahan mereka.
"Aku sudah melupakan semua itu Andra...., menurutku yang terpenting dalam sebuah pernikahan adalah cinta. Waktu itu aku memang mungkin sangat kecewa karena kita menikah saat rasa ini belum ada, tapi sekarang aku sangat bahagia bisa memilikimu dalam hidupku." Amel tersenyum sambil menyentuh wajah Andra dan ikut memberi kecupan di pipinya.
__ADS_1
"Aku lihat dari dulu kamu suka merancang acara ya? Dulu waktu acara ulang tahunmu yang ke 24, itu kau juga yang mengatur semua sendiri dan itu sangat luar biasa!" Andra makin menempelkan wajahnya di wajah Amel sambil memeluknya erat.
"Dari dulu aku memang tertarik menjadi event organizer Ndra... aku suka pesta dan euforia orang orang yang tersenyum bahagia dalam kesuksesan sebuah acara." Amel meletakkan tabletnya di meja nakas.
"Setelah kakiku sembuh dan aku sudah bisa jalan normal lagi aku ingin bisa membantu orang orang merancang acara..!"
Amel memegang tangan Andra agar lebih erat lagi memeluknya.
"Aku akan mendukungmu sayang... apapun itu...! Kalau memang kamu berminat, kau bisa buat event organizer sendiri, kamu bisa rekrut orang untuk membantumu. Ku rasa client client ku dan juga client papa banyak yang akan tertarik menggunakan jasa EO dalam setiap acara mereka. Dan aku bisa merekomendasikan mu!" Andra tak bosan bosannya mengecup pipi Amel dan mencium rambutnya makin mesra.
"Serius sayang? Kau setuju kalau aku menjalankan usaha EO?" Amel menatap Andra seakan tak percaya.
"Tentu...!"
"Walaupun kau seorang istri di rumah ini, aku tidak akan pernah mengekangmu sayang... kamu boleh melakukan apapun yang kamu sukai, termasuk juga ikut bekerja. Aku tahu kau wanita yang pintar dan berpendidikan tinggi, masa iya aku akan mengurungmu di rumah dan hanya jadi ibu rumah tangga saja."
"Dulu Bundaku juga bekerja. Sambil ngurus kantor cabang kami di Denpasar, Bunda mengelola sebuah tour operator untuk wilayah Bali dan Indonesia Timur lainnya, dan Ayah tidak pernah melarangnya melakukan semua itu"
"Tapi..... kau jangan sampai melupakan kewajibanmu sebagai istriku... dan pekerjaan jangan kau jadikan prioritas, jadikan itu selingan saja supaya kau tidak bosan!" Andra membelai rambut panjang Amel dan menciumnya.
"Ehmm.... mulai berani ya gadisku ini..!" Andra semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Amel dan mencium bibir Amel sangat dalam, Amel pun membalas ciuman itu dengan begitu hangat.
Amel dan Andra makin hanyut dalam deburan asmara yang bergemuruh semakin kencang di hati mereka.
"Sayang.... apa aku boleh minta kamu memenuhi kewajiban mu sebagai istriku sekarang? Atau apa menurutmu ini terlalu terburu buru?" Andra berbisik jujur di telinga Amel karena sudah ingin menunaikan ritual malam pertamanya bersama Amel hari itu. Amel hanya tersenyum dan mengangguk.
Dua orang yang sedang dimabuk asmara itupun akhirnya mengecapi manisnya cinta mereka berdua.
"Aahhhh......Andra... I love you..." Amel mendes*h dan berbisik ketika dia sudah di puncak kehangatannya.
"I love you too Amel..." Andra juga berbisik saat merasakan hembusan cintanya berdesir menelusup ke raga Amel.
__ADS_1
Amel melingkarkan kedua tangannya di leher Andra yang sudah menghembuskan nafas lelahnya. Akhirnya setelah hampir setahun mereka menikah, baru malam itu rasa mereka berpadu. Kehangatan dan kelembutan Andra mebuat Amel sangat bahagia.
"Andra...sekarang kau sudah tahu semuanya tentang diriku, aku hanya berharap setelah ini kau tidak akan berubah terhadapku!" Amel merebahkan kepalanya di dada Andra yang berbaring di sebelahnya sesaat setelah pergumulan mereka.
"Pastinya aku akan berubah Mel... aku akan berubah makin sayang dan cinta padamu."
Andra mengusap lembut kepala Amel.
"Andra... aku tidak sedang bercanda! Kau tidak bisa memahami perkataanku." Amel menghela nafas kesal.
"Aku paham maksudmu sayang...., bagiku kau adalah masa sekarang dan masa depanku. Yang sudah terjadi aku tidak peduli! Semua orang punya masa lalu tapi bukan berarti masa lalu itu harus menjadi penghalang kita melangkah ke depan."
Andra memang tidak pernah berpikir menoleh ke belakang lagi dalam menjalani hubungannya dengan Amel, apalagi dia tahu Amel pernah tinggal beberapa tahun di Sydney dimana disana pergaulan begitu bebas. Kesucian cinta tidak hanya diukur dengan baik ataupun buruknya masa lalu seseorang.
Andra membalikkan badannya dan mendekap Amel lebih dekat. Amel merasa begitu tenang mendengar perkataan Andra, tak ada kata lain lagi terucap, kini hanya kebahagiaan yang mengisi jiwanya.
"Sayang, aku lapar...!" Amel menyentuh perutnya yang terasa keroncongan setelah semua yang sudah terjadi.
Pakai bajumu sayang....! Bi Nur pasti sudah nyiapin makan malam untuk kita, Ayo kita ke ruang makan." Andra melepaskan dekapannya sambil meraih pakaian mereka yang masih berserakan di lantai.
Setelah makan malam Andra dan Amel langsung masuk kamar lagi seolah tak ingin melewatkan sedetikpun waktu mereka tanpa kemesraan.
"Sayang... sekali lagi boleh ya...Aku masih pengen..!" Andra merengek sambil memeluk tubuh mungil Amel.
Lagi lagi Amel hanya mengangguk lalu Andra menggendongnya dan membaringkan tubuh Amel di ranjang.
Untuk kedua kalinya mereka menghabiskan malam itu dengan penuh cinta.
Amel nampak sangat kelelahan karena berkali kali mencapai puncak kehangatan dari setiap sentuhan Andra.
"Ahhh....Sayang sudah!....aku lelah!" Amel berbisik lirih, Andra hanya tersenyum lalu mempercepat gerakannya.
__ADS_1
"Ahhhh......" Andra juga mendes*h saat merasakan kembali desiran cintanya mengalir membasahi Amel.
Keduanya tidur berpelukan di dalam selimut sampai akhirnya terlelap karena kelelahan.