Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Liburan


__ADS_3

"Pagi Pa..." Amel keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Firman di meja makan.


"Hei... putri papa sudah bangun rupanya.. ayo sarapan dulu" Firman menyapa putrinya.


Setelah Firman mengutarakan rencana perjodohan Amel dan Andra itu tadi malam, Amel memang memilih mengurung diri di kamarnya. Firman terlihat senang karena setelah perdebatan dengan putrinya itu Amel masih mau menemaninya sarapan.


"Kamu nggak pergi ke studionya Mayra hari ini sayang?" Firman bisa melihat wajah suntuk putrinya.


"Amel bingung mau ngapain pa, Amel bosan!" Runtuknya.


"Ehmm... kenapa kamu gak pergi liburan aja sayang.. sudah lama kan kopermu nganggur?!" Firman berusaha menghibur putrinya.


"Emangnya boleh pa?" Wajah Amel mendadak sumringah mendengar tawaran papanya.


"Sebelum hari pernikahanmu, papa ijinkan kamu puas puasin dulu jalan jalan sayang...."


"Tolong jangan bahas tentang pernikahan lagi pa.., Amel gak mau denger itu lagi" Amel menundukkan wajahnya. "Baiklah.. sekarang kamu pikirkan saja kemana kamu akan pergi liburan, kamu bebas mau kemana aja sayang, tapi kamu perginya harus sama Mayra!" Firman mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa harus sama Mayra pa?" Amel penasaran karena tidak biasanya papanya mengharuskan dia pergi bersama Mayra sahabat baiknya semenjak ia kecil.


"Karena kalau sama Mayra papa yakin kamu gak akan macam macam sayang..., takutnya nanti kamu bukan liburan malah kabur dari papa haha.." Firman terkekeh kecil. Amel pun tersenyum karena tingkah konyol papanya.

__ADS_1


*****


Suara musik sudah tak terdengar lagi di Mayra Studio ketika Mayra sudah menyelesaikan kelas senam hari itu.


Mayra keluar dari studionya lalu masuk ke kafetaria di sebelah studionya. Amel sudah menunggunya disana.


"Kok lo kelihatan lemes banget sih Mel? Dan tumben hari ini lo nggak ikut zumba" Mayra menghampiri Amel sambil memesan jus jeruk kepada pelayan kafe.


"Gue lagi bete May..., gue stress!" Amel menekan keningnya dengan jarinya.


"Ada masalah apa sih? Kayaknya lo kurang travelling deh?!" Mayra terkekeh menggoda Amel.


"Hah...Andra maksud lo?, wahhh..... selamat ya Mel.. pasti lo bahagia banget kan?" Mayra tersenyum senang.


"Diam kau!" Amel menatap Mayra kesal. "Gue gak lagi bercanda tau.. bokap gue bener bener keterlaluan May, dan gue nggak bisa nolak keinginannya kali ini" wajah Amel mendadak sedih.


"Ehmmm.... gue rasa bokap lo nggak salah Mel, Andra itu sangat cocok jadi pasangan hidup lo" Mayra berusaha menghibur sahabatnya.


"Tapi gue nggak cinta sama dia May, pria dingin itu cocoknya jadi mummy aja deh, diawetkan dalam freezer biar nggak bisa jadi pengacau dalam hidup gue!" Amel bersungut lagi. Mayra kembali tersenyum melihat sahabatnya itu.


"Mel.. bokap lu pasti sudah memikirkan ini baik baik Mel, percaya deh semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya." Mayra mengarahkan sedotan di gelas jus nya ke bibir Amel. Amel menyedot seteguk jus itu kemudian memegang pundak Mayra.

__ADS_1


"May, lo mau nemenin gue liburan nggak? Seminggu aja deh, gue mau nenangin pikiran sejenak" raut muka Amel kembali sedikit cerah ketika ingat rencana jalan jalannya.


"Jalan jalan kemana Mel?" Mayra juga menyedot jusnya lalu meletakkan gelas itu kembali ke atas meja.


"Nggak jauh jauh kok, ke Thailand atau ke Korea.., lo pilih mana May?" Ajak Amel penuh rasa antusias.


"Hah...ke Thailand, Korea? Ke luar negeri Mel? Itu lo bilang nggak jauh?" Mayra terheran heran. "Kalau liburannya ke Ancol, Bandung atau Puncak itu baru namanya nggak jauh Mel... yah,,, jauhan dikit ke Bali, Lombok atau Raja Ampat gitu" Mayra meyakinkan lagi.


"Ke luar negeri lah May..., masa disini sini aja? Sudah mainstream tau..., bila perlu ke luar angkasa atau ke kutub. Sekalian kita pulangin Si Manusia Es Batu ke asalnya hahahaha" Amel menertawakan kekonyolannya sendiri.


"Tapi tabungan gue nggak cukup buat jalan jalan ke luar negeri Mel, disini sini aja ya" Mayra ragu.


"Jangan merasa jadi orang susah gitu May, lo tenang aja semua gue yang urus!" Amel mengedipkan matanya. "Seriusan Mel? Mayra masih tak percaya.


"Iya.... serius" Amel menaikkan jari tengah dan jari telunjuknya.


"Wahhh..... makasih ya Mel, you are the best pokoknya" sahut Mayra sambil merangkul pundak sahabatnya itu.


"Eh jangan nempel gini.... lo itu bau ketek" Amel cekikikan seraya melepaskan tangan Mayra yang merangkulnya. "Yaelah... namanya juga habis olahraga, ya wajar lah bau keringat" Mayra membela diri sambil tertawa kecil.


Seminggu kemudian, dua sahabat itupun bersiap untuk liburannya. Mereka akhirnya memutuskan berangkat ke Thailand . Mereka menuju ke bandara diantar oleh supir pribadi Amel.

__ADS_1


__ADS_2