Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Aku Ingin Punya Bayi


__ADS_3

Andra menelan salivanya, hasrat kelelakiannya seolah sedang diuji. Sejenak pikirannya mengembara, namun ia berusaha sekuatnya melawan semua setan setan yang berkelebat di dalam otaknya.


Andra mencoba menenangkan kegelisahannya dan mulai berbicara pada Vilda.


"Vil, sorry ya kalau boleh gue saranin nih, mulai sekarang sebaiknya lo jangan pakai baju yang terlalu mengundang seperti ini lagi. Apalagi lo tinggal di tempat yang tidak aman seperti ini itu bisa membahayakan diri lo sendiri!"


Andra akhirnya memberanikan diri menegur cara berpakaian Vilda. Sebenarnya sedari di kantor tadi ia memang sangat ingin protes tentang penampilan Vilda yang terlalu menunjukkan keseksiannya, tapi ia enggan menyampaikannya.


Vilda jadi salah tingkah, ia sadar kalau Andra merasa risih melihatnya setelah ia membuka blazernya. Vilda lalu mengambil kembali blazernya itu tapi tidak dikenakannya hanya dikalungkan saja di lehernya untuk menutupi bagian dadanya saja.


"Mengundang apa maksud lo Ndra?" Vilda berpura pura lugu dengan senyum seringainya.


"Mengundang setan!" Jawab Andra singkat.


"Kalau setannya elo sih gue mau mau aja hehehe..!" Vilda terkekeh dengan ucapannya sendiri. Andra hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecut.


"Gue balik dulu Vil, sudah malam dan gue harus jemput Amel dari tempat event!" Andra beranjak dari tempat duduknya.


"Iya udah lo hati hati ya Ndra dan makasih banyak udah nganter gue pulang!" Vilda mengantarnya sampai di depan pintu.


Andra berjalan melewati lorong yang tadi dilewatinya dan kembali menuju lift.


Tiba di basement tempat ia memarkirkan mobilnya ia kembali dikejutkan oleh seorang wanita yang berdiri bersandar di pintu mobilnya.


Wanita itu berpakaian sangat minim mengekspos bentuk tubuhnya yang seksi, make upnya juga terlihat sangat menor dan senyum genit tersungging di bibirnya saat melihat Andra.


"Butuh kehangatan ya Mas? Aku siap menemani, servis ku dijamin tidak mengecewakan dan bikin ketagihan!" wanita itu menjulurkan lidahnya lalu menjilat jilat telapak tangannya sendiri dengan gayanya yang sangat genit menggoda. Wanita itu memang sengaja menunggunya saat melihat mobil mewah terparkir disana dan berharap mendapat mangsa berkantong tebal yang diincarnya.


Andra bergidik sendiri dibuatnya. "Astaga... makhluk makhluk menjijikan macam apa lagi ini?"  Gumamnya.


Andra mengacuhkan wanita itu begitu saja dan ingin segera masuk ke mobilnya.


"Mas... mas, mau kemana?! Coba gratis dulu boleh kok... nggak dibayar pun aku mau sama asal Mas Ganteng ini!" Wanita itu berdiri menghalangi pintu mobil Andra dan bertingkah semakin genit menggodanya.

__ADS_1


"Arghhhh... minggir! menjijikkan!" Pekik Andra sambil mendorong kasar pundak wanita itu agar menjauh dari mobilnya.


Andra segera masuk ke mobilnya dan mengunci pintu. Namun wanita itu masih mengetuk ngetuk kaca mobilnya.


"Mas jangan pergi! Nanti nyesel loh, servisku yang paling hot mas, pasti nyesel kalau nggak coba, mumpung aku kasih gratis ini Mas!"


Andra tetap tidak peduli dan segera tancap gas meninggalkan tempat itu.


"Iuuuhhh....! Bisa bisanya Vilda tinggal di tempat terkutuk seperti itu!" Andra tidak habis pikir dibuatnya.


****


Andra mempercepat laju mobilnya karena harus segera menjemput Amel di tempat eventnya.


Drrrtttt....!


Ponselnya bergetar dan Andra segera merogoh saku jasnya untuk mengambil ponselnya.


"Mayra menelepon? Ada apa ini?" Andra tiba tiba merasa khawatir, "Mayra kan lagi sama Amel, kenapa dia telepon?"


"Amel di klinik Ndra...., tadi dia jatuh pingsan di tempat event!" Suara Mayra terdengar panik dari seberang sana.


"Apa pingsan?" Andra membulatkan matanya dan merasa sangat khawatir.


"Kalian dimana aku akan segera kesana?!" Andra semakin cemas dan mempercepat laju mobilnya menuju klinik yang disebutkan oleh Mayra.


Andra tiba di klinik dan Mayra dengan segera menyambutnya.


"Amel sudah siuman kok Ndra, sekarang masih di ruang observasi." Mayra lalu mengantar Andra menuju ruangan itu.


Andra langsung berlari dan memeluk Amel. "Sayang kamu nggak apa apa kan? Kenapa bisa sampai pingsan begini?" Andra mengusap wajah istrinya yang terlihat pucat.


"Nggak apa apa sayang, aku cuma kelelahan saja!" Suara Amel masih terdengar lemah.

__ADS_1


Dokter masuk ke ruangan itu dan memeriksa detak jantung Amel serta tekanan darahnya.


"Apa mungkin istri saya lagi hamil Dok?" Andra bertanya kepada dokter itu dengan penuh harap.


"Dari hasil tes kehamilan sih hasilnya masih negatif Pak Andra, istri anda hanya kelelahan dan butuh istirahat." ucapan dokter itu seketika menghilangkan harapannya dan Andra hanya bisa menghela nafasnya pelan.


"Setelah dua minggu kalau belum datang bulan lagi boleh di coba tes ulang, kemungkinan hasilnya akan lebih akurat." dan ucapan dokter kali ini membuat Andra dan Amel kembali memiliki harapan baru. Senyum senang menghiasi bibir keduanya.


Amel kini sudah diizinkan pulang oleh dokter yang merawatnya di klinik itu, Andra memapah Amel menuju ke kamar saat mereka sudah tiba di rumah.


 Amel tampak murung.


"Sayang kamu kenapa? kok wajahnya murung gitu?" Andra menyadari ada hal yang sedang menjadi beban di pikiran Amel saat itu.


Amel menundukkan kepalanya, ada kegelisahan nampak di wajahnya.


"Aku capek sayang, aku pengen istirahat!" ucapnya berbohong.


Andra lalu membantunya berbaring di tempat tidur dan duduk di tepi ranjang di sebelah Amel.


"Sayang kamu sedang ada masalah ya? Kamu cerita dong sama aku?" Andra mengusap rambut yang menutupi wajah Amel.


Mata Amel mulai berkaca kaca, "Aku tahu kamu sudah sangat ingin punya anak sayang, maafkan aku karena sampai saat ini aku belum bisa hamil" jawab Amel, kini ia sudah berani berterus terang menceritakan hal yang menjadi kegalauannya.


Andra mendekap wajah Amel di dadanya sambil mengusap lembut rambutnya. "Sayang kita harus bersabar, mungkin belum saatnya kita menjadi orang tua, Tuhan masih memberi kesempatan untuk kita mempersiapkan diri supaya lebih sedia mengasuh seorang bayi". Andra berusaha meredakan kesedihan Amel.


"Sayang, bagaimana kalau kita ke dokter kandungan saja ya? Aku ingin memeriksakan kesehatan reproduksi kita sekalian kamu program hamil!" lanjut Andra lagi.


"Tapi aku takut sayang...!, Aku takut mengetahui kalau seandainya ternyata aku yang tidak bisa memberimu seorang bayi." Amel meneteskan air mata di pipinya.


"Jangan berpikiran seperti itu....! kita belum mengusahakan apapun kan? Aku yakin dokter lebih tahu bagaimana menemukan solusi untuk hal ini sayang" Andra terus berusaha menenangkan Amel sambil terus memeluknya.


"Sayang mulai sekarang kamu jangan terlalu sibuk di kantor ya? Aku tidak mengijinkanmu mengerjakan event event besar lagi, kamu nggak boleh capek supaya program hamilnya bisa segera berhasil sayang!" Andra melanjutkan menasehati Amel.

__ADS_1


Amel hanya mengangguk. "Iya sayang, aku akan mengikuti semua nasehatmu". Amel sudah mulai bisa memasang senyum di bibirnya lalu kembali memeluk Andra lebih erat.


__ADS_2