
Di saat yang sama, Andra dan Vilda sedang ada di dalam satu mobil dan tengah terjebak kemacetan karena hujan yang sangat deras, beberapa ruas jalan ibu kota mulai digenangi banjir dan kemacetan parah terjadi dimana mana.
Siang itu mereka baru saja menyelesaikan meeting dengan beberapa pemilik travel agent yang ingin membuat kontrak kerjasama dengan hotel barunya di Mandalika Lombok, dan mereka dalam perjalanan kembali ke kantor.
Seharusnya Yogi yang menemani Vilda menemui clientnya itu, namun hari itu Yogi sedang perjalanan bisnis ke luar kota, jadi Vilda membawa Andra pergi bersamanya.
Andra nampak gelisah dan tidak tenang saat mengendarai mobilnya.
"Elo kenapa Ndra, kok wajahnya pucat gitu?" Vilda yang menyadari hal itu langsung bertanya.
"Duh...gue kebelet Vil, mana hujan lagi.., mau cari toilet dimana coba!" Andra terus menghela nafas dalam menahan rasa kebeletnya. Sedangkan hujan turun masih sangat deras dan juga macet, kalau harus menunggu sampai tiba di kantor, pasti akan sangat lama dan Andra sudah tidak tahan lagi. Vilda juga merasa bingung melihat hal itu.
"Ohya Ndra, apartemen gue kan nggak jauh dari sini, tinggal putar balik saja sudah sampai! Kita mampir aja dulu sebentar!" Tiba tiba muncul ide brilian di kepala Vilda.
Andra hanya mengiyakan saja karena dia sudah sangat membutuhkan toilet untuk membuang semua yang membuatnya merasa tidak nyaman. Andra lalu mengambil jalur ke pinggir dan putar arah. Apartemen Vilda hanya ditempuh 10 menit dari tempat tadi.
"Ah... lega!" Seru Andra saat keluar dari toilet di apartemen Vilda. Wajahnya pun sudah tidak pucat lagi. Vilda menyodorkan sebotol minuman kemasan kepada Andra.
"Minum dulu Ndra, di luar masih hujan kita berteduh aja dulu disini sambil menunggu hujan reda!"
Andra ikut duduk di sofa di samping Vilda. "Kita pesan makanan pakai **food yuk Vil, gue laper kita kan belum makan siang!" Andra menyentuh perutnya dan seperti mendengar alunan musik keroncong terdengar dari sana. Karena sibuk meeting mereka belum sempat makan siang.
"Hujan dan banjir gini driver **food biasanya pada nolak pesanan Ndra, bagaimana kalau gue masak aja! Nggak akan lama kok, lagian bahan makanan ada banyak tuh di kulkas!"
"Hah yakin lo bisa masak Vil?" Pertanyaan Andra terdengar meremehkannya.
"Hemm... lo lupa ya, yang paling jago masak dulu di kampus siapa? Gue kan?" Vilda tak mau kalah menyombongkan dirinya. "Gue bisa buktiin masakan gue paling enak!" Vilda menepuk dadanya penuh rasa bangga.
Andra terkekeh dan mengangguk sambil menyeruput minumannya.
"Gue ganti baju dulu bentar ya, kan mau masak, biar baju kantor nggak bau bawang!" Vilda meninggalkan Andra di ruang tamu dan melangkah ke kamarnya untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Andra melebarkan matanya saat melihat Vilda keluar dari kamarnya. Vilda hanya memakai hot pant jeans dan tanktop yang sangat ketat melekat di badannya.
"Kenapa lo Ndra? Lo risih lihat gue pake baju gini? namanya juga mau masak, masa gue harus pake mukena?" Cibir Vilda saat melihat rona tidak suka di wajah Andra.
Andra hanya diam dan menggelengkan kepalanya lalu segera mengalihkan pandangannya dari Vilda.
Vilda bergegas menuju dapur dan membuka pintu kulkasnya. Beberapa bahan sayur dan daging dikeluarkannya dari kulkas itu dan dengan cekatan ia memasak makan siang untuk dua porsi. Tangannya begitu lincah memainkan sendok dan wajannya, baginya memasak adalah hal yang sangat menyenangkan, apalagi memasak untuk sahabat spesialnya.
Sedari kuliah dulu Vilda memang suka memasak bahkan ketika ada kegiatan camping di kampus dia selalu menjadi ketua tim konsumsi karena ia sangat cermat dalam memilih bahan makanan untuk dimasak dan menjadi kesukaan semua orang.
Andra setia menunggu di ruang tamu sambil memainkan ponselnya. Tidak lupa ia mengirim pesan untuk Amel, namun pesannya kala itu hanya centang dua abu abu yang artinya Amel belum membaca pesannya. "Mungkin Amel lagi sibuk!" Andra tidak pernah punya pikiran negatif terhadap istrinya, pesan yang dikirim pun hanya sekedar menunjukkan perhatiannya.
"Makanannya sudah siap Ndra, ayo kita makan!" Vilda memanggil Andra dari ruang makan.
Andra langsung menghampirinya. "Wah lo masak apa Vil, dari aromanya sepertinya sangat lezat?" Andra tersenyum melihat ada makanan kesukaannya sudah tersaji di meja makan.
"Ayam bakar kecap sama cah kangkung! lo suka ini kan Ndra?" Tanya Vilda berharap mendapat pujian dari Andra.
"Segini cukup?" Tanya Vilda setelah mengisi satu sendok nasi di piring Andra.
"Cukup Vil, nanti kalau kurang gue tambah lagi!" Andra mulai mengambil lauk dan terlihat sangat berselera makan karena ia memang sudah sangat lapar.
Keduanya makan dengan lahap tanpa banyak berbicara. Vilda melayani semua kebutuhan Andra saat makan dengan sangat baik dan penuh perhatian.
Andra mengembangkan senyumannya, ada perasaan tak biasa yang ia rasakan saat Vilda memasak dan melayaninya makan. Hal yang tak pernah dirasakannya saat bersama Amel.
Jangankan memasak makanan untuknya, untuk secangkir kopi saja ia harus menunggu Nur yang membuatkan untuknya. Amel tidak pernah tertarik melakukan kegiatan di dapur seperti layaknya seorang istri pada umumnya.
"Gimana, enak nggak masakan gue Ndra?" Vilda masih bertanya dan berharap pujian dari Andra.
"Mmm... enak! Lezat sekali dari dulu lo emang jago masak Vil, masakan lo ngalah ngalahin masakan restoran!"
__ADS_1
Vilda tersenyum gembira, pujian dari Andra lebih dari yang diharapkannya.
"Kalau lo suka gue bakalan sering sering masak buat lo Ndra!" tambahnya lagi sambil menambah potongan terakhir ayam bakarnya ke piring Andra.
Andra dan Vilda begitu asyik menyelesaikan makannya, entah karena masakan Vilda yang sangat enak atau karena mereka sedang kelaparan.
"Sudah sore, hujannya belum juga reda, gimana caranya kita balik kantor?" Vilda sudah kembali memakai baju formalnya dan bersiap kembali ke kantor.
"Tunggu lima belas menit lagi Vil, kalau hujannya belum reda elo nggak usah balik ke kantor lagi. Kontrak dan laporannya lo bisa buat dari sini kan? Besok baru gue tanda tangan!" Andra menanggapi enteng keluhan Vilda.
"Terus lo mau balik kantor lagi Ndra? Ini kan hujan dan pasti macet, bisa jadi malem lo baru sampai di kantor!" Vilda masih mengeluh.
"Kalau masih hujan gini gue juga mau langsung pulang, percuma balik kantor udah kesorean, udah nggak bisa ngerjain apa apa lagi!" lanjut Andra.
Setengah jam kemudian hujan memang masih belum reda, Andra memutuskan pulang meninggalkan Vilda di apartemennya.
"Gue pulang dulu ya Vil, dan terima kasih banyak makan siangnya. Masakan lo emang juara!" Andra mengacungkan jempolnya kepada Vilda sambil tersenyum.
Vilda juga membalas tersenyum pada Andra yang kini sudah keluar dari pintu apartemennya.
****
Semakin hari hubungan Andra dan Vilda memang semakin dekat. Kendati demikian, hubungan mereka tidak lebih dari hanya sebatas teman serta hubungan antara atasan dan karyawannya. Tidak ada getaran getaran yang spesial di hati mereka.
Terutama bagi Andra, perhatian dan kebaikan yang ia berikan kepada Vilda tidaklah lebih dari perhatian seorang teman, selain itu Andra hanya ingin menebus kesalahan masa lalunya karena telah menghilangkan mimpi Vilda bisa mengarungi kehidupan berumah tangga sehingga Vilda masih hidup sendiri sampai saat ini. Cinta Andra sudah sepenuhnya diberikannya untuk Amel, satu satunya wanita yang telah membuatnya jatuh cinta, meski dengan segala kekurangannya, Amel tetaplah wanita yang paling memiliki tempat terindah di hatinya.
Bagi Vilda mungkin sedikit berbeda, Andra mempunyai ruang tersendiri di hatinya, pastinya juga bukan rasa cinta yang tengah dirasakannya namun rasa kagum terhadap sosok pria yang sangat diidolakannya, pria yang sangat sempurna sebagai seorang suami. Tampan, sederhana, bertanggung jawab dan perhatian. Semua itu dia temukan dalam diri seorang Andra, namun dia juga sangat menyadari kalau dia tidak bisa bermimpi memiliki pria seperti Andra dalam hidupnya. Rasa kecewa karena ditinggalkan oleh orang yang pernah sangat dicintainya juga membuatnya tidak berani untuk jatuh cinta lagi.
Sendiri! Itulah jalan yang harus ditempuhnya saat ini, karena dengan tidak memikirkan pendamping hidup dia merasa ringan menjalani hari harinya.
**Hari ini aku double up ya, supaya cepet tamat ceritanya**
__ADS_1