
Amel sudah siap dengan pakaian santainya, pagi itu ia tidak berangkat ke kantor namun berencana menemui Julia Mueller di apartemennya.
Semenjak ia sempat pingsan di tempat event dan Andra melarangnya mengerjakan event event besar, ia memang jarang ke kantornya, tanggung jawab kantor ia serahkan lebih banyak kepada Mayra. Selain itu, ia juga sudah merekrut dua orang team baru untuk menggantikan Arini yang kini bekerja bersamanya di AMP. Beberapa pekerjaan juga bisa dikerjakannya dari rumah. Amel ingin lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Andra dan ingin belajar mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Hal itu ia lakukan karena keinginannya membahagiakan suaminya sebagai seorang istri yang baik dan ingin program hamilnya bisa segera berhasil.
Selain itu, Julia juga pernah menasehatinya agar tidak terlalu sibuk dengan event eventnya saja tapi juga harus belajar menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang istri di rumah.
Seperti halnya hari itu, ia akan belajar masak bersama Julia.
"So, kita akan masak apa hari ini Mom?" tanyanya kepada Julia ketika ia sudah berada disana dan berhadapan dengan banyak bahan makanan yang sudah disiapkan oleh Julia.
"Ini Mommy sudah siapkan list masakn kita hari ini, resepnya juga sudah Mommy tulis disana!" Julia menyerahkan selembar kertas yang sudah berisi resep makanan yang akan mereka masak hari itu.
"Chicken Cordon Bleu, Tenderloin Steak, Mushroom Risotto, Mashed Potato....." Amel menggelengkan kepalanya membaca list yang diberikan Julia.
"Makanan favorite Andra bukan ini Mom, dia tidak terlalu suka western food, dia sukanya masakan tradisional!"
"Emmmm....!" Julia mengernyitkan dahinya. "Lalu kamu punya ide kita akan masak apa sayang? Kamu pastinya lebih tahu dong apa makanan kesukaan suamimu itu?!" tanyanya kepada Amel.
"Ayam atau ikan bakar sambal matah, udang goreng telur asin, ikan goreng tepung, cah brokoli..... pokoknya hampir semua Indonesian Food dia suka Mom, kecuali crab!" Amel mulai mengingat ingat semua makanan kesukaan Andra.
"Ok ayo kita mulai masak!" Julia menjentikkan jarinya lalu mengambil apron dan diberikannya kepada Amel.
"How to use this one?" tanya Amel dengan polos dan terlihat jujur sambil tersenyum malu, ia sama sekali tidak pernah memasak, semua peralatan dapur terlihat seperti benda asing di matanya.
Julia hanya menyunggingkan senyuman melihat Amel yang nampak sangat grogi karena ini pertama kalinya akan belajar masak. Julia akhirnya memakaikan apron itu untuk Amel.
__ADS_1
Julia lalu melanjutkan memperkenalkan nama nama bahan makanan kepada Amel. Meski baru pertama kali, Amel dengan mudah menghafal semua nama nama bahan makanan itu karena nama nama itu tidak terlalu asing baginya, bahan makanan itu sering dicantumkan di dalam penjelasan menu masakan di restoran.
Mereka lalu mulai memasak, Amel terlihat semakin grogi merasakan panasnya api kompor dan minyak goreng yang meletup letup saat ia sedang menggoreng, namun Julia dengan sedia membantunya.
"Kamu pernah bilang kalau pelayan di rumahmu pintar masak dan semua masakannya disukai Andra, lalu kenapa kamu nggak belajar masak sama dia aja Mel?" Sambil terus melanjutkan kegiatan memasaknya, Julia menyempatkan ngobrol santai dengan Amel.
"Kalau aku belajar masak di rumah, pasti Bibi Nur akan cerita ke Andra Mom, kan aku jadi malu dan itu nggak akan jadi surprise lagi untuk Andra." Amel menjawab sambil mengusap matanya dengan punggung tangannya karena kini matanya berair dan terasa pedih saat mengiris bawang. Julia lalu memberikan tisu kepada Amel dan membantu menyeka air matanya yang terus mengalir akibat aroma bawang menusuk ke hidungnya.
Kurang lebih satu jam mereka berkutat di dapur dan beberapa jenis masakan pun sudah selesai disiapkannya. Amel tersenyum puas lalu mulai menata makanan itu dalam piring penghidang.
"Mom biar aku yang plating! Kalau urusan ini sih aku jago Mom!" Amel tersenyum menyombongkan dirinya sambil memasang potongan tomat dan selada sebagai garnish di piring masakannya.
"Wow perfect! Plating dan garnishnya ok banget sayang, makanannya jadi terlihat cantik seperti kamu!" Puji Julia sambil mengacungkan jempolnya. Dan Amel kembali tersenyum senang menanggapinya.
Amel membawa semua makanan dan menatanya dengan rapi di meja makan sedangkan Julia sibuk membersihkan peralatan yang sudah selesai mereka pakai memasak.
"Ikan bakarnya enak Mom, kematangannya juga pas, sambalnya mantap. Mommy memang pintar memasak!" Amel mulai mencicipi semua masakannya.
"Ini kan masakan kamu juga sayang, Mommy salut sama kamu, this is your first time, but do you know what!? Masakanmu sudah sangat enak. You are the next master chef Indonesia!" Puji Julia lagi. Amel hanya terkekeh dengan pujian konyol Julia.
"Bukan aku, tapi mommy yang masak!" sahut Amel lalu keduanya terkekeh.
Mereka lalu melanjutkan makannya, Amel makan dengan lahap karena senang menikmati masakan hasil kerja kerasnya hari itu.
Setelah makan Amel dan Julia duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Mommy sudah akan segera pulang ke Jerman ya?" Tanya Amel dengan wajah yang tampak sedih karena akan ditinggal oleh Julia.
"Belum sayang, urusan Mommy belum beres disini, kemungkinan Mommy akan memperpanjang izin tinggal Mommy di Indo lagi untuk beberapa bulan." Julia tersenyum kepada Amel lalu mengusap wajahnya.
"Benarkah? Jadi aku masih bisa berlama lama sama Mommy dong!" Amel kini bisa tersenyum sumringah. Julia hanya mengangguk.
"Lalu bagaimana program hamil nya sayang? Kamu sudah ke dokter kan?" Julia kembali bertanya pada Amel.
"Belum ke dokter Mom, aku masih mencari cari dokter spesialis kandungan yang cocok!"
"Ohya, Mommy punya rekomendasi dokter kandungan yang sudah sangat senior. Dia sangat sukses membantu banyak orang yang sedang program hamil. Namanya Dr Herlina SpOg, dia juga sahabat Mommy dan ini Mommy kasih nomor kontaknya ke kamu!" Julia mengambil ponselnya dan mengirimkan nomor kontak dokter itu ke ponsel Amel.
Mereka asyik mengobrol sampai hari beranjak makin siang. Kini hujan turun sangat deras.
"Yah hujan lagi.... aku nggak bisa pulang nih Mom!" Amel terlihat gelisah karena hujan turun pasti jalanan akan banjir dan dia terjebak di apartemen Julia.
"Kamu istirahat aja dulu disini sayang, Mommy lihat kamu mengantuk, kamu bisa tiduran di kamar Mommy!" Julia melihat Amel beberapa kali menguap dan wajahnya terlihat sayu.
"Sebenarnya aku nggak terbiasa tidur siang Mom, tapi tadi malam aku susah tidur, Andra mengerjaiku habis habisan, dia ingin aku cepet bisa hamil!" Sahut Amel sambil memperlihatkan wajah lelahnya. Julia tersenyum terkekeh mendengar pengakuan polos Amel.
"Ya sudah kamu sekarang tidur sebentar, biar nanti bangun kamu bisa fresh lagi!" Julia mengajak Amel ke kamarnya.
Karena lelah akhirnya Amel tertidur juga di kamar Julia.
Julia menatap wajah Amel yang tengah tertidur dengan penuh rasa haru ia jlagi lagi mengusap wajah Amel dengan lembut lalu kembali tersenyum saat melihat banyak noda merah bekas jejak kepemilikan Andra masih ada di leher Amel.
__ADS_1
Tak terasa air matanya kini menetes di pipinya ada perasaan yang tidak bisa diungkapkannya saat bersama Amel.