Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Pertemuan Dua Penjahat


__ADS_3

Vilda sudah kembali ke kantornya. Dia sudah sangat memantapkan niatnya untuk mendapatkan Andra dan juga seluruh kekayaannya.


Berbagai macam cara dilakukannya untuk menarik perhatian Andra. Mulai dari membawakan makan siang dan mengajaknya meeting di luar bersama dengan client adalah cara yang paling sering yang bisa dia jalankan agar Andra semakin dekat dengannya. Namun bagi Andra Vilda tetap hanyalah sahabat serta bawahannya, perhatian Vilda yang seperti itu hanya dianggap biasa saja baginya. Selain itu Andra juga sangat tidak tahan dengan sikap cemburu Amel yang berlebihan terhadap Vilda yang membuat Andra berusaha menjaga jarak dengan Vilda.


Hari itu, Vilda nampak sangat kecewa, dari awal dia berniat membawa Andra ikut meeting dengan clientnya di luar kantor, namun Andra menolaknya dengan alasan dia ada meeting lain yang lebih penting.


"Makin aku berusaha mendekati Andra, dia malah semakin menghindariku. Sekarang apa lagi yang harus aku lakukan untuk menarik perhatiannya?" Vilda masih duduk sendiri di sebuah cafe dimana baru saja dia selesai meeting dengan clentnya. Perlahan ia menyeruput sisa kopinya yang sudah dingin dari cangkir di hadapannya.


"Kalau begini terus, aku akan sangat sulit mendapatkan Andra!" Vilda terus memutar otaknya memikirkan cara agar bisa mendapatkan perhatian Andra kembali.


"Hi Vilda.... apa kabar merpati kecil, senang sekali akhirnya aku menemukanmu disini!"


Sebuah suara yang sangat dikenal Vilda tiba tiba terdengar dari sebelahnya dan Vilda langsung membulatkan matanya menatap ke arah seorang pria yang kini sudah ada di depannya.


"Pram... sedang apa kau disini?" Vilda hanya menatap datar ke arah Pramana. Setelah pertemuannya dengan Pramana di Lombok, Vilda sudah berusaha keras melupakan Pramana lagi, namun orang yang selalu ingin dilupakannya itu kini tengah berdiri di hadapannya dengan senyum penuh sihir pemikat yang selalu melekat di bibirnya.


"Vilda... kenapa pertanyaamu seperti itu?, kau tanya aku sedang apa? Tentu saja aku sedang mencarimu. Setelah pertemuan kita di Lombok sekarang kau ingin menghindariku, begitu kah?" Pamana menggelengkan kepalanya. Tanpa meminta ijin dari Vilda, Pramana langsung duduk di kursi di hadapan Vilda sambil terus menatap Vilda dengan sorot mata penuh hasrat.


"Tidak usah basa basi Pram..., aku muak melihatmu. Kau hanya datang saat kau butuh dan kau akan pergi setelah kau dapatkan apa yang kamu mau!" Vilda membentak Pram dengan nada suara sangat ketus, ia berusaha menyembunyikan semua perasaan yang bergejolak dalam hatinya saat melihat tatapan Pramana yang menyiratkan banyak arti.

__ADS_1


"Aku ingin bertanya kepadamu Vilda, kenapa kau meninggalkan aku sendiri di Lombok dan kembali ke Jakarta tanpa pamit kepadaku waktu itu?" Pramana masih menatap Vilda dengan sorot matanya yang penuh tanda tanya.


"Apa pentingnya aku pamitan sama kamu Pram? Memangnya kamu pernah peduli sama aku?" Seringai Vilda.


"Ohhh....jadi setelah apa yang terjadi diantara kita kau ingin melupakan aku ya, benarkah Vilda? Apa kau yakin bisa melupakanku?" Pramana tersenyum sinis. "Aku tahu kau masih sangat mencintaiku, kau tidak akan pernah bisa melupakanku Vilda!" Pramana lalu tergelak seolah mengejek usaha Vilda untuk melupakannya.


"Diam kau Pram, Aku tidak perlu menjelaskan apapun untuk seorang playboy seperti dirimu! Sekarang aku hanya ingin move on darimu, sebaiknya kau pergi jauh dari hidupku Pram!" Ketus Vilda lagi sambil menunjukkan wajah kesalnya kepada Pramana.


"Ha ha ha.. move on? Dengan cara ingin merebut suami orang kau bilang move on Vilda?" Pramana semakin tergelak, dia sudah tahu rencana Vilda yang ingin merebut Andra dari Amel.


"Apa maksudmu Pram, siapa yang kau bilang ingin merebut suami orang?" Vilda bertanya dengan berpura pura polos.


"Tau dari mana kamu Pram?" tanyanya singkat.


"Jangan panggil aku Pramana kalau cuma mencari tahu hal sekecil itu saja aku tidak bisa Vilda! Jangankan mencari informasi seperti itu, mencari sesuatu yang kau sembunyikan di balik celana dalammu saja sangat mudah bagiku! Ha..ha..ha...! Pramana semakin terbahak, senyum genit menggoda terulas jelas di wajahnya.


Vilda mendengus kesal. "Lalu sekarang apa maumu Pram?" Vilda melanjutkan bertanya.


"Kau tanya apa Vilda? Kau tanya mauku apa? oh.. tentu saja aku menginginkanmu Vilda, kau itu penghangat ranjangku jadi jangan pernah mencoba menghindariku lagi!"

__ADS_1


"Tutup mulutmu Pram! Otakmu isinya hanya mesum saja! Dasar playboy!" Vilda mengarahkan telunjuknya ke wajah Pram.


"Ha ha ha....!" Pramana semakin tergelak. "Kau memang sangat munafik Vilda, kau sangat menikmati permainan kita tapi kau selalu berpura pura ingin menghindariku!" Pramana kini tersenyum licik.


"Aku ingin mengajakmu bekerja sama Vilda, Andra itu adalah musuhku, aku yakin hanya kau bisa menghancurkan hubungan Andra dan Amel!" Perkataan Pramana mulai terdengar serius.


"Musuh? apa maksudmu Pram? Dan apa hubunganmu dengan Andra?" Vilda kini sangat bingung dengan perkataan Pram.


"Panjang ceritanya Vilda, tidak terlalu penting kau mengetahuinya. Sekarang aku ingin kita bekerja sama, kau menginginkan harta milik Andra bukan? dan aku juga sangat ingin menghancurkan perusahaan milik papanya Amel, jadi kita sepaham. Kalau kita bersama itu akan mempermudah kita mendapatkan keinginan kita!"


Pramana mulai mengutarakan rencana liciknya untuk menghancurkan Andra dan Amel kepada Vilda. Dan Vildapun nampaknya setuju dengan rencana Pram. Keinginannya mendapatkan Andra dan juga hartanya membuatnya bersedia menuruti apa yang direncanakan oleh Pramana.


**Buat yang masih setia mengikuti kisah Andra dan Amel mohon bersabar ya\, mungkin setelah ini aku tidak bisa up setiap hari cerita ini karena ada sesuatu yang berdebur debur di sebelah sudah menunggu kejar tayang**


Silahkan juga mampir ke karya baruku judulnya "Deburan Gairah Sang Segara" ceritanya tidak kalah seru loh...!


Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Deburan Gairah Sang Segara, di sini dapat lihat:


__ADS_1


__ADS_2