
Amel sibuk mempersiapkan meja makan sesaat sebelum Andra pulang. Ia memang sudah berencana mengajak suaminya itu makan malam bersama. Kesibukannya mengurusi event dari beberapa hari sebelum kejadian yang memaksa mereka berurusan dengan polisi, membuat mereka tidak sempat makan malam bersama di rumah.
Makanan makanan lezat kesukaan Andra sudah Amel sajikan di meja makan, namun seperti biasa Amel hanya membantu Nur mempersiapkannya saja, sedangkan semua makanan itu Nur lah yang memasaknya, karena Amel tidak pernah bisa memasak.
Jangankan memasak, masuk ke dapur pun ia sangat jarang, terbiasa hidup dimanja di rumah papanya membuatnya tidak pernah tertarik belajar memasak apalagi untuk mengurus rumah, sebagai seorang istri pekerjaan rumah tangga seperti itu hampir tidak pernah dikerjakannya, semua Nur yang mengerjakannya namun Andra tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena dia sangat memahami latar belakang Amel yang terbiasa tinggal dengan banyak pelayan di rumah papanya.
"Makan malam sudah siap, aku akan telepon suamiku" Gumam Amel sambil tersenyum puas karena sudah menyelesaikan pekerjaanya. Amel meraih ponselnya dan menelepon Andra.
"Sayang cepat pulang ya!, makan malam sudah aku siapkan, aku menunggumu jadi segeralah pulang!" Dengan nada merengek Amel meminta agar Andra segera pulang. Amel makin melebarkan senyumnya setelah mendengar Andra mengatakan bahwa dia sudah jalan pulang.
Amel menyambut Andra di depan pintu ketika ia datang. Diciumnya punggung tangan Andra sambil mengambil alih tas laptopnya untuk diletakkannya di meja ruang tengah. Amel langsung membawa Andra ke ruang makan karena ia sendiri juga sudah lapar.
"Wah.. ini semua makanan kesukaanku!" Seru Andra ketika sudah duduk, matanya tertuju pada beberapa jenis makanan kesukaannya yang sudah tersaji di atas meja itu.
__ADS_1
Amel menuangkan air ke dalam gelas di hadapapan Andra sambil tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya yang juga terlihat sedang kelaparan.
"Apa ini semua kamu yang masak sayang?" Sindir Andra kepada Amel yang sedang mengisi piringnya dengan caesar salad.
Wajah Amel berubah kesal, dia tahu kalau Andra sedang menyindirnya. "Nggak usah nyindir! aku tahu aku memang nggak bisa masak!" sungutnya ketus dengan raut wajah cemberut. "Kalau mau punya istri pinter masak nikah aja sama koki!" Celotehnya lagi dengan nada makin kesal.
"Jangan marah sayang...aku hanya bercanda kok!" Andra terkekeh lalu mengusap kepala istrinya itu. Kemudian ia mulai memasukkan salad ke mulutnya dengan garpu yang memang sudah dipegangnya. Amel tersenyum samar dan ikut mulai makan.
"Ohya, bagaimana event besok, apa sudah selesai semua persiapannya?" Andra mulai mengalihkan dan bertanya untuk mengurangi kekesalan Amel.
Amel mulai antusias saat membahas tentang pekerjaannya, sejujurnya batinnya akan bilang dibandingkan harus membahas tentang memasak ia akan lebih memilih mengurusi pekerjaannya yang memang sekaligus adalah hobby nya itu.
"Tapi event besok aku tidak mengharapkan profit apapun sayang" lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Aku menangani acara untuk penggalian dana bagi para penderita kanker. Ada yayasan disini yang menyelenggarakannya tapi juga akan mendatangkan beberapa NGO dari luar negeri" Wajah Amel nampak berseri saat bercerita.
"Wah bagus itu... aku tidak menyangka kalau istriku ini ternyata berhati besar" Andra memujinya sambil ikut tersenyum antusias.
"Nggak sepenuhnya untuk amal aja sih kan aku sekalian bisa promo, kapan lagi aku bisa mengenalkan EO ku pada NGO asing itu kalau bukan sekarang! Kilah Amel dengan senyum manis di bibirnya.
Mereka pun asyik melanjutkan makan malamnya tanpa banyak berbicara lagi karena memang sama sama kelaparan.
******
From Author: "Baru ingat kalau belum kasih visual untuk Andra dan Amel ya guys"
"Maaf kalau baru bisa menampilkan visualnya. Nggak ikutan latah pakai visual ala artis artis Korea, disini aku pakai wajah asli orang Indonesia yang menurutku cocok dengan karakter tokoh di cerita ini, tapi kalau kalian punya pemikiran yang berbeda silahkan saja...."
__ADS_1