Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Menjadi CEO


__ADS_3

Sesuai janji Andra terhadap ayahnya, pagi itu Andra sudah bersiap akan mulai bekerja di perusahan ayahnya.


Tiba di kantor yang juga sekaligus gudang utama HW Logistic, Andra sedikit heran karena biasanya di jam itu karyawan sudah ramai mulai bekerja dan area parkir dipenuhi lalu lalang mobil mobil container yang bertuliskan HW Logistic keluar masuk area gudang. Berbeda dengan hari itu, Andra tidak menemui kegiatan seperti itu lagi. Parkiran terlihat lengang dan di area kantor hanya ada beberapa karyawan yang tengah bekerja.


Benar kata ayahnya, beberapa aset perusahan termasuk mobil operasional dan beberapa karyawan sudah di pangkas oleh Joddy.


"Pagi Pak Joddy... syukurlah Bapak sudah sembuh dan bisa kembali ke kantor" Nadya sekretarisnya menyapanya.


"Nadya, tolong panggil semua Division Head, saya mau meeting dengan mereka semua jam 10 pagi ini" perintah Joddy kepada sekretarisnya itu lalu melangkah masuk ke ruangannya diikuti oleh Andra.


Jam 10 kurang beberapa menit semua Division Head sudah berkumpul di ruang meeting, semua karyawan disana memang terbiasa menerapkan disiplin tinggi saat bekerja karena Joddy memang membentuk karakter semua karyawannya  seperti itu.


Joddy dan Andra masuk ke ruangan itu ditemani Nadya.


Joddy mulai menjelaskan tujuannya mendadak mengumpulkan semua kepala divisi hari itu yaitu untuk memperkenalkan Andra sebagai asistennya yang akan bersamanya mengurus perusahan. Keputusan Joddy itupun mendapat sambutan baik dari para kepala divisi bahkan mereka menaruh harapan besar terhadap Andra, mereka percaya di tangan generasi muda perusahan ini bisa lebih baik.

__ADS_1


Seusai meeting Joddy mulai menjelaskan beberapa hal yang harus mulai dikerjakan Andra.


Hanya dalam beberapa hari saja Andra sudah mampu menguasai pekerjaanya. Dia juga yang mengawasi semua keluar masuk barang hingga terjun langsung ke pelabuhan dan bandara untuk memastikan semua distribusi berjalan lancar.


Setiap pagi dia selalu ke kantor bersama ayahnya dan Andra tidak mau menggunakan jasa supir lagi, ia lebih memilih mengendarai sendiri mobil SUV berwarna putih kesayangannya.


Pagi itu sedikit berbeda, Joddy nampak kurang sehat. Wajahnya pucat dan badannya demam. Tapi akan ada meeting penting dengan beberapa client hari itu.


"Andra sudah panggil dokter kesini Yah, dan hari ini biar Andra saja yang ke kantor" Andra menyadari kondisi ayahnya yang kurang sehat.


"Ayah percayakan semuanya padaku Yah... aku pasti bisa mengerjakan semuanya sesuai keinginan ayah, lag ipula Andra sudah beberapa kali menemui client client ayah itu kan?!" Andra meyakinkan.


Joddy mengangguk tanda setuju. Dalam hatinya dia merasa bangga pada putranya yang dengan cepat bisa menguasai semua pekerjaan yang biasa dikerjakannya.


Setelah Andra berangkat, diam diam Joddy mengirim email memo ke semua karyawan dan clientnya  dan menyatakan bahwa dia sudah menyerahkam posisi CEO kepada putranya itu.

__ADS_1


Andra tiba di kantor, dia heran kenapa tiba tiba semua karyawan mengucapkan selamat kepadanya.


"Pagi Pak Andra, selamat ya Pak, anda sudah menjadi CEO kami sekarang" Nadya menyapanya seraya mengulurkan tangannya mengucapkan selamat.


"CEO? Saya heran kenapa semua orang memberi saya ucapan selamat seperti itu ya Mbak Nadya?" Dengan penasaran Andra bertanya ke sekretaris ayahnya itu.


Nadya lalu mengambil selembar kertas dari mesin printer dan menunjukannya ke Andra, kertas itu berisikan memo pengalihan posisi CEO kepada Andra dan sudah ditandatangani oleh Ayahnya sendiri.


"Pak Joddy mengirimkan memo ini ke semua orang tadi pagi Pak Andra, dan mulai sekarang saya bukan lagi sekretaris Pak Joddy tapi sekretaris anda Pak" ucapnya sambil tersenyum kepada Andra.


Nadya termasuk salah satu karyawan yang sangat loyal di HW Logistic. Bagaimana tidak, ia sudah bekerja disana semenjak dia baru lulus kuliah. Saat ini usianya sudah sekitar 40an tahun, namun ia masih sangat gesit dalam bekerja, penampilannya pun masih cukup menarik sebagai seorang executive secretary.


"Ayah... kenapa secepat ini?" Batin Andra ingin menolak tapi dia juga tidak boleh egois mengingat kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk.


Menyandang posisi CEO bukan hal yang mesti ia banggakan saat ini, namun itu adalah beban yang harus dipikulnya dengan penuh tanggung jawab.

__ADS_1


__ADS_2