Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat.


Pagi itu Andra tiba di Gedung Prima Go hampir bersamaan dengan Firman, mereka lalu naik lift bersama sama.


Hari itu juga adalah hari pertama Vilda mulai bekerja disana. Ia terlihat begitu bersemangat melangkahkan kakinya menuju kantor utama Prima Go.


Vilda juga sudah mempersiapkan penampilannya agar terlihat cantik di hari pertamanya bekerja.


Dandanannya sangat modis, dress bodycon pendek diatas lutut berwarna hitam yang sangat ketat melilit di tubuhnya sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang padat berisi namun sangat seksi karena Vilda memiliki dada yang bulat dan pinggul yang padat. Blazer motif kotak kotak berwarna abu abu dia pakai untuk padu padan dressnya agar terlihat lebih formal. Make up flawless dan bulu mata palsunya membuat Vilda terlihat semakin cantik, tahi lalat kecil di ujung bibirnya juga membuat wajahnnya terlihat sangat manis ketika tersenyum.


Suara hentakan high heels-nya berderu saat ia melangkah memasuki kantor HW Logistic, senyum manis selalu tersebar di bibirnya dan ia sangat ramah menyapa semua orang yang ditemuinya di kantor itu walaupun mereka belum saling mengenal. Begitulah Vilda, dia memang seorang gadis yang ceria dan ramah sehingga dia sangat mudah bergaul dan punya banyak teman. Bicaranya pun ramai sehingga membuat orang orang disekitarnya merasa terhibur akan kehadirannya.


Vilda sudah sampai lebih dulu di kantor itu sebelum Andra dan Firman, ia langsung menemui Yogi yang ruangannya bersebelahan dengan ruangan kerjanya.


"Pagi Vil...!" Seru Yogi menyapanya lebih dulu.


"Lo sampai kantor pagi bener Gi, rajin amat!" sapaan Yogi dibalas ledekan oleh Vilda.


"Yah nasib cuma jadi bawahan ya memang begini, datang lebih awal dan pulang paling terakhir!" sungut Yogi dengan nada bercanda dan membuat Vilda terkekeh.


"Ini kan hari pertama lo kerja Vil, ayo gue kenalkan ke beberapa team disini!" Yogi lalu menarik tangan Vilda dan membawanya ke ruangan yang lain untuk mengenalkannya ke beberapa karyawan di ruangan itu.


Ketika mereka asyik berkeliling, saat yang bersamaan Andra dan Firman masuk dan melangkah pelan hendak menuju ke ruangannya masing masing.


"Eh itu Andra datang!" Seru Vilda seraya menghampiri Andra.


"Pagi Ndra...!" Sapanya dengan santai. "Ini hari pertama gue kerja, selamat jadi satu team lagi ya!" Vilda mengulurkan tangannya kepada Andra tanpa rasa canggung.

__ADS_1


Andra hanya sekilas menatap Vilda dan tersenyum tipis, ia juga tidak menjabat uluran tangan Vilda, Andra justru mempercepat langkahnya menuju ruangannya mendahului Firman yang berjalan bersamanya. Firman hanya menatap bingung ke arah Vilda.


Yogi yang menyaksikan hal itu segera menarik tangan Vilda dan menatapnya tajam sehingga sukses membuat Vilda merasa gugup.


"Siapa kamu, karyawan baru ya?" tanya Firman kepada Vilda karena ia baru pertama kali melihat Vilda disana.


"I...i..iya...!" suara Vilda terbata karena Yogi mencubit punggung tangannya dan Yogi langsung memotong ucapan Vilda. "Iya Pak Firman, Ini Vilda Head Sales and Marketing yang Pak Andra rekrut untuk hotel baru kita yang di Lombok, dan ini hari pertamanya bekerja disini!" Sahut Yogi menanggapi pertanyaan Firman.


"Ohhh...!" Firman hanya mengangguk lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.


Yogi kembali menarik tangan Vilda membawanya ke ruangannya.


"Vil tolong jangan bersikap seperti itu sama Andra, tolong bicaranya lebih formal, ini kantor dan dia itu atasan kita!" Yogi menasehati Vilda.


"Lah emang kenapa Gi, itu kan memang gaya bahasa kita, Andra nggak masalah tuh gue bicara seperti itu?!" Vilda membela diri.


"Gue juga gitu, kalau lagi hanya berdua saja kami Bro, tapi kalau di depan karyawan lain apalagi sama client gue akan memanggilnya Pak!" Yogi masih melanjutkan nasehatnya.


Vilda hanya mengangguk dan dia sangat memahami maksud Yogi.


"Sebentar lagi kita internal meeting untuk memperkenalkan elo sama semua kepala divisi disini, buruan siap siap!" Perintah Yogi ke Vilda sambil melirik jam tangannya.


Lagi lagi Vilda hanya mengangguk lalu melangkah menuju ruangan kerjanya untuk mengambil buku agenda dan modul marketing plan yang memang sudah dipersiapkannya sebelum bergabung di perusahaan itu. Ia memang sudah sangat siap memulai pekerjaan barunya di perusahaan Andra.


Beberapa menit kemudian, semua division head HW Logistic dan FH Property yang memang menjadi satu management di bawah kepemimpinan Andra pun berkumpul di ruangan meeting. Vilda duduk bersebelahan dengan Yogi. Andra masuk ke ruangan itu dan segera memulai meeting hari itu. Andra memperkenalkan Vilda kepada semua kepala divisi lalu melanjutkan meeting itu ke pembahasan yang lain. Wibawa Andra memang sangat terpancar sebagai seorang CEO, dia sangat tegas dan kritis menanggapi semua persoalan yang disampaikan setiap divisi, hal ini lah yang membuat Vilda semakin kagum terhadap Andra.


Meeting selesai dan Andra mempersilahkan semua kepala divisi itu kembali ke ruangannya masing masing untuk melanjutkan pekerjaanya.

__ADS_1


"Vilda, kamu ikut ke ruangan saya!" Perintah Andra kepada Vilda.


Andra lalu meninggalkan ruang meeting diikuti oleh Vilda menuju ruangan kerjanya.


"Duduk!" Perintah Andra lagi kepada Vilda saat mereka sudah ada di ruangan Andra.


Vilda lalu duduk di kursi di hadapan Andra, ia langsung merasa canggung melihat tatapan Andra yang terlihat formal karena harus bersikap profesional sebagai atasannya.


"Mana Marketing Plan nya Vil, gue mau review dulu!" Andra menengadahkan tangannya kepada Vilda namun tatapannya terlihat sudah mulai santai. Vilda langsung menarik kesimpulan sesuai nasehat Yogi, saat hanya berdua mereka tidak perlu merasa canggung.


"Ini sudah gue siapin semua!" Vilda menjawab juga dengan santai sambil menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Andra.


Andra lalu membaca semua marketing plan yang sudah disiapkan Vilda dan mengangguk pelan.


"Ini ok Vil, hanya butuh sedikit revisi karena hotel ini masih masa peralihan dari management sebelumnya ke tangan kita!" Ucap Andra dengan sangat jelas.


"Sebaiknya yang harus elo siapkan sekarang adalah business trip plan lo!, segera rencanakan perjalanan lo ke Lombok untuk inspeksi hotel itu terlebih dahulu, so nanti lo akan tahu kemana arah penjualan kita kedepannya!" lanjut Andra lagi.


Vilda langsung tersenyum sumringah "Wah... gue bisa ke Lombok Ndra?" tanyanya sangat antusias.


"Iya kesana buat kerja bukan jalan jalan!" Tegas Andra lagi mencoba tetap bersikap profesional.


"Lo ikut ke Lombok juga kan sama gue?" Tanya Vilda setengah bercanda. Andra langsung membulatkan matanya mendengar pertanyaan Vilda.


"Enggak lah! gue udah berkali kali kesana, enek gue ngeliat tempat itu!" sahut Andra sambil terkekeh.


Percakapan mereka terus berlanjut hingga mendekati jam makan siang. Namun obrolan itu memang hanya tentang pekerjaan. Andra berusaha menjaga jarak dengan Vilda agar tidak terlihat mencolok di antara karyawan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2