
Sore di sebuah kedai kopi, Yogi duduk sambil menghirup sebatang rokoknya.
Tak lama Andra datang menghampirinya. "Sudah lama Gi? Sorry gue terlambat tadi masih ada sedikit masalah pengiriman barang"
Andra duduk di sebelah Yogi dan memesan kopi.
"Gue juga baru sampai kok!, Amel mana kok nggak sama elo Ndra?" Yogi mulai menyeruput kopinya yang sudah terlebih dulu dipesannya.
"Amel sama Mayra dijemput supir Gi, tadi gue langsung dari gudang kesini. Mungkin mereka terjebak macet!"
Seorang pelayan menyuguhkan secangkir kopi hitam yang dipesan Andra.
"Nah itu mereka datang!" Andra melihat Amel berjalan pelan dibantu oleh Mayra.
Andra mengecup pipi Amel saat sudah di dekatnya dan mereka duduk bersebelahan.
"Yogi kenalin ini Mayra temanku, dia yang akan sewa tempat ini buat studionya." Amel mengenalkan Mayra ke Yogi.
"Hi..aku Mayra..."
Mayra mengulurkan tangannya.
"Yogi.."
Yogi menjabat tangan Mayra. "Sepertinya kita pernah bertemu tapi dimana ya?" Yogi mencoba memulai percakapannya.
"Iya....Aku sering melihatmu di setiap acara Prima Go" Mayra meyakinkan ingatannya.
"Kau penari itu kan?" Yogi juga mulai mengingat sebuah acara pembukaan gedung yang dibangun oleh Prima Go dimana disana Mayra menjadi salah satu pengisi acaranya.
Mayra hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Lalu gimana nih, mau lihat tempatnya langsung?" Andra menyela percakapan Mayra dan Yogi.
"Lay out rukonya sama seperti cafe ini!. Ada dua tempat lagi disebelah yang masih kosong, nanti silahkan dipilih mau yang mana?!"
"Kita pakai dua duanya Gi... satu buat studio dan satu lagi buat kantor EO nya Amel" Andra tersenyum pada Amel sambil melingkari pinggang Amel dengan tangannya.
"Sayang ini beneran?" Amel menatap Andra dengan wajah tak percaya.
"Beneran dong...!"
__ADS_1
"Tapi kan aku belum siap menjalankan itu semua sekarang sayang....!"
"Justru ini persiapan awal kita, setelah memiliki kantor kau bisa memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Mayra pasti akan membantumu sayang...!"
"Bukan begitu May?" Andra melirik Mayra yang hanya diam menyimak pembicaraan mereka.
"Iya betul Mel... gue pasti bantu". Mayra mendukung Andra.
"Iya Non Amel, untuk urusan content creator dan digital marketing, serahkan sama saya!" Yogi ikut memberi dukungan.
Beberapa menit setelah percakapan diantara mereka, keempat orang itu langsung melihat ruko yang akan mereka sewa untuk tempat usaha barunya.
Amel nampak sangat senang karena impiannya memiliki event organizer sendiri akan segera terwujud.
"Sayang ayo kita pulang...!" Andra menggandeng tangan Amel.
"Tapi Mayra pulang sama kita kan sayang?" Amel merasa tidak enak meninggalkan Mayra.
"Nggak apa apa Mel, kalian pulang saja duluan, Aku masih ada urusan nanti aku naik ojol aja!" Mayra mencari alasan karena tak ingin merepotkan sahabatnya.
"ada Yogi yang bisa mengantarmu pulang May!, rumah kalian kan satu arah dari sini!" Andra menoleh ke arah Yogi yang ada disampingnya.
Andra dan Amel masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan Yogi dan Mayra yang masih berdiri disana.
"May tunggu sebentar disini, aku ambil mobil dulu, tadi aku parkir di blok sebelah!" Yogi melangkah menuju tempat ia memarkiran mobilnya dan segera menghampiri Mayra yang masih berdiri menunggunya di tempat yang sama.
Yogi turun dan membukakan pintu mobil untuk Mayra.
"Aku benar benar nggak nyangka hari ini ada bidadari yang ikut di mobilku" Yogi tersenyum menggoda Mayra sesaat setelah mobilnya berlalu meninggalkan parkiran ruko itu.
"Ih.. apaan sih, kamu itu terlalu berlebihan Yogi" Mayra tersipu lalu menundukkan wajahnya.
Yogi terus memandangi wajah manis Mayra dari spion belakang mobilnya dan membuat Mayra merasa salah tingkah. Sesekali dia mengusap rambut pendek sebahunya itu saat menutupi wajahnya yang di terpa angin.
Mayra mengamati semua yang ada di dalam mobil Yogi. Memang bukan sebuah mobil mewah, hanya sebuah low MPV namun terlihat sangat bersih dan terawat.
******
Sudah sebulan Amel mulai menjalankan usahanya sebagai event organizer. Usahanya itu mulai menunjukkan hasil, berkat rekomendasi dari Andra dan juga Firman, Amel mulai mendapatkan beberapa pesanan untuk perencanaan acara dari client client mereka. Mengingat kakinya yang masih belum sepenuhnya sembuh, Amel hanya mau menerima menyelenggarakan acara untuk 3 bulan yang akan datang dan saat ini dia memilih lebih banyak persiapan untuk internalnya saja terlrbih dahulu.
Amel sangat bersemangat menjalani usaha barunya terlebih suaminya selalu mendukungnya.
__ADS_1
Tiap hari Andra selalu menanyakan segala hal tentang usaha baru istrinya itu dan memberi banyak saran untuk menyempurnakan rencana mereka.
"Sayang, kau sudah ada ideĀ memberi nama apa untuk EO mu ini?" Andra bertanya kepada Amel yang masih di ruang kerjanya mempersiapkan presentasi EO nya.
"Emmm.... sudah sayang!"
"Aku akan menamainya AM Production" Amel tersenyum lalu mulai mengetik nama itu di presentasinya.
"AM? Apa artinya sayang?" Andra mengerutkan dahinya.
"Amel dan Mayra, tapi akan aku publikasikan sebagai Amazing Moment". Amel kembali mengetik idenya itu di presentasinya.
"Wah... idemu boleh juga sayang..." Andra lalu memeluk Amel dari belakang kursi tempat duduk Amel dan ikut menatap layar laptop dihadapan Amel.
"Sorry sayang aku dapat nama ini dari mencuri idemu!" Amel melanjutkan kata katanya.
"Mencuri ide? Maksudnya gimana sayang?" Andra nampak bingung.
"Kau menamai agen propertimu FH Property, itu kan singkatan nama papa dan ayah, tapi kau mempublikasikannya sebagai Feeling Homey, jadi aku mencontek saja dari sana" Amel mulai mematikan laptopnya karena pekerjaanya sudah selesai.
"Ide yang bagus sayang!" Andra hanya tersenyum dan makin mengeratkan pelukannya.
"Sayang minggu depan ada hari yang sangat istimewa, kau tidak melupakannya kan?" Amel melingkarkan tangannya di leher Andra.
"Tentu saja aku tidak lupa sayang..., minggu depan adalah anniversary pertama pernikahan kita" Andra mengecup bibir Amel sangat mesra.
"Maafkan aku sayang.. kita tidak bisa membuat pesta di hari itu, tapi aku akan membawamu ke Bali minggu depan" Andra makin mendekatkan wajahnya ke Amel dan mencium pipinya.
"Ke Bali? Kau mau kasih aku kejutan ya? Kok mendadak sayang?" Amel sedikit heran karena Andra memberi tahu sebuah rencana yang di luar dugaanya.
"Tadi pagi Tante Tiara telepon, katanya sepupuku Dek Gus akan menikah minggu depan jadi Tante mengundangku untuk datang di acara itu. Kau mau kan ikut bersamaku ke Denpasar?"
"Tentu saja aku mau....sudah lama semenjak kecelakaan itu aku tidak pernah liburan" Amel tersenyum senang lalu membalas mencium Andra.
"Tapi selama di Bali kita tidak akan menginap di hotel berbintang, kita akan menginap di villa nya Tante Tiara, kamu nggak masalah kan sayang? Soalnya aku harus menghargai Tante Tiara, dia sudah kosongkan dan tidak menyewakan villanya ke orang lain, khusus buat kita saja."
"Asal bersamamu, dimanapun tidak jadi masalah buatku sayang!" Amel membenamkan kepalanya di dada Andra dan memeluknya lebih dekat.
"Ini sudah malam sayang, tidur yuk!" Andra lalu melingkari pinggang Amel dengan tangannya dan membawanya ke kamar.
Semenjak mereka sama sama mengutarakan perasaanya, memang tidak satu malam pun mereka lewati tanpa bercinta, termasuk malam itu, sesaat setelah mereka tiba di kamar, keduanya langsung terlibat dalam pergumulan panas. Hanya suara ******* dan deru nafas mereka yang terdengar lirih, keduanya larut dalam hangatnya asmara.
__ADS_1