Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Dikejar Preman


__ADS_3

Andra menginjak gas mobilnya pelan saat meninggalkan kantornya.


Suasana menang sudah gelap ketika ia pulang, ia sebelumnya juga sudah mengabari Amel kalau hari itu ia pulang terlambat karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikannya.


Sepanjang perjalanan pulang, pikirannya masih terus tertuju pada Vilda setelah pertemuan mereka siang itu. Ia terus teringat cerita Vilda tentang kegagalan rencana pernikahan Vilda hanya karena calon suaminya mempermasalahkan kegadisannya.


"Mereka mengambil resiko melakukan itu sebelum pernikahan, tapi setelah itu si lelaki tetap menuntut keperawanan wanitanya?! Ah... pikiran sempit macam apa itu?! Hanya laki laki norak yang masih punya pandangan seperti itu!" hatinya menggumam dan tidak bisa menerima.


Amel saja sudah tidak suci saat malam pertama mereka, toh Andra tetap mencintainya. Semua itu bukan lah tolak ukur dalam menjalani sebuah hubungan bagi Andra, tapi ia sangat heran kenapa masih ada laki laki yang memiliki pemikiran berbeda dengannya.


Andra lalu melajukan mobilnya lebih cepat karena jalanan yang dilewatinya terlihat sepi.


Triiittttt.....!


Suara rem mobilnya berdecit, Andra menginjak rem sangat dalam karena terkejut saat melihat seorang wanita tiba tiba menghadang laju mobilnya dan ia hampir saja menabraknya.


"Arhh.... mau mati rupanya orang itu!" Andra berdecak kesal dan menarik nafas dalam meredakan rasa kagetnya.


Wanita itu kini berlari mendekati Andra dan mengetuk kaca mobilnya, wajahnya terlihat sangat panik.


"Mas tolong saya...., saya dikejar kejar orang orang jahat yang ingin menyakiti saya!" ucap wanita itu dengan suara terengah engah karena habis berlari dan terlihat sangat ketakutan.


Andra dari awal memang membuka sedikit kaca mobilnya sehingga dia bisa mendengar jelas ucapan minta tolong dari wanita itu. Awalnya Andra enggan dan ragu menolong wanita yang tak dikenalnya itu, ia mengira kalau wanita itu adalah komplotan penjahat yang ingin membegalnya. Andra mengamati spion belakang mobilnya, ia melihat dua orang laki laki bertubuh kekar dan berwajah sangar mengenakan pakaian ala preman berlari mendekati mobilnya dan wanita tadi terlihat semakin panik, dua pria itu juga menghunus sajam di tangannya.


Andra memberanikan dirinya menekan tombol unlock pintu mobilnya.


"Cepat masuk!" serunya kepada wanita itu.


Dengan cepat wanita itu pun masuk ke mobilnya dan duduk di sebelahnya. Walau merasakan kekhawatiran, Andra tetap tancap gas dan berlalu meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Dua orang pria yang mengejar wanita tadi terlihat geram melihat mobil Andra yang sudah melaju kencang di hadapannya.


"Buruan kita berhasil kabur! Ahhhh....sialan!" pria itu menghentakkan kakinya berkali kali ke tanah karena marah, namun hanya bisa memandangi mobil yang terus melaju tanpa bisa melakukan pengejaran.


Wanita itu menghela nafasnya yang tersengal sengal saat sudah di dalam mobil Andra.


"Terimakasih.... terimakasih banyak karena sudah menolong saya!" ucapnya berkali kali sambil meletakkan tangannya di dadanya menahan deru jantungnya karena ketakutan. Andra tetap mengamati spion mobilnya dan kemudian memperlambat laju mobilnya karena menyadari pria pria itu tidak mengikutinya.


"Siapa mereka dan mengapa mereka mengikuti anda?" tanya Andra kepada wanita itu.


"Ada orang yang sengaja ingin mencelakai saya!" jawab wanita itu sambil masih terus mengatur nafasnya yang terengah engah. Andra bisa melihat dari wajah wanita itu yang memang nampak sudah berumur sehingga ia merasa sangat kelelahan setelah berlari.


Wanita itu lalu melepaskan syal yang ia pakai untuk menutupi kepalanya dan menatap ke arah Andra.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Mas, kalau Mas tidak menolong saya tadi, pasti preman preman itu sudah menghabisi saya!" ucapnya masih dengan suaranya yang tersengal sengal.


Beberapa saat kemudian, "Kenalkan saya Julia!" Wanita itu sudah bisa mengendalikan deru nafas dan detak jantungnya dan rasa takutnya pun sudah berkurang, ia lalu tersenyum pada Andra.


"Saya Andra!" Balas Andra singkat.


Julia membulatkan matanya setelah mendengar Andra menyebutkan namanya, pandangannya juga tertuju pada sebuah stiker VVIP valet parking service yang tertempel di kaca depan mobil Andra dan melihat ada logo Prima Go disana.


"Kamu Andra suaminya Amel kan?" Julia sangat yakin dengan pertanyaannya.


"Nyonya kenal istri saya?" Andra juga sangat kaget mendengar pertanyaan Julia itu yang seolah sudah sangat mengenalnya.


"Iya..., Amel itu sudah saya anggap seperti putri saya sendiri! Saya Julia Mueller, mungkin Amel pernah bercerita tentang saya kepadamu?!" lanjutnya.


"Oh jadi Nyonya ini Mrs Mueller yang sering dipuji puji oleh istri saya?" Andra langsung teringat cerita cerita Amel tentang wanita yang ditemuinya di acara NGO beberapa waktu yang lalu dan selalu diidolakan Amel karena jiwa sosialnya yang sangat tinggi terutama bagi para penderita kanker.

__ADS_1


"Saya tidak menyangka pertemuan kita dengan cara seperti ini Nyonya Mueller!" ucap Andra lagi sambil membalas senyum Julia.


"Saya melarang Amel memanggil saya Nyonya, dan dia selalu memanggil saya Mommy, sebaiknya kamu juga panggil saya seperti itu Andra!" ucap Julia mencoba agar lebih akrab dengan Andra.


Andra mengangguk setuju. "Lalu kenapa preman preman itu ngejar ngejar Mommy tadi?" tanya Andra masih sangat penasaran.


"Mereka adalah orang orang suruhan mantan suami Mommy, soalnya masih ada urusan yang belum selesai antara Mommy dan mantan suami Mommy, itu sebabnya mereka ingin mencelakai Mommy." Julia bercerita dengan raut kebencian di wajahnya.


Kembali Andra ingat cerita Amel tentang Julia dengan mantan suaminya, karena itu ia tak menanggapi serius cerita Julia dan hanya mengiyakan saja.


"Mommy tinggal dimana? Aku akan antar Mommy sampai rumah dan memastikan Mommy tiba dengan selamat. Aku takut para preman itu masih mengikuti kita!" ujar Andra yang nampak khawatir terhadap keselamatan Julia.


"Di apartemen dekat traffic light di depan Ndra, sudah sangat dekat dari sini!" jawab Julia senang. Ia merasa aman karena Andra bersedia mengantarnya sampai di apartemennya.


Andra lalu mengarahkan mobilnya ke apartemen yang di sebutkan Julia. Andra memarkirkan mobilnya di basement apartemen itu dan ikut turun mengantar Julia sampai benar benar sudah masuk ke apartemennya. Keduanya memasuki lift dan menuju lantai 10.


"Apartemen Mommy nomor 1015 ada di ujung koridor dekat tangga darurat!" Ucap Julia saat mereka melangkah melewati koridor di lantai 10.


Julia membuka pintu apartemennya menggunakan key card dan mempersilahkan Andra masuk.


"Mom aku antar Mommy sampai disini saja ya, maaf aku nggak mampir, ini sudah larut malam, pasti Amel menungguku!" Andra menolak tawaran Julia untuk mampir ke apartemennya. Julia hanya mengangguk sambil tersenyum lebar.


"Ok segera pulang ya Ndra dan jangan mampir kemana mana lagi, atau nanti Amel akan marah padamu karena sudah sangat terlambat sampai di rumah!" Julia terkekeh lalu menepuk pundak Andra.


"Mommy hati hati dan tetap waspada ya, segera masuk dan double lock pintunya jangan buka untuk siapapun malam ini, aku khawatir mantan suami Mommy dan orang orang suruhannya akan menyusul lagi kesini!" Tegas Andra lagi.


"Sip pasti Ndra..., terimakasih banyak atas semuanya dan tolong sampaikan juga salam Mommy untuk Amel!" Jawab Julia.


Andra pun hanya mengangguk dan segera berlalu meninggalkan Julia sendiri di apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2