Keangkuhan Cinta

Keangkuhan Cinta
Event Pertama AMP


__ADS_3

Mayra sudah terlebih dahulu tiba di kantor pagi itu, ada senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya. Kencan pertamanya bersama Yogi tadi malam sungguh meninggalkan kesan manis baginya. Dan hal itu juga yang membuatnya sangat bersemangat memulai harinya.


"Permisi Mbak... ada kiriman bunga untuk Mbak Amelia!" Mayra mendengar suara seseorang masuk ke kantornya.


"Wah....bunga mawar...! Makasih ya Mas!" Mayra meraih bunga mawar yang diserahkan pria pengirim bunga itu.


"Buat apa bunga ini? Amel itu ada ada aja, masa beli bunga beginian buat acara nanti sore? Ehm....?!" Mayra memandangi seikat bunga mawar di tangannya.


"Cie...cie... yang pagi pagi sudah dapat kiriman bunga! Bunga dari siapa May...? Ternyata diam diam lo punya gebetan ya?!" Amel sudah berdiri di belakang Mayra sambil tersenyum.


"Apaan sih! ini bunga buat elo Mel, lagian buat apa lo beli bunga macam begini?!" Mayra menyerahkan bunga itu ke Amel.


"Buat gue? Gue nggak ada pesen bunga May!" Amel memperhatikan rangkaian bunga mawar berwarna merah hati di tangannya.


"For my sweetest: Amelia" Amel menemukan sebuah kartu yang ada di rangkaian bunga itu bertuliskan namanya namun tidak ada nama pengirimnya.


"Siapa yang mengirim bunga ini? Andra? Kayaknya sih nggak mungkin?!" Amel sangat heran karena tidak biasanya dia mendapat kiriman bunga seperti itu.


Mengingat banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya hari itu, Amel tidak terlalu ambil pusing. Dia meletakkan bunga itu begitu saja di mejanya.


"Ayo kerja.. semangat May! Ini hari yang akan menjadi sejarah buat AMP karena ini event pertama kita!" dan mereka pun mulai mempersiapkan semuanya bersama.


"Dari tadi gue lihat lo senyum senyum terus May? Kenapa?" Amel memperhatikan perubahan sikap Mayra pagi itu lalu menyenggol sikunya saat sedang duduk di sebelahnya namun Mayra tetap sibuk dengan ponselnya.


"Dan ini lagi... chatingan terus..., kapan beresnya kerjaan kita May!"


Mayra diam tak menyahuti Amel dan tersenyum lagi membaca pesan singkat yang masuk di ponselnya.


"May...lo kenapa sih, diajak ngomong nggak jawab, lagi kesambet ya?" Amel sangat kesal kepada Mayra lalu merampas ponsel dari tangan Mayra.


"Mel... jangan Mel!" Mayra berusaha merebut kembali ponselnya dari tangan Amel, namun Amel sudah melihat siapa yang dari tadi terus menerus mengirimkan pesan singkat padanya dan membuat Mayra terus tersenyum.


"Hah...Yogi?!" Amel membulatkan matanya. Mayra lalu dengan cepat mengambil kembali ponselnya dari tangan Amel.


"Lo ada apa sama Yogi? Kalian berdua...???" Amel menduga duga dan dia baru menyadari kalau Mayra dan Yogi memang semakin dekat belakangan ini.


"Bukan Mel....gue sama Yogi cuma temenan kok!" Mayra berusaha menyanggahnya.


"Pacaran pun juga nggak masalah May... Yogi itu cowok yang baik. Masih jomblo juga sama kayak elo, jadi kalian cocok lah!"  Amel tertawa kecil menggoda sahabatnya yang terlihat sedang jatuh cinta itu.


"Kalau gue deket sama Yogi, elo bakalan dukung gue kan Mel?" Tanya Mayra dengan tersipu.


"Pastinya lah...100 persen!" Keduanya lalu sama sama tersenyum dan tertawa.


Hari makin siang, Amel dan Mayra sudah bersiap akan berangkat ke tempat event pertama mereka di sebuah restoran tak terlalu jauh dari Gedung Prima Go.


"Sekalian jalan nanti kita cari makan siang dulu ya Mel, gue lapar tadi pagi belum sarapan!" Kata Mayra sambil merapikan mejanya.

__ADS_1


"Semua persiapan sudah beres, dancer gue juga udah disana, tinggal berhias saja!" Lanjutnya lagi. Amel hanya mengangguk lalu mereka sama sama mengambil tasnya lalu keluar beriringan.


"Permisi Mbak.. ada kiriman bunga untuk Nona Amelia!" Seorang pria mengirim seikat bunga mawar lagi dan diserahkannya ke Amel.


"Hah...bunga lagi Mel...?!" Mayra sangat heran. Amel juga tak kalah heran, diperhatikannya rangkaian bunga itu, sebuah kartu yang sama seperti yang ada di bunga sebelumnya hanya bertuliskan namanya namun tidak ada nama pengirimnya.


"Ada orang iseng kayaknya May!" Kemudian Amel meletakkan bunga itu begitu saja.


Ting...!


Amel meraih ponselnya saat mendengar notifikasi pesan singkat.


"Dasar orang gila... ternyata bunga bunga ini kerjaannya si playboy cap kadal May!" Amel terlihat sangat kesal setelah membaca pesan singkat di ponselnya.


"Apa? Pramana yang melakukan semua ini? Maksudnya apa coba!?" Mayra juga ikut kesal.


"Heran...! Dia dapat nomor kontak gue dari mana ya?" Amel mengerutkan dahinya.


"Sorry Mel, kemarin gue yang kasih kartu nama kita ke Pram, tapi walaupun gue nggak kasih kartu nama, dia pasti tahu nomor kontak lu Mel.. kan nomor itu yang di publish di semua sosial media dan flyer AMP!"


"Iya juga sih". Amel mengangguk.


"Udah lah Mel, cuekin aja. Yuk cus..!" Mayra menarik tangan Amel dan membawanya menuju ke mobil.


*****


Andra melirik jam tangannya, "Iya Bro, sore ini kan event pertamanya Amel, jam segini pasti dia masih sibuk, nanti gue sekalian jemput dia kalau acaranya sudah selesai!'


"Lo sendiri kenapa belum pulang?" Andra menoleh ke Yogi yang kini sudah duduk di hadapannya.


"Sama Ndra... gue juga lagi nunggu gebetan gue pulang kerja biar bisa pulang bareng!" Yogi tersenyum berkata jujur.


"Ciehh... sejak kapan lo punya gebetan Bro?, pantas saja dari kemarin gue lihat wajah lo berseri seri terus rupanya lagi jatuh cinta ya?" Andra menopang dagunya dengan tangannya dan menatap Yogi dengan rasa penasaran.


"Ya... sah sah aja kan kalo gue jatuh cinta? Emang cuma elo aja yang bisa ngerasain hal itu!" kata Yogi dengan senyum masih melekat di bibirnya.


"Hahaha...!" Andra tertawa mendengar kekonyolan Yogi. "Ya wajarlah....hanya saja gue penasaran siapa cewek yang bisa bikin lo jatuh cinta secepat ini Gi?, setahu gue selama ini lo nggak pernah jalan sama gadis manapun!"


"Nanti lo juga bakalan tahu Ndra...!" Yogi masih tersenyum.


"Ehm... jangan lama lama pacaran Bro, dihalalkan saja langsung! Emangnya lo mau pedang pusaka lo berkarat karena lama nggak diasah haha...!" Andra tertawa menggodanya.


"Haha.. bisa aja lo Ndra...!" Yogi ikut tertawa. "Tapi kalau gue serius dan pengen langsung melamar cewek itu elo bakalan dukung gue kan Bro?" Yogi balik bertanya.


"Emangnya gue pernah nggak mendukungmu Gi? Kalau menurut gue sih di gas kan saja jangan ditunda!" Kembali tawa keduanya terdengar garing.


"Kalau gitu, gue pulang duluan deh Ndra... lebih baik gue nunggu disana daripada dia yang nunggu kan nggak etis membiarkan seorang wanita lama menunggu!" Yogi beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Lo nggak usah sok nge bucin Gi!, cewek itu mesti dibiasakan mandiri jangan di manja terus!" seru Andra saat Yogi mulai melangkah meninggalkan ruangannya.


Yogi membalikkan wajahnya kembali melihat Andra setelah mendengar kata kata Andra itu.


"Bro... lo lagi ngomongin diri lo sendiri ya? Bukannya elo yang bucin sama Amel ya? Hahaha... Yogi menggeleng dan tertawa makin keras lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Andra.


Satu jam kemudian Andra pun mulai bersiap meninggalkan kantornya untuk menjemput Amel di tempat event pertama Amel dan Mayra.


Dia memarkirkan mobilnya tak jauh dari lobby restoran yang sudah mulai sepi. Peserta acara sudah mulai pulang karena acara sudah selesai.


"Loh ini kan mobilnya Yogi?" Andra menghentikan langkahnya saat melihat Yogi duduk di dalam mobilnya yang diparkir tak jauh dari tempatnya berdiri saat itu.


"Hei.. Bro, lo disini juga?" Andra memukul pelan pintu mobil Yogi dan sontak membuat Yogi kaget.


"Lo ngagetin gue aja Ndra!" Yogi turun dari mobilnya.


"Lah lo ngapain disini?, Hmmm....gue tahu! Berarti gebetan lo itu??" Andra mencoba menerka lalu menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan tersenyum.


"Itu mereka datang Ndra!" Yogi menunjuk ke arah lobby restoran.


Andra bergegas menuju lobby itu dan menghampiri Amel dan Mayra yang baru saja keluar dari restoran itu. Amel langsung memeluk Andra dan tersenyum senang.


"Sayang acaranya sukses, semua orang senang..!" Amel melingkarkan tangannya di bahu Andra dan Andra merangkul pinggang istrinya itu sambil mengecup lembut pipinya.


"Eheemmm....!" Mayra berdehem keras.


"Kalau mau bermesraan jangan di depan umum dong... kalian tidak melihat ada orang lain juga disini!" Senyum cibiran tersungging di bibirnya.


Andra lalu melepaskan pelukan Amel.


"Jangan sirik May... tuh lihat pangeranmu juga sudah menunggu di sana!" Andra menunjuk ke arah Yogi yang masih berdiri menunggu Mayra dekat tempat parkir.


Mayra tersipu lalu mempercepat langkahnya menghampiri Yogi.


"Sayang, mereka sudah jadian ya?" Amel bertanya kepada Andra.


"Sepertinya otewe sayang!" Andra menjawab singkat sambil tersenyum dan menggandeng tangan Amel menuju ke mobilnya.


Kedua pasangan itu kemudian sama sama meninggalkan tempat itu dan menghilang di antara kemacetan jalan Ibu Kota.


Sepasang mata penuh kebencian sudah sedari tadi mengawasi mereka tak jauh dari tempat itu.


"Kalian boleh senang senang dulu sekarang....! Lihat saja sebentar lagi air mata kalian akan menjadi kemenanganku!" Pramana duduk di dalam mobilnya sambil menghembuskan nafas kasarnya.


"Amelia... hmmm.. semakin hari kau semakin cantik saja Mel... aku menyesal pernah meninggalkanmu!" Pram menyentuh keningnya menyesali kebodohan masa lalunya.


"Tapi belum terlambat Mel...aku akan menjadikanmu milikku lagi! Bukan hanya kecantikanmu tapi kekayaan papamu juga akan jatuh ke tanganku!"

__ADS_1


"Andra.... aku harus menyingkirkannya dulu...!" Senyum dominasi terlihat di bibir Pramana lalu ia pun berlalu meninggalkan tempat itu.


__ADS_2