
Mentari sudah bersinar, tetapi tidak secerah hari kemarin. Hari ini cuaca lumayan mendung.
Kesya sudah siap-siap untuk berangkat sekolah, sedangkan bunda Ana sedang menyiapkan sarapan pagi di dapur, dan ayah Ardi sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Kesya sudah selesai bersiap-siap dan segera ke ruang makan, begitu juga dengan ayah Ardi yang sedang berjalan ke ruang makan.
"Pagi bunda" sapa kesya.
"Pagi juga sayang" jawab bunda ana.
"Ayah kemana bun?" tanya kesya karena belum melihat keberadaan ayahnya, tetapi belum sempat bunda ana menjawab ayah ardi sudah sampai di hadapan mereka.
"Ayah disini sayang" jawab ayah ardi sambil merentangkan kedua tangannya agar kesya bisa memeluknya. Kesya langsung berlari dan memeluk ayah ardi.
"Ayah...entah kenapa kesya sangat merindukan ayah" ucap kesya sambil tersenyum.
"Mungkin karena ayah jarang punya waktu untuk kamu sayang, ya sudah yuk kita sarapan dulu" ajak ayah ardi.
Bunda pun tersenyum melihat kedekatan kesya dan ayahnya.
Kemudian kesya dan keluarganya duduk di meja makan , ayah ardi langsung memimpin doanya.
Setelah itu mereka makan dengan tenang. Setelah selesai makan, Kesya hendak pamitan kepada kedua orang tuanya tetapi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Tok..tok..tok. Assalamualaikum" salam kak andra dari luar rumah.
" Waalaikum salam" jawab kesya, ayah ardi dan bunda ana bebarengan.
"Biar kesya aja bun yang bukain pintu" ucap kesya sambil melangkah ke arah pintu. Bunda ana hanya mengangguk, kemudian mulai membersihkan meja makan.
"Kak Andra" panggil kesya saat membuka pintu.
"Selamat pagi kesya" ucap kak andra sambil memberikan sebuah bunga mawar merah kepada kesya. Kesya pun langsung mengambil bunga itu dari tangan kak andra.
"Pagi juga kak, ada pa ya kak?Kok datang pagi-pagi? " tanya kesya.
"Kesya siapa yang datang sayang, kok gak disuruh masuk?" tanya ayah ardi yang sudah ada di belakang kesya.
"Oh iya silahkan masuk kak" ucap kesya. Kak andra pun mengangguk, sedangkan ayah ardi berpamitan hendak berangkat ke kantor.
"Aku mau nganterin kamu kesekolah sya, kebetulan hari ini kuliahku libur." ucap kak Andra.
"Tapi kak aku bisa berangkat sendiri kok. Aku gak mau ngere..." ucap kesya tergantung karena kak andra memotong pembicaraan kesya.
"Aku gak repot kok, yuk sya kita berangkat sebelum kamu terlambat" ajak kak andra sambil tersenyum.
Kesya pun hanya mengangguk dan segera pergi ke dapur untuk berpamitan pada bunda ana.
__ADS_1
"Bun, kesya berangkat sekolah dulu ya. Diantar sama kak andra bun." ucap kesya sambil mencium tangan bunda ana.
"Iya sayang kamu hati-hati dijalan ya. Ayuk bunda antar kedepan." ucap bunda ana.
"Iya bun" jawab kesya yang langsung berjalan ke ruang tamu bersama bunda ana.
"Kalian hati-hati dijalan ya, nak andra titip kesya ya. Terimakasih udah mau nganterin kesya." ucap bunda ana.
"Iya tan sama-sama, aku pasti jagain kesya kok" ucap kak andra.
"Kita berangkat dulu ya bun, assalamualaikum" salam kesya dan kak andra.
" Waalaikum salam" jawab bunda ana.
Kesya langsung masuk ke mobil kak Andra begitu juga kak andra langsung masuk ke mobilnya.
Kak andra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Andra terus saja melirik ke arah kesya.
Sedangkan kesya yang tau sedang di lirik kak andra hanya diam saja, dia pura-pura tidak tau.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan sekolah. Kesya langsung turun dari mobil kak andra, tidak lupa dia mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih kak udah nganterin kesya, kakak hati-hati dijalan ya" ucap kesya.
"Iya sama-sama sya, nanti pulang sekolah aku jemput ya. Jangan membantah" ucap kak andra.
Dikelas kesya langsung duduk dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Hari ini Lyra tidak masuk sekolah karena sakit, jadi kesya sedikit tidak bersemangat karena sahabatnya tidak ada disampingnya. Tapi dia tetap berdoa semoga Lyra cepat sembuh supaya bisa berangkat kesekolah lagi.
Tepat jam 1 siang, bel pun berbunyi. Guru yang mengajar di jam terakhir memimpin doa dan setelah itu semua murid bisa pulang ke rumah masing-masing.
Kesya langsung melangkahkan kakinya keluar sekolah. Dia melihat kak Andra sudah ada di depan gerbang sekolahnya, dia sedikit berlari menghampiri kak andra. Sesampainya di depan kak andra..
"Assalamualaikum kak, mamaaafff nunggu lama" ucap kesya sambil mengatur nafasnya karena habis lari.
"Waalaikum salam sya, gak lama kok. Aku baru aja sampai kamu tidak perlu berlari kayak tadi, nanti kalau jatuh kamu akan terluka. Ya sudah sekarang kamu masuk dulu" ucap kak andra sambil membukakan pintu untuk kesya.
Kesya pun mengangguk dan langsung masuk mobil.
Kak andra lalu ikut masuk ke mobil. Dia segera mengambilkan air minum untuk kesya.
"Ini diminum dulu sya" ucapnya sambil tersenyum.
"Terimakasih kak" ucap kesya sambil mengambil air minum itu dan langsung meminumnya.
Kak andra pun tersenyum, dia mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Sya, kita mampir makan siang dulu yuk" ajaknya.
__ADS_1
"Tapi kak, aku belum ijin sama bunda" ucap kesya.
"Aku udah ijin kok tadi pagi dan diijinin sama tante" jawab kak andra. Kesya pun mengangguk dan setuju untuk makan siang bersama. Lalu kak andra memasuki sebuah restoran yang mewah. Dia memarkirkan mobilnya. Kemudian turun dari mobilnya.
"Ayuk sya" ajak kak andra.
"Iya kak" jawab kesya yang langsung keluar dari mobil.
Kesya pun berjalan di samping kak andra. Mereka memasuki restoran itu dan pelayan restoran menyapanya dengan ramah kemudian mengantar mereka ketempat duduknya. Sebenarnya tadi sebelum jemput kesya, kak andra sudah memesan tempat duduk untuk mereka.
Mereka lalu duduk di tempat yang sudah di pesan kak andra. Mereka hanya terdiam dan saling menatap sampai dua orang pelayan datang membawa makanan pesanan mereka.
"Selamat menikmati tuan dan nyonya" ucap pelayan itu.
"Terimakasih" ucap kesya sambil tersenyum. Kedua pelayan itu membalas senyuman kesya dan segera pamit untuk kembali bekerja.
"Silahkan dimakan tuan putri" ucap kak andra sambil tersenyum.
"Mm..iya kak" jawab kesya sambil tersenyum. Kemudian kak andra memimpin doa, setelah itu mereka makan. Setelah selesai makan, kak andra membayar makanannya dan langsung mengajak kesya untuk pulang kerumah. Tapi tiba-tiba hujan turun sangat deras, ditambah suara petir yang menggelegar. Kesya ketakutan dan menutup wajahnya dengan telapak tangan.
Kak andra kemudian mengajak kesya kembali duduk.
"Lebih baik kita duduk disini dulu ya" ucap kak andra. Kesya pun mengangguk dna memnyingkirkan tangannya dari wajahnya.
"Apa kamu takut?" tanya kak andra.
Kesya langsung mengangguk.
"Sudah tidak apa-apa, hanya suara petir. Ada aku disini, kita berdoa saja semoga hujannya segera reda" kata kak andra. Kesya pun tersenyum.
Lalu mereka saling diam dan tiba-tiba suara petir terdengar lagi. Kesya yang takut pun langsung berteriak.
"Kak andraaaaa" teriak kesya.
Kak andra yang ada disamping kesya langsung kaget dan reflek memeluk kesya.
Kesya pun terdiam dalam pelukan kak andra.
"Aku disini kesya sudah jangan takut, ada aku disini" ucap kak andra menenangkan.
"I..iya kak" jawab kesya masih sedikit takut.
Setelah kesya tenang dia segera melepas pelukan kak andra.
"Kak lepasin, aku tidak bisa bernafas" ucap kesya.
"Iya sya, maaf ya" ucap kak andra . Kesya pun mengangguk.
__ADS_1
Sejam sudah berlalu, hujan mulai reda. Kak andra memutuskan untuk mengantar kesya pulang.