
Andi terkejut, ketika kembali ke kamar rawat rendy. Dia tidak mendapati anaknya. Andi berlari keluar mencoba mencari rendy. Tetapi tidak menemukannya. Kepanikan Andi bertambah.
"Faul, kau melihat rendy?" Tanya Andi yang mendapati Faul sedang menelpon di luar rumah sakit.
"Maksud kak apa? bukannya rendy sama kak Andi tadi?" Tanya faul yang kebingungan.
"Aku tau, tetapi aku meninggalkan dia sebentar untuk membeli makanan. Ketika kembali, rendy sudah tidak ada di kamar" Kata Andi dengan wajah memerah karena panik.
"Kak Andi jangan bercanda, rendy masih sakit dan belum pulih sepenuhnya. Dia tidak mungkin meninggalkan rumah sakit ini" Kata Faul yang sedikit membesarkan suaranya, mengira Andi bercanda.
"Faul, kau tidak melihat wajahku. Aku serius, aku takut rendy kenapa-napa. Mungkin kau melihat dia keluar dari rumah sakit. Aku mencarinya kemana-mana tetapi tidak menemukannya" Kata Andi yang sudah 100 persen ketakutan.
"Aku tidak melihat rendy kak, dari tadi aku sibuk menelpon dokter dara, ponselnya tidak bisa dihubungi" Kata Faul memperlihatkan layar ponsel pada Andi.
"Periksa kamera cctv kak, kita bisa tau rendy ke mana" kata faul seketika.
Andi berlari ke ruang cctv. Orang yang bertugas di cctv terkejut melihat kedatangan orang yang tidak di kenal. Terlebih Andi datang dengan berlari tergopoh-gopoh.
"Aku mau periksa kamera cctv" Kata Andi sambil mengarah ke komputer di depannya.
"Apa yang bisa kami bantu pak?" Tanya salah satu yang bertugas.
"Kau tidak dengar apa tuli? Aku katakan periksa camera cctv sekarang juga!" Perintah Andi dengan meninggikan suaranya.
"Kami kehilangan seorang anak di rumah sakit ini, makanya kami mau memeriksa cctv. Mungkin bisa membantu menemukan anak kakakku" Kata faul yang baru datang.
Petugas keamanan mengerti maksud faul, dia buru-buru menyalakan komputer di depannya.
"Ruang rawat berapa pak?"
"112, satu jam yang lalu," Singkat Andi dengan cepat.
Andi dan faul fokus memperhatikan rendy yang bangun dengan sendirinya di tempat tidur. Andi tercengah ketika rendy melepas infus di tangannya. Bagaimana bisa rendy melakukan semua ini dan untuk apa?, itu yang dipikirkan Andi saat ini.
"Rendy keluar dari rumah sakit, tetapi tunggu dulu. Bukan kha ini reno yang membawa rendy masuk ke mobilnya?" Tanya faul sambil menunjuk layar komputer.
"Itu benar, kenapa reno tidak memberitahuku jika rendy bersamanya?" Kaya Andi dengan kebingungan.
__ADS_1
"Sebaiknya telepon reno kak untuk memastikan semua ini" Kata faul memberi saran.
Andi meraih ponselnya di saku celana dan menelpon reno.
Dreet...Dreet...Dreet...
Lama ponsel Andi berdering, tetapi reno tidak ujung mengangkat teleponnya. Andi jadi marah, dia melempar ponselnya ke sembarang arah.
"Kak Andi kalau marah jangan lempar ponsel, sayang ponselnya rusak" Kata faul sambil memungut ponsel kakaknya.
"Tinggal beli lagi" Kata Andi sambil keluar dari ruang cctv.
"Enak yang bang punya kakak yang banyak uang. Ponsel di lempar, tinggal buang kalau rusak, kemudian beli yang baru" Canda petugas keamanan pada faul.
"Enak sih enak, tetapi kebanyakan tidak enaknya" Kata faul kemudian melangkahkan kakinya keluar mengikuti Andi.
"Kak Andi semakin hari merepotkan" Guman faul dalam hati.
Andi bingung harus bagaimana sekarang, dia tidak tau harus mencari rendy kemana. Tidak ada pilihan lain, Andi harus bertemu reno.
"Kak Andi mau kemana, ketemu reno?" terika faul yang berlari ke arah Andi.
Tanpa aba-aba, Andi mengambil paksa kunci mobil faul dari kantong celana faul. Faul hanya diam tanpe bereaksi. Jika kakaknya bertindak, Faul tidak akan bisa menghentikannya.
****
Andi mengendarai mobilnya dan melajukannya ke markasnya. Yang ada di pikirannya saat ini, bertemu reno dan membawa rendy pulang.
Saat sampai di markas, Andi di sambut anak buah reno yang menjaga markas. Mereka menunduk memberi hormat ketika melihat Andi.
"Dimana reno?"
"Didalam tuan, ada yang bisa kami lakukan?" Sahut anak buah reno. Andi menghiraukan mereka dan langsung masuk.
Dilihat reno yang sedang duduk bersantai sambil bermain ponselnya. Andi menendang kaki reno dan membuat reno terkejut.
"Tuan Andi datang ke sini tidak mengabari. Apa ada yang penting atau mendesak?" Tanya reno.
__ADS_1
"Reno terlihat santai, seharusnya dia bicara di mana rendy. Aku juga tidak melihat rendy di sini?" guman Andi memperhatikan tingkah reno.
"Dimana rendy, kau membawa dia kabur dari rumah sakit barusan," Kata Andi.
Reno merenung sebentar, sebelum menjawab pertanyaan Andi. Dia terlihat bingung dengan pertanyaan Andi.
"Rendy? apa maksud tuan aku yang membawa rendy keluar dari rumah sakit? dari tadi aku berada di sini menjaga markas," Kata reno terus terang.
"Reno, sampai kapan kau mengelak, aku punya bukti jika kamu yang membawa rendy. Sekarang katakan jujur saja, dimana rendy" Kata Andi dengan meninggikan suaranya.
"Aku benar tidak mengerti maksud tuan Andi. Dari tadi aku berada di markas dan tidak kemana-mana. Tuan Andi bisa bertanya dengan anak buahku yang berjaga di luar"
Andi lupa menyalin cctv barusan. Andi langsung menghubungi faul.
"Tunggu dulu, aku suruh faul kirim bukti supaya kamu tidak bisa mengelak lagi," kata Andi.
"Faul, cepat kirimkan aku camera cctv dimana reno membawa rendy!" Perintah Andi.
"Kak Andi tidak tanyakan dulu aku masih di rumah sakit atau tidak? Bagaimana jika aku sudah tidak berada di rumah sakit" Oceh faul dalam telepon.
"Aku tidak peduli, sekarang juga kirimkan aku" Kata Andi menutup sambungan telepon sepihak.
Tiga menit kemudian, pesan masuk. Faul sudah mengirim video yang Andi minta. Dengan cepat, Andi memperlihatkannya pada reno yang berada di sampingnya.
"Kau masih mau mengelak? wajahmu sudah terpasang di cctv," Kata Andi setelah reno selesai melihat video tersebut.
"Aku tidak tau, bagaimana bisa aku berada di dalam video itu," kata reno dengan kebingungan.
"Reno, jangan buang waktuku. Rendy masih sakit, bawa dia padaku sekarnag juga!" Jata Andi sambil meraih kerah baju reno.
Ini pertama kalinya Andi begitu marah pada reno. Reno yang melihat wajah Andi memerah karena marah, menjadi takut. Tetapi apa yang bisa reno lakukan. Dia sama sekali tidak mengerti.
"Tuan Andi, aku tidak mungkin main-main denegan anda. Lagipula aku tidak tau jika rendy sudah sadarkan diri" Kata reno terus membela diri.
Anak buah reno yang sedang berjaga di luar, masuk karena mendengar suara berisik dari dalam.
"Itu benar tuan Andi, kami jadi saksi. Sejak pagi bos reno tidak pernah keluar dari markas"
__ADS_1
"Lalu bisa kalian jelaskan ini?" kata Andi sambil memperlihatkan video pada anak buah reno.
Mereka hanya saling memandang, wajah reno terlihat jelas di dalam video sambil membawa rendy ikut bersamanya.