Kehadiran Cinta

Kehadiran Cinta
Eps. 51


__ADS_3

Rendy dan Ardy sudah siap untuk ke luar kota. Ardi sudah memesan dua tiket. Tetapi, Ardi merasa jika dirinya terus diikuti. Seseorang yang menggunakan jas cokelat, memakai topi dan kecamata, membuat Ardi curiga. Dimana dirinya berada, orang tersebut selalu ada.


"Pamanku belum datang paman?" Tanya rendy yang sedari tadi tangannya terus di gandeng Ardi.


"Sebentar lagi dia akan datang" Kata Ardi tetap waspada.


Di tempat lain, seseorang selalu menatap layar ponselnya sambil memainkannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.


"Dimana dia?" Tanyanya kepada rekannya dalam telepon.


"Dia sudah sampai di bandara" kata rekannya dalam telepon.


"Cari tempat yang sepi dan habisi mereka" Kata Hansa sambil tersenyum penuh kelicikan. Setelah mengatakannya, hansa menutup teleponnya.


"Sebentar lagi, kau akan menangis sejadi-jadinya" Guman hansa dengan terus tertawa menanti kabar baik.


Rendy duduk di kursi, kakinya terasa pegal berjalan. Ardi yang melihatnya menyodorkan air minum padanya.


"Terima kasih paman, tetapi aku mau bertemu pamanku. Aku sudah sangat merindukan mamaku" Kata Rendy sambil menunduk.


Ardi merasa bingung, dia tidak tau apa yang harus dikatakannya pada anak kecil di depannya. Diam adalah pilihan yang tepat bagi Ardi.


Saat melihat ke arah lain, Ardi melihat seseorang yang sangat dia kenali. Orang yang pernah dia sekap sebelumnya.


"Itukan dara?" Tanya Ardi.


"Tetapi sedang apa dia di sini?"


Rendy melihat ke arah orang yang dikatakan paman Ardi. Dia sangat senang melihat dara yang berjalan sambil membawa koper.


"Mama..." Teriak Rendy ketika melihat dara.


Dara yang mendegar teriakan seseorang anak kecil, langsung menoleh. Dara menutup wajahnya, tetapi rendy sudah berlari ke arahnya dengan terus memanggil mamanya.


"Mama..." Teriak rendy tanpa henti.


Dara tekejut ketika seorang anak kecil memeluk kakinya. Dia menunduk dan melihat wajah rendy.


"Rendy, kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya dara dengan kebingungan. Dia datang ke luar kota agar menghindar dari rendy dan Andi.


"Rendy merindukan mama" Kata rendy tanpa berhenti memeluk.


"Kau istrinya Andi?" Tanya Ardi di belakang dara.


"Bukan, aku hanya dokter pribadi rendy saja" Kata dara sambil menoleh ke arah Ardi.


jeg...

__ADS_1


Tatapan mereka saling bertemu. Dara merasa tidak asing dengan Ardi. Dia kemudian teringat jika Ardi adalah orang yang pernah menculiknya.


"Kau penculik itu kan?" Tanya dara sambil menunjuk.


"Kau dara?" Tanya ardi seolah tidak percaya.


Dara merangkul rendy, berjaga agar Ardi tidak mengambil rendy darinya.


"Kau menculil rendy dan membawanya keluar kota? kali ini apa motifmu?" Tanya Dara dengan emosi.


"Menculik? aku bukan penculik"


"Lalu apa jika kau bukan penculik? apa perampok anak?" Dara tidak berhenti bertanya.


"Kau salah, aku ini... Ah sudahlah, kau tidak akan mengerti. Berikan rendy padaku sekarang!" Perintah Ardi dengan keras.


"Tidak, aku akan melaporkanmu ke polisi" Kata dara mengambil ponselnya dari sakunya.


Door...Door..


Suara tembakan menggema di bandara. Semua orang menunduk karena takut tertembak.


"Sial, sudah aku tebak ada yang tidak beres" Kata Ardi berusaha mencari asal tembakan.


Dara memeluk rendy dengan lekat. Rendy sudah ketakutan, kakinya bergetar.


"Bos, target sudah terlihat. Tetapi dia bersembunyi di kerumunan orang" Kata seseorang yang menggunakan senjata lengkap.


"Baik, aku akan melakukannya" Lanjutnya setelah mendapat perintah.


Ardi merasa jika dirinya yang diincar oleh orang tersebut. Dia kemudian menghampiri rendy dan dara yang tidak jauh darinya.


"Kalian ikut aku, sepertinya ada yang mengincar rendy" kata Ardi sambil memberi kode agar dara mengikutinya.


"Kau bisa dipercaya?" Kata dara.


"Kau tidak membahas ini dulu. Yang penting sekarang kita pergi dari sini dulu" Kata Ardi menarik dara ikut di belakangnya.


Mereka terus mengendap di kerumunan orang yang sedang panik. Setelah merasa aman, ardi membawa dara dan rendy bersembunyi di toilet bandara.


"Kau punya ponsel?" Tanya Ardi berpura-pura tidak tau. Padahal, dia melihat dara mengeluarkan ponselnya tadi.


"Ini..." Kata dara sambil memberikan ponselnya pda Ardi.


Ardi dengan cepat menghubungi nomor rio. Untung saja dirinya hafal nomor temannya.


Rio tidak mengangkatnya, dia kemudian menghubungi nomor tuan hansa.

__ADS_1


"Halo tuan, ini aku Ardi. Aku dan rendy sudah sampai di bandara, tetapi kami mendadak di serang" Kata Ardi menjelaskan.


"Kau sekarang ada di mana?" Tanya hansa dengan cepat saat tau jika dia adalah Ardi. Padahal, hansa mengira jika dara yang menelponnya.


"Kami masih di bandara. Tuan cepat mengirimkan kami bantuan" Ardi terdengar memohon.


"Kau tenang saja, aku akan suruh anak buahku mencarimu" Kata hansa sambil tersenyum licik.


"Aku menghubungi rio, tetapi dia tidak mengangkat teleponnya" Kata Ardi yang membuat hansa terkejut.


"Untuk apa kau menghubunginya? kau tidak perlu memberitahunya. Aku yang akan membantumu" Tanya hansa sedikit berteriak.


Setelah selesai menelpon, Ardi memberikan ponselnya pada Dara.


"Ada yang tidak beres?" kata Ardi yang membuat dara dan rendy heran.


"Apa?"


"Kalian tetap di sini, aku akan mencari tau dulu" Ardi kemudian berlari meninggalkan rendy dan dara yang masih bengong.


"Rendy tidak khawatir, aku ada di sini" Kata dara sambil memeluk Rendy.


Ada kehangatan yang dara rasakan. Seperti kasih sayang seorang anak dan ibu. Ketika rendy memanggilnya sebagai mama, dara tidak komentar. Dia sejujurnya sangat senang rendy memanggilnya dengan sebutan mama.


Tidak berapa lama, Rio menelpon ke nomor dara.


"Ini siapa? kenapa menelponku?" Tanya rio dari seberang telepon.


"Ini aku dara. Temanmu si pencuri tadi menelponmu" Kata dara kurang senang.


"Minta bantuan apa?" Tanya rio seperti bingung.


"Paman ini aku rendy. Kami tiba-tiba saja di serang" teriak rendy ketika mendengar suara rio dalam telepon.


"Rendy, itu kau? kau dimana sekarang? kenapa bisa di serang?" Tanya rio terkejut.


"Dibandara" Kata dara yang menjawab.


"Dibandara mana?" Tanya rio tetapi belum sempat dara menjawab, ponselnya sudah mati.


"Aduh, ponsel mati disaat begini" keluh dara karena ponselnya mati.


"Rendy di sini dulu, aku mau cari colokan untuk ponselku" Kata dara.


Dara berjalan pergi, rendy yang melihat dara menjauh, mencoba mengikuti dara dari kejauhan tanpa sepengetahuan dara.


Be Continue...

__ADS_1


__ADS_2