Kehadiran Cinta

Kehadiran Cinta
15. Memasak


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, kesya terbangun dari tidurnya. Dia langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu setelah itu menggelar sajadah dan memakai mukenanya.


Kesya melaksanakan sholat subuh dikamarnya. Selesai sholat dia memilih untuk mandi. Hari ini hari minggu jadi kesya bisa santai dirumah. Selesai mandi dan berganti baju kesya keluar kamar menuju dapur untuk membantu bunda ana memasak, tapi nihil di dapur belum ada bunda Ana. Kesya memutuskan untuk mulai memasak tanpa bunda ana. Dia langsung memasak nasi, setelah itu dia mengambil bahan-bahan di kulkas dan mulai membuat sop ayam.


Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, kesya hampir menyelesaikan pekerjaannya. Bunda ana menghampiri kesya di dapur.


"Pagi sayang, duh kamu jadi repot-repot masak. Maafkan bunda ya bunda kesiangan bangunnya." ucap bunda ana.


"Iya bun tidak apa-apa, ini masakannya bentar lagi matang kok bun. Bunda duduk aja dulu ya dimeja makan, biar kesya yang nyiapain" jawan kesya.


"Bunda bantuin ya sayang" ucap bunda Ana sambil mengambil piring, tapi kesya langsung mengambil piring itu dari tangan bunda ana.


"Kesya aja bun, udah bunda duduk dulu di meja makan, ngomong-ngomong ayah belum bangun bun?" tanya kesya sambil berjalan ke arah meja makan untuk menata piring.


"Belum tau sayang, tadi waktu bunda kesini ayahmu masih tidur." ucap bunda ana.


"Ayah pasti capek banget ya bun" kata kesya.


"Iya lah sayang, ayahmu tuh capek semalaman habis ngajak bunda begadang" ucap bunda ana keceplosan.


"Begadang ngapain bun?" tanya kesya sambil menuangkan sup ke mangkok.


"Gak apa-apa sayang" jawab bunda ana sambil tersenyum.


Sedangkan kesya membalas senyum bundanya sambil terus berfikir.


Tiba-tiba ayah ardi sudah datang dan duduk di samping bunda ana.


"Semalam bundamu itu gak ngebiarin ayah tidur dengan nyenyak jadi ya ayah terlambat bangun" ucap ayah ardi sambil melirik ke bunda ana yang sedang melototi ayah ardi.


"Bunda kenapa gak ngebiarin ayah tidur nyenyak?Bunda gangguin ayah ya" goda kesya.


"Eh enggak sayang, untuk apa bunda gangguin ayah kamu, justru bunda yang di ganggu ayah kamu. Udah tau semalam bunda ngantuk banget eh malah diajak buat..." kata-kata bunda ana terputus karena ayah ardi langsung berdehem.


"Ehem..ehem"


"Eh ayah minum dulu, bunda..ayah ngajak buat apa?" tanya kesya polos.


"Itu sayang semalam ayah ajak bunda kamu buat bersihin lemari ayah" ucap ayah ardi ngawur.


"Kenapa malam-malam sih yah, pagi kan bisa" kata kesya.


"Udah-udah sayang ayuk kita makan dulu" ucap bunda ana.


"Iya bun" jawab kesya dan langsung duduk disamping bunda ana.

__ADS_1


Ayah ardi langsung memimpin doa setelah itu mereka makan tanpa bersuara. Selesai makan bunda ana dan kesya mencuci piring, sedangkan ayah ardi pergi menonton televisi.


"Sudah selesai sayang, ayuk kita menyusul ayahmu" ucap bunda ana.


"Bunda duluan aja, biar kesya buatkan minuman dulu" jawab kesya sambil tersenyum


Bunda ana pun mengangguk lalu melangkah ke ruang televisi menemui ayah ardi, sedangkan kesya mulai membuat jus jeruk.


Kesya selesai membuat jus dan menyiapkan camilan. Kemudian dia melangkah ke ruang televisi.


"Ayah,bunda ini minuman sama camilannya" ucap kesya sambil menaruh nampan yang dibawa ke atas meja.


"Terimakasih sayang, sini duduk disamping ayah" kata ayah ardi.


Kesya pun tersenyum dan menuruti ucapan ayah ardi, dia duduk di samping ayahnya.


"Kesya..bentar lagi kan kamu wisuda nak, terus kapan kamu mau menikah sama nak andra?" tanya ayah ardi.


Sebenarnya sebulan yang lalu kesya sudah menyelesaikan ujian akhir sekolah. Sekarang tinggal menunggu waktu wisuda saja.


"Ayah, tapi kan kesya pengen kuliah dulu" ucap kesya.


"Kamu bisa kuliah setelah menikah nak, lagian nak andra gak keberatan kok kalau kamu mau kuliah, tapi pernikahan kalian harus terlaksana terlebih dahulu." ucap ayah ardi.


"Tapi kan yah" sela kesya sambil cemberut.


"Kesya belum siap bun ninggalin bunda dan ayah" ucap kesya.


"Kamu dan nak andra bisa tinggal disini kapanpun kalian mau" kata ayah andra memberi solusi.


"Iya sudah yah, terserah ayah sama bunda aja, kesya tau kok kalian selalu memberikan yang terbaik untuk kesya" ucap kesya sambil tersenyum.


"Terimakasih sayang, kamu memang putri ayah yang paling baik" ucap ayah ardi.


"Kesya ke kamar dulu ya yah,bun" ucap kesya yang langsung pergi kekamarnya. Bunda dan ayahnya hanya mengangguk saja.


~ Kamar ~


Kesya membuka pintu kamarnya, dia lalu berjalan menuju tempat tidurnya dan langsung merebahkan diri di sana. Dia mengambil hpnya, terdapat pesan masuk.


Lyra


Sya kita jalan-jalan yuk ke mall, aku bosan nih dirumah. Nanti biar aku yang jemput kamu ya sya.


Kesya

__ADS_1


Jam berapa ra?


Lyra


Sebentar lagi sya, kamu siap-siap aja dulu. Aku lagi nunggu mamahku sedang pergi belanja.


Kesya


Iya ra aku tunggu dirumah. Aku juga mau ijin dulu sama ayah dan bunda.


Kesya pun keluar kamar menuju ruang televisi.


"Ayah bunda, kesya mau ijin pergi ke mall sama Lyra." ucap kesya sambil menatap kedua orang tuanya.


"Iya sayang, hati-hati dijalan ya. Jangan pulang malam" pesan ayah ardi.


"Iya ayah siap, kesya mau ke kamar dulu yah" ucap kesya yang langsung pergi ke kamarnya.


"Bun, ayah ke kamar bentar ya." ucap ayah ardi pada bunda ana. Bunda ana pun mengangguk, sedangkan ayah ardi pergi kamarnya mengambil beberapa lembar uang untuk diberikan kepada kesya. Kemudian kembali duduk di ruang televisi.


~ Kamar ~


Kesya sedang bersiap-siap untuk pergi ke mall bersama Lyra. Dia memakai baju panjang warna pink, rok navy dan jilbab pink. Dia terlihat sangat cantik dan manis.


Setelah itu kesya mengambil tasnya dan mengambil ponselnya, dia hendak memasukkan hpnya ke tas tapi ada notifikasi pesan masuk.


Lyra


Sya, aku ini mau berangkat kerumahmu. Kamu sudah siap kan? aku nggak mau ya nunggu kamu kelamaan😐


Kesya pun tersenyum membaca pesan Lyra dan langsung mengetik balasan pesan itu.


Kesya


Aku udah siap kok, aku tunggu kamu diruang tamu. Hati-hati dijalan ra, jangan ngebut.Sampai ketemu dirumahku😊


Lyra


Oke sya.


Setelah membaca pesan tersebut, kesya langsung memasukkan hpnya ke dalam tas. Kesya memeriksa tasnya apa ada barang yang ketinggalan atau tidak. Ternyata dia tidak menemukan dompetnya.


Dimana dompetku ya, oh ya tadi aku menaruhnya di dalam laci, gumam kesya.


Kesya kembali ke kamarnya dan mengambil dompetnya, lalu memasukkan dompet itu ke tasnya.

__ADS_1


Setelah itu kesya keluar kamar dan menuju ke ruang televisi untuk berpamitan pada kedua orang tuanya.


__ADS_2