
***
Sesampainya dikelas mereka duduk ditempat duduk masing-masing. Tiba-tiba Kesya merasa ada yang menepuk pundaknya,dia kaget dan langsung menoleh. Ternyata Lyra yang menepuk pundaknya,Lyra pun ketawa sendiri melihat sahabatnya yang terkejut.
"Lyra...ada apa? kamu ngagetin aja" tanya Kesya sambil memperlihatkan muka cemberut. " Hehe Kesya Kesya makanya jangan ngalamun kalau dikelas " ucap Lyra sambil tersenyum menatap Kesya. "Hufh iya deh aku gx ngelamun lagi" jawab Kesya.
" Sya..kamu tau tidak tadi siapa yang kamu tabrak?" tanya Lyra. "Aku tidak tahu Lyra ,emangnya kenapa?" tanya Kesya . "Dia adalah anak dari pemilik sekolah ini,dia tampan dan banyak sekali wanita yang mengejarnya. Dia merupakan pangeran impian yang harus didapatkan" jawab Lyra sambil menghayal. "Oh " jawab Kesya . "Hih Kesya kok oh aja sih,emang kamu gak suka apa sama dia?" selidik Lyra.
__ADS_1
" Dia siapa? aku aja baru ketemu tadi kok hehe" jawab Kesya. " Namanya Andra Putra Mahesa " jawab Lyra. Deg..deg..deg ntah kenapa detak jantungku berdegup kencang seperti ini saat mendengar namanya,batin Kesya.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 13.30 suara bel pun berbunyi,waktu belajar sudah selesai . Siswa siswi pun berlarian keluar kelas . "Sya kita main yuk,nonton atau ke mall gtu" ajak Lyra. "Nggak ah ra,aku mau nemuin bunda di konveksi tadi aku mendapat pesan dari bunda" jawab Kesya. Ya beberapa menit lalu bunda Ana mengirimi Kesya pesan supaya pulang sekolah Kesya langsung pulang kerumah setelah itu ke konveksi.
"Hmm..baiklah" jawab Lyra . Kemudian mereka berdua berjalan menuju parkiran ,sesampainya disana mereka menaiki motor masing-masing.
"Daaa Kesya hati-hati dijalan ya .Assalamualaikum" pamit Lyra. "Iya Lyra kamu juga hati-hati dijalan.Waalaikum salam" jawab Kesya.Mereka lalu pergi menuju rumah masing-masing.
***
__ADS_1
Beberapa menit sudah berlalu ,aku sudah selesai mandi dan siap berangkat ke konveksi bunda. Sore ini aku memilih memakai gamis berwarna dusty dengan paduan warna jilbab yang sama. Aku memang suka sekali dengan warna yang kalem dan manis seperti dusty.
Dan sejak kecil aku juga sudah diajarkan untuk menutup auratku,jadi aku sudah terbiasa dengan pakaian seperti ini,aku pun merasa nyaman.Lalu aku berangkat ke konveksi bunda.
***
"Assalamualaikum Bunda..." salamku sambil berjalan mendekati bunda yang sedang mengobrol dengan temannya. "Waalaikum salam sayangnya bunda " jawab bunda Ana. Aku pun mencium tangan bunda dan teman bunda. "Sayang kenalin ini sahabat bunda namanya tante Ira Syakira" ucap bunda. "Hai tante namaku Kesya" sapaku. "Hai juga sayang,panggil saja aku tante Ira...kamu cantik sekali sayang" puji tante ira yang membuatku tersenyum malu.
__ADS_1
"Bunda...apa ada yang bisa Kesya bantu?" tanya ku pada bunda. " Iya sayang tolong ambilkan pesanan tante Ira ya...bunda taruh di dalam ruangan bunda " ucap bunda dengan lembut. "Baik bunda,saya permisi dulu tante" pamitku sambil tersenyum. "Iya sayang" jawab tante Ira.
Aku lalu pergi meninggalkan tante Ira dan bunda menuju ruangan bunda untuk mengambilkan pesanan tante Ira.