Kehadiran Cinta

Kehadiran Cinta
Eps. 28


__ADS_3

Dara merenung sendirian di kamar, dia bolak balik ke jendela untuk mencari keberadaan Andi.


"Dia pasti tidak datang, untuk apa mau menolongku" kata Dara memundurkan kakinya ke ranjang.


"Bagaimana keadaan Ayah sekarang, nenek pasti khawatir tidak melihatku. Sarah sibuk mencariku"


Pintu di ketuk, dara berlari membukanya berharap itu adalah Andi.


"Maaf nona, anda belum makan. Aku bawakan makanan dan buah-buahan" kata pembantu di rumah tersebut.


"Terima kasih" kata dara sambil mengambil makanannya walau sebenarnya dia tidak mau makan.


Dara menutup pintu, dia berjalan meletakkan makanannya. Dia melihat jam di dinding, sudah lima jam dirinya menunggu. Tetapi Andi belum menampakkan batang hidungnya.


"Dasar pembohong, dia bilang mau datang hari ini, sampai sekarang belum juga datang" kata dara kesal.


Malam hari sudah datang, bulan muncul dengan terang. Andi, faul dan Rendy sedang makan.


"Kau masih marah faul?" Tanya Andi memulai permbicaraan.


"Jelas marah, siapa yang mau di permalukan" jawab faul tanpa ekspresi.


"Bukan aku yang melakukannya, jangan marah padaku"


"Kau dan anakmu sama saja"


"Rendy, paman faul marah padamu" bisik Andi pada Rendy yang duduk di dekatnya.


Rendy menggeleng, dia yakin jika paman faul tidak marah padanya. Rendy memberikan ayam goreng pada paman faul. Faul hanya menatapnya tanpa berbicara.


Rendy mengambil ayam goreng tersebut dan memberikannya pada papa Andi. Faul jadi kaget, makanannya di ambil.


"Rendy, kalau mau memberi makanan untuk paman, tidak perlu di ambil lagi. Jadi pemberi harapan palsu saja" kata faul yang di balas senyum oleh rendy.


Dreet...Dreet....Dreet....


Ponsel Andi bergetar, dia mengangkatnya.


"Tuan Andi, kita sudah bisa menyerang sekarang. Semua persiapan telah selesai" kata Reno dalam telepon.

__ADS_1


"Aku akan segera ke sana" kata Andi sambil menutup teleponnya.


Faul mengerti, jika kakaknya tegang tanpa berekspresi berarti mendapat telepon dari Reno.


"Kakak mau pergi ke mana?" Tanya Faul


"Aku keluar sebentar, jaga rendy. Aku bisa pulang malam"


"Rendy tidur dengan paman jika Rendy takut, jangan nakal pada paman faul. Dia sedang marah jadi rendy harus menurut" kata Andi sebelum pergi.


"Rendy mana mau menurut padaku, dia akan membuat masalah. Aku harus bersiap, masalah apa yang akan rendy buat padaku" guman faul melanjutkan makannya.


Reno sudah menunggu di markas, andi langsung bergabung.


"Kau sudah dapat informasi?"


"Iya tuan, orang yang mencurinya adalah pak Hans. Mertua anda sendiri, untuk alasannya, kami belum memastikan" kata reno


"Cari terus, aku yakin ada yang di sembunyikan oleh mertuaku"


"Baik tuan"


"Bagaimana taktik yang akan kita lakukan tuan?" Tanya reno sambil menatap rumah mewah di depannya.


"Aku tidak suka basa-basi, langsung serang saja. Mereka pasti tidak siap, mereka akan lebih mudah kita kalahkan" kata Andi


"Langsung serang saja" perintah Reno.


Anak buah Reno datang ke depan gerbang dan menyerang penjaga di sana. Andi dan Reno langsung masuk dan membiarkan anak buah reno yang mengatasinya.


"Aku akan masuk lebih dulu, kau di luar berjaga" Perintah Andi yang langsung masuk.


Reno berjaga di luar, di melihat-lihat sekeliling. Dia melihat sebuah foto yang terpajang di ruang tamu, reno masuk dan melihatnya. Dia merasa tidak asing dengan foto tersebut.


Reno terkejut, melihat wajah dirinya dalam foto tersebut. Dia melihat seksama foto yang misterius tersebut.


"Aku tidak pernah berfoto di rumah ini, kenapa fotoku bisa ada di sini?" Guman Reno.


Reno terkejut mengingat sesuatu, dia melihat ulang foto tersebut.

__ADS_1


"Ini bukan Aku, tetapi kembaranku. Jadi kembaranku tinggal di sini?" Kata Reno.


Dia mencari keberadaan kembarannya di rumah tersebut sampai bertemu dengan Andi di lantai atas.


"Reno, kenapa kau datang ke sini? Aku menyuruhmu untuk menunggu di bawah" kata Andi yang melihat kemunculan reno tiba-tiba.


"Maaf tuan, ada sesuatu yang aku cari"


"Sudah, bantu aku mencari keberadaan dara"


"Baik tuan"


Reno dan Andi memeriksa tiap kamar di depannya, sampai akhirnya terdapat satu kamar yang di kunci.


"Dara kau di dalam?" Teriak Andi sambil mengedor pintu kamar.


Dara yang sedang tertidur, kaget mendengar pintu kamarnya di gedor dari luar.


"Siapa sih, malam-malam gini ganggu orang tidur saja" kata dara sambil melangkahkan kakinya menuju pintu.


"Dara kau ada di dalam" teriak Andi yang membuat dara berhenti.


"Andi, itu kau. Pintunya di kunci dari luar" respon dara.


"Pintunya di kunci dari luar tuan" kata reno


"Aku tau, kau tidak perlu memberitahuku. Pikirkan Bagaimana caranya kita bukan pintu ini"


"Kalau sudah tau, kenapa anda terus mengedor pintu tuan? Benar-benar mengherankan" guman Reno.


"Kita dobrak saja pintunya"


"Ide cemerlang, cepat dobrak pintunya" perintah Andi


"Lagi-lagi anda hanya bisa memerintah tuan" guman reno sambil bersiap mendobrak pintu.


Dara keluar setelah pintu berhasil terbuka, dan melihat dua orang berdiri di depan pintu.


Dara memeluk Andi, dirinya merasa lega. Perasaan Andi jadi tenang ketika melihat dara baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2