
Andi masuk ke kamar rendy, dilihatnya rendy sedang tidur bersama dokter dara. Perasaan andi jadi tenang, rasa capek dan lelah kian hilang.
Andi sangat merindukan keluarga yang utuh seperti ini. Dara yang tertidur, membalikkan badannya hingga dia terjatuh karena berada di pinggir tempat tidur.
Andi yang melihatnya, menangkap tubuh mungil dara. Dara bangun, dia menatap wajah Andi.
"Tampan juga orang aneh ini, aku baru sadar" guman dara.
"Ah, tidak-tidak. Dia hanya pria aneh dan tetap menjadi pria aneh. Jangan terpancing dara" guman dara.
Dara melepas dirinya dari Andi, mereka jadi malu dan serba salah.
"Maaf, aku hanya mau menolongmu. Kau hampir jatuh" kata Andi menjelaskan tanpa di minta.
"Terima kasih banyak" kata dara singkat.
"Rendy sudah tidur?" Tanya Andi yang jelas sudah melihat anaknya tidur, tetapi dia masih bertanya.
"Iya, dia sempat ketakutan. Aku berusaha menenangkannya dan akhirnya dia tertidur juga" kata dara tanpa melihat Andi.
"Kau lanjut tidur, aku akan keluar" kata Andi berjalan ke pintu.
Andi sudah menutup pintu, dari bertingkah aneh di kamar. Jantungnya serasa mau copot saja, kakinya gemetar. Entah apa yang terjadi padanya.
"Apa dia sudah lama, dia tidak melihat wajahku yang tertidur tadi? Jangan sampai di menatapku" kata dara sambil memegang kepalanya walau tidak sakit.
Sore harinya...
Ramadhan datang ke rumah di mana putrinya tinggal, dia mendapat alamatnya dari ibunya yang memberikan padanya.
"Jadi dara tinggal di sini? rumah besar ini, syukurlah dia akhirnya mendapat pekerjaan lagi" kata ramadhan sambil memperhatikan sekeliling rumah.
Tidak lama, faul datang dan melihat ramadhan yang mondar mandir di depan rumah.
"Bapak ini siapa? Oh, pengemis yah, tunggu sebentar saja ambil uang dulu" kata faul yang membalikkan badannya untuk mengambil uang di kamarnya.
__ADS_1
"Aku bukan pengemis. Aku datang ke sini ingin bertemu dengan anakk, dara yang bekerja di sini" kata ramadhan yang menghentikan langkah faul.
Faul kembali membalikkan badannya, dia memperhatikan orang di depannya sambil berpikir.
"Baik, silahkan masuk. Aku panggil dokter dara" kata faul sambil mempersilahkan ramadhan masuk.
Ramadhan duduk di sofa, dia takjub dengan isi rumah ini. Matanya tidak pernah berkedil memandang seisi rumah.
Tidak lama, dara keluar. Dia langsung memeluk ayahnya.
"Ayah, bagaimana bisa ayah datang ke sini?" Tanya dara yang merasa senang, dikunjungi ayahnya.
"Ayah merindukanmu, makanya ayah datang ke sini. Tidak apa-apa kan?" Tanya ramadhan kepada dara.
"Tidak apa-apa yah. Dara malah senang ayah datang ke sini" kata dara sambil tersenyum.
"Dara, ini rumah siapa?"
"Ini rumah keluarga Andi, pemilik tripeles group" kata dara.
"Apa Andi orang yang sama, yang menyekapku?"guman ramadhan.
"Kalau begitu, aku tidak boleh lama-lama di sini. Aku tidak mau bertemu dengannya lagi. Dia bisa membuat dara dalam bahaya" guman ramadhan.
Dara yang memperhatikan ayahnya diam, jadi bingung. Ayahnya seperti menyimpang rahasia darinya.
"Ayah kenapa? cemas seperti itu" Tanya dara.
"Tidak, ayah mungkin belum sembuh total. Makanya masih merasa sakit" kata ramadhan menutupi.
"Kalau begitu, ayah istirahat di sini dulu" kata dara menawarkan.
"Waduh, kalau istirahat di sini bisa ketahuan nanti. Aku harus segera pergi" guman ramadhan.
"Tidak perlu dar, ayah merasa tidak enak dengan pemilik rumah ini. ayah sebaiknya pulang saja"
__ADS_1
"Loh, ayah baru datang. kenapa buru-buru, biar dara kenalkan dulu dengan pemilik rumah ini" kata dara.
"Tidak, jangan-jangan. Sebaiknya tidak perlu" kata ramadhan menolak.
"Ya sudah, kalau begitu ayah tunggu dulu sebentar. Dara ambilkan minum" kata dara berjalan menuju dapur.
Ramadhan duduk sebentar, sampai akhirnya dia melihat andi turun dari tangga.
"Wah, itukan orang yang pernah menyekapku. Aku harus kabur dari sini, sebelum dia melihatku" guman ramadhan sambil berdiri.
Tetapi kakinya malah tersandung di meja, membuat dirinya jatuh. Andi yang mendengar suara benda jatuh, dia menoleh. Dilihat ssseorang terbaring di lantai sambil memegang tangannya yang terluka.
Andi datang menghampiri, dia melihat orang tersebut dari bekakang.
"Bapak baik-baik saja?" Tanya Andi.
Ramadhan yang mendegar suara Andi, jadi panik dan khawatir. Dia juga takut ketahuan. Keringatnya bercucuran.
Kebetulan, dara datang dengan membawa jus.
"Ayah kenapa ada di lantai?" Tanya dara.
Ramadhan tidak tau harus melkaukan apa, dimana Andi masih berdiri di belakangnya.
"Ayah baik-baik saja, ayah buru-buru" kata ramadhan sambil berlari keluar dari rumah Andi.
Dara diam seribu bahasa, dia terkejut dengan kelakuan aneh ayahnya. Tidak seperti biasanya.
Andi merasa tidak asing dengan suara orang tadi, dia berpikir mencoba mengingat.
Nanti akan di lanjutkan, jangan lupa beri dukungan untuk karya ini jika suka❤😍
**Dukungan kalian, harapan kami.
...Happy reading**......
__ADS_1