
Reno merasa lega ketika melihat Andi keluar dari rumah di mana dara di sekap. Reno menghampiri tuannya.
"Tuan baik-baik saja? Tuan berhasil menemukan dokter tersebut?"
"Reno, kau sudah menemukan siapa orang yang melakukan semua ini?"
"Belum tuan, masih dalam penyelidikan"
"Aku ingin kau menyelidiki mertuaku, aku melihat namanya tertera saat penjaga menghubunginya" perintah Andi.
"Untuk apa dia menculik nona dara? Apa ini ada hubungannya dengan kematian orang tua anda?"
"Kenapa kau bertanya padaku? Itu tugasmu untuk mencari tau. Ayo kita cepat pulang!" Kata Andi sambil masuk ke dalam mobil.
*****
Di rumah, faul duduk di sofa sambil menunggu kedatangan kakaknya. Dia ingin mengadukan kelakuan rendy padanya yang sudah di luar batas.
"Lihat saja jika kak Andi datang, kau akan di marahi" guman faul sambil menatap rendy yang ikut-ikutan duduk di dekatnya.
Rendy menatap tajam paman faul, dengan tatapan sulit diartikan. Rendy akhir ini sering membuat faul geleng-geleng kepala.
"Kak, kau sudah datang. Aku ingin memberitahumu sesuatu" kata faul pada andi yang baru masuk dari pintu.
"Papa..." teriak rendy sambil memeluk Andi.
__ADS_1
"Ini ada apa, tumben kali ramai di sini"
"Kak, anakmu ini sudah kelewatan batas. Aku yang tidur malah diolesi susu cair, aku bukan roti tawar kak. Wajahku jadi lengket" kata faul mengadukan keponakannya.
Andi menatap rendy meminta penjelasan, tetapi anak itu hanya acuh tak acuh. Andi jadi menghela nafas mendengar tingkah putranya.
"Rendy, dokter dara belum di temukan. Jadi yang mengurusmu untuk sementara adalah faul, sampai dokter dara di temukan. Kau harus lebih sopan dengan pamanmu yah!" Kata Andi dengan sopan agar hati rendy luluh mendengarnya.
"Kau dengar itu, rendy harus lebih sopan dengan paman" kata faul menambahkan.
Rendy cemberut kemudian berlari ke kamar tanpa merespon ucapan mereka. Faul dan Andi hanya menatap kepergiannya.
"Kak, kau baru punya anak satu tetapi sudah merepotkanku. Apalagi kalau dua, tiga, mungkin sudah merepotkan tetangga" kata faul
"Kau urus rendy bezok, aku ada urusan. Temani dia ke mal untuk bersenang-senang"
"Aku permisi mau istirahat kak, bezok harus mengawasi rendy" kata faul buru-buru pergi.
"Aku pusing dan sekarang di tambah pusing. Apa tidak bisa rumah ini tenang biar sehari saja" kata Andi dengan sendirinya.
****
Pagi hari, faul sudah bersiap bersama rendy. Mereka akan pergi ke mal sesuai arahan Andi kemarin.
"Keponakan, aku berharap kau tidak membuat masalah di mal nanti. Tolong kali ini saja yah" kata faul ketika menyetir di mobil.
__ADS_1
Rendy mengangguk, membuat faul merasa legah. Dia pikir jika rendy tidak akan membuat masalah nanti.
Mereka sampai di mol, rendy dan faul turun. Faul mengajak rendy ke toko mainan, berharap jika rendy tertarik membeli mainan.
"Keponakan, pilih mainan yang kau suka. Papamu memberiku black card jadi tidak perlu takut jika uang paman yang keluar" kata Faul bersemangat, dirinya juga bebas untuk membeli apapun yang dia mau.
"Ada untungnya juga mengurus keponakanku, aku bisa berbelanja sekaligus. Sudah lama tidak pernah menyempatkan diri berbelanja sesuka hati" guman faul
Rendy tidak memilih satupun membuat faul tidak mengerti dengan keponakannya. Biasanya anak-anak lebih tertarik dengan mainan, tertapi berbeda dengan rendy.
"Keponakan, kau tidak mau semua mainan ini?"
Rendy megeleng dan berjalan keluar dari toko mainan. Rendy berhenti di depan sebuah toko yang menjual pakaian dalam. Faul memperhatikan keponakannya, tidak mungkin jika rendy mau membeli pakaian dalam. Apalagi itu khusus untuk wanita saja, kecuali untuk pria kan faul atau andi bisa memakainnya.
"Keponakan, ayo pergi. Tidak baik berada di toko untuk wanita, semua orang akan menatap kita dengan heran" kata faul sambil mengandeng tangan rendy.
Rendy menepis dan memilih berlari masuk ke toko tersebut. Membuat faul terkejut, ternyata rendy lebih tertarik pakaian dalam wanita dari mainan.
"Keponakan, kali ini kau ingin buat ulah apa lagi? Aku mohon padamu untuk tidak mempermalukanku" kata faul dengan lemas.
Mau tak mau faul mengikuti rendy di belakang, semua wanita yang sedang membeli tersenyum melihat faul datang. Faul sangat malu, dia menutupi sedikit wajahnya, berharap tidak ada teman, kenalan atau orang yang mengenalnya.
"Uncle...." kata rendy sambil menunjuk sebuah bra yang imut dan lucu. Faul harus menuruti kemauan rendy, kalau tidak dia akan berteriak dan membuat kerumunan. Faul bisa malu nanti, itu yang ada di pikiran faul.
"Keponakan, kau mau membeli bra itu?" Bisik faul untuk memastikan dan benar saja, rendy mengangguk.
__ADS_1
"Untuk apa, di rumah semaunya rata-rata pria bukan wanita. Aku jelas sedikit keponakan, itu namanya dalaman khusus wanita bukan pria" kata faul memberikan penjelasan pada rendy.
Keputusan rendy sudah fix memilih dalam tersebut, dia tidak akan berubah pikiran. Dengan menahan malu, faul mengambilnya sembunyi-sembunyi seperti pencuri. Dia menyodorkan dengan cepat pada kasier, sementara kasier tersenyum tipis.