
"Kak Andi, ada orang yang mencarimu" kata faul.
Andi sibuk mengetik sesuatu di komputer, baru pagi-pagi sudah ada yang mencarinya.
"Siapa?"
"Katanya teman lama kakak"
Andi berhenti mengetik dan membuka ponselnya. Dilihatnya sepuluh panggilan tidak terjawab dari amel. Dan satu pesan masuk.
[Aku sudah berada di kantormu, tetapi tidak di biarkan masuk]
Andi menghela nafas, amel sudah kembali dari luar negeri. Dia akan menjadi beban baginya untuk balas dendam kematian orang tua Andi.
Amel adalah teman istrinya, sejak dia tau istri Andi meninggal, Amel selalu mendekati Andi. Dia bahkan meminta Andi untuk menikahinya dengan alasan dia akan mengurus rendy.
Andi menolaknya, membuat amel marah. Amel tiba-tiba hilang kabar, Andi baru mengetahuinya jika amel ke luar negeri dari teman-temannya.
"Faul, aku tinggal dulu" kata Andi sambil berjalan keluar dari ruangannya. Faul duduk di tempat kakaknya, dia memutar kursi.
Saat andi turun, amel sudah terlihat di depan matanya. Siapa yang tidak mengenalnya, dia selalu menggunakan pakaian seksi yang membuat Andi resah.
Dengan berat hati dan terpaksa, Andi datang menghampirinya.
"Kau sudah pulang dari luar negeri?" Tanya Andi.
Amel langsung memeluk Andi dengan erat, Andi berusaha melepasnya. Begitulah kebiasan amel setiap bertemu Andi.
"Aku pulang kerena merindukanmu, aku sangat rindu dengamu dan rendy" kata Amel sambil tersenyum.
"Rindu boleh, kau tidak harus memelukku. Banyak orang yang melihatnya" kata Andi.
"Jadi kalau kita sedang berdua, aku boleh memelukmu sepuasku?"
"Amel, jangan pikir macam-macam. Aku hanya ingin kau segera pulang ke rumahmu dan istirahat. Aku banyak urusan"
"Andi, aku susah payah pulang hanya untuk bertemu denganmu. Dan kau malah tidak menerimaku? Aku sudah mengorbankan karierku di luar negeri hanya untukmu"
"Aku tidak menyuruhmu pulang"
"Hati ini ingin sekali bertemu denganmu, memelukmu. Aku bisa sakit jika tidak menurutinya"
__ADS_1
"Kak Andi, kita ada meeting" kata faul di sela pembicaraan kakaknya.
Faul jadi melotot melihat penampilan teman Andi, sangat seksi. Membuat jiwa manusiawi faul mendadak datang.
"Aku masih ada urusan, kau sebaiknya pulang" Kata Andi sambil menarik tangan faul masuk lift.
Faul masih menoleh ke belakang, mendikte dengan pandangannya tubuh mulus Amel yang terlihat.
Andi menekan tombol lift, membuat pintu tertutup. Faul jadi tidak bisa melihat amel lagi.
"Kau kepanasan melihat Amel?" Tanya Andi dalam lift.
"Dari mana kakak bertemu orang seperti dia? apa selama ini kakak menyembunyikannya dan menjadikan dia simpanan kakak sendiri?"
"Kau sudah gila, aku bahkan tidak bernafsu melihatnya"
"Mata kakak buta jika tidak bernafsu melihatnya. Aku saja yang baru beberapa meter darinya sudah ingin menerkannya"
"Kau tidak lihat penampilannya yang menggoda, dia bisa saja menggoda laki-laki mana pun"
"Kakak sadar jika dia bisa menggoda laki-laki manapun, termasuk kakak bukan?"
Andi menatap tajam faul, dia tidak terima dengan perkataannya barusan.
Faul buru-buru keluar sebelum mendapat amukan spiderman oleh kakaknya.
"Anak sialan, pintar juga dia membalikan perkataan" kata Andi sambil berjalan keluar dari lift. Faul sudah berjakan di depannya dengan terburu-buru sepeeti di kejar penagih utang. Dia menoleh ke belakang kemudian berlari kecil.
Di ruang meeting, semua orang menunduk memberi hormat ketika Andi masuk.
Andi duduk di kursi yang sudah di sediakan, dia menatap satu per satu kliennya. Mata Andi melotot ketika melihat mertuanya duduk di kursi khusus kliennya.
"Apa kabar pak Andi, aku harap anda baik-baik saja. Kami menantikan kerja sama dengan perusahaan anda" kata salah satu klien.
"Aku baik-baik saja, semoga kita bisa menjalin kerja sama tanpa ada kendala" kata Andi tersenyum walau hatinya sedang sakit melihat mertuanya duduk santai.
Andi teringat dengan informasi yang reno berikan, orang yang membunuh kedua orang tuannya dan menyembunyikan keberadaan istrinya adalah mertuanya sendiri.
"Kita akan lihat, permainan apa yang akan di mainkan selanjutnya" guman Andi menatap mertunya.
Setelah selesai meeting, Andi keluar lebih dulu. Amel yang melihat Andi keliar buru-buru menghampirinya.
__ADS_1
"Kau sudah selesai meeting?"
Andi terkejut melihat amel yang masih berada di kantornya. Padahal Andi berpikir jika amel sudah pulang dari tadi.
Mertua andi lewat dan melihat perempuan seksi bersama Andi. Dia berhenti sebentar sekedar menyinggung Andi dengan halus.
"Wah, istri pak Andi lumayan seksi. Beda jauh dengan manta istri yang terlihat biasa-biasa saja. Ini baru benar istri yang sempurna untuk pak Andi" katanya.
Andi menatap mertuanya yang berjalan menjauh. Andi mengerti jika dia hanya menyinggungnya secara halus.
Faul ingin mengajak kakaknya makan siang, tetapi dia melihat amel kembali.
"Amel, aku harusnya pulang. Atau aku panggil satpam mengusirmu?" kata Andi terdengar mengancam.
"Kau sangat jahat, aku masih merindukanmu Andi" kata Amel merengek memohon.
Faul ingin menyapa Amel tetapi tangannya di tarik Andi untuk pergi dari sana.
"Kak, biarkan aku berkenalan dengannya. Sempat dia dan aku berjodoh"
"Aku tidak akan biarkan kau berjodoh dengannya"
"Kak, jadi benar dia simpanan kakak? kakak tidak suka jika aku mendekatinya"
"Faul, cari orang yang lebih baik dari dia"
"Maksudnya dia tidak baik untukku tetapi baik untuk kakak?"
"Faul, aku katakan padamu dia tidak ada hubungannya denganku. Titik dan tidak menggunakan koma" kata Andi sambil melepas cengkramannya.
Faul sudah lepas dari kakaknya, dia berbalik arah dan berjalan menuju amel.
Tiba-tiba, Andi kembali menariknya dan membawanya masuk lift.
"Kenapa kakak menghalangiku lagi? aku hanya mau berkenalan dengannya"
"Diam, kau mempunyai pekerjaan yang lebih penting dari pada mengurusnya"
"Perempuan jauh lebih penting bagiku dari pada pekerjaan kak"
"Kau mau aku pecat? aku ambil kembali fasilitas yang sudah aku berikan"
__ADS_1
Faul diam, dia tidak bisa melawan kemauan kakaknya. Selama ini dia harus cari aman dengan menuruti semua perkataan kakaknya. Tidak ada pilihan lain.
"Dari dulu aku selalu kalah dengan kakak, apa kali ini kakak tidak mau mengalah padaku?"