
Faul merasa tidak percaya dengan dirinya, dia menahan malu hanya karena permintaan aneh Rendy. Jelas sekali jika keponakan hanya mengerjai dirinya.
"uncle...." Teriak Rendy pada paman faulnya yang sedang menyetir mobil.
"Apa lagi yang kau mau? mau beli bra lagi?" Tanya faul sedikit marah.
Rendy menggeleng, dia jadi diam. Tidak ingin membuat pamannya tambah kesal.
Setelah sampai di rumah, rendy mengambil bra dan melihat Andi duduk di sofa.
"Rendy habis beli apa?" Tanya Andi yang melihat anaknya pulang.
"Habis beli bra" kata faul dengan kesal.
"Bra?" Tanya Andi tidak percaya, dia memandang faul meminta penjelasan.
"Anak kakak aneh, masa dia beli bra. Untuk apa coba? di sini tidak ada orang yang memakai bra" kata faul memberi penjelasan.
"Rendy pasti punya alasan kenapa dia beli bra" kata Andi.
"Rendy, bra untuk siapa?" Tanya Andi dengan ramah.
"Uncle..."
Andi dan faul terkejut, bra yang di belinya untuk faul. padahal faul tidak memakai bra.
"Jadi paman rendy sering memakai bra?" Tanya Andi menggoda.
"Enak saja kakak kalau bicara, aku tidak pernah memakai bra" Kata Faul membela diri.
"Rendy pasti pernah melihatmu memakai bra makanya dia membelikanmu" kata Andi sambil tertawa.
__ADS_1
"Diam kak, aku bad mood. Aku bisa jadi moster nanti" kata Faul yang sudah merasa tambah kesal.
Faul melangkah ke kamarnya tetapi di halangi oleh rendy, rendy memberikannya bra yang di beli kepada pamannya.
"Rendy, paman fau sudah bilang tadi jika paman tidak memakai bra" kata Faul pada keponakannya yang memegang tangannya.
Andi memperhatikan reaksi rendy dan faul yang berada di depannya.
"Uncle...." kata Rendy sambil memohon membuat faul tidak tega. Terpaksa faul menerima bra yang di berikan rendy walau hatinya merintis.
"Paman terima, terima kasih banyak" kata faul tanpa senyum sama sekali.
Andi tertawa, hati adiknya luluh juga karena Rendy. Faul melirik kakaknya dengan malas.
Rendy menulis sesuatu di ponselnya, dan memperlihatkannya pada Faul. Andi berusaha mengintip ingin melihat pesan apa yang di berikan anaknya pada faul.
"Jangan mengintip kak, ini untukku bukan untuk kakak. Rendy berikan padaku" kata Faul sambil menyembunyikan ponsel rendy.
Andi tertawa mendengarnya, faul malah mengangah melihat teks yang di tulis rendy.
"Faul cepat pakai, kasihan keponakanmu menunggu" Kata Andi memanas-manasi.
"Rendy, apa paman harus memakai bra ini?" Kata faul berharap Rendy berubah pikiran.
Rendy mengangguk, membuat Andi tertawa lagi. Faul pasrah melihat rendy yang antusian wajahnya menunggunya memakai bra.
Dengan berat hati, Faul membuka bajunya dan memakai bra dengan dua gundulan seperti wanita.
Andi dan Rendy tertawa sangat keras melihat tingkah konyol faul. Faul tidak tersenyum, dia membiarkan Andi dan Rendy tertawa sepuasnya.
"Kalian sudah puas tertawa?" Kata faul yang membuat Andi dan Rendy menutup mulutnya menahan tawa.
__ADS_1
"Puaskan, aku tidak akan mau membuat kalian tertawa lain kali" Lanjut faul.
"Uncle..." Kata rendy sambil mengajukan jempol. Andi ikut-ikutan mengajukan jempol jarinya juga.
Bi ina yang kebetulan lewat jadi kaget, dia melihat Faul memakai bra.
"Astafirullah Al-Azim" kata bi ina sambil menutup matanya.
"Tuan faul kenapa pakai bra? Itukan hanya untuk wanita saja" lanjut bi ina.
"Cocok kan bi?" kata Andi.
"Bibi punya rok yang pendek tidak?" Tanya Andi pada bi ina yang masih menutup matanya.
"Untuk apa tuan Andi?"
"Untuk faul bi, supaya dia bisa lebih cantik lagi"
"Kak, aku tidak mau memakai rok" protes Faul.
"Sekali-kali, biar serasi dengan bra yang kau pakai"
Bi ina menggeleng kepalanya melihat tingkah dua orang bersaudara ini. Sementara Rendy tersenyum tipis mendengar paman faul di suruh memakai rok.
"Ini semua ulahmu Rendy, kau yang mulai duluan" Kata faul dengan lemas, menatap ksedihan hidupnya.
"Faul, aku baru sadar jika adikku tertarik menjadi wanita. Pantes kau tidak pernah membawa wanita padaku, ternyata kau ingin menjadi wanita juga" Kata Andi
"Kakak diam, aku tidak mau lagi" kata faul sambil pergi ke kamarnya.
Rendy dan Andi saling menatap dengan kepergian paman faul. Mereka tersenyum berhasil mengerjai faul yang ke dua kalinya.
__ADS_1