Kehadiran Cinta

Kehadiran Cinta
Eps. 30


__ADS_3

Pagi hari, Andi akan pergi menjengguk ayah dara di rumah sakit. Andi mengecek dulu laptopnya di ruang kerja sebelum berangkat.


"Faul, kau tidak usah ke kantor hari ini, temani Rendy di rumah" Kata Andi kepada faul yang baru datang ke ruang kerjanya.


"Ada dokter dara yang mengurusnya"


"Aku dan dara akan ke rumah sakit menjengguk ayahnya, kami hanya sebentar"


"Oke, jangan terlalu lama, kau tau, anakmu itu masih ngambek dengan kita"


"Kau yang membuat masalah, aku juga ikutan kena" Kata Andi sambil menutup laptopnya.


"Makanya kak, kau harus mengubah sikapmu. Jika tidak mau anakmu mengikuti sikap burukmu itu" kata Rendy sambil tertawa.


"Kau pikir lucu, kau yang harus mengubah sikapmu, sampai sekarang tidak ada seorang wanita yang mau menikah denganmu" Balas Andi


"Lebih baik jomblo dari pada duda anak satu, lebih sulit lagi cari istri nanti" kata faul mengejek.


"Duda sudah merasakan menikah, jadi tidak perlu lagi. Nah kamu, kalau lajang seumur hidup bagaimana?"


"Kak Andi mendoakan aku menjadi lajang seumur hidup?" Tanya faul yang kesal.


"Kau yang mulai duluan, kau yang marah"


Faul dan Andi jadi diam, suasana hening sesaat. Dara masuk ke ruang kerja andi dengan pakaian yang santai.


"Ayo pergi" kata dara membuat Andi berdiri dan meninggalkan faul yang masih duduk di depan meja kerjannya.


"Awas saja, aku akan mengerjai anakmu" guman faul.


Andi dan dara sampai di rumah sakit, andi memarkir mobilnya kemudian pergi menghampiri dara.


"Ruangan ayahmu di mana?" Tanya Andi yang berjalan bersama dara.


"Belok kanan, nah di situ ruangan ayahku" kata dara sambil menunjuk.


Mereka sampai di depan pintu kamar ayah dara, dara membukanya dan melihat ayahya sudah sadarkan diri, sambil tersenyum padanya.

__ADS_1


"Ayah..." Teriak dara.


Andi ingin masuk, tetapi sekilah dia melihat reno di rumah sakit berjalan.


"Untuk apa reno datang ke sini?" Tanya Andi sambil mengikuti reno.


"Reno....Reno...." Teriak Andi yang tidak terlalu jauh dari reno.


Tidak mendapat respon, Andi menepuk bahu reno dan menahannya.


"Sudah berani kamu tidak mematuhiku? Aku dari tadi memanggilmu" kata Andi sambil menatap reno.


"Maaf, anda siapa? Aku tidak mengenal anda" katanya sambil menghempaskan tangan Andi.


Andi terkaget, seumur-umur tidak pernah reno bersikap kasar padanya. Andi jadi bingung dengan perubahan sikap reno.


"Kau sudah berani denganku? Aku ini tuanmu. Aku menyuruhmu menyelidiki kematian orang tuaku, kau malah datang ke sini bersantai dan setelah ketahuan, mau mengelak" kata Andi yang sudah kesal.


"Kau orang gila, tidak kenal masih saja sok kenal. Makan obatmu supaya tidak gila, orang gila bukan tempatnya di sini. Rumah sakit gila sana!"


Tidak terima, reno membalasnya. Dia memukul balik dan menyerang Andi. Mereka saling tinju meninju membuat satpam datang sambil membunyikan pluitnya.


"Kalian kenapa berkelahi di sini, ini rumah sakit" kata satpam yang datang melerai.


"Ini pak, dia sok tidak kenal aku. Padahal aku ini atasannya, pura-pura amnesia lagi" kata Andi berusaha menjelaskan.


"Aku benar tidak kenal dia pak, dianya saja yang sok kenal denganku" timpahnya.


"Waduh, siapa yang benar nih, ada yang bilang kenal, ada yang bilang tidak kenal. Aku jadi pusing" kata pak satpam sambil memegang kepalanya.


"Ya aku yang benar pak, dia ini orang gila yang kehabisan obat" kata Reno.


"Apa? Kau yang gila, aku potong gajimu nanti" teriak Andi dengan lantang.


"Aku tidak kenal denganmu, apalagi bekerja dengamu. Sorry, jangan mimpi terlalu tinggi, nanti jatuh baru tau rasa" katanya sambil berjalan pergi.


Andi mulai berpikir, reno tidak pernah mengatakan kata sorry, atau bahasa inggris lainnya. Jika dilihat dari raut wajahnya, reno selalu tenang dan kalem. sementara orang tadi begitu cerewet seperti wanita.

__ADS_1


"Apa aku salah orang, tidak mungkin reno mempunyai kembaran. Dia tidak pernah mengatakan apapun padaku" guman Andi.


"Pak, benar anda orang gila yang kehabisan obat?" Tanya pak satpam yang penasaran.


"Anda mengatakan aku orang gila, aku bisa membunuhmu di sini" Ancam andi sambil kembali ke kamar ayah dara.


"Aku rasa dia memang orang gila" kata pak satpam sambil mengusap dadanya.


Di kamar Ramadhan, dara duduk sambil mengengam tangan ayahnya.


"Dara bersyukur ayah masih bisa selamat, saat nenek mengabariku, aku sangat senang. Jangan buat dara khawatir lagi yah" kata dara lemah lembut.


"Maafkan ayah dara, sudah membuatmu khawatir. Ayah tidak akan membuatmu khawatir lagi" kata ramadhan sambil tersenyum manis pada putrinya.


"Sebebarnya apa yang terjadi yah, kenapa bisa ayah terluka seperti ini?" Tanya dara.


Ramadhan diam mendapat pertanyaan, dia berpikir sebelum menjawab.


"Tidak, ayah hanya jatuh dari motor" kata ramadhan tidak tahu jika dara sudah tau kejadiannya.


"Kenapa ayah bisa ada di rumah kosong yang terbakar?" Kata dara yang tau jika ayahnya berbohong.


"Jadi dara sudah tau semuanya, ketahuan aku kalau berbohong" guman ramadhan.


"Maaf kan ayah dara, ayah tidak mau kau terlibat dalam masalah ayah" kata ramadhan.


"Ayah harus jujur dengan dara, dara janji akan membantu ayah" kata dara menatap ayahnya.


"Tidak dara, kau tidak boleh ikut campur dengan urusan ayah. Nyawamu bisa saja terancam juga"


"Aku akan bantu ayah, bagaimana pun caranya. Orang yang sudah membuatnya koma berminggu-minggu akan menderita hal yang sama nanti" guman dara.


"Oke yah, dara tidak akan ikut campur" kata dara sambil tersenyum.


Ramadhan jadi lega mendegar dara mengatakannya. Andi yang berada di luar mendegar obrolan dara.


"Jadi ayah dara mau di bunuh? aku harus membantu dara balas dendam" guman Andi sambil memegang gang pintu kamar rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2