
Rio mengecek markas Andi yang dia serang. Markasnya masih hancur, Andi belum memperbaikinya. Tetapi bukan itu tujuan utama rio, dia teringat dengan penampakan adiknya di sekitar markas Andi. Rio sangat yakin yang di lihatnya bukanlah bayangan ataupun halusinasinya. Dia yakin jika itu benar reno.
Beberapa anak buah reno yang sedang mengintai markasnya, melihat rio. Dia mengira jika itu reno.
"Bos, sedang apa anda di sini?" Tanya salah satu anak buah reno.
Rio terkejut, dirinya di panggil bos oleh orang yang tidak dia kenal.
"Bos? apa memanggilku bosnya? mengapa" guman rio tidak mengerti.
"Bos mengatakan akan pulang, tetapi masih di sini. Apa ada yang ketinggalan bos?" Tanya mereka lagi.
"Kalian memanggiku bos?" Tanya rio.
"Tentu, anda kan bos kami"
"Apa benar aku bos mereka? aku bahkan tidak mengenal mereka" guman rio semakin bingung.
"Bos, anda baik-baik saja bukan? apa kepala anda terbentur sesuatu?"
"Aku baik-baik saja, lanjutkan tugas kalian" kata rio sambil berjalan pergi dari markas.
"Benar-benar aneh bos reno, dia terlihat kebingungan. Apa yang terjadi denagnnya?"
"Entahlah, dia sulit di tebak"
"Kenapa aku merasa bos reno berbeda?"
"Apa nya yang beda? hanya sikapnya yang terlihat aneh"
"Sudah lah, kalian tidak perlu mendebatkannya. Lanjut memeriksa sekeliling markas atau kita bisa kena amukan nanti"
Mereka semua melanjutkan memeriksa sekwliling markas. Rio tidak jauh dari mereka, dia memperhatikan anak buah reno.
"Sebenarnya apa yang terjadi, semakin ke sini semakin aneh saja. Aku benar bingung semua ini" kata rio.
****
Rendy harus cek up kondisinya di rumah sakit. Dara akan menemaninya bersama Andi.
"Rendy tidak perlu takut, kau harus berani dan kuat" kata dara memberi semangat pada Rendy yang gemetar.
__ADS_1
Andi merasa senang melihat kedekatan dara, dia membayangkan keluarga yang sempurna.
"Papa...." Teriak rendy memanggil Andi.
Andi meraih tangan rendy, dia tau jika anaknya ketakutan. Setiap kali rendy ke rumah sakit, tubuhnya gemetar karena ketakutan.
Sarah muncul di rumah sakit, dia menyapa rendy dan dara.
"Rendy sudah datang, di temani mama dara" kata sarah sambil tersenyum.
Tiba-tiba senyumannya hilang ketika melihat Andi bersama dara dan rendy.
"Kau membawa orang lain ke sini?" Tanya dara dengan malas.
"Aku bukan orang lain, aku ayahnya rendy" Sahut Andi.
"Dara, kita bicara sebentar" kata sarah menarik tangan dara menjauh dari Andi.
"Ada apa sarah? kau menarik-narik tanganku" kata Dara.
"Kau harus menjauh dari Andi, dia sangat berbahaya bagi kita" kata sarah berbisik.
"Maksud kamu?" Tanya dara yang tidak mengerti.
"Maksud kamu Andi ketua geng mafia?" Tanya dara terkejut. Dia tidak menyangka Andi terlibat dalam geng mafia.
"Kau yakin? dia tidak seperti itu" Kata dara.
"Aku serius dara, kau harus menjauh darinya. Jangan sampai kau terkena masalah" kata Sarah terus meminta dara.
"Mama...." Teriak Rendy yang membuat dara dan sarah berhenti bicara.
Dara menghampiri rendy yang memanggilnya.
"Rendy mau di periksa, dia ingin kau yang menemaninya" kata Andi.
"Kau ayahnya, kenapa bukan kau saja?" Kata sarah.
"Aku mau, rendy yang tidak mau"
"Rendy kan anakmu, seharusnya dia memilihmu bukan dara" kata sarah berterus terang.
__ADS_1
Andi ingin menjawab tetapi tertahan karena dara lebih dulu merespon.
"Sarah, aku tidak masalah jika menemani rendy. Aku kan dokter pribadinya" kata dara sambil menarik tangan rendy masuk ke ruang pemeriksaan.
"Kenapa kau sewot sekali?" Tanya andi pada sarah.
"Aku hanya tidak mau sahabatku mendapat masalah karenamu"
"Aku tidak akan membuat dara terkena masalah"
"Kau tidak tau saja, dara pernah di culik membuat jantungku hampir copot. Apalagi jika berurusan dengan mafia, jangtungku bisa lompat"
"Mafia? jadi sarah sudah tau jika aku punya geng mafia. Siapa yang memberitahunya?" Guman Andi.
****
Di rumah, faul mondar-mandir. Dia bingung, ponsel sarah tidak bisa dihubungi. Bi ina yang melihatnya jadi tertawa.
"Ya ampun tuan faul, baru pagi-pagi sudah di buat pusing. Mikiran perempuan tuan?" Tanya bi ina.
"Bibi tau saja"
"Apa pacar tuan faul tidak mau di ajak nikah? wah gawat, tuan bisa lajang seumur hidup"
"Bi ina tidak mau di pecat bukan? kalau tidak mau urus pekerjaan bi ina. Tidak perlu mengurus urusanku" kata faul emosi.
Akhir-akhir ini, banyak sekali yang mendoakan dirinya lajang seumur hidup, termasuk Andi dan sekarang bi ina. Hal ini membuat faul sensitif.
"Jadi benar dugaanku, tuan faul di tolak lagi. Wah, kurang apa tuan faul kok bisa di tolak berkali-kali" kata bi ina.
Faul yang mendengarnya jadi marah, dia memukul meja di depannya. Membuat bi ina terkejut dan buru-buru meninggalkan faul.
"Bi ina sama saja dengan kak Andi. Tidak peduli dengan perasaan aku" kata faul kesal.
Faul terus menghubungi sarah tetapi nomornya tidak aktif. Faul frustasi, entah kenapa dia ingin sekali mendengar suara sarah. Kemarin faul mengajak sarah berkencan tetapi di tolak sarah. Alasannya karena sarah sibuk.
"Aku tidak boleh di tolak sarah, masa faul yang ganteng begini di tolak cewek. Mana mungkin" guman faul.
"Lihat saja, aku akan buat sarah menyukaiku kemudian aku akan meninggalkanya. Siapa suruh, jual mahal dengan faul" kata faul.
Sifat play boy faul muncul, dia akan membalas Sarah.
__ADS_1
Bagaimana nasib sarah selanjutnya? apa dia akan di sakiti oleh faul?
Aku ingatkan sekali lagi untuk dukung karya author. Semoga dukungan anda sangat membantu bagi karya ini.