
"Aku yang berada di rumah, tetapi aku tidak melihat rendy keluar dari rumah" kata faul bingung.
Andi melangkah ke ruang kerjannya, Faul yang melihatnya mengikuti kakaknya.
"Kak Andi mau apa?" Tanya faul yang melihat Andi mengecek sesuatu di laptopnya.
"Memeriksa kamera CCTV"
Faul baru sadar kenapa harus repot-repot memikirkan keberadaan Rendy, dengan memeriksa Cctv semua masalah kelar.
Andi melihat Rendy keluar dari rumahnya sambil mengendap-endap di belakang faul.
"Faul, kau lengah menjaga rendy"
"Apa kak? Aku tidak mengerti"
Andi memperlihatkannya pada faul cctv, dia melihat Andi keluar dari rumah sambil memgendap-endap di saat dirinya sibuk bermain ponsel.
"Anak-anak suka sekali kabur" kata Faul tidak menyadari jika Andi berubah menjadi api karena emosi.
"Apa kau katakan?" Tanya Andi menatap tajam Faul.
"Tidak ada kak, aku akan segera mencari Rendy sekarang" kata faul keluar dari ruang kerja Andi.
"Faul tidak bisa di andalkan, apa aku telepon reno saja? Reno tadi tidak mengenaliku, apa sekarang dia sudah mengenaliku?" guman Andi.
Andi tidak banyak berpikir, dia menelpon reno. Baru dering pertama, reno mengangkatnya.
__ADS_1
"Halo tuan Andi, ada yang bisa aku bantu?" Sapaan reno di setiap andi menelponnya.
"Kau maaih berani mengangkatnya, setelah kejadian di rumah sakit barusan"
Reno tidak menjawab, dia berpikir apa yang di maksud tuan Andi.
"Maksud tuan Andi? aku tidak mengerti"
"Kau masih ingin mengajakku berkelahi?" kata Andi yang tambah membuat reno tidak mengerti.
"Aku mulai bingung tuan Andi, apa tuan Andi mau nge-prank aku?" Tanya Reno yang terdengar bingung.
"Masih tidak mau mengaku, aku jelas melihat dengan mata kepalaku sendiri" Kata Andi dengan tegas.
"Tetapi tuan..."
"Baik tuan, akan aku laksanakan" kata Reno menutup teleponnya.
"Ada-ada saja reno, kalau bukan aku butuh bantuan, mana mau aku menghubunginya. Aku masih marah, dia sudah berani melawanku tadi" Guman Andi.
"Tetapi kenapa reno terdengar bingung, apa itu triknya lagi?" Tanya Andi sambil berpikir.
"Ah, aku bisa gila. Sebaiknya aku fokus cari rendy"
****
Faul bertemu dengan sarah di saat dirinya mencari keberadaan Rendy.
__ADS_1
"Kau orang waktu itu bukan? kalau tidak salah kakakmu seorang ketua mafia" kata sarah sambil menunjuk faul.
"Namaku faul bukan orang waktu itu atau kakak ketua mafia"
"Oh maaf, hanya itu yang aku ingat. Btw, kau sedang apa di sini?" kata sarah.
"Aku mencari keponakanku, apa kau pernah melihatnya?"
"Keponakan, aku kan belum pernah bertemu dengan keponakanmu"
"Kau tidak usah bertemu dengannya, kalau kau bertemu, kau akan menyesal"
"Kenapa?"
"Sudah, susah jelaskannya. Kau tidak akan mengerti, keponakanku sangat aneh. Kau harus bersyukur tidak punya keponakan yang aneh dan bawel seperti keponakanku" kata faul menghela napas. Rasanya ingin sekali faul memarahi rendy, karenanya faul sibuk mencarinya.
"Jadi kau sangat marah pada keponakanmu" Tanya Andi yang berada di belakang Faul.
"Tentu saja, anak sama ayah sangat aneh sikapnya. Merepotkan dan tidak mau di bantah"
"Lalu?" Tanya Andi lagi yang tidak di sadari faul.
"Aku menyesal tercecer di keluarga seperti itu, kau tau hatiku merintis menangis"
Sarah hanya mendegar, tidak berani bicara melihat Andi datang.
part ini, hanya sedikit. Soalnya author lelah hari ini, mungkin setelah sahur baru bisa lanjut up. Selamat membaca and HAPPY READING....
__ADS_1