Kehadiran Cinta

Kehadiran Cinta
Eps. 38


__ADS_3

Rio masuk ke kamarnya, dia merasa lelah. Kejadian di mana dirinya melihat reno membuat rio terus memikirkannya.


"Apa benar adikku masih hidup? bagaimana bisa, kejadian itu sudah 20 tahun yang lalu" guman rio.


"Apa aku kepikiran reno terus, makanya aku melihat bayangannya?"


"Reno, mengapa kau meninggalkan kakak lebih dulu? Maaf kan kakak meninggalkanmu. Kakak melakukan semua ini demi kebaikanmu, tetapi kau malah pergi meninggalkan kakak untuk selamanya"


Air mata rio tidak bisa di tahan, dia jatuh walau tidak di minta. Rio sangat merindukan adiknya, hanya reno yang dia punya saat ini. Tetapi reno malah mengikut dengan orang tuannya.


Lamunan rio tertunda karena ponselnya berdering.


Dreet....Dreet....Dreet....


Rio buru-buru menghapus air matanya dan mengankat teleponnya.


"Iya tuan, apa yang bisa aku lakukan?" Tanya rio.


"Kau sudah menyerang markas Andi?"


"Sudah tuan, markasnya sudah hancur. Aku yakin saat ini, orang tersebut pasti sangat marah"


"Bagus, cari seseorang yang ahli untuk membobol data-data perusahaannya dan buat dia bangkrut" perintahnya dalam telepon.


"Akan segera aku laksanakan. tetapi tuan, aku ingin bertanya tentang adikku"


"Katakan"


"Apa anda yakin jika adikku sudah mati?"


"Tentu saja, aku melihat dia di bunuh langsung oleh Andi. Makanya aku mencarimu untuk balas dendam padanya"


"Baik, terima kasih" kata rio sambil menutup teleponnya.


Tetapi tuannya menelpon kembali.


"Iya tuan, ada yang bisa aku kerjakan?" Tanya rio kembali.


"Kau sudah gila, matikan telepon sepihak. Aku belum selesai bicara"


"Maaf tuan, aku tidak tau jika tuan masih mau bicara"


"Aku ingin kau mendekati dara dan buat dia menyukaimu"


"Dara? dokter psikologi yang pernah kita culik?"

__ADS_1


"Ya, kau harus menjauhkan dia dari andi apapun caranya"


"tetapi untuk apa tuan, apa hubungannya dengan dokter dara?"


"Kau jalan kan perintahku dan tidak perlu tau alasannya. Kerjakan saja dan tunggu misi selanjutnya"


"Baik. Tuan sudah selesai bicara, boleh aku tutup teleponnya?" Tanya rio.


"Kau sepertinya buru-buru, jika tidak suka bicara padaku tidak perlu" katanya sambil menutup teleponnya.


Rio hanya menggeleng kepalanya dengan tingkah tuannya.


***


Andi menemui reno, dia melihat keadaan markasnya yang sudah hancur. Andi sangat marah sambil mengepal tangannya. Dia tidak akan membiarkan musuhnya seenaknya menghancurkan markasnya sebelum dirinya membalas semua perbuatannya.


"Tuan Andi sudah datang?" Tanya reno yang baru datang.


"Markas kita jadi hancur, jangan lepaskan orang yang sudah membuat markas kita seperti ini, seenaknya saja berkeliaran di luar sana" kata Andi tanpa menoleh pada reno.


Reno mengerti kemarahan Andi, dia berjanji pada dirinya untuk membuat pembalasan pada musuhnya.


"Tuan Andi tidak perlu khawatir, secepatnya kita akan membalasnya" kata reno ikut marah.


"Reno, kau ingin memberi informasi tentang istriku. Apa kau sudah tau di mana keberadaannya sekarang?" kata Andi membalikkan badannya menghadap reno.


Andi tidak terima, dia harus mencari cara untuk membuat mulut mertuanya bicara. Bagaimana pun, dia harus tau di mana keberadaan istrinya. Rendy sangat butuh sosok mama.


"Reno, bantu aku untuk mencari tau keberadaan istriku"


"Tuan tidak perlu khawatir, aku pasti akan membantu anda walau tidak di minta" kata reno.


Reno melakukan semua ini bukan tanpa alasan, Andi yang membawanya dari dunia kelam. Untuk itu reno berjanji untuk membalas budi andi.


Flash back....


Malam hari, suara langkah kaki terdengar begitu keras. Reno di kejar-kejar segerombolan orang yang ingin membunuhnya. Dia berlari sekencang mungkin untuk menghindar.


Pas di tepi jalan, reno di hadang. Dia tidak bisa kemana-mana.


"Kau mau lari ke mana lagi? kau tidak bisa kabur sekarang" kata salah satu diantara mereka sambil tertawa.


"Aku salah apa pada kalian? aku tidak ada salah" Teriak reno.


"Masih berani berteriak pada kami? sebentar lagi kamu tidak akan bisa bicara lagi"

__ADS_1


Reno menangis memanggil kakaknya, selama ini hanya kakaknya yang selalu membantunya.


"Kak, reno takut. Apa yang harus reno lakukan?" guman reno sambil menangis.


"Lihat, dia mulai ketakutan. haha" ejek mereka.


"Biarkan saja dia menangis, dia pikir kakaknya akan datang menolongnya? tidak mungkin. Kakaknya saja meninggalkan di panti, dia tidak punya siapa-siapa lagi"


Segerombolan orang membawa pisau, mer4ka bersiap melukai reno. Tiba-tiba mereka di tendang dari samping. Reno terkejut, berharap jika kakaknya yang datang untuk menyelamatkannya.


"Kak, reno takut. Bantu reno keluar dari sini" kata reno sambil memeluk orang tersebut tanpa melihatnya terlebih dulu.


"Aku bukan kakakmu" katanya.


Reno menatap wajahnya dan melepas pelukannya. Reno kembali terdiam.


"Hey, kau siapa? berani ikut campur"


"Kau yang berani melukai seseorang dengan ramai-ramai. Sementara dia hanya sendirian"


"itu bukan urusanmu, jangan ikut campur urusan kami jika kau tidak ingin terluka"


"Sayang sekali, aku ingin sekali terluka"


Pertarungan terjadi, Andi berusaha melawan mereka semua sendirian. Reno yang melihatnya, kagum dengan penampilan Andi.


Dalam hitungan menit, semua anak sialan tersebut berjatuhan. Andi merasa puas melihat mereka kesakitan.


"Kalian boleh kabur jika tidak mau tamah masalah" kata Andi dengan tegas.


Mereka berdiri dan langsung melarikan diri. Reno memandang andi tanpa berkedip, dia kagum dengan bela diri andi.


"Kau sangat hebat, bisa ajari aku?" Kata reno di depan andi.


"Kau seharusnya berterima kasih bukan malah menyuruhku mengajarimu" kata Andi.


"Aku akan berterima kasih jika kau mau mengajariku. Aku mohon, aku sangat butuh" kata reno terus meminta andi mau mengajarinya bela diri.


"Kenapa kau dikejar orang sialan itu? apa kau membuat masalah dengannya?"


"Bukan aku, mereka selalu mencari masalah denganku. Tetapi mereka tidak pernah melukaiku karena seseorang melindungiku" kata reno berubah jadi sedih.


"Di mana orang yang selalu melindungimu? kenapa dia tidak melindungimu sekarang?" kata Andi.


"Dia sudah pergi meninggalkanku, sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi"

__ADS_1


Andi jadi kasihan mendengar cerita reno, dia membawa reno tinggal bersamannya tetapi tidak lama, reno keluar untuk mencari tempat tinggal lain. Tidak ingin merepotkan keluarga andi yang sudah sangat baik padanya.


__ADS_2