
"Kalian siapa, kenapa markir mobil di depan kosanku?" Tanya rio yang langsung menghampiri.
Andi dan reno spontan menoleh setelah mendengar suara seseorang dari belakang mereka.
"Kakak" Teriak reno yang melihat rio berada di depannya.
Rio juga kaget melihat seseorang yang mirip dengannya. Terlebih, reno memanggilnya dengan sebutan kakak. Sebutan yang dirinya sangat rindukan.
"Kau adikku?" Tanya rio yang masih terkejut.
Reno mengangguk dan mereka akhirnya berpelukan. Andi yang melihatnya menjadi terharu. Andi tiba-tiba jadi teringat dengan rendy. Dia terpaksa dengan keras melepas pelukan dua bersaudara yang masih melepas rindu.
"Tuan kenapa terlihat marah, apa ada yang salah?" Tanya reno.
"Tentu saja salah, kau sudah bertemu dengan saudaramu. Bagaimana denganku, rendy belum juga ditemukan"
"Oh iya lupa tuan. Saking senangnya aku bertemu dengan kakakku"
"Kau memanggil dia sebagai tuan, tidak salah pilih tuan reno?" Tanya rio dengan memandang Andi dengan sinis.
"Memangnya kenapa?" Tanya Andi tidak terima dirinya di remehkan.
"Tidak cocok saja, kau bisa apa? kenapa harus dipanggil tuan"
"Hey, kalau bukan aku yang menemukan adikmu, mungkin reno sudah tidak ada. Atau dia mungkin sudah kesulitan diluar sana, karena ditinggal kakaknya sendiri"
"Jadi kau yang menolongnya? bukannya kau yang ingin membunuhnya?" Rio semakin heran. Perkataan tuan hansa berbeda dengan pengakuan Andi.
"Tanyakan sendiri pada adikmu, aku yang selama ini mengurusnya. Kau harus berterima kasih padaku"
"Benar reno, dia yang menolongmu? kau tidak perlu takut dengannya. Katakan saja jika dia yang menyakitimu, aku akan membalasnya untukmu" Rio malah bertanya pada reno seolah memaksa reno berkata jika Andi menyiksanya.
"Kau keras kepala juga. Kau tidak percaya denganku?"
"Tenang kak rio. Apa yang dikatakan tuan Andi benar. Aku bisa seperti ini sekarang berkat bantuannya" Kata reno yang melerai pembicaraannya. Jika tidak, mereka berdua tidak akan berhenti.
__ADS_1
"Rendy sekarang dimana? aku tau jika kau yang membawanya kabur. Kau tau, rendy barusaja keluar dari rumah sakit, kondisinya belum pulih" Kata Andi.
"Pantes muka rendy pucat, ternyata dia sedang sakit?" Kata rio.
"Lalu rendy sekarang dimana? kenapa dia tidak bersama denganmu?" Tanya Ardi yang tidak melihat Rendy bersama dengan rio.
"Dia bersama tuan hansa"
Perkataan rio membuat Andi dan reno terkejut. Dia melihat rendy bersama rio tetapi rio malah mengatakan jika rendy bersama mertua Andi.
"Kau tidak bercanda bukan?" Tanya Andi pada rio.
"Aku serius, baru saja aku dari sana. Seandainya kalian datang lebih cepat, aku tidak akan membawanya ke sana" Kata rio yang membuat Andi mengepal tangannya.
Andi sangat takut jika mertuanya mencelakai rendy. Tanpa menunggu aba-aba, Andi memukul Rio dengan keras. Reno yang melihatnya jadi terkejut. Andi tidak pernah semarah ini.
"Tuan Andi tenang dulu, kakakku bisa mengambil rendy kembali" Kata reno yang melerai.
"Kau sebaiknya menyingkir, tidak perlu membela kakakmu yang jelas dia sudah salah" Kata andi dengan nada tinggi.
"Aku pikir kau sudah membunuh adikku. Aku berpikir jika reno sudah mati di bunuh olehmu" Kata rio sambil menunduk.
"Dan itu alasannya kakak mengorbankan rendy?" Kali ini reno yang tidak habis pikir kelakuan kakaknya. Anak kecil seperti rendy yang tidak tau apapun, menjadi korban.
"Aku yakin tuan hansa tidak akan melukai rendy. Percaya padaku" Kata rio dengan percaya diri.
Andi masih ingin melalayangkan tinju kepada rio, tetapi di tahan oleh reno.
"Tuan Andi, aku mengerti dengan kemarahan anda. Tetapi aku harap anda bisa tenang sedikit" Kata reno yang membuat andi tidak memukul rio.
Sementara di tempat lain, hansa mendapat laporan jika Andi sudah bertemu rio. Andi membawa kembaran rio bersamanya.
"Kita sebaiknya jalan rencana selanjutnya, aku tidak mau Andi bertemu dengan rio maupun Andi. Rio pasti sudah mengetahui kebenarannya" Kata hansa sambil mengetuk mejanya.
"Suruh Ardi membawa rendy menjauh dari kota ini. Aku tidak akan biarkan dia bertemu Andi" Perintah hansa yang membuat anak buahnya bergerak cepat.
__ADS_1
"Kau mungkin sudah sadar rio, tetapi semua itu sudah terlambat. Aku tidak membutuhkanmu lagi" Guman hansa dengan tersenyum sinis.
****
Rendy sedang tertidur, sementara Ardi fokus memainkan ponselnya. Anak buah hansa langsung masuk tanpa mengetuk, membuat Ardi terkejut.
"Hei, kalian masuk ke ruanganku tanpa mengetuk. Kau tau itu tidak sopan?" kata Ardi sedikit mengancam.
"Kau harus meninggalkan kota ini sekarang dan bawa rendy bersamamu. Ini perintah tuan hansa" Kata anak buah hansa dengan memberi perintah.
"Kenapa terburu-buru, apa rio sudah tau jika aku akan membawa anak ini?" Tanya Ardi yang curiga jika ada masalah.
"Kami yang akan beritahu rio. Kau tidak perlu melakukan apapun"
"Baik, segera mungkin aku akan pergi dan membawa anak ini bersamaku. Tolong beritahu rio, aku yakin dia akan mencariku jika aku pergi tanpa berkabar" Kata Ardi sambil membereskan barang-barangnya.
"Baik..." Anak buah hansa menganguk kemudian pergi dari ruangan Ardi.
Mereka lalu masuk ke ruangan hansa memberi laporan.
"Bagaimana, apa dia mau menurut?" Tanya hansa pada anak buahnya yang baru datang.
"Dia setuju tuan"
"Bagus, setelah dia berada di bandara, habisi Ardi dan rendy sekaligus. Hapus semua bukti jika kita yang melakukannya. Dengan begitu, Andi akan sangat marah dan mengira jika Ardi yang membunuh rendy. Rio akan menjadi amukan karena dia yang memberikan rendy pada kita" Kata hansa sambil tertawa. Rencanannya akan berjalan sangat lancar kali ini. Balas dendamnya akan segera terbalaskan.
"Aku akan membuat kamu merasakan rasa sakit yang aku rasakan ketika kehilangan putriku" guman hansa.
"Tuan, apa kita perlu menghabisi Ardi juga?" Sepertinya anak buahnya sedikit ragu.
"Kenapa tidak, dia akan menjadi masalah bagi kita"
"Tetapi tuan, dia merupakan bagian dari kita"
"Ya, dia bergabung karena rio. Dia akan membelok haluan nanti, sama seperti rio" Kata hansa dengan dingin.
__ADS_1
"Baik kalau begitu, aku akan segera menjalankan rencana" Anak buah hansa langsung keluar dari ruangan hansa.