Kehadiran Cinta

Kehadiran Cinta
18. Setuju


__ADS_3

Bunda Ana dan tante Ira sudah kembali kerumah sakit,sedangakan ayah Ardi dan om Rio berada di kantor.


Saat bunda ana dan tante Ira masuk ke ruang Andra, mereka melihat Andra dan Kesya tertidur pulas. Kesya tidur dalam keadaan duduk disamping tempat tidur andra sedangkan Andra tidur ditempat tidur.


"Lihatlah mereka sedang tertidur pulas, biarkan mereka tidur sebentar jeng" ucap tante Ira.


"Iya mbak, mari kita ke kantin saja" ucap bunda Ana.


Tante Ira pun setuju dan mereka pergi ke kantin untuk makan siang.


Saat mereka sudah keluar ruangan, Andra terbangun. Dia diam dan tidak bergerak karena tangannya dibuat bantalan oleh Kesya. Andra tersenyum melihat Kesya yang sedang tertidur.


Kesya sangat cantik, gumam Andra.


Andra pun tersenyum sambil terus melihat Kesya. Kesya menggerakkan kepalanya dan dia pun terbangun.


"Kak Andra sudah bangun?, maaf kak aku ketiduran" ucap kesya.


"Iya sya gak apa-apa kok." jawab kak Andra sambil tersenyum.


"Kak, aku mau ke mushola dulu ya" pamit Kesya.


"Iya sya,hati-hati" ucap kak Andra.


Kesya mengangguk dan segera keluar ruangan, dia pergi kemushola yang ada di rumah sakit tersebut untuk melaksanakan sholat dhuhur.


Saat kesya pergi, bunda Ana dan tante Ira kembali ke ruangan Andra.


Mereka membuka pintu, kemudian masuk ke dalam ruang Anggrek.


"Sayang, udah bangun ya?" tanya tante Ira.

__ADS_1


"Iya mah" jawab Andra.


"Kesyanya mana nak?" tanya bunda Ana.


"Pergi kemushola tan" jawab Andra.


"Oh iya sudah" ucap bunda Ana.


"Sekarang kamu makan dulu ya" ucap tante Ira.


"Nanti aja mah, nunggu kesya." kata Andra.


"Iya sudah deh" jawab tante Ira pasrah.


"Mah aku mau bicara" ucap Andra serius.


"Iya bicara apa sayang?" tanya tante Ira.


"Iya sayang mamah setuju" jawab tante Ira.


"Tapi kenapa dipercepat nak?" tanya bunda Ana.


"Aku ingin selalu ada di samping Kesya tan, aku gak mau......" ucap andra terputus karena Kesya datang.


"Aassalamualaikum" salam kesya.


"Waalaikum salam Sayang" jawab bunda Ana dan tante Ira.


Kesya langsung masuk dan duduk disamping bunda Ana.


"Ada apa tan,bun? kenapa lihatin kesya gitu?" tanya Kesya heran.

__ADS_1


"Gak apa-apa sayang, bunda bingung aja kenapa nak Andra ingin mempercepat pernikahan kalian" ucap bunda Ana.


"Maaf tan sebelumnya, aku takut tan kehilangan kesya. Aku sayang sama kesya tan" jawab Andra lantang.


"Cie anak mamah yang udah mulai sayang-sayangan" goda tante Ira.


"Ihhh...mamah, andra serius tau" jawan Andra kesal.


"Iya iya kalau perlu besok langsung nikah" ucap tante Ira ngawur.


Kesya pun tersenyum malu, sedangkan bunda ana hanya bisa geleng kepala melihat tingkah ibu dan anak tersebut.


Tiba-tiba suara ponsel tante Ira berdering.Tante ira langsung mengangkat telepon tersebut.


"Assalamualaikum pah" salam tante Ira.


"Waalaikum salam sayang, gimana keadaannya Andra?" tanya om Rio.


"Dia sudah membaik pah, bahkan dia sudah tidak sabar untuk menikah dengan Kesya. Dia ingin pernikahannya dipercepat" kata tante Ira sambil mengelus rambut Andra.


"Apa? kenapa dipercepat mah?" tanya om Rio.


"Ih..papah kayak gak pernah muda aja. Ya karena mereka saling sayang lah pah. Mereka ingin saling memiliki dengan ikatan yang halal. Lagian papah masak gak mau sih segera punya cucu" ucap tante ira sambil tertawa.


"Iya sayang, ya jelas aku maulah. Ya sudah nanti setelah urusan kantor selesai aku langsung ke rumah sakit." ucap om Rio.


"Iya pah. Wassalamualaikum" salam tante Ira.


"Waalaikum salam sayang" jawab om rio. Kemudian telepon ditutup.


Kesya yang dari tadi mendengar obrolan calon mertuanya hanya bisa tersenyum. Dia sangat bahagia karena pernikahannya dipercepat. Sedangkan bunda Ana pun ikut tersenyum bahagia sambil memeluk putrinya.

__ADS_1


__ADS_2