Kehadiran Cinta

Kehadiran Cinta
Eps. 37


__ADS_3

"Dia ayahmu?" Tanya Andi.


"iya, maaf aku tidak memberitahumu jika ayahku mau datang. Aku juga kaget, dia datang tanpa memberitahuku dulu" kata dara.


"Tidak apa-apa, aku hanya seperti pernah mendengar suaranya" kata Andi berpikir.


"Kau pernah bertemu ayahku?"


"Entahlah, suaranya tidak asing bagiku" kata Andi.


"Kau tidak melihat wajahnya?"


"Tidak, aku tidak melihatnya"


"Aku punya fotonya, aku akan memperlihatkanmu. Sempat kau pernah bertemu ayahku. Aku ambil ponselku di kamar dulu" kata dara sambil berjalan menaiki tangga.


Andi penasaran dengan ayah dara, dia seperti pernah bertemu dengannya. Seandainya dia turun lebih cepat tadi, mungkin Andi bisa melihat dan berkenalan dengan ayah dara.


Ramadhan sudah keluar di depan pagar, jangtungnya masih berdenyut kencang. Dia teringat bagaimana menyeramkannya Andi ketika menculiknya.


"Aku harus menyuruh dara keluar dari rumah ini, dia bisa dalam bahaya nanti" kata ramadhan.


"Semoga saja Andi tidak mengenalku, bisa gawat jika dia tau siapa diriku. Dara bisa dalam bahaya, dasar bodoh. Aku seharusnya tau dulu pemilil rumah ini, tidak datang begitu saja. Hampir aku ketahuan" kata ramadhan menyalahkan dirinya.


Ting....


Pesan masuk dari dara, ramadhan membacanya.


[yah, Andi bilang dia pernah bertemu ayah, katanya suara ayah tidak asing. Aku akan memperlihatkan foto ayah, sempat ayah bertemu dengannya]


Ramadhan terkejut melihat isi pesan dari anaknya. Buru-buru dia mengetik dan membalas pesan dara.


[Dara, ayah mohon padamu untuk tidak memperlihatkan foto ayah pada Andi. Ayah mohon kali ini]


Ramadhan mengecek pesan, dia ingin melihat balasan dara segera.


Ting...


Ponselnya bunyi, tetapi bukan pesan dari dara, melainkan dari ibunya.


[Cepat pulang, ada orang yang mencarimu di rumah]

__ADS_1


Ramadhan tidak bisa menghubungi dara, dia pulang ke rumah takut yang mencarinya adalah orang yang pernah mengajaknya kerja sama dalam membawa mayat ke perusahaan Andi.


"Aku tidak akan biarkan mereka menyentuh keluargaku, aku akan melindungi keluargaku dari orang seperti mereka" guman ramadhan.


Di rumah Andi, dara mengambil ponselnya dan turun ke bawah setelah mengirim pesan pada ayahnya.


Dia mencari Andi untuk memperlihatkan wajah ayahnya.


"Ini foto ayahku, lihatlah!" kata dara menyodorkan ponselnya kepada Andi yang duduk di sofa.


Andi meraih ponsel dara, tiba-tiba ponsel dara berbunyi.


Ting....


Dara kembali mengambil ponselnya dan membaca pesan dari ayahnya.


[Dara, ayah mohon padamu untuk tidak memperlihatkan foto ayah pada Andi. Ayah mohon kali ini]


Dara bingung, kenapa ayahnya tidak ingin fotonya di perlihatkan pada Andi. Dara mencoba menghubungi nomor ayahnya tetapi tidak aktif. Dia ingin mengetahui alasan ayahnya.


"Aku sebaiknya tidak memperlihatkan foto ayahku pada Andi. Aku tanyakan dulu pada ayah, takut ayah mempunyai masalah dengan Andi" guman dara.


"Foto ayahmu masih ada dara?" Tanya Andi yang melihat dara hanya melamun.


Dreet...Dreet...Dreet...


"Aku angkat telepon dulu" kata Andi menjauhkan dirinya dari dara.


Dara merasa lega, dia tidak perlu mencari alasan.


"Halo reno, kau sudah tau siapa yang menyerang markas?" Tanya Andi.


"Belum tuan, tetapi ada yang lebih penting menyangkut istri Anda" kata Reno.


"Aku akan ke markas sekarang, mau tunggu aku" kata Andi sambil menutup panggilannya.


"Reno sudah menemukan istriku, aku harus segera ke sana" guman Andi.


Andi berpikir jika reno sudah menemukan istrinya. Andi begitu senang, dia buru-buru ke kamarnya dan menghiraukan dara yang masih bediri tidak jauh darinya.


"Habis terima telepon, orang aneh ini terlihat senang. Apa sesuatu yang baik terjadi padanya?" guman dara sambil melihat Andi menaiki tangga dengan senang.

__ADS_1


"Dokter dara sudah bertemu dengan ayah anda?" Tanya faul yang membuat dara kaget. Faul tiba-tiba muncul.


"Sudah, ayahku sudah pulang" kata dara singkat.


"Oh, aku sempat kaget tadi ketika bertemu dengan ayah dokter dara" kata faul yang membuat dara bingung.


"Kaget kenapa?"


"Aku minta maaf dokter dara, aku sempat berpikir jika ayah dokter dara pengemis. Aku baru saja mau mengambil uang, dia bilang dia mau ketemu dengan anaknya" kata faul merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, aku mengerti. Pasti banyak pengemis yang datang ke sini, sehingga kau tidak bisa membedakan pengemis asli dan palsu" kata dara menyindir faul secara halus. Dirinya kesal, ayahnya dianggap pengemis.


"Anak mana yang tidak marah jika ayahnya diangap pengemis"


"Hehe, maklum semua orang melihat rumah kak Andi mewah. Makanya banyak pengemis datang ke sini" kata faul yang tidak mengerti jika dirinya di sindir.


"Dia tidak tau aku sudah menyindirnya, faul beda dengan Andi. Andi jauh lebih pintar darinya" guman dara.


Andi turun setelah berganti pakaian, faul dan dara yang masih berada di ruang tamu jadi kaget melihat Andi berpakaian biasa tetapi terlihat keren. Seperti anak muda.


Dara yang melihatnya tanpa berkedip, penampilan Andi sangat beda di mata dara. Semua orang yang melihatnya pasti tidak menyangka jika Andi sudah menikah dan punya anak satu.


"Kak Andi mau kemana?" Tanya faul.


..."Aku mau ketemu dengan reno" ...


"Ketemu reno tetapi berpakaian seperti ini, jangan-jangan mau ketemu wanita. Kak Andi mau berkencang?"


"Terserah, yang jelas aku mau ketemu dengan reno" kata Andi berlalu pergi.


"Kakakku, mau berkencang tetapi tidak mau mengaku. Lagi pula banyak orang yang menyukainya, rendy butuh seorang ibu" kata faul masih memandang kakaknya yang sudah tidak terlihat.


"Di mana dia biasanya berkencang?" Tanya dara penasaran. Entah kenapa dara merasa kesal mendengar Andi ingin berkencang.


"Dokter dara menyukai kakakku juga?" Tanya faul sambil menatap dara.


"Tidak, aku tidak menyukai kakakmu yang dingin dan super cuek. Aku hanya bertanya saja, lagi pula kakakmu menurutku hanya pria aneh yang terlahir di dunia ini" kata dara cepat.


"Aku pegang kata-katamu. jika suatu saat dokter dara menyukai kakakku, aku akan memperingatkanmu jika dokter dara dulu sangat gensi dan pura-pura tidak menyukai kakakku" kata faul.


"Aku serius, tidak berpura-pura atau berbohong. Kenyataannya seperti itu, mana mungkin aku menyukai orang aneh seperti kakakmu? Tidak apa pria di luar yang lebih baik dari kakakmu" kata dara yang membuat faul tertawa.

__ADS_1


Tidak ingin main-main dengan faul, dara memutuskan kembali ke kamar Rendy.


__ADS_2