Kehadiran Cinta

Kehadiran Cinta
Eps. 34


__ADS_3

"Apa yang perlu aku ketahui?" Tanya Andi karena di tunjuk oleh sarah.


"Tidak ada kak, temanku asal bicara saja" Kata faul memberi kode pada sarah untuk berhenti.


"Ya sudah, sebaiknya kita pulang dan istirahat" Kata Andi sambil menarik tangan rendy.


"Kak, aku antar sarah pulang dulu" Kata Faul meminta izin.


"Antar saja cerewet ini, kalau perlu kau tidak perlu membawa dia ke hadapanku" Kata Andi seperti tidak suka dengan sarah.


"Nah, dia mulai duluan. Jangan salahkan aku jika membalasmu nanti" Kata sarah yang ditarik tangannya oleh faul.


"Kau ini kenapa menarikku, aku ingin membuat pelajaran pada kakakmu" Kata sarah merontak-rontak.


"Sebaiknya tidak perlu, kau tau kakakku ketua mafia. Dia bisa membuatmu terluka nanti" Kata faul berusaha menenangkan sarah.


"Rendy, ayo pulang. Ini sudah larut malam" Kata Andi sambil mengendong anaknya ke mobil.


"Sampai jumpah di rumah kak" Teriak faul.


****


Di rumah, Andi mengintrogasi anaknya. Apa yang di lakukan rendy, kabur dari rumah sudah sangat keterlaluan apalagi rendy pergi sendirian.


"Rendy tau apa kesalahan rendy kali ini?" Tanya Andi menatap anaknya yang berdiri di depannya, sementara dia duduk di sofa.


Rendy mengangguk, dia menunduk takut menatap papa Andi.


"Bagus kalau rendy tau kesalahan rendy. Papa tidak mau rendy mengulanginya lagi. Mengerti?" Tanya Andi yang di respon anggukan oleh rendy.


Dreet...Dreet....Dreet....


Ponsel Andi berdering, dia menatap layar dan tertera nama reno.


"Aku lupa mengabari reno" Guman Andi sambil menghela nafas.


"Rendy masuk kamar dan tidur, bezok baru papa hukum rendy" Kata Andi.


Rendy berlari ke kamarnya, sementara Andi mengangkat telepon.


"Halo reno, rendy sudah di temukan" Kata Andi.


"Baik kalau begitu tuan, aku berhenti mencarinya" Kata Reno.


"Reno, datang ke perusahaan bezok, ada sesuatu penting yang harus di bicarakan padamu" Perintah Andi sebelum menutup teleponnya.


"Aku harus mengetahui siapa rio sebenarnya, apa dia ada katainya dengan reno atau tidak? wajahnya sama persis, aku sulit membedakannya" Guman Andi.


Di tempat lain, Rio masuk ke ruang tuannya.


"Aku baru saja bertemu dengan Andi, dia mencari keberadaan Rendy. Di saat itu, Rendy sedang bersamaku" kata rio menjelaskan.

__ADS_1


"Apa dia bertanya siapa kau?"


"ya, aku mengatakannya jika aku rio. Tetapi ada yang aneh, di selalu menganggapku sebagai reno. Apa adikku masih hidup?" Tanya rio pada tuannya.


"Kau tidak percaya padaku, aku melihat sendiri Andi membunuh adikmu. Kau harus membalaskan dendam demi adikmu"


"Kau tidak perlu menyuruhku, aku pasti akan balas dendam dan membuat Andi celaka"


"Bagaimana dengan dara, kau sudah dapat kabar keberadaannya?"


"Belum, aku usahakan dapat kabar secepatnya"


"Jangan kecewakan aku rio, hancurkan markas Andi, aku yakin dia pasti berada di rumahnya saat ini"


"Baik, perintah anda akan aku laksanakan segera" kata rio sambil berjalan keluar.


"Aku akan terus memanfaatkanmu untuk kepentinganku. Aku bahkan tidak mengenal siapa reno, asalkan kau bisa membantuku untuk menghancurkan Andi. Setelah itu, kau akan ikut hancur juga" guman tuan Rio.


****


Reno berjalan pulang, dia di telepon oleh rekannya.


"Ada apa? apa ada masalah di markas?" Tanya reno.


"Benar bos, tiba-tiba kita di serang"


"Apa? tunggu aku, aku akan segera ke sana" Kata reno sambil berlari.


Di markas Andi, semua anak buahnya berusaha bertahan. Suara tembakan terus menggema di mana-mana.


Door...Door...Door...


Mereka terus menembak untuk menghancurkan semua yang ada di markas.


Termasuk rio, yang ikut turun tangan membantu anak buahnya.


"Langsung masuk dan singkirkan semua orang yang ada di dalam" perintah rio.


Semua anak buahnya langsung masuk mencari mangsa, sementara anak buah reno bersembunyi di tempat yang sudah di sediakan jika suatu saat markasnya di serang.


"Kau sudah menghubungi bos Reno?" Tanya salah satu anak buah.


"Sudah, dia akan segera datang"


"Bagaimana jika dia tertembak saat berada di luar?"


"Aku yakin bos Reno tidak akan tertangkap semudah itu"


"iya, apa semua orang sudah berkumpul di sini?"


"Sudah, semua sudah ada di sini"

__ADS_1


"Bagus, kita tunggu bos reno saja"


Semua anak buah rio tidak menemukan seseorang apapun. Dia pun melapor pada rio.


"Bos, kita tidak menemukan siapa pun di dalam"


"Aku juga tidak menemukan apa pun, padahal mereka tadi membalas serangan kita. Kemana mereka semua?" Tanya rio heran.


"Apa mereka lari bos, atau mereka bersembunyi?"


"Jika mereka kabur tidak bisa, kita sudah mengepung markas ini. Bisa jadi mereka bersembunyi" kata rio dengan seketika.


"Cari terus, periksa setiap ruangan yang ada" Perintah rio.


Rio mengelilingi markas Andi, tepat di saat dia sendirian, dia melihat bayangan dirinya atau lebih tepatnya adiknya yang selama ini dia rindukan.


"Reno" Kata rio yang melihat reno berlari masuk ke markas Andi.


"Reno..Reno... ini aku rio, kakak kamu" Teriak rio tetapi reno seperti tidak mendegarkan.


Rio berlari menyusul adiknya, tetapi dia kehilangan jejak.


"Reno, aku tidak mungkin salah liat. jelas sekali aku melihat reno sedang berlari" kata rio.


"Reno...." Teriak rio berharap reno mendengarnya dan muncul di depannya.


"Reno, kakak rindu banget sama kamu" kata rio sambil menangis.


"Bos, sudah tidak ada siapa pun, kita sudah memeriksa setiap ruangan di markas ini, tetapi tidak menemukan apapun" lapor anak buah rio.


"Kita kembali lain kali, sebaiknya kita pergi sekarang. Takutnya mereka sudah menelpon polisi" Kata rio sambil berjalan dan diikuti anak buahnya.


"Reno, semoga kamu masih hidup dan masih bisa bertemu denganku lagi. Aku tidak yakin jika kau sudah meninggal, aku percaya jika kau masih hidup reno" guman rio.


Di dalam markas, di tempat persembunyian, reno masuk dengan mudah.


"Kalian semua baik-baik saja?" Tanya reno yang mengkhawatirkan anak buahnya.


"Kami semua baik bos, meski ada yang terluka. Kami sempat dengar jika mereka ingin masuk, makanya kami bersembunyi di sini. Tetapi markas kita jadi hancur bos" kata anak buah reno merasa bersalah tidak bisa melindungi markas mereka.


"Tidak perlu di pikirkan, beruntung kalian semua masih hidup. Yang lebih penting adalah kalian, bukan markas"


"Bagaimana dengan tuan andi, dia pasti marah. Markas nya di serang"


"Aku akan bicara dengan tuan Andi bezok, kalian tidak perlu pikirkan itu. Pikirkan kondisi kalian saja, pergi berobat jika di perlukan. Aku akan menanggung biaya pengobatan kalian"


"Terima kasih bos, kami jadi tambah merasa bersalah"


"Terima kasih kembali, kalian sudah berjuang, berusaha menjaga markas ini" kata reno yang bangga dengan anak buahnya.


Meski bezok reno yang akan kena amukan pada Andi.

__ADS_1


__ADS_2