Kehadiran Cinta

Kehadiran Cinta
5.Pertemuan


__ADS_3

***


Pagi ini hari minggu...aku masih berada dikamar karena jam masih menunjukkan pukul 06.00.


Tok..tok..tokkk "Kesya sayang bangun nak,ini sudah pagi" ucap bunda.Ceklek..suara pintu kamar terbuka "Iya bunda sebentar lagi,aku mau mandi dulu bunda" jawab Kesya. "Iya udah bunda tunggu diruang makan" ucap bunda . "Siap bunda sayang" jawabku . Bunda sudah pergi menuju dapur,lalu aku menutup pintu dan pergi ke kamar mandi. Setelah selesai mandi aku memakai setelan rok dan baju berwarna biru tak lupa jilbab biruku...setelah itu aku keluar kamar menuju dapur .


***


 


Didapur sudah ada ayah dan bunda yang sedang menungguku ." Pagi ayah bunda " sapaku sambil mencium pipi bunda. " Pagi juga sayang..mmm apa ayah tidak dapat cium juga?" tanya ayah padaku. "Hehehe tidak ayah,sepertinya ayah belum mandi deh " candaku yang membuat ayah dan bunda tertawa. "Baiklah putri kecilku,mari kita sarapan dulu biar ayah pimpin doanya"


 

__ADS_1


" Ayah jangan panggil aku putri kecil.Aku sudah dewasa ayah " protesku sambil cemberut.


" Wah putri ayah sudah dewasa ya ,ayah kira masih kecil soalnya masih suka manja deh sama bunda ..haha" goda ayah yang membuatku semakin kesal. " Ayah... " ucapku. "Sudah-sudah ayah sama anak ini sama aja ,ayuk kita makan dulu sebelum nasinya dingin" ucap bunda. " Iya bunda " jawabku. "Mari kita berdoa ,Bismillahirrahmanirrahim


...." pimpin ayah.


Setelah selesai makan aku membantu bunda mencuci piring sedangkan ayah menunggu kami di ruang televisi. "Dah selesai bunda" ucapku. "Iya sayang mari kita susul ayah ke ruang televisi"ajak bunda yang langsung ku jawab dengan anggukan.


Diruang televisi aku duduk di sofa samping bunda.


"Nanti malam kita sekeluarga diundang makan malam di Restoran Seafood bersama sahabat Kita sayang" ucap ayah sambil melirik bunda. "Baiklah sayang" ucap bunda.


"Ehem ehem ayah bunda kenapa sayang sayangan di depan aku sih..kan aku jadi iri hiks hiks" ucapku yang pura-pura sedih padahal aku sudah terbiasa dengan sikap ayah dan bunda yang selalu romantis .

__ADS_1


"Hahaha...lihat sayang putri kecil kita sudah pandai memulai drama" ledek ayah.


"Sudah ayah jangan bilang begitu bentar lagi kita kan bakal punya menantu jangan godain putri kita terus,nanti diaduin sama menantu kita lho ...haha" ucap bunda yang membuat ayah semakin tertawa.


"Ayah bunda jangan nyebelin begitu...menantu dari mana bun kan Kesya tidak punya pacar" ucapku.


"Mungkin bentar lagi punya sayang" jawab ayah dan bunda.Akupun bingung dan hanya mengangguk saja.


"Oh iya yah jam berapa nanti kita perginya?"tanyaku pada ayah. "Wah wah lihat sayang..putri kita sudah tidak sabar bertemu dengan calon suaminya..upss ayah keceplosan.haha" ucap ayah sambil merangkul pinggang bunda.


"Maksud ayah apa?"tanyaku yang mulai bingung dengan perkataan ayah.


"Tidak apa-apa sayang...nanti kita berangkat dari rumah jam 7 malam ya..." ucap bunda. "Iya bunda" jawabku sambil tersenyum. "Ya udah kalian lanjut dulu ngobrolnya,ayah mau mandi dulu" ucap ayah . "Iya ayah" jawab bunda dan aku.

__ADS_1


"Bunda aku mau cerita boleh?" tanyaku. "Boleh sayang silahkan" jawab bunda.


"Tadi pagi diparkiran sekolah aku tidak sengaja menabrak cowok bun ...dia tampan dan manis sekali tapi dia sangat dingin.Saat aku meminta maaf dia hanya membalas anggukan dan pergi begitu saja"ucapku sambil cemberut." Sabar sayang lain kali hati-hati ya " jawab bunda. " Tapi bun setelah itu waktu istirahat aku tidak sengaja menabraknya lagi,dan dia marah bun..aku sangat takut hiks hiks"ucapku. "Sudah sayang jangan sedih dan tidak perlu takut lagi mungkin dia lagi kesal saja makanya dia marah.."ucap bunda sambil memelukku. Aku pun membalas pelukan bunda.


__ADS_2