Kehadiran Cinta

Kehadiran Cinta
Eps. 33


__ADS_3

Rendy terus berjalan di tengah jalanan yang ramai. Matahari mulai tergelam, perut rendy sudah keroncongan. Rendy menatap semua orang yang singgah makan di warung, sampai langkah kakinya berhenti tepat di pintu warung.


Dia tidak punya uang, tidak bisa melakukan apapun. Rendy terus berdiri di depan pintu sampai akhirnya dia tertabrak oleh seseorang.


"Kau tidak apa-apa nak?" Tanya orang tersebut sambil mengulurkan tangannya.


Rendy mendongak sebelum dia meraih tangan orang yang menabraknya.


"Maaf, uncle tidak sengaja" kata orang tersebut dengan ramah dan tersenyum.


"Uncle..." Kata rendy seketika.


"Ah, namamu siapa?" Tanya orang tersebut


Rendy menulis sesuatu di buku yang sudah dia siapkan.


"Oh rendy, rendy kenapa tidak bicara saja?" Tanyanya tetapi tidak mendapatkan respon.


"Kenalkan, nama uncle Rio" Katanya sambil tersenyum.


Rendy mengangguk, membuat Rio semakin gemas dengannya.


"Rendy mau makan?" Tanya rio.


Rendy mengangguk dua kali dan Rio membawanya masuk.


Mereka berdua melahap makanannya. Rendy kedua kalinya makan di pinggir jalan, yang pertama ketika bersama dokter dara dan sekarang bersama uncle yang baru di kenalnya.


Setelah selesai makan, Rendy dan Rio berjalan keluar. Rio bingung bagaimana cara menanyakan rumahnya, terlebih rendy tidak mau bicara.


Sementara Andi, sarah, dan faul berjalan mencari rendy. Sampai akhirnya faul yang pertama kali melihat Rendy bersama dengan seseorang.


"Kak, itu Rendy" Kata faul sambil menepuk pundak kakaknya.


Sarah dan Andi menoleh memastikan perkataan faul.


"Benar itu Rendy, kenapa dia bisa bersama reno?" Tanya Andi.


"Mana aku tau, dia kan anak buah kakak, bukan anak buahku"


"Tunggu sebentar, anak itu anaknya kakakmu?" Tanya sarah bingung.


"Ya, kau mengenalnya?" faul balik bertanya.


"Tentu, dia kemarin yang menginap di rumahku"

__ADS_1


"kok bisa anakku menginap di rumahmu? kau juga salah satu pencuri? cantik-cantik malah nyuri anak. Menikah baru punya anak, jangan anak orang di ambil" Kata Andi.


"Maaf pak, aku ini bukan pencuri. Apa penampilanku terlihat seperti pencuri?" kata sarah tidak terima di katakan pencuri anak-anak.


"Sangat cocok" kata Andi tanpa menoleh.


"Apa? hei, aku ini dokter psikolog anakmu di rumah sakit. Kau harus menghargaiku" Teriak sarah mulai naik tensi.


"Kau bekerja karena di bayar, kalau tidak mau tinggal keluar saja" Tegas Andi.


"Aku tidak menyangka dia kakakmu faul, pantes keburu jadi duda. Ternyata begini sifatnya"


"Apa kau bilang? kau mau aku memecatmu?"


"Sudah-sudah kak, berhenti bertengkar. Kita hampiri rendy sebelum di culik orang lain" kata faul yang lebih dulu berlari ke arah rendy.


Andi menyusul, sementara sarah masih bengong mematung.


"Bisa-bisanya aku bertemu dengan orang yang tidak tau diri. Sebaiknya tadi aku tidak perlu ikut dengannya" kata sarah menghempas kakinya mengikuti dua bersaudara.


Rendy kaget ketika faul dan papanya datang menghampirinya.


"Rendy kau di culik?" Tanya faul yang melihat keponakannya bersama reno.


"Apa reno amnesia, dia tidak mengenalku. Tidak apa-apa bagiku, tetapi kakakmu bagaimana? masa atasannya dia lupa juga" guman faul.


"Otaknya benar sakit dengan keras, kakakku pasti marah" guman faul sambil menghela napas.


"Aku ayah Rendy, aku sudah menyuruhmu untuk mencari rendy tadi. Kenapa kau tidak mengabariku jika rendy sudah di temukan?" Tanya Andi dengan tatapan tajam.


"Wah, mati kamu Reno. Sok tidak mengenal keluargaku, kau akan merasakan amukan bosmu nanti" guman faul.


"Aku tidak mengerti maksud anda, bukan kha kau yang orang gila di rumah sakit tadi?" Kata rio sambil mengeritkan alisnya.


Dia masih bisa mengingat Andi sebagai orang gila.


"Apa? kakakku gila? kau berani mengatakan itu?" Tanya faul yang terkaget-kaget. Baru pertama kali ada orang yang mengatakan Andi orang gila.


"Benar, mereka memukulku tanpa sebab, aku rasa obatnya sudah habis" timpah rio.


"Wah, aku saja tidak berani mengatakan apapun pada kakakku. Kau malah mengatakannya dengan berani, jempol untukmu" kata Faul sambil mengajukan jempolnya.


"Diam" Teriak Andi yang membuat faul dan Rio terkaget.


Faul memundurkan jempol jarinya, merasa takut. Dia baru saja di pukul kakaknya, rasanya masih terasa sakit, dia tidak ingin menambah rasa sakit lagi.

__ADS_1


"Jadi kau bukan reno?" Tanya Andi berusaha mengintrogasi.


Reno tidak mengerti apa yang di katakan andi tentang kejadian di rumah sakit, terlebih sikap orang ini membuat Andi merasa asing.


"Ya, aku bukan reno dan aku tidak mengenal reno" katanya yang membuat faul terkejut.


Sarah ikut gabung, dia tidak mengerti apa yang di ceritakan mereka.


"lalu kau siapa kalau bukan reno?" Tanya faul.


"Aku rio"


"Rio? namamu hampir sama dengan reno, berawal dari R. jangan-jangan kau mau membohongi kami yah? Ah, reno kau sudah ketahuan" Kata faul yang mengira rio bercanda.


"Faul, kau sebaiknya diam. Bawa rendy pulang!" Perintah Andi.


"Kak, aku tidak mau pulang. Di sini seru, aku harus menyaksikannya dengan mataku sendiri" kata faul yang tidak ingin di perintah Andi.


"Kau mau aku membuatmu masuk ICU?"Kata Andi yang membuat faul menarik tangan rendy dan membawanya.


"Kau benar ayahnya, atau kalian hanya pencuri anak-anak?" tanya rio.


"Dia itu anakku, rendy. Terima kasih sudah menemukannya, aku permisi" Kata Andi memgakhiri pembicaraannya dengan rio sambil pergi meninggalkannya.


Sarah lebih dulu menyusul faul, tidak ingin berlama-lama dengan Andi. Dia bisa naik tensi dadakan jika terus bersama duda anak satu itu.


"Rendy, lain kali rendy tidak boleh kabur dari rumah. Itu tidak baik" Kata sarah menasehari rendy.


"Dengar kata teman uncle, itu tidak baik. Lihat wajah uncle, memar begini habis di pukul papa kesayangan kamu" kata faul sambil menunjuk wajahnya yang terdapat memarnya.


"Kencang juga kakakmu, padahalkan dia saudaramu juga. Tidak perlu menggunakan kekerasan" kata sarah yang merasa kasihan dengan Faul.


"Ini tidak seberapa, dia bisa membuatku masuk ICU. Kau tidak dengar yang di katakannya tadi?" Tanya faul.


"Oh, aku pikir dia hanya mengancammu?"


"Kakakku selalu menepati janjinya, aku bisa masuk ICU beneran"


"Dia itu kakakmu apa bukan?" Tanya sarah sambil tersenyum.


"kalian sudah selesai membicarakanku?" kata Andi yang baru datang.


"Nah orangnya sudah datang, sekalian beritahukan saja padanya" Kata sarah sambil menunjuk Andi.


Rendy hanya diam dari tadi, menyimak pembicaraan di depannya.

__ADS_1


__ADS_2