
"Yah, bun kesya berangkat dulu ya" ucap kesya sambil menyalimi tangan kedua orang tuanya.
"Iya sayang hati-hati dijalan, ini uang jajan kamu" ucap ayah ardi sambil memberikan beberapa lembar uang ke kesya.
"Terimakasih ayah" ucap kesya sambil tersenyum dan mengambil uang itu. Kesya adalah anak yang baik, dia selalu menerima pemberian orang tuanya. Karena kesya tidak mau membuat orang tuanya sedih jika dia menolaknya. Itulah kebiasaan kesya dari kecil sampai sekarang.
"Assalamualaikum kesya..." salam Lyra dari depan pintu.
"Waalaikum salam ra" jawab kesya sambil membukakan pintu untuk Lyra.
"Udah siap sya? wah kesya kamu cantik banget" puji Lyra.
"Biasa aja kok ra" ucap kesya sambil tersenyum.
"Ini kan luar biasa sya,kamu terlihat cantik banget. Kalau aku jadi cowok pasti udah naksir deh sama kamu" ucap Lyra.
"Hust, jangan bicara ngawur ra. Udah ayuk kita berangkat sekarang aja" ucap kesya.
Lyra hanya mengangguk dan langsung berpamitan pada kedua orang tua kesya.
Mereka berdua kemudian berangkat ke mall naik motornya Lyra.
Ditengah perjalanan, tiba-tiba ponsel Kesya berdering. Kesya langsung mengambil ponselnya di dalam tas dan meminta Lyra untuk menepikan motornya.
"Ra, tolong menepi sebentar. Sepertinya ada yang menelepon" ucap kesya.
"Siap sya" jawab lyra yang langsung menepikan motornya di bawah pohon.
Kesya langsung mengangkat telepon dari bunda ana.
"Assalamualaikum bunda, ada apa?" tanya kesya.
"Nak andra sya...diaa..ituu.." jawab bunda ana terbata-bata.
"Kenapa dengan kak andra bun?" tanya kesya khawatir.
"Nak andra kecelakaan sya, kamu cepat datang ke rumah sakit sekarang. Ayah sama bunda udah dijalan mau kesana" ucap bunda sambil menangis.
"Kesya langsung kesana sekarang bun, bunda hati-hati ya nanti smsin alamat rumah sakitnya." jawab kesya.
__ADS_1
"Iya sayang. wassalamualaikum" salam bunda ana.
"Waalaikum salam bun" jawab kesya.
Kesya langsung memeluk Lyra, dia menangis.
"Sya..kamu kenapa? kenapa nangis? ada apa sya?"
tanya Lyra penasaran.
"Kak andra.. dia kecelakaan ra. Kita harus kerumah sakit sekarang ra. Antarkan aku kesana.." ucap kesya panik.
"Iya sya,kamu tenang ayok aku antar ke sana. Tapi kamu jangan nangis ya, nanti om sama tante ikut sedih" ucap lyra sambil mengusap air mata kesya.
"Iya ra ayok" ucap kesya dan langsung menarik tangan Lyra menuju motor Lyra. Mereka langsung naik motor Lyra.
Lyra melajukan motornya menuju rumah sakit tempat kak andra dirawat.
~Rumah Sakit~
Suara ambulan terdengar saat ambulan sudah berhenti di depan rumah sakit, semua perawat berdatangan menolong pasien yang sedang dalam keadaan darurat.
"Sus tolong cepat bawa dia ke ruang UGD" kata seorang dokter. Suster pun mengangguk dan membawa pasiennya ke ruang tersebut.
"Apa yang terjadi dengan putra kita pah? kenapa ini bisa terjadi sama dia?" kata tante Ira sambil menangis dipelukan suaminya.
"Sabar ya mah, kita sedang mendapat musibah. Semoga putra kita baik-baik aja" ucap om Rio menenangkan istrinya.
Lima belas menit kemudian ayah Ardi, bunda Ana, Kesya, dan Lyra sampai rumah sakit .
Mereka langsung menuju ruang UGD, karena tadi om Rio sudah memberitahu ayah Ardi tempat kak Andra ditangani.
"Assalamualaikum tan" salam kesya.
"Waalaikum salam kesya" jawab om Rio dan tante Ira.
"Kesya...." panggil tante ira yang langsung memeluk Kesya.
"Tante yang sabar ya..Kak Andra pasti baik-baik aja kok tan." ucap Kesya menenangkan.
__ADS_1
Tante Ira mengangguk dan melepaskan pelukannya. Kesya lalu mengambilkan minuman yang dia bawa tadi dan memberikannya ke tante Ira. Tante ira menerima minuman itu dan langsung meminumnya.
Sejam kemudian dokter keluar dari ruang UGD.
"Maaf apakah anda keluarga pak Andra" tanya dokter tersebut.
"Iya dok, kami orang tuanya" ucap tante Ira dan om Rio bersamaan.
"Pasien kehilangan banyak darah, kami sedang membutuhkan pendonor darah yang sama dengan golongan darah pasien. Karena stok drah tersebut dirumah sakit ini sedang habis." ucap dokter tersebut.
Om Rio dan tante Ira saling melirik kemudian suasana menjadi hening..
"Biar saya saja dok yang mendonorkan darah, saya siap" ucap kesya lantang.
"Baik mbak, sekarang tolong ikut saya keruang transfusi darah" ucap dokter tersebut.
Kesya pun mengikuti dokter tersebut. Setelah memasuki ruang ,dokter melakukan cek kecocokan darah kesya, ternyata hasilnya sama dan dia bisa mendonorkan darahnya untuk kak Andra.
Kesya dan dokter sindi masuk ke dalam ruangan Andra. Dokter langsung melakukan tugasnya.
Tidak butuh waktu lama, Kesya sudah mendonorkan darahnya dan sekarang dia sedang beristirahat di samping andra.
Dokter keluar ruangan.
"Gimana dok keadaan putra saya?" tanya tante Ira.
"Sebentar lagi dia akan bangun" ucap dokter sindi.
"Lalu bagaimana dengan kondisi putri kita dok" tanya bunda ana.
"Dia sedang istirahat bu, sebentar lagi juga bangun" ucap dokter sindi.
"Sebaiknya ibu dan bapak jangan masuk ke ruangan terlebih dahulu, tunggu putra putri kalian sadar dulu. Nanti akan kami periksa ulang" ucap dokter sindi.
"Baik dok" jawab bunda ana dan tante Ira.
"Saya permisi dulu" ucap dokter sindi sambil tersenyum.
"Silahkan dok" jawab bunda ana sambil tersenyumm.
__ADS_1
Kemudian ayah Ardi dan om Rio pamit ke kantin sebentar.
Jadi di depan ruang UGD hanya ada bunda Ana, tante Ira dan Lyra. Mereka menunggu Andra dan Kesya sadar.