
Tepat jam 9 pagi kesya sudah ada di cafe tempat dia janjian dengan Lyra.
Kesya mulai mengetik pesan untuk Lyra dan langsung mengirim pesan itu.
Kesya: aku udah di cafe ra.
Lyra: iya sya, aku udah dijalan.
Kesya: hati-hati dijalan ya Ra.
Lyra: iya sya.
Kesya pun memainkan game di hpnya sambil menunggu kedatangan Lyra.
Beberapa menit kemudian Lyra datang.
Dia langsung duduk di depan Kesya.
"Eh lyra" ucap kesya.
"Iya sya ini aku kenapa?" tanya Lyra.
"Kamu kapan datangnya?" tanya Kesya.
"Barusan" jawab Lyra.
"Tapi aku kok gak tau ya" ucap kesya polos.
"Ya iyalah sya , orang kamunya fokus main game" ucap lyra.
"Iya-iya Ra maaf" jawab kesya sambil tersenyum.
"Udah gak usah ngeluarin senyum manis itu, udah pasti aku maafin kok" goda Lyra.
"Ih Lyra, apaan sih" kata Kesya malu.
"Eh sya.Aku haus nih kamu dah pesen minum apa belum?" tanya Lyra.
"Belum ra, yaudah aku pesenin dulu ya. Kamu mau minum apa?" tanya Kesya.
"Es moccacino aja ya sama ayam geprek 1 gak pedes" ucap Lyra.
"Siap nyonya pesanan segera diantar" jawab Kesya menirukan ucapan seoraang pelayan. Lyra pun tertawa sedangkan kesya sudah pergi ke meja kasir.
"Mbak, pesan es mocca..." ucapan kesya terputus karena ada seseorang yang menyapanya.
"Hai Kesya" panggil orang itu. Kesya pun menoleh.
"Hai juga kak" jawab kesya menunduk.
"Gue denger Andra lagi sakit ya? gue belum sempet jenguk" ucap kak Adit.
"Iya kak, tidak apa-apa kak. Cukup doanya saja" jawab kesya.
"Iya deh gue doain semoga dia cepet sembuh" ucap kak Adit.
Gue doain semoga dia gak usah sembuh sekalian, gumam kak Adit.
"Kamu kesini sama siapa?" tanya Adit.
__ADS_1
"Sama Lyra kak" jawab Kesya,lalu kesya berbicara dengan kasir cafe tersebut.
"Maaf mbak, saya pesen es moccacino dua sama ayam geprek satu ya jangan pedes" ucap Kesya dan langsung membayar pesanannya.
"Eh biar gue aja yang bayar sya" kata kak Adit.
"Tidak usah kak , terimakasih" ucap Kesya.
"Saya permisi dulu ya kak, assalamualaikum" salam kesya.
"Waalaikum salam" jawab kak Adit.
"Lihat aja sya aku pasti bisa dapatin kamu" ucap kak Adit lirih tapi kesya masih bisa mendengarnya. Kesya bergegas kembali ketempat Lyra.
Tanpa kesya ketahui, kak Adit sudah menyuruh seseorang untuk memfoto dia dan kesya saat sedang mengobrol tadi.
Kak Adit senang melihat hasil fotonya, kemudian dia mengirim foto itu ke Andra.
Adit: Cewek lo gue pinjam bentar ya, sepertinya sebentar lagi dia bakalan ninggalin lo. Buktinya dia malah milih ke cafe sama gue daripada nemenin lo dirumah sakit.
~Rumah sakit~
Terdapat notifikasi pesan masuk di hp Andra. Dia langsung mengambil hpnya dan membaca pesan tersebut.
Sialan, batin kak Andra.
~Cafe~
"Lama banget sih sya" keluh Lyra.
"Iya ra maaf" jawab kesya.
"Iya deh aku maafin, sekarang kamu jelasin dulu soal semalam" ucap Lyra.
"Maaf mbak pesanan anda" ucap seorang pelayan cafe dan langsung menaruh makanan dan minuman itu ke meja.
"Terimakasih mbak" jawab kesya.
"Eh sya.. kamu kok gak makan?" tanya Lyra.
"Aku udah kenyang ra, oh ya ra nanti jam sepuluh aku mau pergi lagi. Maaf ya cuma sebentar ketemunya" ucap Kesya.
"Mau kemana sih Sya?" tanya Lyra.
"Kerumah sakit" jawab Kesya lalu meminum esnya.
"Iya deh, cieee yang lagi kasmaran maunya deketan terus" goda Lyra.
"Enggak gitu ra, kamu jangan mulai deh" jawab kesya kesal.
Mereka lalu melanjutkan makan dan minumnya.
Jam menunjukkan pukul sepuluh, Kesya pamit ke Lyra. Lalu Kesya pergi ke rumah sakit naik motornya, sedangkan Lyra pulang kerumahnya.
~Rumah Sakit~
"Assalamualaikum" salam Lyra.
"Waalaikum salam" jawab tante Ira.
__ADS_1
"Eh Kesya sayang, ini lho udah ditungguin dari tadi sama calon suamimu. Dia sampai gak mau makan sya, katanya nunggu kamu datang" ucap tante Ira.
"Maaf ya tan, Kesya kesiangan datangnya" jawab Kesya.
"Nggak kok Sya, ya udah tante tinggal dulu ya. Tante titip Andra, kalau dia nakal telepon aja tante" ucap tante Ira.
Kesya pun tersenyum dan mengangguk, sedangkan kak Andra hanya melirik kepergian mamahnya.
"Kak, kenapa belum makan?" tanya kesya.
Kak Andra diam, tidak menjawab.
"Kesya suapin ya kak, ini kesya bawain bubur" ucap kesya lagi.
Kak Andra masih juga diam.
"Kak, maaf kesya telat datangnya. Jangan diemin kesya dong kak" ucap kesya lagi.
Kak Andra masih aja diam.
"Maafin kesya ya kak, kesya salah" ucap Kesya.
"Apa kesalahanmu?" tanya kak Andra.
"Kesalahanku itu karena aku kesiangan jenguk kakak" jawab Kesya.
"Bukan" ucap kak Andra ketus.
"Lalu apa kak?" tanya kesya.
"Gak tau pikir sendiri" jawab kak Andra.
"Maaf kak, sebelum kesini aku pergi ke cafe ketemu sama Lyra sebentar. Jadi aku kesiangan" ucap kesya menjelaskan sambil menunduk.
"Jangan bohong Kesya" kata kak Andra.
"Aku jujur kak, tanya aja sama Lyra kalau nggak percaya" jawab Kesya.
"Hmm" gumam kak Andra.
"Kakak makan ya" bujuk Kesya.
"Aku tidak mau" jawab kak Andra lantang.
Kesya diam..dia duduk disamping tempat tidur andra.
Prankk...
Bubur yang disiapkan Kesya sudah berantakan di lantai. Kesya kaget dia langsung bangun dari duduknya.
"Kenapa kak?" tanya kesya Kaget.
"Beraninya kamu pergi sama cowok lain, disaat aku lagi sakit gini" jawab kak Andra lantang.
"Aku pergi sama Lyra kak" jawab Kesya.
"Jangan bohong Kesya" ucap Kak Andra.
"Aku jujur kak, aku janjian sama Lyra. Waktu aku mau pesan makanan. Aku ketemu sama kak Adit..." ucapan kesya terpotong.
__ADS_1
"Tuh kan..kamu pergi sama cowok lain kesya" jawab kak Andra.
"Maaf kak, tolong tenang dulu. Dengerin penjelasan aku kak. Aku ketemu kak Adit di tempat kasir. Dia menanyakan kabarmu kak, jadi aku jawab. Dia juga minta maaf karena belum bisa menjenguk kak Andra" ucap Kesya menjelaskan.