
Hari ini adalah hari pertunanganku dengan kak Andra. Kami sekeluarga sudah berada di sebuah gedung megah yang sudah dipersiapkan keluarga kak Andra untuk acara pertunangan kita. Para tamu undangan pun sudah memenuhi ruangan.
Lalu pembawa acara mulai membuka acara malam ini,setelah itu aku dan kak Andra akan bertukar cincin.
"Baiklah sekarang tibalah saatnya kedua sepasang kekasih bertukar cincin" ucap pembawa acara itu.
Kemudian kak Andra mengambil cincinnya dan menyerahkan cintin itu kepadaku . Lalu dia memasang cincin itu di jari manisku begitupun aku memasangkan cincin di jarinya. Para tamu undangan pun bertepuk tangan.
Beberapa jam kemudian telah berlalu ,para tamu undangan sudah pulang kerumah masing-masing tinggallah kedua keluarga kami.
"Kak...acara udah selesai kan?"tanyaku.
"Hmm..knp?" tanyanya.
"Boleh tidak aku kembali kerumah?" .
"Boleh saja asal kamu bareng sama aku !".
"Kan aku tadi bareng bunda dan ayah kak,kenapa harus sama kamu?" tanyaku.
"Pokoknya kamu bareng aku ,gak usah protes." .
"Hm." dasar nyebelin ,batinku.
Dia pun mengajakku untuk berpamitan dengan keluarga kita.
"Mah,Pah kami pulang dulu ya. Aku akan mengantarkannya pulang." pamitnya pada kedua orang tuanya.
"Hati-hati dijalan sayang ,awas jangan diapa-apain lho menantu mamah" goda mamah.
"Mamah jangan gitu donk, biarkan mereka berduaan lagian ini adalah kesempatan yang baik untuk mereka saling mengenal" sahut papah.
Setelah mendengarkan ucapan kedua orang tuanya,kak Andra langsung bersalaman pada kedua orang tuanya dan begitu juga aku. Lalu kami berpamitan pada kedua orang tuaku.
"Bun,aku ajak Kesya pulang duluan ya" ucapnya.
"Iya sayang,kalian hati-hati dijalan. Dan jangan ngebut ya nak" nasehat bunda.
"Siap bun" jawab kak Andra sambil memberi hormat pada bunda. Ya sebenarnya kak Andra memang sudah dekat dengan bunda, karena dulu bunda sering main ke rumah tante ira,eh salah maksudku mamah ira.
Aku pun tersenyum manis melihat sikap kak Andra yang penurut pada bunda,lalu kami bersalaman pada kedua orang tuaku dan pergi menuju mobil. Sesampainya dimobil, kak Andra membukakan pintu untukku. Aku pun menurut saja. Setelah itu dia masuk ke dalam mobil.
Tumben...batinku.
"Kak..kita langsung pulang kan?" tanyaku.
"Gak" jawabnya.
"Terus kita mau kemana kak?" tanyaku lagi.
"Makan,aku lapar" jawabnya.
"Baiklah kak,tapi tempatnya aku yang pilihin ya" ucapku.
__ADS_1
"Udah berani ngatur-ngatur ya" ucapnya sambil melirikku.
"Bukan gitu kak..maaf" jawabku sambil cemberut.
"Baiklah kamu boleh pilihin tempatnya,awas aja kalau makanannya gak enak" ancamnya.
"Tenang saja kak, aku jamin rasanya lebih enak dari yang kamu bayangkan" jawabku penuh semangat..
"Hmm.."jawabnya ketus.
Dasar Nyebelin, batinku.
Aku pun menunjukkan arah ke tempat makanan kesukaanku, disana terdapat berbagai macam makanan.
Ada sate ayam, soto, mie ayam, bakso, ketoprak dan lain-lain.
Sesampainya ditempat tersebut aku pun langsung turun. Aku sangat bersemangat karena ini soal makanan...ya aku memang suka makan walaupun badanku masih tetap segini aja..tidak terlalu kurus ataupun gemuk jadi pas.
"Kak..kamu mau makan apa?" tanyaku.
"Apa aja,sudah biar aku aja yang pesen kamu duduk aja disini. Kamu mau makan apa?" tanyanya.Dan aku pun langsung duduk.
"Aku mau ketoprak sama es jeruk ya kak. Terimakasih" ucapku.
Dia pun berlalu pergi meninggalkanku.
Belum dikasih apa-apa kok udah makasih aja sih Sya,duhh kamu lucu banget Sya, batin kak Andra.
Setelah selesai memesan makanan kak Andra kembali dan duduk disampingku.
"Aku tidak tau kak. Aku percaya takdir dari-Nya" jawabku.
Tuhan bahkan dia sangat percaya kepada-Mu. Semoga aku bisa menjadi imam yang baik untuknya, batin kak Andra.
"Kak.. apakah kamu membenciku karena perjodohan ini? maaf kak aku tidak bisa menolaknya" tanyaku.
"Aku tidak membencimu Sya...sudahlah semua udah terjadi tidak perlu disesali" jawabnya.
"Terimakasih" ucapku sambil tersenyum.
Lalu makanan yang kami pesan sudah datang. Kak Andra langsung memimpin doa dan kita berdua makan dengan sangat tenang. Ada perasaan bahagia dalam diriku karena bisa bersamanya. Tapi aku juga takut jika aku mengharapkan lebih darinya nanti aku akan tersakiti.
Setelah selesai makan kak Andra membayar makanan kami lalu mengajakku ke mobil.
"Kita langsung pulang saja ya Sya,ini sudah malam" ucapnya.
"Iya kak,terimakasih untuk hari ini" sahutku.
Dia membukakan pintu mobil untukku. Lalu dia masuk ke dalam mobil dan kami pun melanjutkan perjalanan pulang kerumahku.
Sesampainya dirumah aku langsung turun dari mobil.
"Sya..aku langsung pulang aja0 ya..Assalamualaikum" ucapnya.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan ya kak...Waalaikum salam" ucapku.
Dia langsung masuk mobil dan melajukan mobilnya menjauh dari rumahku. Aku pun masuk rumah,ku lihat bunda dan ayah belum pulang jadi aku langsung masuk ke kamarku untuk membersihkan diri.
Sesampainya di kamar aku menaruh tasku di tempatnya dan aku memutuskan untuk mandi. Setelah selesai mandi aku memakai piyama tidurku. Lalu ku dengar ada suara mobil berhenti di depan rumahku.
Aku pun keluar kamar dan membukakan pintu rumah untuk kedua orang tuaku. Tapi ternyata Lyra juga ikut bersama ayah dan bunda.
"Assalamualaikum" salam mereka bertiga.
"Waalaikum salam ayah,bunda,dan kamu" jawabku sambil tersenyum manis lalu salim pada ayah dan bunda.
"Hai Kesya...cie-cie yang habis pacaran" goda Lyra.
"Ih..apasih ra" ucapku sebel.
"Tante..nanti kalau Kesya udah menikah aku mau dong tan gantiin Kesya jadi anak tante" ucap Lyra.
"Boleh sayang" jawab bundaku.
"Ih bunda..walaupun Kesya udah menikah kan Kesya tetap anak bunda . Bunda jangan cari anak lagi..hiks hiks" ucapku pura-pura sedih.
"Hahaha" tawa mereka pecah.
"Apasih Sya..kamu serius amat kan aku cuma bercanda" ucap Lyra.
"Sayang....Ayah dan bunda ke kamar dulu ya" pamit ayah sambil mengecup keningku.
"Iya ayah,terimakasih untuk semuanya" jawabku sambil memeluk ayah dan bunda bergantian.
"Terimakasih untuk apa sayang?" tanya bunda.
"Terimakasih sudah menjadi kedua orang tuaku, sudah menyayangiku, dan memberikan yang terbaik untukku" jawabku sambil tersenyum.
"Sama-sama sayang." ucap bunda lalu pergi meninggalkanku dan Lyra yang masih ada di ruang tamu.
"Ra..kekamar yuk..kamu juga kan harus bersih-bersih dulu biar seger" ajakku.
"Iya Sya" jawabnya, lalu aku dan Lyra pergi ke kamarku.
"Oh ya Ra kamu kok bisa bareng ayah dan bunda gimana ceritanya? dan kamu beneran nginep disini Ra?" tanyaku.
"Tadi waktu om dan tante mau pulang aku datang menemuinya, aku izin tidur dirumahmu Sya.. habis tadi di acaramu kamu sibuk sendiri sih sama mamasmu. Jadi kan aku kangen Sya..
Eh Sya tadi kan aku lihat kak Adit cemberut gitu deh. Dia kayak gak suka lihat kamu bahagia sama kak Andra...Apa dia suka sama kamu ya Sya" ucap Lyra.
"Hust..jangan ghibahin orang Ra,udah gieh mandi dulu kamu. Bau tau Ra" ucapku.
"Apa sih Sya orang wangi gini" protesnya.
"Iya-iya Ra..wangi banget tapi tadi waktu berangkat ke pertunanganku sekarang udah nggak wangi..hehe" godaku.
"Awas kamu ya Sya" ucapnya sambil pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Aku pun menunggunya sambil rebahan di tempat tidur.