
Hari demi hari , bulan demi bulan mereka lalui dengan rasa penuh cinta dan bahagia . Sifat manja Li chen chen yang jarang ia perlihatkan kini malah sering di perlihatkan di hadapan Kaisar Fu Heng. Begitu juga dengan Kaisar Fu Heng yang semakin lama semakin mencintai Istri nya.
Sedangkan keadaan di Negeri Tianhae saat ini sangatlah damai dan sejahtera . Kejahatan besar maupun kecil lambat laun menghilang bagaikan di telan bumii. Tak lupa pula dengan kehidupan orang-orang miskin yang kini mulai sejahtera dan berkecukupan. Begitu juga dalam bidang usaha perdagangan maupun pertukaran barang dagang menjadi kan Perekonomian di negeri Tianhae semakin berkembang dengan pesat .
Setelah satu tahun berjalan di bawah kepemimpinan Kaisar Fu Heng bersama Ratu Li chen chen , tak ada peperangan ataupun perebutan kekuasaan di Negeri Tianhae . Kebijaksanaan Kaisar Fu Heng dan Ratu Li chen chen telah membuat kerajaan di Negeri Tianhae damai antara satu dengan yang lain.
Tahun ini adalah tahun dimana Ratu Li chen chen akan melahirkan buah hatinya. Keduanya senantiasa menunggu hari baik akan kelahiran anak pertama nya .
Sedangkan putri mahkota Thang Qingge kini juga sudah mengandung anak pertama nya. Namun kandungan nya masih berusia tujuh bulan dan masih dua bulan lagi menuju hari kelahirannya.
Tak terasa hari sudah pagi . Namun kali ini hujan lebat turun di seluruh Negeri Tianhae . Aura yang tak biasa mulai menyelimuti seluruh Kota Kerajaan Atas angin. Tak tau apa yang terjadi saat ini .
Bersamaan dengan kejadian itu , di sebuah kamar terdengar suara kesakitan dari seorang wanita yang akan melahirkan buah hatinya . Siapa lagi kalau bukan Ratu Li chen chen yang kini waktunya melahirkan .
" Chan er ........ " Panggil lembut Kaisar Fu Heng yang kini masih setia mendampingi Li chen chen.
" Jangan Kawatir , aku dan anak kita akan baik baik saja " Kata Ratu Li chen chen yang kini sudah bermandikan keringat .
" Ya Chan er , berusaha lah " Kata Kaisar Fu Heng sambil mencium kening Li chen chen dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar nya ketika sang tabib sudah tiba.
Waktu terus berjalan . Suara kesakitan dari dalam kamar Ratu Li chen chen terus terdengar . Kekawatiran pun muncul di wajah Kaisar Fu Heng dan mertuanya , yang semenjak dua hari yang lalu singgah di kerajaan Atas angin .
Kini Kaisar Fu Heng terus berjalan kekanan ke kiri . Membuat Kaisar Chen merasa pusing melihat menantunya yang tak bisa duduk dengan tenang .
Beberapa jam kemudian........
" Oek....... ooooek ......... oooeeek...... " Suara bayi yang baru lahir.
Seketika membuat Kaisar Fu Heng dan mertuanya menghela nafas leganya . Saat mendengar Suara tangis bayi terdengar dari dalam kamar Li chen chen.
" Selamat nak , kamu sudah menjadi seorang ayah " Kata Kaisar Chen sambil memeluk erat tubuh Kaisar Fu Heng.
" Ya ayahanda , aku ...... aku...... telah menjadi seorang ayah " kata Kaisar Fu Heng dengan nada bahagia nya .
Tak lama kemudian , keluarlah tabib dengan wajah cerahnya.
" Selamat Yang mulia Kaisar , Yang mulia Ratu telah melahirkan calon putra mahkota " Kata Tabib dengan nada hormat dan perasaan bahagia nya.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan keduanya ??" Tanya Kaisar Chen dengan nada tegasnya namun kelembutan menyertainya.
" Keduanya sehat dan saat ini Yang mulia Ratu sedang tertidur pulas "jawab Tabib dengan nada hormat nya .
Dan setelah itu Kaisar Fu Heng langsung memasuki kamar nya dengan langkah yang sangat berhati-hati . Karena takut akan mengganggu istirahat istrinya .
" Terimakasih Chan er , kau telah memberikan malaikat kecil di antara kita berdua , Trimakasih , terimakasih Chan er " Guman lirih Kaisar Fu Heng sambil mencium lembut kening Li Chen chen dan Putra kecilnya yang kini masih di samping Ratu Li chen chen.
Sedangkan cuaca yang tadinya hujan deras kini menjadi sangat cerah bersamaan dengan kelahiran Sang putra mahkota kerajaan Atas angin .
Keesokan paginya , kedua mata indah milik Li chen chen pun terbuka . Melihat di sekeliling ruangan yang ada di dalam kamar nya. Dan nampak Kaisar Fu Heng yang sedang belajar menggendong putra kecil mereka.
" Apakah begitu sulit menggendong nya suamiku ??" Tanya Ratu Li Chen chen dengan seyuman yang nampak lemas di wajah nya .
" Ya Chan er , dia masih nampak begitu kecil dan lemah " Kata Kaisar Fu Heng yang kini melangkah pelan menuju tempat dimana Li chen chen berbaring .
" ya karena dia masih kecil Fu heng dan Apa sudah kamu siapkan nama yang cocok untuk bayi kita ,???" Tanya Ratu Li chen chen dengan nada lembut nya.
" Sudah sayang , aku akan memberinya nama putra mahkota Yuanheng " Kata Kaisar Fu Heng dengan senyuman manis di wajah tampannya.
" Nama yang sangat indah " Kata Li chen chen yang kini sedang dibantu oleh para pelayan untuk bangun dari tempat tidur nya dan menggendong putra kecilnya.
" Tidak Fu Heng , putra kita juga mirip seperti mu , ketampanannya yang nampak saat ini " Kata Li chen chen dengan senyuman manis dan tatapan masih kepada putra kecilnya .
" Baiklah , dia sangat mirip dengan kita " Kata Kaisar Fu Heng dengan nada lembut nya.
Kebahagiaan Kaisar Fu Heng dan Li chen chen sudah terasa lengkap dengan hadirnya putra mereka . Hari demi hari telah dihiasi dengan keceriaan Ketiga nya . Tak peduli kesibukan apapun yang mereka kerjakan , Kini sudah ada si kecil yang selalu menjadi penghibur dengan berbagai aktivitas lucunya . Sedangkan Kaisar Chen juga merasa senang dengan kelahiran cucu pertama nya .
Dan dua bulan kemudian , Terlihatlah Putra mahkota yang sedang menampilkan wajah kawatirnya , menunggu proses kelahiran anak pertama nya . Dengan langkah kaki yang tak bisa berhenti , berjalan ke kanan ke kiri , membuat Sang ayah bertambah pusing .
" Li Chen , duduklah "
" Istrimu akan baik baik saja "
" Kalau kamu tetep pada tingkah mu saat ini , kepala ku akan bertambah pusing "
" Ayolah , duduk dan berdoa supaya mereka berdua baik baik saja " Kata Kaisar Chen dengan nada lembut nya kepada putra pertama yang tak lain adalah putra mahkota Lu Chen .
__ADS_1
" Baiklah ayah , tapi lama sekali tabib itu keluar"
" Dan kenapa istri ku tetap berteriak kesakitan ayah "
" Aku kawatir " Kata Putra mahkota Lu Chen dengan nada yang nampak kawatir .
" Tenanglah , Tabib akan mengatasi nya " Kata Kaisar Chen dengan nada lembut nya.
Dan tak lama kemudian .......
" Oooeeek..... oeeek ....... oooeeek...... " Suara bayi yang baru di lahirkan oleh putri mahkota Thang Qingge .
" Anak ku sudah lahir ayah , aku aku menjadi seorang ayah " Kata Putra mahkota Lu Chen saat mendengar tangisan anak pertama nya .
" Selamat putraku , aku juga sangat senang mempunyai dua orang cucu , kedepannya pasti akan sangat ramai bila kedua cucuku berkumpul " Kata Kaisar Chen dengan nada lembut dan bahagia nya .
" Dan ibunda mu pasti sangat senang pabila masih berada di sisi kita " Ucap nya lagi .
" Ya ayahanda , ibunda pasti sangat senang " Kata Putra mahkota Lu Chen .
Tak lama kemudian ......
" Selamat Yang mulia putra mahkota , Yang mulia putri mahkota telah melahirkan calon putri mahkota dan keduanya dalam keadaan sehat " Kata Tabib istana dengan nada hormat nya .
" Terimakasih Tabib , anda audah bekerja keras " Kata Putra mahkota Lu Chen yang kini melangkah pergi memasuki kamar istrinya .
Kebahagiaan keluarga putra mahkota Lu Chen kini sudahlah lengkap . Putri pertama nya begitu cantik dan sangat menggemaskan. Rasa kawatir yang tadi sempat memuncak , kini sudah terbayar kan dengan melihat senyuman manis dari istri tercinta dan melihat langsung putri kecilnya.
" Terimakasih sayang , terimakasih " Kata Putra mahkota Lu Chen sambil mencium kening Putri mahkota Thang Qingge.
" Ya sayang dan aku juga berterima kasih kepada mu , yang telah menjadi suami yang baik untuk ku " Kata Putri mahkota Thang Qingge.
" Ya , aku sangat mencintaimu Qi er " Kata Putra mahkota Lu Chen .
Hah ........... kedua kerajaan Sudah berbahagia . Tak ada kesedihan di kehidupan kedua keluarga tersebut . Kini Putri dari putra mahkota Lu Chen di beri nama putri mahkota wei chen .
Inilah akhirnya dari cerita buatan Author , maaf jika ada yang mengecewakan dan selamat membaca .
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like, komen dan Vote jika kalian berkenan 😘😊😊😊.
...~TAMAT~...