Kembalinya Sang Pewaris Tahta

Kembalinya Sang Pewaris Tahta
Eps 31


__ADS_3

Yuanheng melesat dengan kecepatan tinggi dan diikuti oleh Kakak sepupu dan juga Sansang . Mereka melompat antar pohon ke pohon lainnya .


Sedangkan pengejaran dari pihak lawan juga masih berlanjut . Mereka tidak mau melepaskan pelaku yang telah membunuh jendral Mereka. Bahkan serangan dari jarak jauh mereka lakukan . Namun tetap saja gagal . Karena kecepatan lawan lebih cepat daripada serangan para prajurit kerajaan Suku Api.


Hingga setengah jam berjalan , Yuanheng dan kedua rekannya masih melesat pergi menuju ke dalam hutan untuk melancarkan rencana nya , yang tidak lain adalah menjauh dari Kota kerajaan suku Api.


Namun tiba-tiba sebuah serangan hampir mengenai Yuanheng . Seketika Yuanheng melesat pergi untuk menghindarinya dan berhenti di salah satu pohon yang tidak jauh dari serangan yang muncul secara tiba-tiba . Begitu juga dengan Wei chen dan Sansang yang kini berada di dekat Yuanheng.


" Kalian berhati-hatilah , para bantuan dari Kerajaan Suku Api seperti nya sudah berada di sini " Kata Yuanheng dengan nada serius nya .


Tapi sebuah pukulan mendarat di kepala Yuanheng beserta dengan omelan panjang Wei chen kakak sepupu nya .


" Sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan hah ???, bisa bisanya kamu membunuh salah satu Jendral mereka " Kata Wei chen dengan nada galaknya.


" itu...... kakak sepupu ..... aku...... aku ....... tidak sengaja membunuhnya , karena dia ....... ingin merebut sesuatu dariku " Kata Yuanheng dengan menampilkan wajah bersalah nya .


" plak....... " Suara pukulan di kepala Yuanheng .


" Aduuh ....... sakit " Keluh Yuanheng sambil mengusap lembut kepala nya .


" Dasar kamu ini ......... , coba kamu lihat ??apa yang sudah kamu perbuat?? " Kata Wei chen dengan nada kesalnya .


Karena tingkat laku Yuanheng yang sudah membuat mereka berada dalam bahaya .


" Maaaf....... kakak sepupu " Kata Yuanheng dengan ekspresi wajah imutnya .


" Aaaah........ Kamu ini " Kata Wei chen yang pasrah akan tingkah laku adik sepupu nya .


Dan tidak lama kemudian muncul kedua jendral dari kerajaan Suku Api yang telah bersiap untuk menyerang.


" heh ....... cuma perkumpulan bocah ingusan kamu sampai memanggil kami , Jendral Mo zian " Gerutu salah satu Jendral Kerajaan suku Api yang bernama Jendral Si wenzi .


" Kalian jangan terkecoh sama mukanya , mereka memiliki kekuatan yang cukup hebat jadi berhati-hatilah " Kata Jendral Mo zian yang baru saja tiba .


" Baiklah , ayo kita lihat seberapa kuat pemuda yang sudah membunuh Jendral cantik kita ?? " Kata Jendral Zen mohan sambil mengeluarkan pusaka pedang besarnya dan melesat pergi menyerang Yuanheng beserta kedua rekannya .


Dan ...............


" Duaaaaaar.......... " Suara ledakan pohon yang terkena tebasan pusaka pedang milik Jendral Zen mohan.


Seketika senyuman tampil di wajah sang Jendral dan melemparkan serangan lagi ke arah dimana Yuanheng berada .


" wyuus ......... wyuus.......... Duaaaaaar........ duuuaaar.......... " Suara serangan dari pedang besar milik Jendral Zen mohan .

__ADS_1


Sedangkan Yuanheng dengan gerakan cepat, menghindari setiap serangan yang mengarah kepada nya .


" Lawan yang sangat menarik " Guman lirih Yuanheng sambil memperhatikan serangan dari Lawannya.


Tidak berhenti di situ saja , dengan gerakan cepatnya , Yuanheng mengeluarkan serangan balasan yang tidak lain adalah beribu pedang api yang kini menuju ke arah Jendral Zen mohan .


Dan..........


" Wyuus............. wyuus........... " suara gerakan beribu pedang api .


Sontak membuat sang Jenderal melakukan gerakan cepatnya untuk menghindari serangan milik Yuanheng , namun ekspresi terkejut seketika muncul di wajahnya . Di saat beribu pedang api masih berada di belakang nya . karena serangan milik Yuanheng mengikuti arah kemana sang jendral pergi .


" Sial , serangan bocah itu terus mengikutiku " Guman lirih Jendral Zen mohan sambil menikmati cara untuk menangkisnya .


Sedangkan Wei chen dan Sansang melawan para prajurit serta Kedua Jendral yang kini akan pergi untuk membunuh Yuanheng .


" Pergi Kalian , ini tidak ada urusan dengan kalian " Kata Jendral Jendral Si wenzi .


" Tidak mau , dia adalah adik sepupu ku. Jadi jangan harap kamu bisa menyentuhnya, walaupun seujung rambutnya sekalipun . Karena aku akan membuatmu cacat seumur hidupmu " Kata Wei chen dengan kesalnya .


" Eeeeh jangan bermimpi bisa membuat ku cacat , yang ada malah kalianlah yang akan menjadi budak nafsu kami " Kata Jendral Mo zian dengan nada sombongnya serta menampilkan tatapan mesum ke arah Wei chen dan juga Sansang .


" Kamuu............." Kata Sansang yang terlihat jijik dengan pandangan kedua mata Jendral Mo zian.


Begitu juga dengan Jendral Mo zian yang kini menyerang sambil berusaha memegang bagian tubuh milik Sansang . Namun tidak berhasil sama sekali . Karena gerakan Sansang gesit dan juga sangat lincah .


" Wah gerakan tubuhnya , sangat indah " Kata Jendral Mo zian yang kini memperhatikan setiap lekuk tubuh milik Sansang .


Dan membuat Sansang marah besar .


" Kamu berani melihat tubuh ku dengan pikiran kotormu , cari mati ya ???" Kata Sansang dengan aura membunuhnya .


Seketika kabut es muncul dan semakin lama semakin tebal . Membuat sang Jendral menampilkan wajah serius nya .


" Sial , kekuatan ini ciri khas dari suku Es murni, siapa wanita itu sebenarnya ??" Guman lirih Jendral Mo zian sambil berusaha melepaskan diri dari Kabut es .


Namun usahanya sia sia saja karena kabut es milik Sansang bercampur dengan kekuatan formasi perangkat . Dengan kata lain orang yang di targetkan akan langsung memasuki dunia kabut es nya dan tidak akan bisa meloloskan diri .


" Mau kabur ........ , tidak akan bisa " Kata Sansang yang mengema di dunia kabut es nya serta memulai serangannya.


Seketika beribu pedang es terbentuk di dalam kabut es milik Sansang . Membuat jendral Mo zian mempertajam kewaspadaannya dan tidak lupa melapisi dirinya dengan kekuatan pelindung diri.


Dan ...........

__ADS_1


" Wyuus......... wyuus.......... wyuus....... "gerakan cepat pedang es secara beruntun dan membuat sang jenderal melompat kesana kemari untuk menghindarinya .


Serangan masih berlanjut , angin dingin berhembus kencang , pedang es terbentuk kembali membentuk sebuah formasi , mengitari Jendral Mo zian yang saat ini semakin waspada dengan serangan tiba-tiba dari Sansang .


" Kamu tidak akan berhasil membunuhku , dan buka matamu lebar lebar " Kata Jendral Mo zian yang akhirnya mengeluarkan kekuatan nya .


" Rantai rambat ular api " Kata Jendral Mo zian sambil mengeluarkan aura nya.


Seketika Lima rantai keluar dari punggung nya . Auranya pun semakin kuat dari pada yang tadi .


Kelima rantai itu langsung menghancurkan formasi pedang es milik Sansang . Namun .........


" Duuuaaar........... "Suara ledakan benturan antara rantai rambat ular api dengan Formasi pedang es .


Yang ternyata membuat sang jenderal tertawa , karena berhasil menghancurkan formasi milik Sansang .


" Jangan senang dulu , serangan yang sebenarnya adalah .......... " Kata Sansang yang berada di kegelapan kabut es .


Dan..........


" Slup.................,... " Suara Serangan tersembunyi Sansang yang membuat Jendral Mo zian tidak bisa bergerak dan dalam sekejap menghancurkan seluruh urat nadinya .


" Aaaaakkkhhh............ Apa ........ Apa...... ini??" Guman lirih Jendral Mo zian .


Seketika seluruh tubuh sang jenderal hancur dan berubah menjadi cairan darah merah pekat . Karena kekuatan milik Sansang mengandung racun dari binatang tingkat tinggi.


" Rasakan kekuatan dari jarum darahku " Kata Sansang sambil menghilangkan kekuatan kabut es nya .


Sedangkan Yuanheng masih bertarung dengan Jendral Zen mohan . Serangan demi serangan mereka lakukan . Kekuatan yang dimiliki Jendral Zen mohan lebih tinggi dari kekuatan Kedua Jendral lainnya . Gerakan gesit dan lincah hampir menyamai kekuatan Yuanheng .


" cambuk petir " kata Yuanheng dengan gerakan lincahnya dan memainkan cambuk nya ke arah Jendral Zen mohan .


Tapi masih bisa di hindari oleh sang Jendral .


" Mau terus menghindar ????" kata Yuanheng yang sudah mempersiapkan serangan susulan yang tidak lain adalah cakar Harimau hitam corak emas .


Dan.......................


Lanjut besok ya ....... ,maaaf Author belum bisa update tiap hari .


Jika kalian berkenan 😊😊 jangan lupa tinggalkan like , comen dan Vote nya


Selamat membaca semoga tidak mengecewakan para pembaca .

__ADS_1


__ADS_2