
Sang Jendral membentuk sebuah pola dengan kedua tangannya . Seketika muncul ketujuh pedang kembar di belakang sang jendral . Bersiap untuk menyerang dan menunggu perintah dari tuannya.
" Rasakan ini bocah tengil " Kata Jendral pertama sambil menggerakkan tangan yang memberi perintah kepada ketujuh pedang kembar miliknya.
Dan ......
" Wyuus...... wyuus........ " Suara Gerakan ketujuh pedang kembar yang menuju ke arah Yuanheng .
Namun dengan kekuatan nya Yuanheng masih bisa mengatasinya dan menyadari bahwa serangan tersebut hanyalah pengalihan saja .
Sedangkan Jendral pertama melesat pergi menjauhi Yuanheng yang saat ini sedang sibuk dengan ketujuh pedang nya . Dengan ekspresi wajah yang mencibir Yuanheng . Karena pengalihan nya berhasil .
Namun sang jendral tidak mengetahui bahwa lawannya sudah menyiapkan serangan di saat ketujuh pedang kembar nya menghampiri Yuanheng.
Dengan senyum manisnya Yuanheng berkata
" Mau kabur .......... ,tidak akan bisa semudah itu"
Bibir berucap memberi perintah kepada hewan spiritualnya untuk membunuh jendral pertama dengan satu serangan . Karena dengan mata tajamnya ia sudah menemukan satu jantung lainnya di tubuh Jendral pertama. ( Jendral dari bangsa kegelapan memiliki dua jantung . Satu jantung asli yang lainnya jantung palsu untuk mengecoh lawan nya).
Dan ......
"Sreeet.......... sreeet......... sreeet....... " Suara serangan dari Chensia , Harimau hitam corak emas yang membuat tubuh Jendral pertama langsung hancur menjadi debu.
Karena serangan Chensia sangat kuat dan tidak dapat di tahan oleh tubuh Jendral pertama.
" Duuuaaar........" Suara ledakan setelah serangan berakhir.
Sedangkan di tempat lain yang tidak jauh dari tempat Yuanheng berada , terlihatlah gerakan cepat dari kedua wanita . Mereka adalah Wei chen dan Sansang, yang kini sedang berusaha mengalahkan pria tua yang mengendalikan ketiga boneka mayat sebagai senjatanya.
Sedangkan para prajurit bangsa kegelapan sudah di kalahkan oleh Sansang dengan serangan di dalam kabut es milik nya .
Pertarungan semakin menegangkan . Hawa kegelapan juga mulai menyebar di area pertarungan . Gerakan gerakan dari ketiga boneka mayat sangatlah cepat . Membuat keduanya menampilkan kewaspadaannya.
" Mereka sangat sulit untuk di hentikan " Kata Sansang dengan pendangan tajamnya.
" Iya , mereka akan hidup kembali setelah kematiannya " Kata Wei chen yang sudah terengah-engah.
__ADS_1
Karena kekuatannya sudah di ambang batas , Begitu juga dengan Sansang yang membantu melawan ketiga boneka mayat tanpa henti.
Lawannya kali ini mempunyai siasat licik . Bersembunyi di suatu tempat yang tidak dapat di temukan oleh keduanya, bahkan dengan mata langit milik Yuanheng. Hanya ketiga boneka mayat yang menyerang Wei chen dan juga Sansang.
" Ha ........ ha ...... ha ...... , Kalian tidak akan bisa membunuhku, matilah kalian dan jadilah boneka baruku " Suara pak tua yang menggema sambil menggerakkan jemari di balik persembunyian nya .
Dan Seketika muncul kedua jarum racun mayat tersembunyi yang kini menuju ke arah Wei chen dan juga Sansang .
Namun Wei chen menyadari nya dan segera membuat pelindung dari kekuatan yang tersisa.
" Tidak akan semudah itu pak tua " Kata Wei chen dengan nada lantang nya sambil mengeluarkan perisai ekor rubahnya dengan kekuatannya yang tersisa.
Sedangkan Sansang segera membalas serangan pak tua dengan beribu pisau es milik nya di saat perisai Wei chen melindunginya.
" Wyuus........ wyuus....... wyuus...... " suara serangan milik Sansang yang dapat memutuskan salah satu benang pengendali boneka mayat milik pak tua itu.
Sehingga membuat salah satu boneka mayat berhenti menyerang pelindung milik Wei chen.
" Sekali lagi " Guman lirik Sansang yang masih terdengar oleh Wei chen .
Seketika muncullah sepasang sayap es di punggung Sansang , menambah kecantikan alami di wajahnya . Membuat takjub bagi siapa saja yang melihatnya , termasuk Yuanheng yang kini menatapnya dengan penuh kehangatan dan kerinduan akan seseorang yang telah lama ia rindukan.
" San er ........" Guman lirih Yuanheng dengan tatapan kerinduannya.
Sedangkan Wei chen kagum akan pemandangan yang berada di samping nya saat ini.
" Sangat indah " Guman lirih Wei chen dan masih dalam kewaspadaannya.
Tapi tidak menyadari bahwa kekuatan nya lambat laun terisi kembali berkat aura misterius yang keluar dari tubuh Sansang .
Dan............
" Wyuus.............. " suara tangan Sansang yang di hempaskan ke arah kedua boneka mayat yang tersisa.
Dan hanya beberapa detik saja membuat keduanya hancur menjadi debu . Karena terkena kilatan cahaya dari hempasan tangan Sansang.
" Brengs**k" Umpat pak tua yang kini mulai menampakkan dirinya sambil mengeluarkan sebilah pedang kemudian melesat pergi menuju ke tempat dimana Sansang berada.
__ADS_1
Sedangkan Sansang melanjutkan serangannya , tanpa mengeluarkan ekspresi di wajahnya . Kedua tangan mulai menari. Membuat perintah kepada beribu bulu es untuk bergerak membentuk sebuah formasi. Kemudian langsung menyerang Pak tua yang kini menuju ke arahnya.
" Sreeet....... sreeet......... Treng ......... treng ......... treng...... " Suara dentingan pedang pak tua dan bulu es tajam milik Sansang.
" Sial , kenapa gadis itu jadi begitu hebat hanya dalam beberapa menit saja ?" Kata Pak tua yang masih berusaha menghindari serangan dari lawannya.
Membuatnya melonggarkan kewaspadaannya . Sehingga dengan mudah Sansang melayangkan serangan ketiganya. Melesat dengan kecepatan penuh menuju ke tempat Pak tua yang kini sedang sibuk menghindari serangan keduanya.
" Pedang es surgawi " Kata Sansang dengan tatapan kosong .
" Sreeet......... sreeet....... sreeet...... " Suara serangan Sansang yang membuat Pak tua kehilangan nyawanya .
" Aaaaaakkkkhhhhh......." Teriakan pak tua di akhir hidup.
Dan...........
" Duuuaaar........ " Suara ledakan tubuh Pak tua bersamaan dengan jatuhnya tubuh Sansang Karena kelelahan dan memaksakan diri untuk mengeluarkan kekuatan yang belum waktunya keluar .
Sedangkan Yuanheng dengan gerakan cepat nya menangkap tubuh Sansang sebelum bersentuhan dengan tanah.
" San er ......, siapa kamu sebenarnya ??" Kata Yuanheng dengan tatapan lembutnya .
...***...
Berganti tempat , dimana para pembunuh bayaran berada . Kini mereka mulai memasuki hutan Ning lian . Menelusuri jejak Yuanheng dan teman-teman nya . Mereka mengikuti jejak yang sengaja di tinggalkan oleh Yuanheng. Bahkan berulang kali ketiga terjebak dalam masalah. Karena selain jejak palsu , Yuanheng juga menyiapkan beberapa kejutan di tempat yang sudah ia persiapkan.
" Brengs***, awas kalau sudah bertemu aku potong badannya " Kata Pembunuh bayaran yang memiliki sebuah pendekar bermata perak .
Karena jebakan yang di buat Yuanheng membuat lawannya terluka .
" Ya , kita jadiiin mereka makanan untuk hewan pelihara kita " Kata rekan pertama pembunuhan bayaran yang memiliki panggilan Pendekar Raja elang.
" Tapi kita harus berhati-hati jika kita sudah bertemu dengan mereka , karena mereka sangat pintar membuat kita terjebak berulang kali " Kata rekan kedua Pembunuhan bayaran yang memiliki julukan Pendekar Kalajengking beracun.
Sudah dulu ya dan selamat membaca semoga tidak mengecewakan para readers tersayang.
Jangan lupa like comen dan Votenya .
__ADS_1